Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah panas my Daddy

Gairah panas my Daddy

Aldo Bimantara merupakan pria matang dari keluarga terpandang yang tetap terlihat awet muda meski sudah memasuki usia pernikahan. Sebagai sosok sukses, ia mengelola dua cabang restoran besar yang berlokasi di Medan dan Semarang. Di balik statusnya sebagai putra konglomerat, Aldo berjuang menyeimbangkan tuntutan hidup dengan kariernya yang gemilang. Kisah ini mengikuti perjalanan hidup sang pengusaha kaya dalam menghadapi dinamika romansa modern.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aldo tentu bahagia bisa mendapatkan mangsa baru malam ini, dia akan menghujani benih nya pada perut milli sebanyak mungkin.

Setelah milli berbaring seharian di ranjang dia mulai mengingat-ingat malam tadi.

Dimana milli melakukan sex selama berjam-jam sampai kakinya lemas dengan pinggang nya yang sakit

Milli pulang kembali ke rumah nya di pagi hari, dia langsung mandi berendam di bathub.

"Ah aku lupa nanya namanya." Lirih milli menatap pantulan nya di cermin.

Milli sedang mandi sekarang dia hanya sibuk menatapi tubuhnya.

Karena begitu banyak kiss mark di sekitar kulit itu beruntung kedua orang tua nya tidak melihat.

Jika mereka melihat kiss mark itu mungkin akan terjadi perang ke satu pagi ini.

Lagi-lagi milli memikirkan nama pria yang sex dengan nya, dia hanya sibuk mendesah menyebut om tapi lupa bertanya dasar pikun.

"Btw tadi malam namanya siapa ya?"

Milli mulai berendam untuk menghilangkan rasa penatnya, memejamkan mata dan menikmati setiap sentuhan air pada tubuhnya.

Jika aldo melihat ini mungkin dia akan tergoda.

Jadi milli berencana akan menghabiskan uang sakunya, mengajak bella sahabatnya pergi berbelanja.

"Mas emang udah yakin mau ninggalin milli lagi? Kamu lihat kan, tadi malam dia pulang sama siapa dan jam berapa? Aku takut anak itu semakin gila." Sedih krystal.

"Tentu aku yakin, aku percaya sama milli dia bakal baik-baik aja selama kita mengawasinya dari jauh. Kita ke amerika cuma sebulan bu kamu tau kan ini demi milli." Bujuk andre memasukan bajunya ke koper.

"Padahal tadi pagi dia marah gara gara aku ngomel, pasti milli makin marah kalo kita tinggalin." Krystal sedih.

"Ga kok, aku bakal bujuk dia kamu siapin semuanya oke." Andre berdiri pergi dari kamar nya.

Krystal hanya menghela nafas baru saja dia dua bulan di semarang.

Hanya karena museum nya sedang ada perampokan dan perusahaan suaminya turun sedikit.

Mereka harus segera kembali ke amerika untuk mengurus pekerjaan itu.

Pernah sih krystal meminta pindah dan tinggal di amerika saja.

Tapi mengingat amerika lebih bebas bergaul dari pada semarang, jadi andre tidak bisa tinggal menetap di amerika.

"Maafin ibu milli." Lirih krystal.

Milli baru saja selesai mandi dia bergerak membuka lemari bajunya, hari ini milli akan memakai baju full dior tak lupa memakai topi baretnya.

Andre datang mengetuk pintu milli dengan pelan, sang pemilik hanya berdehem membiarkan ayah nya masuk.

Dia duduk di pinggir ranjang melihat milli yang sedang menyisir rambut.

"Ayah mau bujuk aku kan?" Tanya milli menyisir rambutnya.

"Hehe iya, tau aja kamu. Kamu beneran ga mau kerja sama ayah? Paling ga coba dulu yu, kayak lihat robot baru yang ayah bikin 1 tahun lalu." Senyum andre.

"Hum untuk sekarang ga, ayah dan ibu harus punya orang yang ngabisin uang kalian. Jadi milli harus nikmatin uang saku milli dulu sebelum milli siap kerja!"

"Hah... Kamu ini cari uang itu susah tau! Kamu sih enak tinggal ngabisin duit ayah." Sinis andre pada milli.

"Milli tau kok, cari uang bikin tenaga dan keringat ayah terkuras. Apalagi ibu yang bolak balik amerika indonesia kenapa kalian ga tinggal di sana aja? Biar ga nguras tenaga sama uang." Usul milli memakai topinya.

"Kalo udah tau jangan boros sama buang-buang uang, belajar nabung dan investasi kayak bella sahabat mu. Ga bisa milli kamu kan di sini sendiri!"

"Ayah ga akan tau mau aku nabung atau buang uang, pokonya kalo kalian mau balik ke amerika silahkan, asal jangan lupa uang milli." Berdiri dan menatap ayah nya.

"Hah oke, ayah mau balik ke amerika selama satu bulan buat ngurus kerjaan. Minta maaf sama ibu gih udah bikin dia cemas, dia juga nangis loh tadi gara-gara kamu."

"Iya aku keluar sebentar lagi!" Milli masih memasang wajah datarnya.

"Oke." Andre pergi dari kamar milli.

Setelah milli berbaring seharian di ranjang dia mulai mengingat-ingat malam tadi.

Dimana milli melakukan sex selama berjam-jam sampai kakinya lemas dengan pantat yang sakit.

"Ah aku lupa nanya namanya." Lirih milli menatap pantulan nya di cermin.

Milli sedang mandi sekarang dia hanya sibuk menatapi tubuhnya.

Karena begitu banyak kiss mark di sekitar kulit itu beruntung kedua orang tua nya tidak melihat.

Jika mereka melihat kiss mark itu mungkin akan terjadi perang ke satu pagi ini.

Lagi-lagi milli memikirkan nama pria yang sex dengan nya, dia hanya sibuk mendesah menyebut om tapi lupa bertanya dasar pikun.

"Btw tadi malam namanya siapa ya?"

Milli mulai berendam untuk menghilangkan rasa penatnya, memejamkan mata dan menikmati setiap sentuhan air pada tubuhnya.

Jika aldo melihat ini mungkin dia akan tergoda.

Jadi milli berencana akan menghabiskan uang sakunya, mengajak bella sahabatnya pergi berbelanja.

"Mas emang udah yakin mau ninggalin milli lagi? Kamu lihat kan, tadi malam dia pulang sama siapa dan jam berapa? Aku takut anak itu semakin gila." Sedih krystal.

"Tentu aku yakin, aku percaya sama milli dia bakal baik-baik aja selama kita mengawasinya dari jauh. Kita ke amerika cuma sebulan bu kamu tau kan ini demi milli." Bujuk andre memasukan bajunya ke koper.

"Padahal tadi pagi dia marah gara gara aku ngomel, pasti milli makin marah kalo kita tinggalin." Krystal sedih.

"Ga kok, aku bakal bujuk dia kamu siapin semuanya oke." Andre berdiri pergi dari kamar nya.

Krystal hanya menghela nafas baru saja dia dua bulan di semarang.

Hanya karena museum nya sedang ada perampokan dan perusahaan suaminya turun sedikit.

Mereka harus segera kembali ke amerika untuk mengurus pekerjaan itu.

Pernah sih krystal meminta pindah dan tinggal di amerika saja.

Tapi mengingat amerika lebih bebas bergaul dari pada semarang, jadi andre tidak bisa tinggal menetap di amerika.

"Maafin ibu milli." Lirih krystal.

Milli baru saja selesai mandi dia bergerak membuka lemari bajunya, hari ini milli akan memakai baju full dior tak lupa memakai topi baretnya.

Andre datang mengetuk pintu milli dengan pelan, sang pemilik hanya berdehem membiarkan ayah nya masuk.

Dia duduk di pinggir ranjang melihat milli yang sedang menyisir rambut.

"Ayah mau bujuk aku kan?" Tanya milli menyisir rambutnya.

"Hehe iya, tau aja kamu. Kamu beneran ga mau kerja sama ayah? Paling ga coba dulu yu, kayak lihat robot baru yang ayah bikin 1 tahun lalu." Senyum andre.

"Hum untuk sekarang ga, ayah dan ibu harus punya orang yang ngabisin uang kalian. Jadi milli harus nikmatin uang saku milli dulu sebelum milli siap kerja!"

"Hah... Kamu ini cari uang itu susah tau! Kamu sih enak tinggal ngabisin duit ayah." Sinis andre pada milli.

"Milli tau kok, cari uang bikin tenaga dan keringat ayah terkuras. Apalagi ibu yang bolak balik amerika indonesia kenapa kalian ga tinggal di sana aja? Biar ga nguras tenaga sama uang." Usul milli memakai topinya.

Tbc...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Sekadar Figuran
7.9
CEO Narendra Hasan terancam batal menikah dengan Bella setelah kecelakaan membuatnya lumpuh. Tak sudi bersuamikan pria cacat, Bella kabur di hari pernikahan. Sebagai gantinya, Narendra menunjuk Sheilla, keponakan Bella, untuk menjadi pengantin pengganti. Sheilla yang terikat utang budi pada pamannya terpaksa setuju. Namun, pernikahan ini mengungkap misteri besar terkait kecelakaan orang tua Sheilla dan hilangnya penulis ternama. Siapa dalang sebenarnya?
Sampul Novel GAIRAH CINTA CEO DINGIN
8.8
Karin Arvantie merasa canggung saat wawancara kerja di Atmaja Corp karena tatapan intens sang CEO, Ryan Atmaja. Meski Ryan merasa pernah bertemu dengannya, Karin justru memberikan jawaban diplomatis. Namun, pesona pria bermata hitam itu memicu gejolak emosi yang sulit diredam. Kini, Karin terjebak dalam dilema antara menjaga profesionalisme atau terhanyut dalam ketertarikan yang membara. Mampukah hubungan mereka tetap sebatas atasan dan bawahan saja?
Sampul Novel Hasrat Terlarang dengan Atasan
8.8
Hidup Venina Anastasya berubah drastis setelah satu malam terlarang dengan atasannya, Erlangga Krisdiantoro. Terjebak dalam pesona pria itu, Venina mengabaikan kenyataan bahwa Erlangga telah memiliki wanita lain. Hubungan penuh gairah ini mengancamnya dengan skandal besar, namun ia tak berdaya melepaskan diri. Di sisi lain, Erlangga bimbang memilih Venina atau kekasih lamanya yang kembali. Apakah Venina hanya pelarian sementara tanpa ada cinta sejati bagi Erlangga?
Sampul Novel Jatuh Cinta Dengan CEO Duda
7.8
Pasca perceraian yang menyakitkan, Dimas tumbuh menjadi pengusaha dingin hingga ia bertemu Sinta. Sekretaris barunya yang penuh keceriaan itu perlahan mencairkan hatinya yang beku. Sinta bahkan menjalin ikatan emosional dengan Arya, putra Dimas yang selama ini merasa kesepian. Namun, saat benih cinta mulai tumbuh, mantan istri Dimas datang kembali untuk mengusik ketenangan mereka. Akankah cinta mereka cukup kuat untuk menghadapi gangguan masa lalu tersebut?
Sampul Novel Malam Pertama dengan CEO
9.7
Kehidupan Kara hancur saat suaminya menjualnya kepada Angkasa, seorang CEO kaya, di malam pernikahan mereka. Wajib melayani Angkasa selama sebulan, Kara justru hamil. Namun, Angkasa menolak mengakui janin itu karena salah paham dan mengusirnya. Di tengah tekanan mantan suami dan mertua, Kara berjuang sendiri hingga sukses jadi desainer. Saat Angkasa kembali untuk memohon maaf, akankah Kara bersedia membuka pintu hatinya yang telah terluka?
Sampul Novel Misi; Mengandung Benih Tuan Vince
9.3
Qiara Selena Odelia mendambakan pernikahan tulus yang dipenuhi kebahagiaan. Namun, ia justru terikat kontrak dengan Vincenzo Nick Emyr, pria dingin yang menutup pintu hatinya akibat luka masa lalu dari cinta pertama. Berawal dari sebuah misi rahasia, keduanya terjebak dalam komitmen formal yang mereka sepakati bersama. Di tengah kepahitan dan trauma Vince, mampukah hubungan sandiwara ini berubah menjadi cinta sejati yang nyata bagi mereka berdua?