Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel GAIRAH LIAR ISTRI BOSKU

GAIRAH LIAR ISTRI BOSKU

Theresa menjalin hubungan gelap dengan pengawal pribadinya, Aaron Parker, demi membalas pengkhianatan suaminya, Charles Bosley. Namun, pesona Theresa juga memikat Sean Dalbert, politikus Italia yang ambisius. Setelah Charles tersingkir, persaingan sengit pecah antara Aaron dari Organisasi EXO dan Sean yang mengincar kursi walikota New York. Di tengah intrik politik dan perebutan kekuasaan, Theresa terjebak dalam pilihan sulit antara sang bodyguard atau sang politikus.
Bab
Bagikan

Bab 3

Setibanya di area pesta Aaron segera mempersilakan Theresa duduk pada bangku VIP. Dia bahkan menarik dan memeriksa bangku untuk Theresa duduki lebih dulu.

Theresa tahu hal seperti itu sudah menjadi tugas bagi seorang bodyguard. Namun entah kenapa dia merasa Aaron melakukan hal yang lebih untuknya. Dia merasa tersanjung akan perhatian pria tampan itu padanya.

"Silakan duduk, Nyonya." Aaron menatap lembut pada Theresa yang tampak sedang melamun.

"Ah, iya. Terima kasih," balas Theresa agak tersentak dengan suara bass Aaron padanya. Dia pun segera mendaratkan bokongnya pada bangkunya.

"Nikmatilah pestanya, aku akan menunggu di sana." Aaron agak mencondongkan wajahnya pada telinga Theresa dari belakangnya.

Napasnya berhembus membelai tengkuk leher wanita itu. Theresa pun merasa merinding sekaligus berdebar-debar dibuatnya.

Sementara wangi segar dari rambut Theresa membuat Aaron hampir dimabuk kepayang. Dia sangat menyukainya.

Theresa menoleh memandangi punggung Aaron yang kian menjauh darinya. Bibirnya mengulas senyum. Entah kenapa dirinya merasa menyukai pria muda itu. Apakah ini perasaan cinta? Ah, tidak mungkin! Itu terlalu cepat jika disebut cinta, pikirnya.

Pesta pun terus berlangsung.

Semua tamu tampak sedang berdansa dengan pasangannya. Theresa merasa kesepian karena Charles belum juga kelihatan batang hidungnya. Kemana pria sialan itu? Kenapa dirinya dibiarkan sendiri seperti ini!

Theresa mulai merasa bosan dan kesal.

Sedang gelisah Theresa, kemudian Charles datang bersama beberapa orang bodyguard yang mengapit langkahnya. Theresa merasa sedikit lega. Dia segera bangkit menyambut suaminya itu.

"Kenapa lama sekali? Apa kamu bermain-main dulu dengan para jalang-mu itu?" bisik Theresa pada Charles yang sudah berdiri di sampingnya.

Charles tertawa keras mendengar ucapan Theresa. Semua tamu menoleh ke arah mereka. Charles pun segera meraih pipi Theresa dengan sebuah kecupan mesra.

"Jangan cari masalah di sini," bisiknya pada Theresa sembari menatapnya tajam. Namun kemudian dia tertawa kecil seolah sedang menggoda istrinya itu.

Akting yang sangat bagus!

Theresa hanya tersenyum jengah melihatnya. Charles memang sangat pandai berakting seolah dirinya adalah suami yang sangat baik di depan semua orang.

Theresa sangat muak. Namun demi nama baik EXO dirinya pun ikut berakting pula.

Aaron memalingkan wajahnya melihat kemesraan Charles dan Theresa. Keduanya sedang berdansa bersama para pasangan lainnya. Dia melihat Theresa tertawa bersama Charles. Sepertinya wanita itu sangat bahagia karena suaminya sudah datang, pikirnya cemburu.

Perlahan Aaron pun mundur meninggalkan pesta. Dia berjalan menuju mobilnya yang berada di pelataran hotel. Di sana dia menghidupkan api rokoknya sembari bersandar pinggang pada bagian depan mobilnya. Pikirannya mulai melayang setelah menghembuskan asap rokoknya ke udara.

Wanita itu sangat cantik. Kenapa hatinya merasa kehilangan melihat Theresa bersama suaminya? Bodoh! Dasar bodoh! Tugasnya hanya untuk menjaga keselamatan Nyonya Bosley, bukan malah jatuh cinta padanya.

What? Jatuh cinta? Aaron menggelengkan kepalanya. Masa iya dirinya telah jatuh cinta pada Nyonya Bosley? Konyol sekali! Kaki kanannya menendang batu kecil yang berada di bawah kakinya.

"Kasihan Nyonya Bosley. Wanita secantik dirinya hanya hidup seperti boneka bagi Presdir Bosley. Aku bahkan sangat sedih melihatnya."

"Kamu benar, Bung. Wanita secantik Nyonya Bosley harusnya menjadi istriku saja. Hahaha."

Aaron terkesiap mendengar suara percakapan para bodyguard yang sedang berdiri di belakangnya. Boneka? Dia mulai mencerna perbincangan dua rekannya itu.

Karena tak berani menanyakannya, Aaron pun memasang telinganya lebar-lebar ingin mendengarkan perbincangan mereka lebih lanjut. Tapi sial! Dua bodyguard itu malah pergi entah kemana.

"Presdir, Nyonya masih berada di dalam!" teriak seorang bodyguard pada Charles yang sedang berjalan cepat menuju mobilnya.

Suasana tampak ricuh. Seseorang telah mengacaukan pesta Tuan Edward. Bahkan terdengar suara tembakkan dari dalam hotel. Aaron terperanjat kaget melihat semua orang berhamburan keluar dari hotel. Dia segera melempar batang rokoknya lantas berlari guna mencari Theresa.

"Presdir, Nyonya masih di dalam. Bagaimana ini?" Seorang bodyguard terengah-engah mengejar Charles yang sudah sampai di samping mobilnya.

"Biarkan saja. Ayo cepat bantu aku masuk mobil. Lindungi aku! Cepat!" Charles tampak ketakutan karena para bandit itu sedang mengincar dirinya.

Beberapa tembakan pun tertuju padanya. Charles segera masuk mobil. Persetan dengan Theresa yang masih berada di dalam. Dia tidak perduli!

"Jalan cepat!" perintah Charles pada Daniel. Mobil pun segera melaju kencang meninggalkan area hotel. Beberapa mobil BMW hitam mengikutinya dari belakang.

"Dimana Presdir Bosley! Cepat cari dan bunuh dia!" teriak seorang pria berpakaian serba hitam sembari mengacungkan senapannya. Sementara sebagian wajahnya tertutup kain hitam. Entah siapa pria itu dan apa motif di balik kekacauan ini.

"Dimana Nyonya Bosley?!" tanya Aaron pada beberapa tamu yang berhamburan meninggalkan pesta. Sementara hujan peluru terus mengincar mereka.

Para tamu itu hanya menggelengkan kepalanya sembari berlarian keluar. Aaron sangat mencemaskan Theresa. Dimana wanita itu? Dia terus berlarian mencari wanita cantik dengan long dress warna hitam selutut itu.

Sementara Theresa sedang bersembunyi di taman belakang hotel. Dia membungkam mulutnya rapat-rapat sembari merapatkan punggungnya pada dinding berlumut di sana. Jantungnya berdebar-debar ketakutan. Sementara dua pria besenjata sedang mencarinya di sekitar taman.

Tubuh Theresa mengigil ketakutan. Terlebih hujan yang mulai turun dengan derasnya. Membuat tubuhnya basah kuyup saat ini.

"Dimana wanita itu? Kenapa cepat sekali dia menghilang!" Suara seorang pria bertubuh kekar dengan senjata api di tangannya. Sepasang matanya menyapu seluruh taman mencari Theresa.

"Entahlah. Sepertinya dia sudah kabur. Aku melihat mobil Presdir Bosley juga sudah tak ada di area hotel," tukas pria lainnya yang juga sedang mencari Theresa.

Theresa masih membungkam mulutnya. Matanya terpejam erat. Sial! Kenapa Charles meninggalkan dirinya pulang? Bagaimana jika para bandit itu berhasil menemukan dirinya.

Theresa sangat ketakutan saat ini.

Dia terus berdoa dalam hati agar para bandit itu tidak menemukannya.

Ekor matanya menoleh perlahan ke arah dimana dua pria itu berada. Syukurlah, akhirnya dua bandit itu pergi meninggalkan taman. Theresa bersandar lesu sembari bernapas lega.

Hujan masih gencar mengguyur tubuhnya. Perlahan Theresa beranjak untuk meninggalkan taman. Dia mendekap tubuhnya sendiri di bawah hujan. Dia sangat kedinginan. Tega benar Charles meninggalkan dirinya saat kerusukan di pesta tadi. Dasar suami kejam! Theresa merutuki Charles dalam hati.

Langkahnya terhenti di samping bangku taman. Theresa mendaratkan bokongnya di sana. Punggungnya bergetar hebat. Dia menangis sejadinya. Betapa malang nasibnya malam ini.

Air hujan yang berjatuhan deras tiba-tiba tak lagi dirinya rasakan. Theresa mengangkat sepasang matanya. Dia melihat Aaron sedang berdiri di hadapannya.

Pria itu memegang payung hitam guna melindunginya dari curah hujan. Theresa pun segera bangkit dan langsung memeluk bodyguard-nya itu. Dia menangis dalam pelukan Aaron.

"Tenanglah, Nyonya. Mari kita pulang." Aaron menepuk punggung Theresa dengan lembut. Dia merasa lega bisa menemukan wanita itu.

Theresa mengangguk sembari mengusap kedua pipinya. Kemudian keduanya segera meninggalkan taman.

Aaron memasangkan seat belt pada Theresa saat keduanya sudah duduk dalam mobil. Theresa merasa mendapatkan perhatian lebih dari Aaron. Dia merasa lebih baik sekarang.

"Aaron, bawa aku ke apartemenku saja. Aku tak ingin pulang malam ini," tukas Theresa dengan wajah lelah.

"Baik, Nyonya." Aaron segera melajukan mobilnya menuju apartemen Theresa yang tak jauh dari Hotel My Berry.

Memempuh perjalanan sekitar 30 menit sampai akhirnya mereka tiba di apartemen Theresa.

"Masuklah. Pakaianmu basah, di dalam ada beberapa stelan milik Presdir. Kamu boleh menukar pakaianmu," tukas Theresa pada Aaron setibanya di depan pintu unit apartemennya.

Aaron hanya mengangguk. Sebenarnya dia merasa lancang jika harus mengetanakan stelan milik Charles. Namun apa daya, pakaiannya sudah basah karena memayungi Theresa tadi. Dia pun mengikuti langkah elok Theresa memasuki apartemen.

Theresa berjalan menuju kamarnya dengan long dress yang melekat basah.

Hal itu mempertegas lekuk tubuhnya yang indah, bahkan aset-asetnya yang terlihat sangat menantang adrenalin birahi Aaron. Dia pun menelan salivanya melihat pinggul Theresa yang sedang melenggak-lenggok di depannya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95NBB" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95NBB
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dear Clarissa
7.9
Dua tahun di Jakarta, Clarissa berjuang menjaga diri saat bekerja di dunia malam. Namun, misinya terancam sejak Arga hadir sebagai pelanggan tetap yang obsesif. Meski Clarissa benci laki-laki dan berusaha menjauh, kekuasaan Arga membuatnya sulit lepas. Arga harus berjuang keras menaklukkan hati Clarissa sambil menghadapi penolakan saudaranya yang memicu konflik besar. Akankah Clarissa menyerah pada pria yang kini terus menguntit hidupnya itu?
Sampul Novel Kembalinya Mantan Istriku yang Luar Biasa
8.8
Tiga tahun Elsa menikah tanpa pernah bertatap muka dengan suaminya yang misterius. Saat diceraikan demi wanita lain, Elsa memilih bangkit dan meninggalkan identitas lamanya. Dunia pun terkejut saat mengetahui ia adalah peretas jenius, agen rahasia, hingga ilmuwan hebat. Melihat bakat luar biasa sang mantan istri, pria itu kini bersujud memohon ampun. Ia rela menyerahkan harta dan nyawanya demi mendapatkan kembali cinta Elsa yang dulu ia sia-siakan.
Sampul Novel Lawon Abang (Kafan Merah)
9.4
Mbah Karso menyaksikan cucunya, Mawar, tewas mengenaskan setelah difitnah dan dikejar warga Ledokombo hingga jatuh ke tebing. Dendam membara menyelimuti hatinya karena gadis bermata merah itu dibunuh secara keji. Demi membalas sakit hatinya, ia membangkitkan Nyai Larapati, sosok iblis kuno yang telah lama tertidur. Raga Mawar yang sudah mati dipaksa bangkit kembali untuk menuntaskan kesumat berdarah tanpa ampun terhadap para penduduk desa tersebut.
Sampul Novel Mantanku Panik Setelah Pengunduran Diriku
9.4
Yonatan memutuskan mundur dari dunia musik, memicu sorak-sorai publik dan kepura-puraan Sherwin, sang musisi jenius yang berselingkuh dengan kekasih Yonatan. Di kehidupan lalu, Yonatan hancur akibat tuduhan plagiat karena lagu Sherwin rilis sepuluh menit lebih awal. Fitnah itu memicu perundungan kejam, kebangkrutan, hingga kematian tragis orang tuanya yang dibakar penggemar fanatik, sebelum akhirnya Yonatan mengakhiri hidupnya. Kini, setelah terlahir kembali, Yonatan mengabaikan kepalsuan mereka demi membalas dendam.
Sampul Novel Pendekar Kristal Naga
7.9
Gandar Maitreya adalah keturunan klan Naga yang terdampar di pesisir Kepulauan Malaka. Kini, ia menjadi incaran para pemburu bayaran yang haus kekuasaan. Mereka mengincar ingatan Gandar mengenai Kristal Naga, artefak legendaris yang mampu menobatkan pemiliknya menjadi raja di Dunia Manusia, Naga, dan Iblis. Di tengah pelarian yang berbahaya, Gandar harus mengungkap jati dirinya serta memulihkan ingatannya demi menghadapi kepungan musuh yang terus mengintai nyawanya.
Sampul Novel Putrinya, Kesalahannya
9.0
Austin Rogers kembali setelah lima tahun menghilang dengan membawa anak haram bangsawan. Secara kejam, ia dan Rosita mengurung Joanna di ruang uap berisi lintah demi meredakan amarah Ratu Slaka karena putri kecil mereka terluka. Mereka menuduhku cemburu dan ingin menghambat kesuksesan mereka. Namun, rencana jahat itu akan berbalik menjadi petaka. Austin tidak menyadari bahwa identitas anak di dalam sana bukanlah putriku. Pembalasan mematikan kini menanti mereka.