Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadis Imut Kesayangan Sugar Daddy

Gadis Imut Kesayangan Sugar Daddy

William Samsons MacRay, arsitek ternama berusia 37 tahun, tak sengaja bertemu Emmy Estelia Setiawan saat tertimpa sial di bandara. Emmy, lulusan Harvard yang baru kembali ke Jakarta, ternyata adalah karyawan baru di perusahaan milik William. Ketertarikan mendalam membuat William selalu membawa Emmy dalam perjalanan bisnis dunianya hingga hubungan mereka berkembang menjadi sugar daddy dan baby. Namun, perjodohan dari orang tua William mengancam cinta beda usia ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Sudah lama aku nggak menginjakkan kaki di Jakarta, ternyata ada yang nggak berubah juga. Hmm!" ujar Emmy menatap lautan kendaraan bermotor bagaikan sekumpulan cendol di minuman favoritnya; es cendol.

William tertawa mendengar perkataan sarkastik gadis mungil di sampingnya dalam taksi yang terjebak kemacetan lalu lintas kota metropolitan. "Welcome to Jekardah, Emmy!" tukasnya.

"Om William aslinya mana sih? Bule blasteran 'kan, Om?" tanya Emmy terkesan kepo.

"Aku kelahiran Birmingham, Inggris. Papaku asli sana, mama yang orang Indonesia. Sejak usia tiga tahun, aku dibawa menetap di Jakarta jadi fasih berbahasa Indonesia begini sekalipun juga setiap hari masih ngomong pake bahasa Inggris terkait pekerjaanku," tutur William santai seolah tak keberatan dengan keingin tahuan gadis belia itu tentang asal usulnya.

Emmy pun ber-oh beberapa kali. Dia mencerna setiap patah kata William dengan baik karena terbiasa mengikuti kuliah yang sulit di Harvard University, Massachussets. Sementara itu taksi kembali melaju usai kemacetan lalu lintas terurai.

"Kalau kamu gimana, Emmy? Om juga pengin denger dong tentang keluarga kamu," ujar William menatap gadis itu dengan sepasang mata cokelat madunya yang teduh.

"Ehm ... aku yatim piatu, digedein sama kakek nenekku sejak usia tiga tahun sampai remaja. Aku sekolah ke Amrik pake jalur beasiswa penuh, Om. Kalau nggak mana mampu kakek nenek biayainnya, itu mahal banget. Dan aku part time jadi tukang cuci piring selama tinggal di Amrik!" jawab Emmy tanpa menutup-nutupi asal usulnya dari keluarga yang sederhana.

Tentu saja informasi yang mencengangkan bagi William baru saja membuat pria itu menjadi simpatik. Ternyata di balik tubuh mungil dan muka imut Emmy tersembunyi kegigihan bak wonder woman. 'Itu artinya selama sekitar empat tahun pendidikan, gadis belia tersebut menghidupi dirinya sendiri sembari berkuliah. Keren!' batin William terkesan dengan kerja keras Emmy.

"Terus kamu pulang ke Indonesia apa sudah dapat pekerjaan?" tanya William yang makin tertarik mengenal Emmy.

"Sudah dong, Om. Kalau nggak mendingan aku kerja jadi tukang cuci piring aja di sono, gede bayarannya kok!" sahut Emmy tanpa merasa malu.

"Ohh good luck kalau begitu buat kerjaan baru kamu ya!" ujar William lalu dia mengarahkan sopir taksi karena rumahnya sudah dekat lokasinya.

Akhirnya mobil sedan biru itu berhenti di depan sebuah pintu gerbang besi tempa megah dengan ujung-ujung teralis runcing di atasnya. William pun berkata kepada Emmy, "Terima kasih buat traktiran di coffee shop dan tumpangan taksinya, Emmy Sayang!"

"Sama-sama, Om William. Sampai ketemu kapan-kapan ya, kali aja jodoh!" canda riang Emmy seolah tanpa beban.

Mendengar perkataan gadis itu, William sempat tercenung. Dia pun bertanya iseng sambil memegangi daun pintu taksi karena tadinya dia sudah mau turun, "Kamu mau jadi istriku?"

"Haaahh, nggak ... nggaklah, tadi cuma becandaan aja kok!" Emmy merutuki dirinya yang asal bicara dalam hatinya. Dia pun melanjutkan, "Om, nanti sopir taksinya nunggu kelamaan. Turun dulu deh!"

"Hmm ... okay. Byebye, Emmy!" William pun turun dari taksi biru itu dan menerima kopernya yang telah diturunkan sopir taksi dari bagasi belakang.

Sembari menunggu satpam membukakan pintu gerbang depan untuknya, William menatap kepergian taksi yang membawa Emmy. Mengobrol bersama gadis imut itu tak ada bosannya seolah mereka cocok satu sama lain, padahal ada jurang usia lima belas tahun.

"Pak—Pak William!" panggil satpam rumah karena majikannya malah bengong entah sedang melihat apa di depan pintu gerbang yang telah dibukakan.

"Ehh ... Pak Asep, iya. Makasih, Pak. Saya masuk dulu!" jawab William lalu menyeret kopernya melewati halaman depan rumahnya yang bagaikan istana Disneyland. Dia yang merancangnya sendiri. Sayangnya, pangeran yang satu ini tak kunjung menemukan sang puteri cantik nan baik hati.

Di teras depan rumahnya, Haikal Sutrimo, kepala asisten rumah tangganya menyambut kepulangannya dengan heboh, "Ya ampun, Pak Willy. Ini kenapa sih, sudah dianter sampai bandara kok malah balik ke rumah lagi?!"

"Mo ... Mo ... udah pokoknya gue batal ke Amrik. Nih bawain koper ke kamar lagi buat dibongkar, jangan dibanting ya!" balas William geli melihat kepala ART-nya yang agak melambai itu menegurnya.

Kemudian dia melenggang masuk ke rumah dan langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan makan siang yang terlambat itu sendirian. Koki rumahnya otomatis tidak memasak karena tahu majikannya akan bepergian ke luar negeri selama seminggu.

William mengocok dua butir telur dengan tambahan keju cheddar, tomat, dan daun bawang lalu menggorengnya di wajan teflon. Untungnya nasi putih selalu tersedia karena karyawan-karyawati di rumahnya ada selusin mengurusi pintu gerbang, halaman depan, hingga dapur.

Dalam sekejap menu sederhana yang lezat itu dapat dia santap. William pun mengambil ponselnya dan memeriksa email pribadinya. Nama Emmy Estelia Setiawan itu seperti tidak asing dalam benaknya. Hanya saja dia lupa pernah bersinggungan di mana?

Kotak email terkirim itu iseng dia buka dan William menemukan jawaban rasa penasarannya. Sendok yang tengah mengarah ke mulut urung mencapai tujuan dan diletakkan kembali ke piring di hadapannya. "Asisten arsitek baru itu namanya Emmy Estelia Setiawan. Ini pasti orang yang sama dengan gadis imut tadi!" gumamnya sendirian.

Senyuman lebar menghiasi wajah William, dia senang ternyata tak harus menunggu lama bertemu lagi dengan Emmy. Besok pagi gadis imut itu sendiri yang akan mendatanginya ke rumah karena kantor arsitek miliknya jadi satu dengan hunian pribadinya.

"Emmy, ternyata kita jodoh lho. Awas candaan iseng kamu tadi didenger malaikat lewat! HA-HA-HA," ujar William riang. Tak biasanya dia memerhatikan lawan jenis karena otaknya sudah bertahun-tahun tersetel ramah dengan penghitungan RAB dan desain bangunan.

(RAB: Rancangan Anggaran Belanja, untuk pengajuan tender proyek pembangunan gedung)

"Ehh, apa sih Pak Bos kok ketawa ketiwi sendiri? Jadi takut deh aku! Nggak kesambet Nini Lampir di bandara tadi 'kan?" tegur Haikal Sutrimo yang duduk di seberang island table tempat majikannya menikmati makan siang.

William pun menanggapinya ringan dengan kekehannya, tetapi dia ada tugas khusus untuk asisten andalannya itu. "Suka-suka gue dong, Mo! Pokoknya dibawa happy aja. Oya, gue ada tugas nih buat loe. Urusin KTP yang ilang sama surat kehilangan di kantor polisi buat dibawa ke customer service bank ntar gue list bank mana aja. Dompet gue dicopet di bandara tadi. Duitnya sih nggak seberapa cuma males ngurus kartu debit sama kredit plus KTP, SIM A, SIM C. RIBET!!"

"Amsiong deh, pusing tujuh keliling ngurus semua kartu itu, Pak Bos!" seru Haikal nyaris pingsan. Dia meletakkan kepalanya di atas meja.

"Jangan pura-pura pingsan loe! Pokoknya besok dari pagi loe urusin semua isi dompet gue yang raib dicopet itu, okay?!" desak William dengan bossy. Dia tersenyum-senyum ala onta padang gurun memamerkan sederet giginya yang rapi.

Dengan tampang memelas Haikal pun mematuhi perintah bos besarnya. Namun, belum selesai begitu saja titah William. Pria blasteran bermata cokelat madu itu berkata lagi, "Mo, besok pagi ada tamu spesial. Bilang ke Chef Juno buat masakin sarapan ala western. Bikin muffin isi selai blueberry yang enak. Ini spesial request dari gue langsung, inget ya!"

"Wah siapa tuh, Pak Bos? Cewek ya pasti?" Haikal menggoda William dengan bercieh-cieh heboh hingga pria ganteng itu merona wajahnya.

"Mau tahu aza deh loe!" tukas William jutek lalu menyuap sendok terakhir makan siangnya sebelum naik ke kamar tidurnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Banyu-2 tak tergenggam dan yang lepas.
9.2
Banyu menerima surat misterius yang menyatakan dirinya terpilih sebagai avatar setelah pengamatan enam bulan oleh tim rahasia. Meski bingung dan curiga, ia diminta datang ke Jalan Lembayungkuning No. 17, tepat di samping kantor MNG Group, untuk mendapatkan penjelasan lengkap melalui sesi wawancara. Didorong rasa penasaran sekaligus takut, Banyu akhirnya memutuskan memenuhi panggilan tersebut. Keputusan nekat ini menjadi awal mula petualangan besar dalam hidupnya.
Sampul Novel CODE: FAUST
7.9
Bumi menjadi neraka sejak 2028 akibat virus misterius yang mengubah makhluk hidup menjadi mutan mengerikan. Di tengah reruntuhan peradaban tahun 2036, faksi-faksi seperti The Government dan Black Beast saling berebut kuasa. Di dunia yang kejam ini, Dr. Plague, seorang profesor dengan masa lalu kelam, berjuang mengembalikan kedamaian demi menebus dosanya. Namun, ia harus menghadapi perang saudara dan radiasi sambil mengungkap misteri besar di balik wabah yang menghancurkan dunia.
Sampul Novel DANGEROUS MAN
9.8
Athur Paker adalah CEO ternama sekaligus mahasiswa dengan sisi gelap yang haus darah. Hidupnya yang dingin berubah saat ia terobsesi pada Shena, gadis ceria yang berani menolak ajakannya. Meski ditolak, Athur menggunakan paksaan demi mengklaim Shena sebagai miliknya. Kini, hidup tenang Shena hancur dalam jeratan sang psikopat yang tak bisa ia hindari. Namun, rahasia masa kecil mulai terungkap. Akankah identitas asli Athur membawa petaka baru bagi Shena?
Sampul Novel Dijodohkan Hantu
8.7
Erina, yatim piatu yang selamat dari tragedi kebakaran, memiliki kemampuan melihat hantu. Selama seminggu, sesosok arwah wanita terus menguntitnya demi sebuah permintaan ganjil: menghibur suaminya yang berduka. Meski sempat menolak, Erina akhirnya luluh dan menemui Eldrick Damiano. Pertemuan itu justru menumbuhkan benih cinta di hati Erina. Namun, Eldrick telah menutup rapat hatinya dan bersumpah hanya akan mencintai mendiang istrinya selamanya.
Sampul Novel LOVE BETWEEN TWO BELIEFS
9.3
Stenly Sebastian Miller hancur saat Kimberly memutuskan hubungan dua tahun mereka akibat isu kebangkrutan. Bertekad bangkit, Stenly bersumpah mencari pengganti yang lebih baik. Di tengah luka, ia menyelamatkan Seruni dari serangan Dante yang obsesif. Meski berakhir babak belur demi melindungi Seruni, insiden ini justru memicu ketertarikan Stenly padanya. Kini ia harus memilih: terus meratapi masa lalu atau memulai lembaran baru yang bahagia bersama Seruni.
Sampul Novel My Accidental Marriage
9.3
Demi menyembuhkan hati dan memperluas bisnis butiknya, seorang desainer asal Beijing pindah ke Shanghai. Namun, vila yang ia sewa justru ditempati Alan, pemandu wisata berjiwa bebas yang memikat. Di tengah perjuangannya melawan penyakit Parkinson, Azzura diajak Alan mengecap petualangan hidup yang penuh gairah. Hubungan tak terduga ini berujung pada kehamilan, tanpa Alan sadari bahwa Azzura adalah penerima donor organ milik mendiang kekasihnya di masa lalu.