
Gadis Bangsawan
Bab 3
"Papa , ayo pulang.!"
Bisik Amore Cardozo Pienza pada tuan Alessandro Pienza yang langsung balas membisikkan..
"Ya, anakku sayang .!. Tapi tunggu sebentar ya .!"
Achilleo melirik ayah dan anak yang saling berbisik, hatinya sudah merasa tak nyaman dan salah tingkah saat tuan Alessandro Pienza menoleh padanya.
"Maaf, Achilleo . Saat ini putri kecilku sedang sedih . Maklumlah , dia dekat sekali dengan mamanya dan sekarang mamanya sudah meninggal .!"
Achilleo menarik nafas lega mendengar penjelasan tuan Alessandro Pienza.
"Ya, aku memahami. "
Suara datar Achilleo menutup sikapnya yang salah tingkah tapi tuan Alessandro Pienza lebih fokus pada para polisi yang memeriksa tempat kejadian.
"Tuan Alessandro Pienza , aku harus pulang dulu.!. Kalau ada perlu apa-apa , cepat hubungi aku .!"
Ujar Achilleo dengan ramah dan nada sopan.
"Ya ,Achilleo. "
Tuan Alessandro Pienza menjabat tangan Achilleo ada seorang perempuan yang berdiri di antara kerumunan orang yang fokus memperhatikan Achilleo dan tuan Alessandro Pienza. mendengar Achilleo berpamitan pada tuan Alessandro Pienza , pelan-pelan Amore Pienza yang masih dalam pelukan , memberanikan diri menoleh melihat Achilleo menghampiri seorang perempuan yang berdiri di dekat kerumunan orang. Dalam hati ia berkata..
{"Itu perempuan jahat yang membekap mulut mama dengan syal. Kok dia kesini lagi .?"}
Andai saja , Amore Cardozo Pienza berani mengatakan pada papanya kalau dua orang itu punya andil dalam pembunuhan mamanya pasti mereka berdua di tangkap dan masalah selesai namun lagi-lagi ia teringat pesan mamanya untuk diam , jangan bicara.
"Ayo kita cepat pulang , Amaranta .!"
Bisik Achilleo sembari menggandeng lengan Amaranta , mereka berdua masuk ke dalam mobil.
"Seharusnya tadi kita mengambil uang di toko buku .!"
Ujar Achilleo sembari mengemudi , tatapannya lurus ke depan. Amaranta melirik sembari menjawab..
"Sekarang kamu berani bicara seperti ini , tapi tadi kamu ketakutan membunuh nyonya Amedea . Dasar pengecut .!"
"jelas aku ketakutan karena baru pertama membunuh orang dan aku takut kalau dia mengenaliku karena suaminya temanku,"
ujar Achilleo dengan nada datar sembari meluncurkan mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah kontrakan mereka. Amaranta dan Achilleo ini sepasang kekasih yang tinggal serumah tanpa ikatan pernikahan. Sepuluh menit kemudian, mobil yang mereka tumpangi sampai juga di depan rumah kontrakan mereka yang jauh dari tetangga kanan kiri.
"Sebentar lagi, kita harus membayar kontrakan rumah dan sampai sekarang kita masih belum punya uang .!"
Keluh Achilleo sembari masuk ke dalam rumah.
"Kenapa kamu risau , Achilleo .?. Sebentar lagi menjadi orang kaya .!"
Sahut Amaranta dengan santainya , seraya mengunci pintu depan dan mengayunkan langkahnya ke dapur. Achilleo tidak menghiraukan ucapan kekasihnya yang di anggap hanyalah bualan semata.
""Kita makan dulu , Achilleo .!"
Amaranta mulai menyajikan sup ayam dan kentang goreng di atas meja makan.
"Hanya ini makanan kita , Amaranta.?"
Achilleo mendengus kasar sambil berkacak pinggang melihat makanan di atas meja makan , ia benar -benar tak selera melihat makanan yang itu-itu saja ,
"Kamu bosan makan seperti ini setiap hari .?. Kalau mau makan enak , bekerjalah .!. Jangan menganggur .!"
Cetus Amaranta sinis dengan tatapan mengejek pada kekasihnya yang menarik kursi dengan kasar .
"Aku sudah memberimu uang bulanan , Amaranta . Apa itu masih kurang .?."
Tanya Achilleo , tak habis pikir ia dengan cara Amaranta mengatur keuangan mereka. Berapa pun uang yang diberikan pasti habis dengan gaya Amaranta yang suka berfoya-foya menghabiskan uang untuk belanja di mall.
*BRUAK*
Achilleo memukul meja makan dengan kesal dan meninggalkan Amaranta yang asyik makan sendirian.
"Dasar laki tolol .!. Sudah mlarat , banyak tingkah lagi !. Sebentar pasti kubuang kamu ke sampah.!"
Desis Amaranta dengan ekspresi wajah licik. Selesai makan , ia membereskan meja makan dan menyusul masuk ke kamar tidur mereka.
"Achilleo..."
ia melihat Achilleo terbaring di ranjang dengan santai sambil menonton TV.
" Achilleo , tidurlah daripada kamu mengabaikan aku.!"
Ucap Amaranta yang masih mengenakan legging dan kemeja sebatas lutut itu membuka lemari pakaian kemudian menuju ke kamar mandi. Achilleo melirik sekilas ke arah kekasihnya ...
"Tiap bulan , kakakku mengirim uang dan semua kuberikan padamu tapi kamu tidak bisa mengatur keuangan, Amaranta.!"
Amaranta hanya diam tidak menanggapi ucapan kekasihnya.
"kakakku mengancam tidak mau mengirimi uang lagi."
Tukas Achilleo dengan santai. Sontak Amaranta menghentikan langkahnya masuk ke dalam kamar mandi dan mengangkat wajahnya menatap tajam Achilleo .
"Kita hidup bersama dan Kamu wajib menanggung kebutuhan hidup kita berdua , Achilleo.!"
jawab Amaranta dengan suara lantang dan sangat sengit.
"Kamu belum menjadi istriku, jadi aku tidak berhak sepenuhnya menanggung hidup kita berdua.!"
Achilleo bangun dari ranjang lalu duduk di tepinya,
"Amaranta, aku ingatkan kamu kalau kita tinggal serumah tapi belum menikah dan jangan banyak tuntutan.!"
lanjut Achilleo sembari menyalakan rokoknya.
"Ya, lebih baik sekarang kita putus , Achilleo .!"
Sahut Amaranta penuh penekanan karena merasa Achilleo hanya mau gratisan dan seenaknya sendiri , otomatis tersulut juga emosi Achilleo mendengar perkataan Amaranta kekasihnya.
"BANGSAT KAMU , AMARANTA .!. UANGKU SUDAH HABIS BANYAK BUAT KAMU .!. AKU JUGA SUDAH MENURUTI KEMAUANMU MEMBUNUH AMADEA PIENZA.!"
*PRANG*
Achilleo membanting sebotol Vodka yang berada di atas meja, tidak jauh dari ranjang. Kemudian bangkit berdiri berdiri, mendorong badan Amaranta sampai kepalanya terbentur ke dinding.
"Auww.."
Pekiknya kesakitan tapi Achilleo tidak perduli, malah dengan kasar mencengkeram pipi mulus kekasihnya, Amaranta meringis kesakitan.
"Kamu mengajariku menjadi pembunuh !. Kalau aku bisa membunuh Amedea , pastinya aku juga bisa membunuhmu , Amaranta.!"
Desis Achilleo dengan tatapan penuh kemarahan. Amaranta terdiam tidak melawan karena jika melawan pasti Achilleo membunuhnya. Pelan-pelan ia memasukkan tangannya ke dalam celana Achilleo dan meremas lembut penis kekasihnya .
"Amaranta.."
Pekik Achilleo terkejut lalu memegang tangan kekasihnya .
"Aku marah tapi kamu malah bergurau , Amaranta. Apa yang kamu inginkan .?"
"Kamu. Aku mau kamu , Achilleo."
Amaranta merayu agar Achilleo kekasihnya itu luluh dengan membuka celana kekasihnya.
"Teruskan marahmu, Achilleo .!"
Ujar Amaranta dengan suara genit sembari berjongkok, Achilleo menatap tajam kekasihnya yang mulai menjilat 'miliknya' dan memasukkan ke dalam mulut.
"Kamu benar-benar perempuan binal yang menggairahkan, Amaranta.!"
Desis Achilleo, masih dengan tatapan tajam. 'aktifitas' menyenangkan di sore hari bagi mereka berdua. Achilleo melenguh merasakan nikmatnya kuluman hangat kekasihnya yang tiada henti mengulum 'miliknya' sampai akhirnya Achilleo...
Anda Mungkin Juga Suka





