Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Foreman I Love You

Foreman I Love You

Ghina mengalami pengkhianatan pahit di pabrik tempatnya bekerja. Namun, kejadian itu justru membawanya bertemu Arie, sang foreman. Untuk membalas rasa sakit hati pada sang mantan, Ghina nekat menikahi Arie secara rahasia. Kini mereka harus bersembunyi demi mematuhi aturan perusahaan. Akankah pernikahan ini bertahan saat rahasia terungkap? Ghina pun dihadapkan pada pilihan sulit antara tetap bekerja atau pindah demi mendukung karier suaminya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Tidak ada kata penolakan, ini perintah saya," ucap Arie, dia mengenggam tangannya Ghina dengan paksa, lalu menuntunnya ke motornya yang terparkir di depan kosannya Ghina hingga dia pun menurut akibat sorot matanya Arie benar-benar memaksa. Ghina yang tak ingin mengundang perhatian lebih dalam dari kosannya pun akhirnya menurut saja.

"Kau akan senang bila bersamaku, Ghina. Hidupmu akan didampingi oleh orang yang tulus menyayangimu, tidak sepertimu saat ini yang selalu menyendiri setiap saat." Suara Arie tak Ghina abaikan begitu saja, tapi dia terus membantahnya.

"Semua pria akan berkata seperti itu saat mereka berdua menjalin hubungan, tapi setelah tahu kebenarannya maupun rasa penasarannya telah terjawab habis, pria itu akan segera meninggalkan seorang wanita yang lagi sayang-sayangnya itu." Sementara Ghina memandang ke arah samping, dia tak berharap kalau Foreman Arie memperhatikannya seperti ini, matanya pun berkaca-kaca. Namun, dengan sengaja Ghina terus saja menyembunyikan perasaan sedihnya karena sudah dilukai oleh banyak pria yang menjanjikan perkataan manis. Sayangnya, menimbulkan luka terdalam.

"Arie sudah tidak tahu lagi, Ghina. Kalau perasaanmu itu ternyata lebih parah dari yang aku duga. Kalau kau menerima perasaanku saat ini, aku pastikan langsung menikahimu karena aku sudah siap secara lahir dan batin."

Ghina terdiam mendengarkan perkataan Arie yang terfokus kalau dirinya ingin mengakhiri percakapan pribadinya dengan Arie itu. Dia ingin segera sampai ke tempat tujuan saat ini.

"Ayo bicaralah, Ghina." Arie mendesak.

"Saya hanya ingin tahu seberapa besar kesungguhan bapak dalam menyukai saya, bila bapak tidak sabar, maka bapak bisa cari kandidat wanita lain yang banyak memperhatikan bapak saat ini."

Ghina tak ingin berdebat di awal masuk kerja lagi. Lagipula, Foreman Arie pun takkan bersungguh-sungguh mengejarnya sebagaimana mantannya bernama Kris dulu.

***

Keesokan harinya, setelah sektor 11 dihentikan akibat tidak adanya RPH di pabrik itu hingga Arie dengan Ghina harus berpisah sementara. Hanya saja, Arie secara khusus menjadwalkan Ghina agar bisa bersamanya di Sektor 8. 

"Saya akan menjadwalkan Ghina di Sektor 8," ucap Arie kepada admin yang menyusunkan sebuah jadwal para pegawai produksinya.

Sesuatu yang tak terduga pun menghampiri mereka.

"Saya tidak setuju, alangkah baiknya bila Ghina berada di Sektor 9 dengan jadwal yang telah saya buat," timpal Asep, selaku foreman Sektor 11. Dia adalah foreman paling tua hingga mereka berdua pun berdebat.

"Alasan bapak kenapa memindahkan Ghina ke Sektor 9?" tanya Arie. Dia sebenarnya tak ingin berdebat dengan foreman paling seniornya itu.

"Ghina harus banyak belajar, dia juga gesit saat bekerja, jadi lebih baik di Sektor 9 agar dia bisa mengembangkan kemampuannya saat ini. Kalau di Sektor 8, dia tidak mungkin hanya bisa menjalankan satu kerjaan dalam packing mesinnya saja, bukan?" jawab Asep yang benar-benar masuk akal, membuat Arie pun mengalah kepada Asep.

"Niatnya biar bisa bertemu dan bersama dengan Ghina lebih dekat, ternyata selalu ada penghalang memisahkan kita berdua," batin Arie.

Dia hanya menatap Ghina secara kejauhan saat ini, akibat kemarin Ghina mencoba menjauh darinya. Sehabis Ghina diantar olehnya, dia masih teringat dengan perkataan Ghina saat itu.

"Maafkan saya pak, tapi kalau bapak dekat dengan saya, pastinya akan ada rumor yang buruk tentang saya maupun bapak, apalagi bapak tahu sendiri kalau mantan saya bekerja di tempat yang sama."

"Bukannya, mantanmu itu hanyalah bawahan saya, dia takkan berani dengan saya karena saya yang membawa mantanmu agar bisa bekerja di bagian Mixer," jawab Arie, dia tak mau kalah dengan Ghina karena dia benar-benar sayang dengan Ghina pada pandangan pertama.

"Saya pamit." Ghina beranjak pergi, tapi tangannya Arie tak terlepas dari Ghina.

"Saya kan belum selesai bicara denganmu," jawab Arie.

"Bapak bisa bicara di lain hari saja, karena tak enak bila berbicara di tempat kerja." Ghina menunduk, kemudian dia segera pergi dari hadapan Arie yang mematung kepadanya itu.

Tak peduli lagi Arie pada bulan, pada angin, dan mereka yang riuh di atas pohon. Arie hanyut dalam pikiran Ghina. Rasa cinta Arie kepada Ghina selalu ditolak beberapa kali. Begitu banyak wanita yang mencintainya. Baru kali ini, dia selalu ditolak terus-menerus. Berjalan dalam gelap kehampaan cinta ataukah rasa kekosongan akibat ambisi diterimanya cinta dengan seorang wanita lebih besar. Apa saja yang Ghina mau, Arie dapat melakukannya. Namun, Ghina selalu menolaknya dengan halus. Dalihnya selalu sama.

"Kita berdua hanya sebatas atasan maupun bawahan."

Perkataan itulah yang selalu terngian-ngiang dalam pikirannya saat ini. Semua wanita menginginkan cintanya Arie, bahkan para wanita yang ingin bersamanya selalu rela merendahkan harga dirinya, tapi Ghina berbeda.

Arie masih terus bekerja dengan pikirannya yang terus-menerus melayang. Tubuhnya bekerja, tapi hatinya memikirkan ke yang lain. Suara mesin menggerayangi Arie kalaupun mesin itu terus berjalan, dia menatap mantannya Ghina yang bernama Kris itu.

Arie terus menatap Kris dengan pikiran mengejek.

"Apa bagusnya dia? Kenapa orang sepertinya bisa membuat Ghina jatuh cinta kepadanya?"

"Aku tampan, aku juga foreman, dan aku lebih baik dari dia."

Perkataan yang ia ucapkan dalam hati terus memuji dirinya sendiri tanpa memperhatikan kalau hati tidak bisa mudah terlepaskan dari kata Move On. Sementara banyaknya orang yang bekerja di pabrik itu terdengar riuh di hadapan Arie. Dia pun berjalan menghampiri Ghina yang beda sektor itu dengan dalih meminta pergantiannya sementara waktu kepada Foremannya Asep. Arie mendapati Ghina yang sedang bekerja secara serius, ternyata Arie sudah sejauh ini menyukai Ghina dari jauh sampai dirinya meminta untuk bergantian sebentar.

Waktu berjalan seiring napas mengalir di tubuh ini. Arie pun memutuskan kembali dirinya bekerja di sektor yang seharusnya untuk beberapa hari ini saja. Itulah kira-kira yang Arie pikirkan saat ini. 

Sudah pagi hari lagi. Lebih tepatnya, mereka bekerja saat shift malam dan pulang keesokan paginya.  Arie kembali mengantar Ghina dengan sepeda motornya menuju kosannya Ghina. Hari itu, Aarie benar-benar menjemput Ghina. Tentu saja, awalnya Ghina menolak jemputan itu, tapi Arie begitu gigih ingin menjemputnya. Ghina pun menurut. Jadi, Ghina tak ingin berdebat dengan hal yang tak pasti bersama Foreman Arie itu. Sudah jam 7 pagi. Itu waktunya mereka akan tidur di rumahnya masing-masing setelah bergadang sepanjang malam di shift pabrik itu. Aarie terus memperhatikan wajahnya Ghina. Sampai akhirnya mata Ghina pun menataonya bingung.

Dia membawakan minum untuk Arie karena dia telah menjemputnya sampai ke Kosan, lalu Arie menghampiri Ghina dengan menyudutkannya di tembok.

Ghina gelisah. Arie di hadapannya benar-benar akan menerkamnya bila diperhatikan secara dekat. Dipeluknya Ghina mendadak yang masih mematung itu.

"Ghina...Aaku benar-benar ingin menerkammu saat ini di atas ranjang, lalu aku ingin mendengarkan desahanmu yang membuat aku meremang. Namun, kau selalu menjauh dariku. Dari sekian banyak wanita yang mencintaiku, hanya kaulah yang menolakku. Aku tidak tahu, apakah ini akibat dari reaksi penolakanmu? Ataukah aku benar-benar menyayangimu? Bisakah dirimu membuat aku memastikannya?" Suara Arie saat itu benar-benar terdengar khawatir akan cinta yang bisa saja hilang dalam sekejap.

"Tidak pak, perasaanmu itu pastinya salah. Bapak lebih baik cari wanita lain untuk memastikannya."

"Ghina," panggil Arie yang menyadarkan aku dari kemerindingan Arie yang semakin dekat hingga aku tidak bisa kabur dari penyudutan dengan tubuhnya Arie yang berbadan besar itu.

Degg...

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Identitas Ganda Suamiku
9.1
Nadine terburu-buru menikah dengan pengusaha yang dikabarkan bangkrut. Ia siap menjadi tulang punggung keluarga, namun keajaiban mulai terjadi. Nadine memenangkan Porsche dan vila mewah secara tak terduga. Segala masalahnya tuntas berkat bantuan sang suami yang misterius. Semula ia tak curiga, hingga orang-orang memujinya karena bersuamikan pria kaya raya. Nadine akhirnya menyadari bahwa suaminya bukan orang biasa, melainkan seorang konglomerat ternama.
Sampul Novel Kumpulan Cerita Dewasa Untuk 21+++
9.3
Antologi ini menyajikan deretan kisah romansa modern yang dikhususkan bagi pembaca dewasa. Setiap cerita di dalamnya dirancang dengan narasi yang berani dan eksplisit, sehingga sangat tidak disarankan bagi pembaca di bawah umur. Fokus utama karya ini adalah mengeksplorasi hubungan intim serta momen-momen penuh gairah yang intens. Pastikan Anda telah cukup umur sebelum menyelami kumpulan narasi sensual yang ditujukan khusus untuk audiens berusia 21 tahun ke atas ini.
Sampul Novel MALAM TERAKHIR DI KOTA
8.7
Menjelang hari pernikahannya, seorang pria memilih merayakan malam kebebasan terakhir bersama para sahabat. Namun, suasana pesta berubah mencekam saat rahasia masa lalu yang terkubur mulai terungkap ke permukaan. Kebenaran yang tak terucap itu kini menjadi ancaman nyata bagi rencana masa depannya. Di bawah lampu kota, hubungan pertemanan mereka diuji habis-habisan, sementara nasib pernikahannya pun berada di ambang kehancuran yang tak terduga.
Sampul Novel Menikah, Bercerai, Diinginkan Lagi
8.8
Tiga tahun pernikahan gagal mencairkan hati Theo. Saat Lena terluka parah akibat insiden galeri, Theo justru memanjakan wanita lain dengan jet pribadi. Kecewa, Lena menggugat cerai dan menyebar rumor bahwa suaminya impoten. Ia bangkit menjadi desainer elit yang sukses. Namun, saat mengira Theo akan menikahi kekasih lamanya, pria itu justru menyudutkannya di peragaan busana demi membuktikan kejantanannya yang sempat Lena ragukan di mata publik.
Sampul Novel Menikah dengannya
8.8
Hasna memulai harinya pukul lima pagi untuk beribadah dan membantu ibunya di dapur. Di tengah perjuangannya yang belum membuahkan hasil dalam mencari pekerjaan baru, ia tetap berusaha tegar meski berbagai penolakan telah ia lalui. Namun, suasana setelah sarapan mendadak berubah serius saat kedua orang tuanya mengajak bicara. Sebuah kejutan besar menanti Hasna ketika mereka mengungkapkan niat untuk menjodohkannya dengan pria pilihan keluarga tersebut.
Sampul Novel MISTERI RANJANG SUAMIKU
9.6
Inara terbelalak saat melihat noda putih misterius kembali mengotori tempat tidurnya. Cairan itu mengeluarkan aroma pandan yang sangat dia kenali, memicu kecurigaan yang mendalam. Padahal, seingatnya sprei bekas semalam baru saja diganti dengan yang bersih. Kini, kondisi ranjang yang mendadak berantakan dan basah memicu tanda tanya besar di benaknya. Apa yang sebenarnya terjadi di kamar itu saat dia tidak ada? Rahasia gelap mulai membayangi rumah tangganya.