Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Edoraded Distance

Edoraded Distance

Kevin dan Sekar terikat dalam pernikahan formal yang terasa hampa tanpa keintiman nyata. Meski hubungan mereka sebatas status di atas kertas, Kevin yang telah lama mencintai Sekar tak menyerah. Di tengah kehadiran keluarga Son dan Atmaja, Kevin berjuang keras meruntuhkan tembok pemisah di antara mereka. Ia bertekad meyakinkan Sekar bahwa ikatan ini adalah gerbang menuju kebahagiaan sejati, bukan sekadar kontrak belaka yang dingin tanpa perasaan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Rio tertawa pelan, namun hal yang mengejutkan sekar mendekati ku. Wajah nya yang semula menunduk tiba-tiba terangkat ke atas.

"Senior, kamu tidak papa?, apa kamu sakit..?" ucap sekar, aku tertegun saat kedua mata ku bersitatap dengan safire mata sekar.

Safire mata sekar terlihat berbinar, aku tak bisa berkutik kala itu. Aku tertegun sesaat, "Senior.." ucap sekar, "Eh.." aku tersadar.

Ku turun kan tangan ku dari wajah ku sendiri, aku dan dia saling menatap. Sekar terlihat cemas, "Apa ini yang di namakan perhatian?" batin ku.

"Eh, aku ngak papa.." ucap ku. Sekar tersenyum, "Syukurlah, jika senior baik-baik saja.." ucap nya. Aku tersenyum.

Tint..tint..!!

Suara klakson mobil membuyarkan fikiran ku, kami bertiga seketika menoleh ke arah jalanan. Sebuah taxsi sudah berhenti tepat di dekat kami, "Akhir nya, taxsi nya datang juga" ucap sekar.

Sekar langsung menghampiri taxsi itu, dia hendak membuka pintu nya. Namun sekar berhenti lalu menoleh ke arah ku dan Rio, dia tersenyum ke arah kami.

"Senior, aku duluan ya. Sampai jumpa lagi..!" ucap sekar. "Ya, sampai jumpa.. " ucap Rio lantang, aku enggan untuk menjawab kata perpisahan dari sekar. Aku terdiam sambil terus menatap sosok nya yang mulai masuk ke dalam taxsi.

Rio tiba-tiba menghalangi pandangan ku, aku pun merasa terganggu. "Mingir, aku masih pengen lihat dia..!!" ucap ku sedikit ngegas, Rio mengacuhkan perintah ku.

"Mingir dulu gih, aku mau lihat dia..!" ucap ku setengah marah. Rio menghela nafas nya, aku mencoba mendorong tubuh nya agar menyingkir dari pandangan ku.

"Kamu mau sampai kapan diam begini, usaha dikit donk jadi cowok. Kata nya suka, kog diem aja tadi..?" ucap Rio, aku tersentak.

"Maksut mu apa..?"ucap ku, aku menatap nya jengah. Rio menatap ku tajam, sorot mata nya terasa menekan ku. "Dengar ya bang, dari pada kamu ngelihatin dia terus. Lebih baik kita ikut saja taxsi itu, supaya kita tau alamat rumah nya..!" ucap Rio.

Aku terhenyak, "Astaga, kenapa aku ngak kefikiran sampai ke situ ya haha.." ucap ku.

Rio menghela nafas nya, "Kamu sih terlalu polos jadi cowok, seharus jadi cowok tuh gerak cepat, sat set gitu..." ucap Rio.

"Ah, terserah lah. Yuk, ke mobil..!" ucap ku, ku tarik tangan Rio agar dia mengikuti ku hingga sampai ke mobil ku yang masih terparkir di parkiran.

Aku dan Rio segera masuk ke dalam mobil, dengan sangat tergesa ku lajukan mobil ku ke arah barat.

Ku kemudikan mobil ku melewati jalanan pusat kota S, mata ku ku edarkan ke segala arah sambil mencari-cari keberadaan taxsi itu. "Ya tuhan, semoga saja taxsi tadi bisa ku kejar.." batin ku.

Tiba-tiba Rio berteriak sambil menujuk-nunjuk ke arah selatan, "Bang! Bang!, itu dia taxsi nya.Di sana..!" ucap Rio.Langsung ku edarkan pandangan ku ke arah selatan, terlihat jelas taxsi itu mulai bergerak masuk ke dalam kompleks Taman Sari.

Langsung ku tancampatkan lagi gas pada mobil ku, ku percepat laju nya agar kami tak tertinggal. Mobil ku mulai berbelok ke arah selatan dan bergerak masuk ke dalam area kompleks.

Kini mobil ku berada tepat di belakang taxsi itu, komplek taman sari sangatlah luas. Ku lewati jajaran bangunan rumah di sisi kiri dan kanan yang nampak berdiri kokoh.

"Bang, bang. Mobil nya jangan terlalu dekat ya, takut nya nanti kita ketahuan..!" ucap Rio, aku melirik nya. "Kamu tenang saja, aku ahli dalam hal ini.." ucap ku.

Rio tersenyum tipis, "Ahli dari mana nya, ketemu cewek aja kayak robot.." batin Rio.

Pelan-pelan taxsi yang ku ikuti mulai berhenti di depan rumah No. 12, dengan cepat ku hentikan mobil ku di depan rumah no. 10.

Aku dan Rio masih mengawasi taxsi itu, tak berselang lama seorang gadis bergerak keluar dari dalam taxsi. Ya, gadis itu adalah sekar. Sekar baru saja keluar dari taxsi itu lalu mengobrol sebentar dengan sang sopir.

Setelah itu, taxsi nya beranjak pergi. Namun ada yang aneh sekar tak kunjung masuk ke dalam rumah. Dia masih berdiri di depan gerbang, tiba-tiba dia menoleh ke arah mobil ku.

Aku dan Rio langsung gelagapan, "Duh, dia lihat ke sini lagi. Mampus kita..!" ucap ku. Aku dan Rio saling pandang, kami merasa seperti maling yang ke pergok.

"Bang, lebih baik kita segera pergi dari sini. Dari pada kita ketahuan, yang penting kita sudah tau alamat rumah nya.." ucap Rio.

"Ya, ya okay.." ucap ku, aku pun segera menyalakan mobil ku, mobil ku perlahan beranjak pergi dari tempat pemberhentian ku tadi.Di sisi lain sekar nampak berjalan masuk ke dalam rumah nya, aku merasa lega melihat nya.

_________________________________________

Sekar

Sekar menghentikan langkah nya, ia berhenti tepat di depan teras rumah. Ia terdiam sesaat lalu menoleh ke arah gerbang.

"Mobil tadi, rasa nya aku pernah melihat nya. Tapi, di mana ya..?" batin sekar. Sekar mencoba mengingat-ingat ingatan nya, namun hasil nya nihil.

Sekar menghela nafas nya, "Hah, kenapa aku jadi kefikiran mobil itu ya. Toh, bukan urusan ku juga.. ".Sekar mengusap-usap kepala nya, sambil berjalan masuk ke dalam rumah.

_________________________________________

Kevin

Di tengah perjalanan, Rio berniat mengajak ku nongkrong di coffee shop terdekat." Bang, kita jangan pulang dulu ya, gue masih pengen nyebat nih. Mampir ke coffee shop deket sini yuk ..!" ucap Rio.

Aku melirik nya, lalu ku anggukkan kepala ku. Ku kemudikan mobil ku menuju sebuah cafe yang tak jauh dari persimpangan jalan, tepat nya mobil ku berhenti di cafe Retro.

Ckitt, setelah mobil ku berhenti. Aku dan Rio beranjak keluar dari mobil kemudian melangkah masuk ke dalam cafe.

20.01 a.m.

"Bang, duduk di situ yuk..!" ucap Rio sambil menujuk-nunjuk ke arah meja kosong dekat jendela. "Ya, ayo.." ucap ku. Aku pun mengekori Rio hingga akhir nya kami duduk di sana, di tempat pilihan nya.

Aku dan Rio duduk berhadapan, Rio mulai nyebat di depan ku. "Bang, lo mau rokok ngak. Gue ada Malioboro nih, rokok kesukaan lo kan..?" ucap Rio sambil meletakkan sebungkus rokok ke atas meja.

"Aku ngak deh, lo aja.."ucap ku. Entah kenapa aku mendadak tak selera malam itu, ku biar kan saja Rio menikmati sendiri nikmat nya rokok Malioboro, rokok favorite ku.

Sejujur nya aku masih berkutat pada fikiran ku. Sudah lama sekali, sekitar 7 tahun sudah berlalu namun kenyataan nya rasa cinta ku pada sekar masih tetap sama.

Masih ada benih cinta untuk nya..!.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dituduh Mandul
9.5
Kebahagiaan Amel hancur saat memergoki Yuda, suaminya, berselingkuh dengan Rania. Ironisnya, Amel justru difitnah tidak setia dan dituduh mandul hingga akhirnya diusir serta diceraikan secara sepihak. Demi menyambung hidup, ia terpaksa bekerja sebagai pelayan pribadi bagi Zack Lee, seorang pengusaha muda sukses yang eksentrik. Amel kini harus menuruti kebiasaan aneh Zack yang gemar menyusu dan menuntut kehadirannya untuk menemani tidur setiap malam.
Sampul Novel Fanboy Romantis
8.5
Fayrin adalah aktris sempurna di depan kamera, namun sosok aslinya sangat angkuh dan jauh dari citra dewi yang ia sandang. Kiky sangat menyadari tabiat buruk di balik layar tersebut hingga ia merasa muak. Namun, semakin mengenal sisi kelam Fayrin, kebencian Kiky justru berubah menjadi getaran cinta yang mendalam. Kini, ia bertekad menembus batasan dunia mereka demi mendapatkan hati sang artis, meski tahu betapa sulitnya menyatukan dua realitas yang berbeda.
Sampul Novel Hanya Istri Kedua
9.3
Demi menyelamatkan ayahnya dari jeratan kebangkrutan, Anyelir terpaksa mengubur mimpinya sedalam mungkin. Ia setuju menjadi istri kedua bagi Serkan Alvaro, seorang pebisnis muda berdarah dingin yang sangat populer. Di balik bantuan finansial yang diberikan, motif Serkan menikahi Anyelir masih menjadi misteri besar. Kini, Anyelir harus menghadapi kerasnya kehidupan rumah tangga yang penuh tanda tanya. Akankah pernikahan ini memberikan kebahagiaan baginya?
Sampul Novel Kubalas Selingkuh Suamiku dengan Indah
9.2
Zivanna Yahya mencintai Rio Wibisono dengan ketulusan yang tak terhingga. Namun, Rio justru memintanya untuk tidak mencintai terlalu dalam demi menghindari luka. Di tengah kerumitan tersebut, muncul Gregory Abel yang tidak memedulikan batasan moral. Baginya, mencintai milik orang lain adalah sebuah dosa paling indah, dan ia bertekad untuk memiliki Zivanna sepenuhnya. Kisah ini terjebak dalam pengkhianatan dan obsesi yang mengancam kebahagiaan mereka semua.
Sampul Novel My Posesif Ceo
7.8
Terjebak dalam situasi sulit, seorang karyawan terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi bosnya yang keras kepala. Ancaman pemecatan membuatnya tak berdaya selain menyetujui pernikahan kontrak di atas materai. Status ini hanya berlaku sementara hingga Celine, kekasih sang CEO, menyelesaikan studinya. Di tengah sandiwara sebagai istri atasan, mungkinkah benih cinta tumbuh secara tak terduga? Inilah kisah pengabdian yang penuh dilema dan perasaan yang mulai goyah.
Sampul Novel Sang Desainer
9.6
Karina adalah mahasiswa desain semester lima yang gigih merintis karier sebagai desainer muda. Meski paras cantiknya memikat banyak pria, ia terus dihantui gangguan mantan kekasihnya, Langit. Demi membiayai kuliah dan pengobatan sang ibu, Karina terpaksa bekerja sampingan sebagai pengasuh bayi. Di tengah peliknya dunia profesional dan beban tanggung jawab keluarga, ia harus menghadapi berbagai cobaan berat. Mampukah Karina bertahan melewati semua rintangan hidup ini?