
DUNIA MAYA
Bab 3
Dua puluh tahun yang lalu, Farida hamil dan waktu hari perkiraan lahirnya sudah lewat. Farida kemudian memeriksakannya kerumah sakit dan ternyata anak yang berada didalam kandungannya telah meninggal. Hal itu dikarenakan sebulan sebelum waktu melahirkan Rusdi suaminya meninggal karena kecelakaan, dan Farida depresi sehingga berdampak pada bayi yang dikandungnya.
‘Setiap hari Farida datang kerumah sakit dan berdiri di depan ruangan bayi, melihat bayi – bayi lucu dalam box bayi, nenek dulu sangat khawatir pada mental Farida, nenek khawatir dia terguncang dengan masalah yang bertubi – tubi, ditinggalkan suaminya saat sedang hamil tua, kehilangan bayinya yang diharapkan bisa menemani hari – harinya, sedangkan di sini dia tidak ada kerabat siapapun.’
Maya mendengarkan cerita nenek halimah dengan seksama, dalam hatinya dia bergumam ‘ ternyata nasib ibu sungguh memilukan, dan ibu tidak pernah mengeluh sampai aku sebesar ini,’
‘Di hari ketiga saat dia kembali kerumah sakit, dia melihatmu yang baru saja lahir, mirip sekali dengan bayinya yang telah meninggal, gangguan mentalnya membuat Farida tidak bisa berfikir jernih dan nekat mengambil kau dan kabur meninggalkan rumah sakit’
‘Nenek orang satu - satunya yang tahu akan kenyataan sesungguhnya bahwa bayinya sudah meninggal tentu heran kenapa Farida menimang seorang bayi di depan rumahnya, spontan nenek mendekati Farida dan bertanya asal – usul bayi yang di bawanya,
‘setelah nenek desak, dia baru mau berkata jujur bahwa dia membawamu dari rumah sakit dan memohon kepada nenek untuk merahasiakan semua ini kalau tidak Farida mengancam akan buuh diri karena menurutnya sudah tidak ada alasan dia tetap hidup.’lanjut nenek halimah.
‘La-lalu a-apa nenek mengetahui siapa orang tua kandungku nek?’tanya Maya dengan masih berderai air mata.
‘Nenek tidak tahu banyak tentang orang tua kandungmu, waktu Farida menceritakan hal itu, nenek sebenarnya pergi kerumah sakit, ingin mengatakan bahwa bayi yang hilang diambil oleh Farida, tapi mengingat perkataan Farida bahwa ia akan bunuh diri jika semua ini terbongkar, maka nenek mengurungkan niat dan ikut – ikutan merahasiakan ini semua. Toh nenek yakin Farida akan menyayangimu dengan sepenuh hatinya.’
Maya tidak bisa menjelaskan apa perasaannya sekarang, sedih atau bahagia, sedih mendengar kenyataan bahwa ibu Farida bukan ibu kandungnya atau bahagia karena kenyataannya Maya masih memiliki orang tua.
‘Waktu nenek sampai dirumah sakit, memang suasana rumah sakit sangat kacau karena tersadar bahwa salah satu bayi yang berada di ruang perawatan bayi menghilang, nenek pura – pura bertanya pada perawat waktu itu, dan perawat menunjuk sepasang suami istri yang terduduk lemas di depan ruang perawatan bayi, sayangnya ibu tidak tahu siapa mereka Maya’lanjut nenek halimah.
Maya mengela nafasnya, berharap sesak di dadanya bisa sedikit mereda. Dia benar – benar tak menyangka bahwa hidupnya penuh dengan lika – liku seperti ini. Berat, ya, dia merasa tidak sanggup menjalani ini.
‘Maya, tenangkanlah pikiranmu, sekarang makanlah dahulu agar tubuhmu kembali segar, kamu harus bangkit Nak, jangan membuat Almarhum Alsya dan Almarhum ibumu sedih di alam sana.’
‘Jika kau berniat mencari kedua orang tuamu, kau bis amencari informasi kerumah sakit yang dimana kamu dilahirkan dulu, pasti rumah sakit masih menyimpan semua data – datanya’tutur nenek halimah membuat semangat Maya kembali bangkit.
‘Iya nek, terimakasih, entah apa yang terjadi jika nenek tidak ada, mungkin aku sudah depresi dan menjadi gila’jawab Maya
Nenek Halimah tersenyum dan pamit akan pulang kerumahnya. Aku masuk kerumah untuk makan dan beristirahat.
***
POV TONI
Namaku Antoni Wijaya, aku sangat menyayangi Aruni Maya yang sekarang sudah menjadi istriku karena kelicikanku. Ketika ibu Maya pergi dan hendak perjalanan pulang, aku bekerjasama dengan anak buahku membuat adegan agar seakan – akan aku akan memperkosa Maya yang kuketahui sedang berada dirumah sendirian.
Malam itu, aku mengendap masuk kerumah Maya melalui jendela depan dengan sangat mudah, karena sore hari ketika aku berkunjung kerumah Maya, aku dengan sengaja membuka kancing jendela tanpa diketahui Maya maupun ibunya.
Aku mengendap masuk menuju kamar Maya yang aku juga dengan sengaja menduplikat kunci kamar Maya tanpa sepengetahuan Maya.
Ketika aku sudah berada di kamarnya, temanku member kode dengan mengetuk jendela tiga kali, itu tandanya ibu Maya sudah dekat. Aku lancarkan aksiku, aku kemudian melucuti pakaian Maya dengan paksa hingga Maya terkejut kemudian bangun dan ketika Maya berusaha untuk berteriak aku sudah membekap mulutnya.
Aku yang udah melepas pakaian sebelumnya dan hanya mengenakan celana dalam, menindih badan Maya yang hanya tertinggal pakaian dalamnya saja. Maya memberontak hingga ibunya membuka pintu dan mendapati keadaan seperti itu.
Ibunya marah besar, dia mengira aku dan Maya melakukan maksiat, ibunya curiga karena yang ada di dalam kamar Maya adalah aku yang notabene memiliki hubungan special dengan anaknya. Dan aku yang bisa sangat mudah masuk kerumah padahal semua sudah dikunci dan kunci berada di tangan sang ibu.
Maya berusaha menjelaskan tapi tidak diberikan kesempatan oleh ibunya, dan aku puas dengan hasilnya, karena sesuai dengan keinginanku.
Ibu maya langsung menikahkan kami keesokan harinya tanpa ada acara apapun dan hanya dihadiri penghulu juga saksi dan wali nikah.
Tujuan dari rencanaku ini adalah agar aku bisa masuk kedalam keluarga ini dan melancarkan aksi – aksiku berikutnya. Karena ada dendam yang harus aku balaskan kepada keluarga ini.
***
Pagi ini kembali mendung, langit seakan ikut merasakan pilu dan muramnya kehidupan Maya. Maya terus berdoa pada Tuhan agar hari – hari esok lebih baik darpada hari – hari kemarin. Maya berharap akan ada secercah harapan baru bagi kehidupan Maya. Karena Maya percaya akan ada pelangi setelah hujan, dan air hujan yang menyejukkan pun berasal dari langit yang pekat.
Hari ini Maya bertekad mencari keberadaan orang tua kandungnya dengan mencari informasi ke rumah sakit yang diberitahukan oleh nenek halimah.
‘Bismillah’ ucap Maya sebelum berangkat meninggalkan rumah. Berharap Maya akan mendapat titik terang dan kabar baik mengenai jati diriya dankeberadaan orang tuanya.
Setelah satu jam berada di perjalanan, Maya telah sampai di depan rumah sakit, dia sejenak menatap kearah bangunan dan kesekeliling pelataran rumah sakit itu kemudian menuju meja informasi yang berada di dekat ruang UGD.
Maya harus mengantri terlebih dahulu dan duduk diruang tunggu yang ada di depan meja informasi. Sesekali Maya memperhatikan sekitarnya, dia melihat seorang bapak tua yang mungkin dia adalah salah satu pekerja kebersihan di rumah sakit ini, terbukti dia membawa sapu dan lap yang di bawa di pundaknya.
Kemudian tiba giliran Maya, dia duduk di kursi yang disediakan.
Anda Mungkin Juga Suka





