Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Duda Kuat

Duda Kuat

Dalam setahun, Satria telah menikah tujuh kali, namun semua istrinya meminta cerai. Mereka tidak sanggup menghadapi stamina ranjang Satria yang luar biasa, di mana ia menuntut pelayanan tujuh kali sehari. Fenomena aneh ini membuat Satria bertanya-tanya tentang kondisinya. Apakah kekuatan fisik yang berlebihan ini merupakan efek samping dari obat misterius pemberian almarhum kakeknya saat ia masih sekolah? Sekuel dari kisah Kepincut Janda Tetangga.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Sat, ngapain lu ngeliatin pohon rambutan daritadi?" tegur Bu Maesaroh pada putranya. Wanita berusia lima puluh dua tahun itu duduk di kursi plastik, tepat di samping Satria.

"Bu, apa karena saya pernah jatuh dari pohon rambutan saat kecil, sehingga anu saya kuat? Soalnya saya gak merasa sakit sama sekali." Bu Maesaroh tergelak.

"Maksudnya, anu lu yang jadi tatakan badan lu? Makanya dia kuat?" tanya Bu Mae lagi sambil tertawa. Satria mengangguk dengan lemah.

"Sat, Sat, percuma anu lu kuat, kalau otak lu melehoy. Mana ada yang seperti itu. Emang sudah takdir lu, jadi Gladiator dan tidak tertandingi," ujar Bu Maesaroh dengan penuh rasa bangga. Satria hanya bisa menghela napas berat, lalu kembali memandangi pohon rambutan yang memang belum berbuah.

"Tapi saya jadinya gak punya istri, Bu, saya butuh istri."

"Makanya, lu cari istri jangan yang gampang masuk angin dan punya penyakit asma, apalagi saraf kejepit. Susah, Sat. Coba cari wanita yang kuat, tahan banting, tahan ngangkang tujuh kali dalam sehari, pasti ada. Hanya saja belum dipertemukan. Lu kudu sabar."

"Susah wanita seperti itu jaman sekarang, Bu."

"Iya, sih. Wanita jaman sekarang, kebanyakan makan mecin sama main fesbuk, jadinya gak ada yang kuat lama." Satria tergelak mendengar ocehan ibunya.

"Bu, kalau saya ganti nama aja gimana?" Bu Maesaroh mengerutkan keningnya dan menatap serius wajah Satria.

"Maksudnya lu ganti nama? Dari Satria Kuat, menjadi Satria Lemas?"

"Ha ha ha ... ya nggak gitu, Bu." Satria tertawa terbahak-bahak, lalu bangun dari duduknya. Lebih baik ia memakai kembali jaket dan berangkat ke bengkel milik almarhum ayahnya.

Jika ia lebih lama lagi berdiskusi dengan ibunya, dapat dipastikan penyakit asam lambungnya kambuh.

Satria mengendarai motornya dalam kecepatan sedang, sambil sesekali tersenyum pada tetangga yang kebetulan menyapanya dan hampir semua wanita yang menyapanya seusia dengan ibunya. Satria menjadi ingat ucapan ibunya tadi, jika anak wanita jaman sekarang banyakan mecin dan main fesbuk, makanya tidak kuat.

Apa maksud ibunya dia harus menikahi wanita jaman dulu? Nenek? Apa jangan-jangan dia akan dinikahkan dengan Mak Piah, tukang urut sebelah rumahnya yang giginya sudah lepas semua? Seketika itu juga Satria bergidik ngeri. Jangan sampai ibunya nekat menjodohkannya dengan nenek-nenek.

Jika menikah dengan yang masih muda saja ia repot mengurusi penyakitnya, maka jika menikah dengan nenek-nenek, dia akan repot mengurusi pemakamannya. Ha ha ha

Satria sampai di bengkel motor yang sedang ramai. Ia sangat bersyukur ayahnya meninggal dengan mewariskan tempat usaha. Ada dua bengkel motor milik ayahnya yang kini dia urus semuanya.

Sebenarnya ia sangat mudah untuk mendapatkan jodoh karena wajahnya yang tampan dan juga keadaan ekonominya yang bisa dibilang mapan, tetapi sayang, dari tujuh wanita yang ia nikahi, tidak ada yang bisa bertahan dengannya.

"Wah, bos Satria udah datang nih," sapa Ramlan; salah satu karyawannya. Satria tersenyum, lalu menggantung jaketnya di dinding yang sudah diberi paku.

"Bos, udah ada inceran lagi belum?" bisik Ramlan. Satria yang tahu maksud pertanyaan anak buahnya itu, tentu saja menggeleng cepat.

"Kenapa memangnya?" tanya Satria balik.

"Gue punya kenalan, Bos. Cantik, tinggi, putih, rambutnya panjang," papar Ramlan antusias.

"Dadanya bolong gak?" timpal Satria sambil menahan tawa.

"Ha ha ha ... itu mah sundel bolong, Bos. Bukanlah! Cantik pokoknya. Bos mau kenalan gak? Yah, buat teman aja dulu, siapa tahu cocok."

"Siapa namanya?" tanya Satria.

"Salsa. Nayna Salsa. Dijamin cocok sama bos. Ibunya juragan kue, ayahnya dosen. Gimana? Mau gak?" Satria nampak menimbang-nimbang tawaran dari Ramlan. Lalu pria itu pun mengangguk setuju.

***

Bersambung

Ada yang ingat siapa Salsa?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Demi Ranjang Panas
7.9
Elena, pelayan klub malam berusia 23 tahun, terjebak dalam masalah besar akibat ulah ayahnya, Hendrik. Setelah sang ibu tiada, Hendrik justru terjerumus judi hingga berutang 500 juta kepada Darel. Darel adalah rentenir berperut buncit berusia 45 tahun yang kini menagih janji. Karena tak mampu membayar, Hendrik menjadikan putri kandungnya sebagai jaminan. Akankah Elena terpaksa menyerahkan hidupnya menjadi budak pemuas nafsu Darel demi melunasi utang sang ayah?
Sampul Novel Di Bawah Langit London
9.7
Karina, manajer hotel asal Indonesia, harus berangkat ke London demi memimpin renovasi properti keluarga. Di sana, ia berhadapan dengan Henry, arsitek Inggris berwatak keras kepala. Hubungan mereka kian rumit setelah terungkap bahwa Henry adalah pria yang dijodohkan dengannya. Meski awalnya bersikap dingin, benih cinta perlahan tumbuh di bawah langit London. Kini, mereka harus memilih antara mengikuti perasaan atau tunduk pada tuntutan besar keluarga.
Sampul Novel Dicerai Suami, Dipinang Sultan
9.2
Dunia Asha runtuh saat Raka, suaminya yang model terkenal, menceraikannya demi karier. Pernikahan tiga tahun itu berakhir karena Asha dianggap beban. Di tengah rasa sakit, hadir Rafael Adiwangsa, duda konglomerat sekaligus wali murid di sekolah tempat Asha mengajar. Rafael menawarkan kasih sayang yang jauh berbeda dari masa lalu Asha yang kelam. Mampukah Asha menyembuhkan luka hatinya dan menerima cinta pria berkuasa ini saat dirinya merasa tidak punya apa-apa lagi?
Sampul Novel Dinodai Mantan Majikan
8.3
Demi biaya operasi ibunya, Anjani Aswari terpaksa menjual kesucian kepada majikannya, Barata Yudha. Konglomerat itu justru terus mengeksploitasi Anjani sebagai pemuas nafsu rekan bisnisnya di bawah ancaman maut. Saat Anjani hamil demi menghidupi adik-adiknya, Barata menolak bertanggung jawab dan menuduh bayi itu milik pria lain. Konflik memuncak ketika istri Barata, Ayudya, mengetahui skandal ini. Anjani yang menderita pun harus mengungkap kebenaran di tengah pengusiran.
Sampul Novel Gairah
8.4
Banyak yang menganggap bahwa jatuh cinta adalah pengalaman yang sangat indah. Namun, apakah perasaan itu akan tetap terasa manis jika hati tertambat pada sosok yang sudah menjadi milik orang lain? Situasi menjadi semakin rumit ketika orang tersebut adalah pasangan dari sosok yang sangat kita sayangi. Kisah romansa dewasa ini mengeksplorasi konflik batin dan gairah terlarang yang menguji kesetiaan serta nurani dalam sebuah hubungan yang sangat rumit.
Sampul Novel GAIRAH CINTA CEO DINGIN
8.8
Karin Arvantie merasa canggung saat wawancara kerja di Atmaja Corp karena tatapan intens sang CEO, Ryan Atmaja. Meski Ryan merasa pernah bertemu dengannya, Karin justru memberikan jawaban diplomatis. Namun, pesona pria bermata hitam itu memicu gejolak emosi yang sulit diredam. Kini, Karin terjebak dalam dilema antara menjaga profesionalisme atau terhanyut dalam ketertarikan yang membara. Mampukah hubungan mereka tetap sebatas atasan dan bawahan saja?