Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dua Istri CEO: Istri Simpanan Suamiku

Dua Istri CEO: Istri Simpanan Suamiku

Adam memutuskan menikahi Maya hanya demi mengamankan harta warisan, meski hatinya masih terpikat sepenuhnya pada sang kekasih, Sabrina. Memanfaatkan kenaifan Maya, Adam lihai menyembunyikan perselingkuhannya dalam waktu yang cukup lama. Namun, segala rahasia gelap dan kebusukan motifnya perlahan mulai terendus. Saat kebenaran akhirnya terungkap, Adam dihadapkan pada dilema besar. Siapa yang akan ia pertahankan? Kekayaan warisan atau cinta sejatinya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Adam keluar perlahan dari kamar 509 menuju kamar 506, tempat Sabrina berada. Dia bergegas karena sangat takut akan kemarahan Sabrina. Tidak mungkin dia akan membiarkan dirinya gagal di malam pertama dalam menjalankan misi penting, bukan?

Pria bercambang tipis itu mengetuk pintu dan mendapati Sabrina membuka pintu dengan cepat. Sangat cepat. Pertanda bahwa dia sudah menunggu kehadiran Adam sedari tadi.

"Lama sekali kamu, Adam! Ngapain aja?" bentak Sabrina dengan wajah sangat marah. Kemarahannya sungguh tak cocok dengan muka bulatnya yang manis dan dirias tipis. Rambutnya panjangnya yang tergerai bergelombang membuat penampilannya semakin terlihat anggun. Sangat anggun seandainya dia tak sedang berapi-api. "Aku dari tadi nungguin kamu! Lamaaaa banget! Ngapain aja, sih? Kamu main sama dia sampai teler, ya?"

"Sabrina, stop! Dia istriku. Walaupun semua ini sandiwara, aku harus memperlakukan dia seperti layaknya istri sungguhan. Kalau nggak, papa akan membatalkan semua pengalihan harta beliau padaku!" sanggah Adam berusaha menenangkan.

"Tapi aku juga istri kamu, Adam!" protes Sabrina. "Aku istri pertama kamu!"

Benar. Sabrina setuju dengan semua sandiwara Adam dengan suatu syarat. Sabrina tak mau jadi istri kedua. Walaupun pernikahan mereka rahasia, dia tetap ingin menjadi istri pertama.

Bila Adam sanggup memenuhi syarat tersebut, Sabrina akan tetap mau bersama Adam walaupun hubungan akan mereka jalani dari balik kelambu hitam. Sabrina tak akan mendapatkan pengakuan dari publik bahwa dia istri Adam. Hal itu sudah cukup berat bagi seorang wanita.

Namun, karena ayah Adam sedang sakit, Sabrina memilih bersabar dan mempercayai Adam bahwa dia akan menceraikan Maya setelah ayahnya meninggal. Setelahnya, Adam akan memperkenalkan dirinya ke publik. Walaupun harus bersabar, dia akan menjadi istri Adam yang sesungguhnya.

Adam memeluk Sabrina dengan erat. Keduanya hanya memakai gaun tidur yang tidak cukup tebal untuk menyembunyikan pesona di baliknya. Adam dengan cepat merasakan hasratnya timbul untuk sang kekasih yang sangat dia cintai.

"Ayo! Kita lanjutkan diskusinya di ranjang, Sayangku!" rayunya agar Sabrina tidak terus marah.

"Ogah! Kamu pasti sudah nggak ada tenaga!" tolak Sabrina, berpaling dari Adam dan menuju ke ranjang tanpa menunjukkan keinginan sedikit pun. "Kamu pasti udah main sama dia sampai kering!"

Sabrina melipat kedua tangan di dada, aksi yang tanpa dia sadari membuat pesonanya semakin elok. Tentu saja Adam semakin tergoda untuk menyentuhnya.

"Sayang, aku masih bisa melakukannya denganmu! Mau bukti?" tanya Adam dengan suara parau. Dia lalu menarik pergelangan tangan Sabrina dan merenggut bibir wanita itu. Suasana semakin lama semakin pekat oleh hasrat. Lebih dari yang terjadi di kamar 509 tadi.

Sabrina yang tadinya marah pun, telah lupa dengan masalahnya barusan. Adam begitu piawai membuat Sabrina mabuk kepayang dalam sentuhannya. Dia telah menghafal dengan baik semua titik manis yang ada di tubuh sang istri.

Permainan pun semakin lama semakin panas. Adam menunjukkan kepada Sabrina bahwa dia tidak menghabiskan tenaganya untuk melewatkan malam pertama dengan Maya.

Sabrina pun terpuaskan secara lahir. Namun, tentu saja hal ini membuat moodnya sangat berubah. Seperti saat ini, dia sudah tak marah lagi pada Adam. Wanita cantik bermata bulat itu bersandar manja di bahu Adam sambil memainkan tangannya di tubuh sang suami. Adam sangat menyukai Sabrina yang sedang jinak seperti ini. Mereka berdua pun melanjutkan permainan sampai pagi.

Mungkin orang mengira untuk berbuat curang seperti Adam, memang dibutuhkan tenaga yang besar. Namun, Adam adalah seorang pebisnis andal. Dalam hal seperti ini pun, dia memiliki cara agar tenaganya tak habis dengan cepat, akan tetapi bisa menyenangkan pasangan dengan sangat baik.

Fajar pun menyingsing. Sabrina sudah tak sanggup lagi mengikuti permainan Adam. Mereka berkali-kali ketiduran dan terbangun untuk melakukan kembali. Sangat menyenangkan bagi keduanya. Namun, kali ini Sabrina benar-benar lelah. Terbukti, saat Adam membangunkan dengan lembut, dia tak bereaksi positif.

"Sudah, Adam! Masih ada besok malam, 'kan?" keluh Sabrina, tak kuat mengangkat mata yang berat.

"Kalau begitu, aku balik ke kamar Maya, ya? Takut dia bangun dan nemuin aku nggak ada di kamar," pamitnya.

Sabrina tak menjawab. Dia hanya mengangguk tanpa suara. Dia terus memejamkan mata hingga Adam keluar dari kamarnya.

Mata Sabrina memang terpejam, seolah tidur. Namun, sejak Adam pamit ke tempat Maya, kantuk Sabrina mendadak hilang. Matanya yang masih pura-pura terpejam, kini menitikkan air mata. Dia kira, dia akan sanggup menjalani ini semua dengan tabah. Berjuang untuk cinta mereka yang telah belasan tahun bersemi sejak mereka masih duduk di bangku sekolah menengah.

Tak adanya restu dari orang tua, membuat jalan cinta yang mereka berdua jalani penuh duri dan luka. Sabrina sudah berusaha untuk lari dari cinta Adam, tapi selalu gagal. Dia sadar, cintanya hanya untuk Adam. Jiwa dan raganya hanya untuk pria yang sudah memiliki tunangan sejak kecil.

Terkadang, Sabrina sangat ingin menjadi Maya yang bisa memiliki Adam tanpa harus bersusah payah. Namun, tentu saja itu tak mungkin.

Tak jarang, bila berpapasan dengan Maya, Sabrina ingin mencelakai wanita itu agar tak menghalangi cintanya dengan Adam. Namun, hati Sabrina tak sanggup melakukannya. Dia bukan wanita jahat yang akan mengorbankan nyawa dan keselamatan orang lain hanya untuk kebahagiaannya sendiri.

Sempat dia meminta Adam untuk lari saja dengannya. Namun, dia tak sanggup melihat Adam hidup miskin dan menderita. Bagaimanapun juga, sejak kecil, Adam telah disuapi dengan sendok perak tanpa harus berusaha keras. Apalagi, mengingat harta tersebut akan dialihkan kepada Maya, Sabrina sangat mengerti mengapa Adam tak akan rela.

Sungguh menyesakkan dada. Menjadi istri pertama, tapi rasa istri simpanan. Sabrina berdoa, semoga ini adalah perjuangan cinta mereka yang terakhir. Semoga, setelah ini, hanya akan ada kebahagiaan yang menyongsong mereka.

***

Adam kembali ke kamar 506 dengan mengendap-endap agar istrinya tak bangun. Dia menyelinap masuk ke dalam selimut dan memejamkan mata.

Namun, tentu saja hal itu sulit bagi Adam. Dalam benaknya, banyak sekali masalah yang membuatnya cemas. Hari ini saja dia sudah hampir gagal menjalankan sandiwara. Bagaimana dia akan bisa melewati malam-malam berikutnya?

Menjalani kewajiban sebagai suami dalam satu malam sekaligus sangatlah berat. Dia harus menyiasati hal ini dengan baik.

Kepala Adam memikirkan berbagai kemungkinan yang dapat dia lakukan untuk dapat menjalani hari-harinya nanti. Bagaimanapun juga, untuk mempertahankan cinta Sabrina di tengah semua sandiwara ini, dia harus menjadi seorang suami yang adil. Tak adil pun tak mengapa, asalkan Sabrina dan Maya tak ada yang marah.

Lalu, tercetuslah ide cemerlang di kepala Adam. Sepertinya, dia akan bisa menjalani semuanya dengan cukup mudah tanpa harus mencurigakan dan tak perlu merasa kelelahan berlebihan. Yang terpenting, Adam merasa akan bisa melakukannya tanpa harus membuat kedua istrinya serumah … dan semua ini akan tetap rahasia ….

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Cinta Yang Kandas
8.7
Tiga tahun Aveline mengabdi dalam pernikahan tanpa cinta demi Damian, bahkan rela menyerahkan bakat arsitekturnya agar suaminya bersinar. Namun, pengkhianatan Damian di depan publik menyadarkannya. Aveline memilih bercerai dan bangkit membangun firma de la Fontaine miliknya sendiri. Kini, ia kembali sebagai arsitek kelas dunia yang sukses mengalahkan dominasi perusahaan Blackwood. Di tengah puncak kejayaan, akankah ia membiarkan cinta masuk kembali ke hatinya?
Sampul Novel Buy One Get You
8.4
Audia terpaksa membatalkan niat resign setelah ayahnya, Pak Sapto, tertipu rekan bisnis. Demi melunasi utang, sang ayah menjual rumah beserta isinya kepada Ibu Sosro seharga 1,5 miliar. Sialnya, Audia yang tertidur di dalam ikut terjual sebagai aset. Sang bos, Affangga, yang masih patah hati dan membenci Audia karena mirip mantan tunangannya, tak punya pilihan. Ibu Sosro langsung memanfaatkan momen ini untuk menyeret mereka berdua ke pelaminan.
Sampul Novel Dilema Sang Sekretaris
9.2
Grace adalah sekretaris berdedikasi yang dunianya jungkir balik saat kakak sang bos mulai mendekatinya secara intens. Meski semula bersikap acuh, satu malam tak terduga mengubah segalanya hingga ia sulit menampik pesona pria itu. Kini, Grace terjebak dalam dilema besar antara menjaga profesionalisme atau mengikuti kata hati yang membara. Di balik kemewahan hidup penuh rahasia, ia harus memilih arah masa depannya dalam pusaran cinta yang rumit.
Sampul Novel Gairah Liar Istri Kecilku
8.5
Maia Vandini, seorang lulusan SMA, terjebak dalam situasi berbahaya saat kencan butanya berubah menjadi mimpi buruk. Setelah diberi obat perangsang oleh teman kencannya, Maia berusaha melarikan diri demi menyelamatkan diri. Dalam kondisi yang tidak terkendali, ia bertemu dengan seorang CEO asing. Maia yang kehilangan kesadaran memohon bantuan padanya, memicu pertemuan panas yang tak terduga. Sang pria memperingatkan bahwa Maia-lah yang memulai segalanya.
Sampul Novel Heal Me, Baby
8.1
Insiden ciuman tak sengaja membuat Sean Wilson, pria penderita fobia kuman, pingsan seketika. Keyra Minolia, mahasiswi pekerja keras yang menabraknya, dituntut ganti rugi terapi yang mahal. Karena miskin, Keyra terpaksa melunasi hutang dengan menjadi asisten rumah tangga Sean. Hidup mereka yang kontras pun beradu di bawah satu atap hingga orang tua Sean memergoki mereka dan memaksa keduanya menikah. Mampukah pernikahan ini menyembuhkan Sean dan menyatukan hati mereka?
Sampul Novel Hot Desire Mr. Thompson
9.4
James tidak menyangka jatuh hati pada pandangan pertama saat menikahi Elvira melalui perjodohan. Kecantikan Elvira dan momen malam pertama mereka di dalam limosin membuat James terobsesi. Namun, Elvira bahkan tidak menyadari kekayaan suaminya yang luar biasa. Bahtera rumah tangga mereka segera diuji oleh berbagai rintangan besar, terutama saat mantan kekasih James muncul kembali. Mampukah cinta tulus mereka bertahan menghadapi gangguan orang ketiga?