Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dosenku Suami Posesif

Dosenku Suami Posesif

Belinda Zevaya, mahasiswi tingkat akhir yang tengah kesulitan finansial, didera malang saat laptop untuk skripsinya rusak total. Masalahnya kian pelik karena ia harus menghadapi Arez Bernando, dosen pembimbing yang dikenal sangat kejam dan ditakuti. Di luar dugaan, Arez justru menawarkan sebuah solusi provokatif. Sang dosen meminta Belinda bekerja di kediaman pribadinya sebagai syarat agar laptop tersebut diperbaiki dan studinya bisa segera tuntas.
Bab
Bagikan

Bab 3

Arez selesai mengajar, ia segera menuju ke ruang kerjanya. Dari kejauhan dia melihat koridor di depan ruangannya kosong, tak seorang pun ada yang duduk di sana. Padahal ia sudah meminta asistennya untuk meminta Zeva menunggu di depan.

Arez langsung membuka pintu. "Dia dimana? Belum datang juga? Kan saya minta dia menunggu di depan!" cecar Arez pada Regita.

"Saya sudah memintanya tunggu di depan, Pak" jawab Regita lirih.

"Ada apa sih? Kenapa marah-marah?" Aliza mendekati Arez dan langsung mencium pipi pria itu.

"Jaga sikap mu, Aliza. Ini di kampus!" tegur Arez

"Apaan sih, Nando. Aku kan..."

"Keluar dulu Regita, cari dia dan suruh keruangan saya sekarang!" titah Arez

Regita mengangguk dan segera keluar dengan kesal. Ia berkeliling fakultas untuk mencari keberadaan Zeva.

"Bikin apa kamu disini?" Tanya Arez ketus pada mantan istrinya itu. Ia mendorong Aliza untuk menjauh darinya, dan ia duduk di kursi kebesarannya.

"Memangnya tidak boleh aku kesini?"

"Apa saya perlu menjawabnya, Nyonya Aliza?" Tanya Arez menaikkan salah satu alisnya.

Aliza mengerucutkan bibirnya. "Aku minta maaf, Nando. Sudah empat tahun berlalu, dan kamu masih..."

"Masih apa, hah?" Arez menaikkan nada suaranya.

"Masih mengingatnya, aku sudah minta maaf dan aku berjanji untuk berubah. Kamu tidak kasihan dengan anak kita..."

"Kasian? Sekarang saya tanya balik, kamu kasian tidak sama anak ku? Tidak kan? Jangan bawa-bawa anak ku pada masalah mu itu. Kami sudah hidup bahagia, dan tidak perlu mengusik anak ku!"

"Dia anak ku juga, Nando"

"Kau hanya melahirkannya, tapi aku lah yang merawat dan menjaganya sejak kau meninggalkannya Aliza. Jangan lupakan itu!"

Aliza terdiam, dia kehabisan kata-kata. Memelas tidak akan membuat hati Arez Bernando Buana luluh atas pengkhianatan yang pernah ia lakukan empat tahun lalu.

"Pergi lah, saya banyak pekerjaan!" usir Arez membuka laptop di hadapannya.

"Nando..."

"Pergi, Aliza. Jangan sampai saya bersikap kasar padamu!" Mata Arez melotot, membuat Aliza memundurkan langkahnya dan pergi dengan perasaan kesal dari ruangan Arez.

Arez menyenderkan tubuhnya di kursi saat melihat Aliza meninggalkan ruangannya. Seketika teringat dengan mahasiswinya yang ia minta untuk menunggu di ruangannya. Arez keluar, dan mencari Regita. "Dia belum ada juga? Panggil Zeva sekarang. Dalam waktu 5 menit dia sudah harus ada di ruangan ku!" Titah Arez

Regita yang melihat wajah Arez dingin pun menegang, ia mengangguk dan berlari kecil mencari keberadaan Zeva, meskipun dia tidak tahu ke mana gadis itu pergi. Zeva keluar dari toilet, dari seberang koridor dia melihat Regita. Regita pun ikut menatapnya tak senang, dengan tajam.

"ZEVA KESINI SEKARANG!" Teriak Regita dengan suara tinggi.

Zeva berlari kencang. "I- iya Bu?"

"Darimana saja kamu hah? Pak Arez sudah memintamu menunggu, tapi kau malah pergi"

"Saya dari toilet Bu, bukannya Pak Arez masih di kelas? Waktu mengajarnya selesai sejam lagi kan?"

"Memangnya siapa kamu, mau atur jam mengajarnya Pak Arez. Sekarang ke ruangannya. Dalam waktu 5 menit kamu tidak tiba di sana, kamu tidak akan lulus!"

"Ba-baik Bu" Zeva berlari menuju ke ruangan Arez.

Tok

Tok

"Selamat pagi, Pak"

Arez mendongakkan kepalanya, tanpa membalas salam dari Zeva. Dengan perasaan takut Zeva mendekat dan hanya berdiri saja.

"Kau mau berdiri sampai besok?" Suara Arez terdengar dingin.

Zeva menelan salivanya kasar. "Sa-saya..."

"Duduk!" Titah Arez

Jantung Zeva berdetak semakin kencang, telapak tangannya mulai berkeringat.

"Apa alasan mu kali ini Zeva?" Tanya Arez menatapnya dengan dalam.

"Laptop saya rusak, Pak... Saya tidak bisa membuat skripsi saya..."

"Kenapa tidak diperbaiki?"

"Saya sedang menabung buat perbaiki laptop saya, Pak. Itulah kenapa saya bekerja, bukan keinginan saya juga untuk bermalas-malasan mengerjakan...."

"Sudah, semua mahasiswa seperti kamu selalu menggunakan alasan itu"

"Tapi saya betul-betul..."

"Kapan kamu bisa selesaikan skripsi kamu?"

"Saya tidak tau pasti, Pak"

"Yakin jawaban kamu itu? Kamu tau kan ini semester terakhir kamu?"

Zeva mengangguk, matanya berkaca-kaca mengingat perjuangannya selama ini bisa berkuliah. Namun, dia juga sudah putus asa, jika memang dia tidak bisa lulus.

"Saya pasrah, Pak. Saya tidak bisa memaksa, saya sudah berusaha untuk menyelesaikan skripsi saya..." Tangis Zeva pecah.

Arez terdiam, dia mendorong kotak tissue ke depan Zeva. Menunggu hingga gadis itu tenang. "Saya berniat membantu, tapi kembali ke diri kamu sendiri, kamu bisa menyelesaikan skripsi kamu atau tidak!"

"Saya harus bekerja, Pak"

"Lepaskan pekerjaan mu dan fokus untuk skripsimu"

"Tidak bisa, Pak. Saya harus bekerja untuk bisa membayar biaya skripsi dan perbaikan laptop saya"

"Kamu bekerja sampai jam berapa?"

"Sampai jam 12 malam Pak"

"Apa? Terus kamu yakin bisa menyelesaikan skripsimu itu?"

"Saya tidak yakin, Pak" jawab Zeva menghela napas.

Arez pun ikut menghela napasnya kasar. "Ya sudah, saya ada tawaran kerjaan buat kamu. Hanya dari pagi sampai sore, malam hari kamu bisa gunakan untuk mengerjakan skripsi mu"

"Pekerjaan apa itu, Pak?"

"Bekerja dirumah saya"

Zeva mengerutkan dahinya. Bekerja dirumah seorang duda tampan? Yang benar saja.

"Tapi Pak..."

"Jangan berpikiran yang macam-macam. Kerja kamu hanya menjaga putra saya setelah dia pulang sekolah"

"Maksud bapak saya jadi baby sitter?"

"Ya, bisa di bilang begitu. Kamu suka dengan anak kecil kan?"

"Suka, Pak. Saya juga bekerja di SD"

"Bagus. Kamu bisa perbaiki laptop kamu, sekarang ikut saya ke rumah!"

"Sekarang banget, Pak? Tapi, saya harus pergi bekerja"

"Siapa yang menyuruhmu bekerja ditempat lain? Keluar dari pekerjaanmu karena sekarang kamu bekerja di rumah ku!" Tegas Arez

"Memangnya gaji saya berapa pak?"

"Berapa yang kamu mau?" Tanya Arez kembali.

Mata Zeva membelalak. Mana dia tau berapa gaji yang harus ia minta. Zeva pun memilih untuk diam dan tidak menjawab apapun.

"8 juta? Atau kurang? 10 juta?"

Mata Zeva semakin melebar. "Bapak yang benar saja, masa gaji baby sitter sampai 10 juta pak? Apa iya?" Tanya Zeva tak percaya.

"Ya tidak tau, saya juga tidak pernah menggunakan jasa baby sitter. Bagaimana? 10 juta per bulan, deal?"

"Deal, Pak. Saya mau.." jawab Zeva semangat. Seketika rasa sedih dari sorotan matanya pun hilang.

"Oke! Tapi, saya boleh tanya sesuatu?"

"Tanya apa Pak?"

"Maaf sebelumnya, tapi orang tua kamu kemana? Kenapa kamu harus sampai bekerja paruh waktu untuk mencukupi kebutuhan hidup kamu? Atau kamu selama ini sering berfoya-foya?"

Zeva menggelengkan kepalanya lemah. "Sa-saya ini anak dari korban broken home, Pak. Sejak saya SMA orang tua saya memilih untuk bercerai. Awalnya saya masih tinggal dengan Mama saya, tapi karena ada satu hal yang membuat diri saya terancam untuk tinggal di sana, saya memilih untuk sendiri. Saya juga sudah berusaha untuk meminta uang Papa saya, namun jangankan direspon, telepon dan pesan saya pun tidak ada yang di balas sama sekali" Zeva tersenyum getir, matanya kembali berkaca-kaca mengingat bagaimana orang tuanya tega membiarkannya hidup sendirian tanpa siapa pun.

Arez menatap Zeva dalam. "Kamu tidak mengarang cerita, agar saya iba dengan kamu kan?"

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Pengkhianatan Sang Pria, Kisah Cinta Tak Tergoyahkan Miliknya
8.5
Ulang tahun ke-22 menjadi mimpi buruk saat tabungan kuliahku di ITB dirampas dua kakak kandungku demi operasi plastik Vanya, adik angkat kami. Mereka mengusirku dan menuduhku egois, lalu asyik berlibur ke Bali tanpaku. Di tengah kehancuran, tawaran proyek medis rahasia selama 15 tahun datang sebagai pelarian sempurna. Aku pergi meninggalkan bukti kebohongan Vanya di meja, memutus ikatan keluarga demi masa depan baru tanpa menoleh ke belakang lagi.
Sampul Novel Devil Heart Angel
9.7
David Edward dikenal sebagai sosok pria kejam yang menyandang julukan malaikat berhati iblis. Namun, segalanya berubah drastis saat takdir mempertemukannya dengan Anesia Sabila. Kehadiran wanita tersebut menjungkirbalikkan dunia David hingga hidupnya terasa kacau dan tidak terkendali lagi. Apa sebenarnya yang membuat Anesia mampu mengusik ketenangan sang iblis? Ikuti kisah penuh konflik dan romansa yang akan mengungkap alasan di balik kekacauan hidup David.
Sampul Novel Dosa Terindah Bersama Sang Primadona
9.6
Setiap malam, Lucy menyamar sebagai Rose, primadona klub malam yang menggoda namun tetap menjaga kesuciannya meski ditawar mahal. Reputasinya menarik perhatian Rookie, seorang playboy yang terobsesi menaklukkan wanita yang belum pernah menolaknya itu. Namun, pertemuan mereka justru mengungkap rahasia masa lalu yang rumit. Kini, keduanya terjebak antara pilihan untuk merajut kembali cinta lama yang tertunda atau merelakan perasaan demi menjalani hidup masing-masing.
Sampul Novel Hello, My Secret Boyfriend
9.2
Pasca pengkhianatan kekasih dan sahabatnya, Daniar berjuang melewati masa sulit di kampus. Di tengah keputusasaan, ia menemukan kebahagiaan baru melalui kencan anonim dengan akun @heroisme34. Namun, hidupnya kian rumit saat ia harus berurusan dengan Sabda, senior ambisius calon Presiden BEM. Interaksi dengan Sabda memicu keberaniannya melawan ketidakadilan. Kini Daniar terjebak di antara dua pria yang mengubah dunianya. Siapakah yang akan menjadi pelabuhan terakhirnya?
Sampul Novel Pancaroba
8.8
Dunia Aretha yang awalnya tenang dan sederhana mendadak berubah drastis setelah ia bersinggungan dengan seorang pemuda yang dianggap aneh oleh teman-teman sekolahnya. Sosok misterius ini memiliki pola pikir yang sulit dipahami dan menyimpan banyak rahasia tentang kehidupannya yang tak terduga. Pertemuan tersebut membawa Aretha ke dalam situasi penuh tanda tanya, saat ia mencoba menyelami sisi lain dari lelaki yang sulit ditebak tersebut.
Sampul Novel Perceraian, Kelahiran Kembali, dan Kesuksesan Manis
9.3
Terbangun di masa lalu setelah wafat akibat aneurisma, Carissa bertekad mengubah takdirnya. Ia kembali ke momen menyakitkan saat suaminya, Senator Baskara, lebih memprioritaskan selingkuhannya, Helena, bahkan putra kandungnya sendiri, Kevin, tega menghina Carissa demi wanita lain. Sadar pengorbanannya selama ini sia-sia dan hanya dianggap aset politik, Carissa memilih berhenti menjadi istri yang patuh. Ia mantap menandatangani surat cerai demi memulai hidup baru yang lebih bermakna.