Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel DOLLAR MEKAR RUMAH TANGGA BUBAR

DOLLAR MEKAR RUMAH TANGGA BUBAR

Demi ekonomi, Maryati bekerja ke Taiwan sebagai perawat lansia dan meninggalkan anak suaminya. Namun, gaji besar justru membuatnya terjerumus pergaulan bebas hingga berselingkuh dengan sesama TKI. Kehancuran rumah tangga tak terelakkan saat Irwan mengetahui pengkhianatan tersebut. Maryati pun tenggelam dalam penyesalan mendalam. Di tengah luka hatinya, Irwan didekati Ajeng, gadis tomboy yang tulus mencintainya. Mampukah Irwan memaafkan Maryati yang ingin kembali?
Bab
Bagikan

Bab 3

Irwan mengernyit. Dia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh salah satu ibu itu. Irwan tidak pernah menggunakan sosial media. Laki-laki itu hanya memiliki aplikasi pesan singkat untuk berkomunikasi dengan istri dan para guru.

"Ndak punya Facebook, Bu. Ndak suka," jawab Irwan sambil mendekat.

"Ini coba lihat, Mas. Ini istrimu, kan?" tanya ibu itu sembari menyodorkan handphone dengan layar masih menyala.

Dengan ragu, Irwan mengambil benda pipih merek China itu. Irwan mengamati foto-foto dalam unggahan Facebook. Maryati, istrinya, berfoto bersama beberapa teman. Akun itu juga menge-tag semua akun orang yang berada di foto itu.

Dalam foto itu, tiga orang wanita dan tiga orang laki-laki. Pertama hanya foto makan biasa di warung Indonesia. Lalu, foto-foto mereka berlibur di jembatan kaca. Yang lebih mencengangkan, Maryati selalu dekat dengan seorang laki-laki.

Irwan sedikit menyingkir setelah meminta izin meminjam handphone ibu tadi. Irwan meng-klik beberapa akun yang ditag.

Sampailah pada akun dengan nama samaran. Dada Irwan terasa panas dan nyeri melihat unggahan di akun tersebut. Maryati, istrinya, bergandengan tangan, saling merangkul mesra dengan laki-laki berambut kepirangan.

["Kangen kamu, sampai ketemu bulan depan, ya, Sayangnya aku."]

Itu adalah bunyi caption unggahan foto terakhir istrinya. Irwan menarik napas panjang, lalu menghembuskan pelan. Hatinya terasa begitu sakit. Maryati yang dia rindukan, ternyata tidak ikut bosnya ke Paris. Akan tetapi, berlibur bersama teman-temannya, bahkan berfoto mesra dengan laki-laki lain.

"Terima kasih, Bu. Saya pulang dulu, Sasa sudah keluar," ucap Irwan sembari mengembalikan handphone.

Sepanjang perjalanan dari sekolah, Irwan terus-menerus tidak ingin mempercayai. Namun, foto-foto dan kata-kata di komentar keduanya telah membuktikan, kini istrinya bukanlah Maryati yang dulu.

Marisa berceloteh polos. Dia bercerita banyak hal tentang teman-teman sekolahnya yang memiliki boneka barbie baru. Irwan mengusap kepala putrinya dengan hati teremas sakit.

"Ayah, kok bunganya ditaruh karung? Mau dibuang, ya?" tanya Marisa polos sambil memperhatikan sang ayah.

"Ndak, Sayang. Alhamdulillah, lima pot bunga nyonya benges dan empat pot bunga menur, dibeli Pak Kepala Sekolah."

"Oooh, terus, kita nggak punya bunga lagi dong, Yah?"

Irwan menghentikan aktivitas. Dia mengulurkan tangan mengusap kepala putrinya dan tersenyum samar.

"Nanti Ayah beli pot lagi, terus Ayah kembang-biakkan lagi itu. Sama beli bibit bunga lain. Kamu mau ikut Ayah apa di rumah Mas Fadil?" tanya Irwan.

Mata bulat Marissa langsung berbinar. "Mau ikut Ayah saja. Mas Fadil mainannya mobilan, Sasa nggak dikasih pinjam!" jawabnya polos.

Irwan kembali tersenyum dan menggendong putrinya. Dia cium kedua belah pipi gembil bocah berwajah cantik itu. Air mata Irwan mengambang. Dibohongi istri rasanya menyayat hati. Namun, lebih menyayat melihat putrinya tidak bisa memiliki mainan seperti teman-temannya.

Irwan tidak langsung ke toko Pak Haji Dahlan. Laki-laki itu justru membelokkan motornya ke toko mainan. Dia bersyukur, mendapatkan uang ganti dari 9 pot bunga. Dengan uang itu, Irwan bisa membeli boneka barbie untuk Marisa dan membeli sedikit bibit bunga.

*

Maryati membuka handphone dan membaca sederet pesan dari Irwan, suaminya. Dada Maryati berdesir hebat. Tidak hanya pesan dari laki-laki itu, tetapi foto-fotonya bersama Agung juga dikirim oleh Irwan.

Maryati tahu betul, suaminya itu tidak menyukai sosial media. Maryati tidak menyangka jika foto-foto yang diunggah Lina ternyata bisa menyebar sampai pada suaminya.

["Jawab yang jujur, Dik. Benar kan itu kamu? Lalu siapa laki-laki itu?"]

["Kenapa kamu harus berbohong, Mar. Kamu tahu, Sasa badannya panas, mengigau semalaman, manggil kamu. Aku pikir kamu memang di Paris nggak bisa buka handphone. Tapi kamu berlibur bersama teman-teman kamu dan laki-laki itu."]

Kalimat-kalimat cecaran dari Irwan, membuat dada Maryati semakin sesak. Dia menangis tersedu. Tetapi dia tidak bisa mundur lagi. Hubungannya dengan Agung telah terlampau jauh. Dia juga mencintai laki-laki itu.

["Itu teman biasa, Mas. Kami memang berlibur, itu foto bulan kemarin, Mas. Kami nggak ada hubungan apa-apa."]

Maryati berpindah tempat duduk. Dia melirik Ama yang tidur pulas di atas brankar. Dengan air mata mengalir dia berusaha menjelaskan pada Irwan.

"Aku memang nggak gaul, Dik. Aku juga nggak modis seperti teman-teman kamu di sana. Aku sudah melarang kamu pergi, tapi kamu bersikeras. Ini yang aku khawatirkan. Kamu nggak bisa jaga dirimu!" ucap Irwan kecewa dari seberang sana.

Mendengar ucapan Irwan, Maryati menjadi emosi. "Oh, jadi kalau aku berdiam di rumah, ngurus Sasa, semua akan cukup, Mas? Kamu bisa membelikan aku baju-baju seperti yang aku pakai sekarang? Kamu bisa membelikan aku bedak dan lipstik bermerek? Nggak, kan? Bukannya berterima kasih, malah nyalahin. Ngaca dong, Mas, jadi suami!" ucapnya lantang.

Irwan memejamkan mata. Tidak pernah sebelumnya Maryati berkata seperti itu. Apalagi mengungkit perihal nafkah. Meskipun gajinya kecil, Irwan selalu memberikan sebagian besar uang gaji itu untuk Maryati.

Irwan juga menabung sedikit demi sedikit. Bahkan jika ada yang menyuruhnya bekerja di waktu luar jam sekolah, dia tidak pernah menolaknya.

"Iya, Dik, iya. Maaf, aku nggak bisa mencukupi kebutuhan kamu seperti yang kamu inginkan, Mar. Aku mohon, kamu ingatlah sama Sasa. Seringlah berkomunikasi dengannya, ya. Ya, sudah, kamu istirahat, sudah malam. Jaga kesehatan kamu, Dik. Kami tunggu kamu. Kami sayang kam–"

"Hm, iya!"

Klik!

Maryati tidak ingin mendengar lagi ucapan memelas Irwan. Dia terdiam sembari memeluk bantal. Ada rasa sesal dan kesal. Kesal karena Irwan tidak bisa mencukupi kebutuhan yang dia inginkan. Sesal karena dia dipertemukan dengan laki-laki yang menurutnya pasif seperti Riza Irwandi sebagai jodohnya.

"Kenapa kita nggak dipertemukan lebih cepat sih, Mas?" protes Maryati sembari menatap foto Agung di galeri handphone.

Kini, galeri handphone Maryati telah banyak berisi foto-foto dirinya dengan Agung. Dia hanya menyisakan foto Marisa. Bahkan Maryati telah menghapus foto-foto Irwan di situ.

Maryati gelisah, dia menatap jam dinding yang sudah merangkak larut. Wanita itu mencoba mengetik pesan singkat pada Lina, temannya berkeluh kesah.

Pesan masuk dari Lina.

["Kalau menurutku sih, Ya, daripada kamu tersiksa terus, lebih baik minta kejelasan sama Agung. Kalau sudah nggak ada rasa sama suami juga ngapain kamu bertahan, nyiksa diri itu namanya. Kita kan perempuan bisa cari uang, Marya!"]

["Kalau Mas Agung sih, berkali-kali sudah bilang ngajak nikah, Lin. Tapi aku takut kalau Sasa akan benci aku, Lin,"] balas Maryati kembali galau.

["Ya, sudah. Sampai kapan kamu akan nyiksa diri. Kalau Agung bilang gitu, ya, mending sama Agung lah, dia di sini sudah empat tahun, Ya. Pasti sudah mapan. Kamu mau sampai kapan kerja terus? Soal Sasa, nanti kan bisa dibicarakan. Anak itu akan tetap nyari ibunya, kok. Buktinya anakku. Dulu nggak mau ikut aku. Giliran aku sudah banyak uang, dikit-dikit nelpon. Gitu deh, anak."]

Lina terus mengompori. Maryati mengangguk-angguk sendiri. Iya, benar. Dia sekarang bisa membeli apa yang dia mau, tidak seperti dulu. Jadi, untuk apa menyiksa diri?

* * *

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95PAR" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95PAR
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Orang Ke 3 (Tak Kuasa Menolak Takdir Cinta)
8.6
Almira Mayangsari berjuang membesarkan dua keponakan tanpa berharap menemukan pria yang tulus. Takdir mempertemukannya dengan miliarder Bastian Navarell yang menyelamatkannya dari bahaya. Meski saling jatuh cinta, Almira memilih lari saat tahu Bastian telah beristri karena tak ingin jadi orang ketiga. Bastian yang terobsesi tidak menyadari bahwa Almira sebenarnya masih perawan. Akankah kebenaran ini menyatukan mereka dalam jalinan cinta yang elegan dan penuh haru?
Sampul Novel Cinta & Selingkuh
8.9
Hati Stela hancur berkeping-keping saat menyaksikan pengkhianatan suaminya secara langsung. Melihat pria yang ia cintai memadu kasih dengan wanita lain membuat dunianya seketika runtuh. Meski terluka hebat, Stela memilih untuk tidak langsung pergi. Ia memutuskan bertahan demi sebuah misi balas dendam yang terencana. Stela bertekad membuat suaminya menyesali perbuatannya dan merasakan kepedihan mendalam yang selama ini ia tanggung sendirian.
Sampul Novel Hati Biru Affa
8.6
Air mata gadis 17 tahun itu pecah saat melihat sosok yang ia anggap kakak sendiri mengkhianati kepercayaannya. Rahasia hati yang ia titipkan justru dibalas dengan pengkhianatan menyakitkan; sang kakak terlihat pergi bersama pria pujaan hatinya. Meski sang kakak membantah, amarah sang remaja tak terbendung hingga nyaris melayangkan pukulan fisik. Di tengah keributan ini, seorang teman pria hanya bisa terpaku melihat persahabatan tulus mereka kini hancur karena cinta.
Sampul Novel KABUT CINTA DI KOTA HUJAN
8.9
Gayatri terpaksa menikahi Baskoro demi beban sang ibu, meski tahu suaminya masih mencintai mantan kekasihnya, Saras. Di tengah dinginnya Kota Hujan, pernikahan muda ini goyah saat Bima, atasan Baskoro, mulai mendekati Gayatri. Keadaan kian rumit dengan kembalinya Andika, mantan Gayatri, serta kepulangan Saras dari luar negeri. Di sela perjuangan kuliah dan badai pertengkaran, mampukah keduanya menjaga kesetiaan dan mempertahankan rumah tangga mereka?
Sampul Novel Kawin Kilat: Suami Misteriusku teryata Milyarder
8.7
Keputusan Grace Johnson melakukan kawin kilat setelah diselingkuhi menuai cemoohan. Dia dianggap bodoh karena meninggalkan calon pewaris Keluarga Hayes demi lelaki miskin. Namun, suami barunya ternyata konglomerat misterius sekaligus paman mantan tunangannya sendiri. Saat Grace merasa tertipu dan meminta cerai, sang suami berhasil meyakinkannya dengan alasan tak terduga. Kini, sang mantan justru terusir tanpa harta, sementara sang miliarder memilih menyembunyikan wajah tampannya di balik topeng.
Sampul Novel Ketika Istri Sudah Mati Rasa
7.9
Dunia Alexa hancur saat mengetahui pengkhianatan suami dan sahabatnya sendiri. Meski sempat terpuruk, ia bangkit untuk membalas rasa sakit hati tersebut dengan cara yang elegan. Namun, Sintya yang tak puas setelah merebut Ryan justru terus berusaha menghancurkan hidup Alexa, bahkan menyasar Anggia. Di tengah konflik ini, muncul Razka yang setia melindungi Alexa dari segala ancaman. Mampukah Alexa membuka hati kembali setelah dikhianati begitu dalam?