Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dokter Cantik Mantan Istriku (Penyesalanku)

Dokter Cantik Mantan Istriku (Penyesalanku)

Lima tahun berlalu sejak perceraian itu, takdir mempertemukanku kembali dengan Uma. Mantan istriku kini telah bertransformasi menjadi sosok dokter kandungan sukses sekaligus direktur rumah sakit swasta yang memukau. Melihat keberhasilannya dan kehadiran buah hati kami, rasa penyesalan mendalam mulai menghantui hari-hariku. Kini, aku terjebak dalam dilema batin, mempertanyakan apakah masih ada peluang untuk merajut kembali keutuhan keluarga kami.
Bab
Bagikan

Bab 3

Ah Uma, andai kamu tahu betapa ngenesnya hidupku setelah bercerai denganmu.

Lihat saja, pagi-pagi bukannya bangun menyiapkan sarapan untuk suami, Sandi malah asik molor.

"Dek, bangun! Sudah siang!" Ku guncang-guncang kaki Sandi, yang masih terlelap dalam mimpi.

"Dek, kamu belum solat subuh lho!" sekali lagi ku bangunkan Sandi.

Tapi Sandi tak bergerak sama sekali, tak memberi respon meski ku bangunkan berungkali, begitulah istriku ini, kalau sudah tidur seperti orang mati.

Tak pernah ada sarapan pagi, atau menyiapkan pakaian kerja untuk suaminya, aku ini beristri tapi rasanya seperti duda saja. Apa-apa melakukan sendiri.

Gontai ku langkahkan kaki ke dapur, terpaksa aku membuat telur dadar sendiri, nasi kemarin yang dimasak Bi Murni masih ada di magic com. Bosan tiap hari hanya sarapan roti, karena Sandi tak pernah mau masak.

"Sebelum menikah dulu, Kan aku sudah bilang Mas, aku mau jadi istrimu, melayani urusan ranjangmu, tapi urusan dapur dan sumur aku tidak mau tahu.

Bisa rusak riasanku kalau masuk dapur, badanku bau asap, tanganku kasar karena pegang cucian, ogah aku Mas!

Lagian sudah ada Bi Murni, biar dia yang mengerjakan semua, buat apa bayar mahal-mahal, kalau aku masih ikut mengerjakan juga.

Aku ini istrimu, Mas. Ratu dalam rumah tanggamu, bukan babu!" ketus Sandi, tiap aku protes karena dia tidak pernah mau masak.

Ucapanku yang singkat selalu dibalas dengan serangkaian pembelaan, yang menurutku nggak masuk akal.

Sebelum menikahi Sandi, dia memang sudah minta, untuk tidak berkutat dengan urusan dapur, dan aku menyetujui, karena sudah kadung jatuh cinta dengan, kecantikannya yang sempurna.

Tapi, masak hanya membuat sarapan untuk suaminya saja dia tidak mau? Di sini memang ada Bi Murni pembantu kami, tapi dia datang jam delapan pagi dan pulang jam empat sore.

Bahkan bekas makan malam kami pun, belum Sandi bereskan, nunggu Bi Murni katanya. Kupikir wanita secantik dia nggak tahan lihat rumah berantakan, dapur berserakan, nyatanya?

Aku jadi kembali teringat Uma, wanita berparas ayu yang pernah menjadi istriku selama enam tahun itu.

Sebelum azan subuh berkumandang, dia selalu membangunkanku. Usai mandi pakaian kerja sudah tersedia rapi, sebelum berangkat kerja, sarapan sudah tersedia.

"Sarapan dulu Mas, ada sup ayam kampung kesukaaanmu," ujar Uma seraya memamerkan senyum manisnya.

Setiap pagi, Uma selalu menyediakan sarapan untukku dan ibuku, yang kala itu masih hidup. Semua masakan yang Uma sediakan selalu memenuhi kriteria makanan sehat, dengan gizi seimbang, maklum dokter.

"Mmh..., baunya harum banget, kayaknya sedap ini." Aku menghirup uap yang mengepul dari mangkuk, aroma masakan Uma memang selalu menggugah selera.

"Dijamin enak pokoknya, kan masaknya pakai cinta Mas," ucapnya manja.

Aku ini orangnya kaku, tak pandai merangkai kata mesra. Rasanya canggung, dan aneh menurutku. Tapi Uma dengan entengnya mengucap kata-kata gombalan padaku, hingga membuat hari-hariku terasa lebih berwarna.

Uma...Uma...sejak bertemu denganmu hari itu, aku jadi ingat masa lalu kita, andai saja waktu bisa diputar kembali, aku ingin memperbaiki kesalahanku, memulai semua dari awal dan tidak akan mengabaikanmu lagi.

Kuambil handuk dan bergegas mandi, bukankah hidup harus tetap berjalan? Percuma menyesal, semua sudah terlanjur terjadi, meratap tidak akan membuat Uma kembali padaku.

Kulihat Sandi masih bergelung dengan selimut, dia tidak merasa terganggu sama sekali dengan aktifitasku di kamar ini. Entah bagaimana cara mertuaku dulu mendidik anak perempuannya ini.

Sampai aku berangkat kerja, Sandi belum bangun juga. Tak ada ritual cium tangan, apalagi cium pipi kanan kiri, seperti saat Uma menjadi istri.

Aku hanya bisa mengelus dada, memikirkan kelakuan Sandi. Kok ada perempuan model begitu? Tak habis pikir aku, ya beginilah akibatnya kalau milih istri hanya karena kecantikan lahiriahnya saja. Dalamnya Zonk!

Kadang terbit sesal, kenapa aku bisa menikahi wanita seperti dia? Selama setahun menikah dengan Sandi, aku merasa tidak bahagia. Sebagai istri tidak bisa melayaniku sepenuhnya, dia hanya bisa dandan, shoping dan jalan-jalan.

"Yakin, mau menikahi wanita seperti Sandi?" tanya Mbak Yeni, sepupuku sekaligus atasanku di kantor.

Perusahaan tempatku bekerja adalah, milik Om Rusdi, ayahnya Mbak Yeni. Sedangkan Sandi bekerja sebagai staf administrasi. jadi Mbak Yeni, juga kenal Sandi.

Kedua orang tuaku sudah meninggal, Mas Fatah kakakku, dia anggota TNI dan sedang tugas di daerah perbatasan. Dan Mbak Nunik kakak perempuanku, menikah dengan orang Sumatra, dan sekarang menetap di sana.

Kupikir hanya meminang saja, biarlah Mbak Yeni dan suaminya yang menjadi wakil keluargaku, saat menikah nanti baru kakak-kakakku harus hadir.

"Memang kenapa Mbak?" tanyaku penasaran.

"Kamu nggak lihat dandanannya?" jawab Mbak Yeni, balik nanya.

"Iya, dia modis pandai merias diri, bukankah itu modal untuk menyenangkan suami?" jawabku heran.

"Modal cantik paras saja nggak cukup Afnan, kamu sudah menyelidiki latar belakang keluarganya?" tanya Mbak Yeni lagi.

"Sudah, dia tinggal di kosan, orang tuanya cerai, dan masing-masing sudah berkeluarga."

"Kamu sudah bertemu kedua orang tuanya?"

"Baru bertemu ayahnya, memang kenapa sih, Mbak? Aku jadi bingung."

"Afnan, kamu sudah pernah gagal dua kali. Harusnya kamu hati-hati dalam memilih istri, kalau tidak ingin gagal untuk ketiga kalinya.

Saranku, selidiki dulu bagaimana calon istrimu sebenarnya, pergaulannya, gaya hidupnya, bahkan kalau perlu masa lalunya.

Dan satu lagi, apa kamu tidak merasa risih dengan penampilannya yang terlihat "berani" itu?"

"Soal penampilan, aku tidak mempermasalahkannya. Soal masa lalu, aku tidak perduli, aku juga punya masa lalu Mbak. Lagi pula aku sudah terlanjur janji pada Ayah Sandi, akan membawa keluargaku untuk meminangnya."

"Hhh..., terserah kamu Af. Orang jatuh cinta memang susah dinasehati. Yang menjalani kamu, semoga ini pernikahan terakhirmu," pungkas Mbak Yeni.

Dan sekarang aku baru sadar, ucapan Mbak Yeni benar, paras saja tidak cukup membahagiakan.

"Citt...!" Aku menginjak rem tiba-tiba.

Sialan! Gara-gara melamun aku sampai tidak melihat ada anak kecil menyebrang jalan, buru-buru aku menepikan mobilku, dan menghampiri bocah lelaki yang terduduk di aspal itu.

"Adek nggak apa-apa?" tanyaku panik.

"Nggak pa-pa Om, tapi celana bagian lututku sobek," ucap bocah itu, dia meringis menahan sakit, sambil menunduk mengelus lututnya yang sedikit lecet.

"Ayo ikut Om ke mobil! Biar lukanya Om obati."

"Nggak usah Om, bundaku dokter, nanti biar Bunda aja yang obatin."

"Deg!" tiba-tiba aku merasa berdebar, ketika anak itu menyebut, kalau bundanya adalah seorang dokter.

Aku menatap wajah bocah itu, aku merasa tidak asing dengan wajahnya. Dia mirip dengan..., apa mungkin?.

Lalu pandanganku beralih ke papan nama di dada bajunya "Muhammad Alfarizi Baadillah," Nama itu....

Bersambung....

Penyesalan memang selalu belakangan, Om. Kalau di depan, namanya pendaftaran.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Pertamaku, Suami Orang
8.9
Nisa terjebak dalam skandal asmara dengan Dani, suami Rika. Meski berlatar belakang pendidikan pesantren, Nisa gagal menjaga prinsipnya karena rayuan maut Dani yang meruntuhkan pertahanannya. Rika dengan tegas meminta Nisa menjauh, namun Nisa merasa Dani harus bertanggung jawab atas perasaan yang telah tumbuh. Kini, Nisa bimbang antara mengakhiri hubungan terlarang itu atau justru terus menyakiti sesama wanita demi mengejar cinta pertamanya yang salah.
Sampul Novel GAIRAH TERLARANG KAKAK IPAR
8.4
Renata Adinda terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan Adi Sanjaya. Meski berstatus suami istri, Adi bersikap dingin dan mengabaikan kewajibannya, bahkan enggan berbagi ranjang. Di tengah kesepian itu, Ryota Anggara hadir. Kakak kandung Adi tersebut menyadari keretakan rumah tangga adiknya dan mulai mendekati Renata. Ketertarikan Rio memicu hubungan terlarang yang penuh gairah di antara mereka. Akankah cinta rahasia ini bertahan atau berakhir kehancuran?
Sampul Novel I Love You
8.7
Selama dua dekade, seorang CEO muda yang rupawan menghabiskan hidupnya demi mencari sosok cinta sejati yang ia idamkan. Penantian panjang tersebut akhirnya menemui titik terang saat takdir mempertemukannya dengan orang yang dicari melalui sebuah peristiwa yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Di tengah kemewahan dunianya, ia harus menghadapi momen tak terduga yang akan mengubah seluruh perjalanan asmara serta masa depan hidupnya.
Sampul Novel Membalas Para Pengkhianat
8.4
Aira Maheswari, putri pengusaha kaya yang tulus, menyerahkan takhta perusahaan kepada suaminya, Andra, sebagai bukti cinta. Namun, setelah berkuasa, Andra justru berselingkuh dengan sekretarisnya, Tiara. Ironisnya, ibu mertua Aira mendukung pengkhianatan ini demi menyingkirkannya. Enggan terus ditindas, Aira bangkit untuk melawan balik. Ia bertekad merebut kembali harta warisannya sekaligus menghancurkan rencana busuk orang-orang yang telah mengkhianatinya.
Sampul Novel Proposal Cinta Sang Miliarder
7.9
Farhan, miliarder muda yang religius, terpikat oleh kesederhanaan Aisyah, seorang aktivis dakwah yang ia temui setiap Jumat. Mengetahui Aisyah lebih mengutamakan iman dibanding harta, Farhan pun memilih untuk menyembunyikan identitas aslinya demi memenangkan hati sang wanita secara Islami. Namun, perjuangannya tidaklah mudah karena ia harus menghadapi standar tinggi dari keluarga Aisyah. Akankah cinta mereka tetap kokoh di tengah rahasia dan tantangan besar yang ada?
Sampul Novel SCANDAL WITH PRIVATE DOCTOR
8.3
Eliza terjebak dalam pernikahan toksik dengan Karan, pria yang hanya memanfaatkannya demi pemuasan nafsu. Malam pertama yang seharusnya indah berubah menjadi trauma mendalam hingga mengganggu kesehatan mentalnya. Keadaan kian memburuk saat Karan berselingkuh dengan banyak wanita lain. Di tengah penderitaan itu, Eliza bertemu Sean, dokter tampan sekaligus teman baiknya. Kehadiran Sean tidak hanya memulihkan luka batinnya, tapi juga menjadi sosok sandaran hati yang baru.