
Dipaksa Melayani CEO-Cinta Satu Malam
Bab 2
Ting.
Sefia masuk ke dalam lift dengan tatapan kosong. Lelehan eyeliner membuat wajahnya menjadi jelek.
"Kamu baik-baik saja?" tanya seorang pria di dalam lift.
Bab 2
Sefia tidak sadar ada orang di dalam lift sehingga dia terperanjat. Sefia menatap pria itu sekilas. Seorang pria ganteng, melebih Wisnu dengan tinggi 180cm. Sefia segera mengalihkan pandangannya ke arah lain karena saat ini, ia merasa jijik melihat pria ganteng.
"Kaget!" pekik Sefia sambil mengelus dada dan merasa kesal.
"Eh, maaf. Aku cuma nanya."
"Tidak apa-apa. Aku juga sedang melamun sehingga tidak menyadari keberadaanmu," jawab Sefia dengan lirih.
"Kamu baik-baik saja?" ulang pria tersebut.
Sefia menarik napas dalam-dalam, menahan amarah dalam dirinya. Dia merasa butuh melampiaskan amarahnya.
"Tidak! Aku tidak baik-baik saja!" Sefia menatap pria di hadapannya dengan galak.
"Tunanganku baru saja menyebutku pelacur. Sekarang aku ingin mencari seseorang yang mau membayarku mahal agar aku benar-benar menjadi pelacur baginya. Kamu mau bayar mahal? Sepertinya kamu banyak uang!" Sefia mengedarkan pandangan menatap pria itu dengan tatapan menggoda.
Sambil tertawa, Sefia membuka blazer yang dipakai dan menunjukkan bongkahan dada yang dimilikinya di balik blus ketat selaras dengan rok padat.
"Lihat, aku punya dada yang montok. Aku minta dua ribu, tunai!" seloroh Sefia lalu menutup kembali blazernya sambil tertawa. Kemudian memalingkan wajah menatap ke arah layar kecil berisi angka lift.
"Eh, kelewatan, aku tidak menekan tombol tingkat 32 tadi!"
Pria itu menelan salivanya dengan kasar lalu berkata, "Baik! Aku akan membayarmu!"
"Eh ..."
Sefia melongo. Belum sempat Sefia mencerna perkataan pria asing itu, lift sudah berhenti di lantai paling tinggi gedung bertingkat tersebut. Lift eksklusif berhenti langsung di apartemen pria asing itu.
"Eh! Lepaskan!" teriak Sefia dengan panik. Tubuh mungilnya sudah diangkat masuk ke dalam apartemen termewah di gedung tersebut.
"Lepaskan! Aku cuma bercanda!"
"Aowh!" teriak Sefia dengan mata membulat tajam. Tubuhnya dihempaskan dengan kasar ke ranjang.
Pria berwajah Asian dan mirip artis korea itu membuka kancing kemejanya sendiri dengan sebelah tangan. Tangannya satu lagi menarik kaki Sefia yang ingin melarikan diri.
"Eh, ampun! Aku cuma bercanda! Tidak serius!" teriak Sefia sambil menghentakkan kakinya, berusaha terlepas dari kukungan pria yang tidak dikenalnya sama sekali.
"Hmmmpt, hmmmpt." Sefia berusaha menghindar dari ciuman paksa yang dilayangkan. Pria itu menekan tengkuk leher Sefia yang menciumnya dengan liar.
Karena gerakan kaki Sefia yang menendang sembarangan. Pria itu menggunakan kaos yang dipakai Sefia. Kedua tangan Sefia dinaikkan di atas kepala lalu diikat pada tiang ranjang yang terdiri dari besi-besi mewah bercat warna emas.
"To-tolong!" teriak Sefia dengan panik karena melihat bagian bawahnya sudah dilucuti dengan sempurna. Demikian juga celana dari pria asing itu.
"Jangan, kumohon! Aku bukan pelacur! Aku hanya seorang tunangan yang diselingkuhi!" teriak Sefia dengan ketakutan dan meliukkan tubuhnya dengan liar.
"Tolong! Jangan. Aku hanya bercanda!"
Teriakannya hanya membuat pria itu tersenyum sinis dan kembali memainkan lidahnya di seluruh tubuh milik Sefia.
Sefia merasakan getaran yang aneh dalam dirinya karena rangsangan liar yang diberikan, geli dan juga menyakitkan tetapi ia harus menjaga kewarasan.
Kesialan akan berlipat ganda bila ia diperk*sa oleh pria asing ini! Sefia kembali memberontak dengan meliukkan pinggulnya, berusaha melepas ikatan pada tangannya dengan menghentakkan tangan berulangkali.
Anda Mungkin Juga Suka





