Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dilema

Dilema

Insiden kecelakaan yang menimpa Doni Damara mengungkap rahasia besar yang memicu konflik batin mendalam. Kini ia terjebak dalam pilihan sulit antara tetap bersama Rina, penolongnya, dan Romeo yang sudah menganggapnya ayah, atau kembali pada masa lalunya. Di sisi lain, ada Ibu Marmi, Aida sang istri setia, serta Ajeng yang merindukannya. Akankah Doni meninggalkan keluarga barunya demi mereka? Bagaimana reaksi Rina saat mengetahui kebenaran tentang identitas Doni?
Bab
Bagikan

Bab 2

"pak Karyo, kita gak jadi ke Mall, kita ke Rumah Sakit Sehat Bersama ya." Ujar Oma ketika selesai berbincang dengan Mama.

Diserahkan kembali gawai yang dipakainya tadi setelah dimatikan sambungan telpon dengan Rina Asmara, anaknya.

"Kenapa kita ke rumah sakit, Oma? Siapa yang sakit? Mama sakit?" Romi serta merta memberondong Omanya dengan rentetan pertanyaan yang membuat Oma kebingungan untuk menjawabnya.

"Lha ... Rumah sakit Sehat Bersamakan sudah lewat, Pak? Ujar Romi sambil menunjuk ke arah luar.

Meskipun pikirannya tak tenang karena tidak mendapat jawaban dari Oma nya atas pertanyaannya. Namun dia masih ingat jalan menuju Rumah Sakit Sehat Bersama.

"Baik, Nyonya. Iya, Den. Nanti di depan kita putar balik karena arah rumah sakit Sehat Bersama ada di pertigaan jalan yang sudah kita lewati tadi, lalu belok ke kiri." Pak Karyo menjawab perintah Nyonya besar dan pertanyaan Romi sekaligus.

Pak Karyo melambatkan laju mobil yang dikendarainya ketika dari jarak 75 meter dia melihat ada rambu lalu lintas bergambar huruf U terbalik yang menandakan bahwa pengendara boleh melakukan putar balik arah disana.

Tak sampai 5 menit mereka sampai di pelataran parkir rumah sakit Sehat Bersama. Gedung putih yang menjulang dengan aksen hijau daun pada setiap kusen jendelanya dan hamparan bunga warna warni di sepanjang pinggiran tembok pembatas merupakan ciri khas rumah sakit swasta paling terkenal di kota ini.

Selain itu para tenaga medisnya yang sigap dan ramah tidak hanya pada para pasien tapi juga pada keluarga pasien merupakan poin positif dari rumah sakit ini, sehingga rumah sakit ini selama lima tahun berturut turut mendapat predikat Rumah Sakit Terbaik.

Begitu mobil yang mereka tumpangi mendekati ruang UGD, Oma Netry memberi perintah yang tak dapat ditolak.

"Romi ikut Pak Karyo, yaa!"

"Tapi Oma?

"Ssst ... Dengarkan Oma! Romi cari makan dulu sama Pak Karyo. Beli 4 bungkus, untuk kita dan Mama. Setelah dapat nanti Romi telpon Mama atau Oma, agar kami bisa kasih info posisi kami." Titah Oma, fix tak bisa diganggu gugat.

Mobil kembali meluncur keluar area rumah sakit Sehat Bersama, sementara Oma Netry berjalan menuju koridor sambil mengeluarkan telepon genggamnya dari tas tenteng yang ada di lengan kirinya.

"Assalamu'alaikum! Rina, kamu dimana?"

"Masih di ICU, Mah."

"Baik, Mamah kesana." Oma Netry gegas berjalan menuju meja resepsionis. Terlihat ada 2 orang perawat yang sedang bertugas jaga di sana.

"Permisi, Sus. Ruang ICU dimana, ya?" Tanya Oma Netry pada ke dua perawat jaga yang terlihat dari name tag nya bernama Dewi dan Arum.

"Ruang ICU ada di bangunan sayap kiri, Bu. Ibu lurus saja setelah sampai di ruang fisioterapi belok kiri. Ruang ICU ada di sebelah kanan Apotek." Jelas suster Dewi tersenyum dengan lesung pipit menghiasi kedua pipinya sehingga menambah manis parasnya.

"Terima kasih, Sus." Oma Netry gegas berjalan mengikuti arah yang ditunjukkan Suster Dewi.

"Iya, Bu. Sama sama." Balas suster Dewi dan Arum hampir bersamaan.

Setibanya di ruangan yang dituju, Oma Netry bingung, tak tahu harus berbuat apa, karena keadaan di luar kamar terasa sangat lengang tak terlihat ada orang yang sedang menunggu pasien, begitu juga tak terlihat Rina anaknya baik di luar maupun di dalam ruangan tersebut.

Gegas dikeluarkannya kembali telepon pintar dari tas tentengnya untuk segera menghubungi Rina, namun lagi lagi tak ada respon darinya.

Hingga akhirnya Oma Netry memutuskan untuk duduk menunggu di kursi yang disediakan bagi pengunjung yang ingin bergantian mengunjungi pasien.

Oma Netry duduk sambil mengetik dan mengirim chat ke nomer WA Rina.

[Mamah sudah sampai di depan ruang ICU]

[Tapi kamu kok gak ada?]

[Kamu dimana?]

Chat yang dikirim Oma Netry ceklist dua namun masih abu abu, pertanda Rina belum membacanya.

"Mamah!" Seru sebuah suara serta merta memeluk tubuh Oma Netry yang sedang duduk di depan ruangan yang dimaksud Rina anaknya.

Meskipun Rina adalah anak menantunya namun Oma Netry sangat menyayanginya dan sudah menganggap sebagai anaknya sendiri, terlebih saat anak semata wayangnya pergi meninggalkan dunia ini bersama suami tercintanya.

Sejak saat itu Oma Netry tinggal bersama Rina, anak menantu rasa anak kandung dan cucu kandung kesayangannya, Romeo Putra Damara.

"Rina! Kamu dari mana saja? Mamah khawatir, Nak! Gimana ceritanya? Itu siapa?" Oma Netry melontarkan pertanyaan pertanyaan yang sedari tadi memenuhi pikirannya tanpa jeda.

"Rina dari musholah, Mah. Rina gak tahu, Rina bingung, Mah." Rina medudukan dirinya disebelah Mamah Netry.

"Rina bingung mo mulai cerita dari mana, Mah. Rina takut, Mah. Rina enggak mau masuk penjara. Mamah harus bantu Rina, Mah." Suara Rina terdengar parau akibat terlalu banyak menangis.

"Coba cerita sama Mamah, gimana kronologi kejadiannya?" Tanya Oma Netry penuh kesabaran.

Diusapnya punggung anaknya memberi dukungan sebagai penguat bahwa ada Mamah yang akan selalu siap membantu Rina menghadapi masalah ini.

Rina masih bergeming, sementara Oma Netry tetap sabar memberi kesempatan pada anak semata wayangnya mengumpulkan keberanian untuk menceritakan kejadian naas yang telah menimpanya.

"Tak ada masalah yang tak dapat diselesaikan, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Masalahnya sekarang apakah kamu sudah siap untuk menceritakannya pada Mamah atau belum?" Ucap Oma Netry bijak.

"Semakin lama kamu memendam masalah itu maka akan semakin lama pula jalan keluar yang akan dicapai." Lanjutnya.

"Coba kamu tarik nafas melalui hidung kemudian hembuskan pelan pelan melalui mulut." Ucap Oma yang langsung dituruti oleh Rina.

"Ulangi terus beberapa kali, sampai terasa plong di dada." Perintah Oma Netry.

Terlihat Rina melakukan saran dari oma Netry. Dia menarik napas melalui hidung lalu mengeluarkan secara perlahan melalui mulut. Terus hal itu dilakukan berulang ulang sebagaimana saran mamahnya.

"Kalau sudah plong, ceritalah! Mamah tunggu tapi jangan terlalu lama, keburu Romi datang. Apakah kamu mau Romi tahu? Kamu ingin Romi ikut mendengar masalah ini?"

Spontan Rina menggeleng gelengkan kepalanya, begitu disinggung nama Romi, anaknya. Seolah baru tersadar bahwa dia tidak melihat keberadaan Romi diantara mereka dari tadi.

"Memang Romi sedang ada dimana, Mah?" Tanyanya begitu tak dilihat Romi ada diantara mereka.

"Romi sengaja Mamah suruh pergi sama Pak Karyo beli nasi untuk makan siang kita. Oleh sebab itu mumpung dia gak ada ayo cerita lah." Desak Oma Netry kemudian.

"Ii ... Iya, Mah. Bismillah." Rina masih mencoba meredakan gemuruh di dadanya saat mengingat kejadian yang belum lama ini terjadi pada dirinya.

Dia tak henti hentinya merutuki keteledorannya sehingga mengakibatkan kecelakaan pada seseorang yang kini sedang berjuang antara hidup dan mati di ruang ICU yang ada di depannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asa di Ujung Sajadah#bukuke-2
9.2
Dalam buku kedua trilogi Women Power Series, Jihan Khairiyah menghadapi kehancuran rumah tangga di tengah kehamilan tua. Reuni membawa petaka saat suaminya, Tommy Wiranata, terjerat CLBK dengan Diana, tetangga yang dianggap saudara sendiri. Meski Tommy berdalih hanya khilaf, Jihan menyadari pengkhianatan emosional tetaplah perselingkuhan. Kini Jihan harus memilih antara bertahan demi nafkah atau pergi demi harga diri dari lingkaran dusta yang menyakitkan.
Sampul Novel Bertukar Peran Dipelaminan
8.1
Eveline terjebak dalam nasib kelam karena kemiripan wajah dengan kakaknya, Mariana. Di hari pernikahan, ia dipaksa menggantikan Mariana yang hamil akibat hubungan gelap demi menjaga nama baik keluarga. Eveline setuju menyamar hanya satu malam dengan rencana memberi obat tidur kepada Viktor, sang mempelai pria. Namun, janji Mariana untuk bertukar posisi kembali esok hari justru memicu komplikasi besar yang membongkar rahasia kelam keluarga mereka.
Sampul Novel Boy and Secret
9.2
Kenzo dan Alesha terjebak dalam pernikahan paksa akibat tuntutan orang tua. Hubungan tanpa cinta ini menjadi semakin rumit karena mereka harus menyembunyikan status tersebut dari publik. Situasi kian pelik saat Alesha hamil, memicu ketakutan luar biasa dalam dirinya. Meski penuh tekanan dan lika-liku, keduanya berupaya membangun komitmen di tengah badai emosi. Inilah perjalanan sulit mereka dalam menghadapi rahasia besar serta tanggung jawab yang tak terduga.
Sampul Novel Gairah panas my Daddy
8.6
Aldo Bimantara merupakan pria matang dari keluarga terpandang yang tetap terlihat awet muda meski sudah memasuki usia pernikahan. Sebagai sosok sukses, ia mengelola dua cabang restoran besar yang berlokasi di Medan dan Semarang. Di balik statusnya sebagai putra konglomerat, Aldo berjuang menyeimbangkan tuntutan hidup dengan kariernya yang gemilang. Kisah ini mengikuti perjalanan hidup sang pengusaha kaya dalam menghadapi dinamika romansa modern.
Sampul Novel Hancur Karena Cinta yang Berkhianat
9.5
Tiga tahun menikah, Aluna siap membangun keluarga saat kariernya di puncak. Namun, kejutan kehamilan yang ia bawa justru berujung pilu. Di kantor, ia mendapati Raka bersama wanita lain dan seorang anak kecil. Tanpa rasa bersalah, Raka justru meminta cerai dengan dingin. Aluna hancur melihat suaminya lebih memilih anak orang lain. Akankah Raka menyesal saat menyadari bahwa ia telah membuang darah dagingnya sendiri demi mereka yang tak sedarah?
Sampul Novel Harga Seorang Ratu Mafia
9.5
Pernikahan politikku dengan Marco Ricci seharusnya menyatukan dua klan besar Jakarta, namun pengkhianatannya menghancurkan segalanya. Di sebuah klub, aku menyaksikan Marco memeluk Angelia, gadis yatim yang dianggap adik, dengan penuh gairah. Sadar hanya menjadi alat kekuasaan sementara hati Marco milik wanita lain, aku memilih melawan. Aku membatalkan pertunangan kami dan memutuskan menikahi Dante Wiryawan, rival terberat keluarga kami, demi aliansi baru yang tak terduga.