Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin

Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin

Pernikahan lima tahun Kyna dan Aldrian hancur saat cinta pertama Aldrian kembali. Menyadari suaminya tak pernah mencintainya, Kyna memilih diam. Alih-alih marah saat Aldrian terus mengutamakan wanita lain, Kyna diam-diam mempersiapkan studinya ke luar negeri. Begitu visanya terbit, ia menyodorkan surat cerai dan pergi ke Yuropiah tanpa memedulikan keraguan Aldrian. Namun, saat video Kyna menari dengan anggun di luar negeri menjadi viral, Aldrian yang menyesal bersumpah untuk memburunya kembali.
Bab
Bagikan

Bab 3

Namun, pertunjukan yang berlebihan itu justru membuat semua orang di dalam ruang privat tertawa makin keras. Anara yang duduk di sebelah Aldrian tertawa terbahak-bahak hingga bersandar di bahu Aldrian.

Sementara itu, Aldrian tetap diam membisu ....

William berbalik sambil tersenyum. "Aldri, benar begi ...."

Sebelum sempat menyelesaikan pertanyaannya, William melihat Kyna berdiri di ambang pintu dan senyumnya membeku. "Kak ... Kak Kyna ...."

Semua orang menoleh ke arah pintu dan tercengang.

Anara mengangkat kepalanya dari bahu Aldrian, lalu tersenyum dan berkata, "Oh, ini istri Aldri yang legendaris itu? Halo! Masuklah, aku teman baik Aldri."

Kyna menatap semua orang di ruang privat itu dengan hati yang terasa dingin.

Aldrian akhirnya berdiri dan berjalan ke arahnya. "Kyna, kok kamu ada di sini? Mereka cuma bercanda, jangan dimasukkan ke hati."

Kyna menatap Aldrian dan merasa pria itu benar-benar asing, bahkan lebih asing dari sebelumnya. Jadi, ketika orang lain mengejek istrinya, dia ternyata berpihak pada mereka?

"Benar, Kak Kyna .... Maaf, aku cuma bercanda. Jangan marah, ya." William meminta maaf sambil meletakkan gelasnya.

"Kyna." Aldrian berjalan ke hadapan Kyna, lalu berniat merangkulnya.

Namun, Kyna tiba-tiba teringat Anara yang tertawa dan bersandar di bahu Aldrian, juga teringat bagaimana dia memuaskan diri dengan tangannya di kamar mandi dan menyerukan nama "Nara" ketika mencapai klimaks.

Dalam seketika, Kyna langsung merasa tangan Aldrian benar-benar kotor dan segera menghindar.

"Kyna." Aldrian menatap tangannya yang kosong dengan terkejut, lalu menghela napas. "Aku gantikan mereka minta maaf. Jangan marah, ya? Aku akan belikan kamu hadiah setelah pulang nanti. Beli saja apa pun yang kamu mau."

Anara memelototi William dengan ekspresi jenaka dan berseru, "Kenapa kamu masih nggak minta maaf setelah buat istrinya Aldrian marah? Kamu kira semua orang seperti aku yang begitu cuek, ceroboh, nggak peka, dan bisa diajak bercanda seenaknya?"

Kyna mencibir dalam hati. Ucapan Anara benar-benar munafik. Namun, sangat jelas bahwa sekelompok pria ini tidak mengerti. Mereka justru sangat senang mendengarnya.

William pun protes setelah dipelototi, "Aku sudah minta maaf! Aku juga nggak tahu Kak Kyna akan tiba-tiba datang. Aku benar-benar cuma bercanda."

"Sebuah candaan baru bisa dianggap sebagai candaan kalau orang yang diolok-olok menganggapnya lucu," ujar Kyna dengan tangan gemetar. Dia nyaris telah mengerahkan seluruh keberaniannya.

Kyna memang pincang dan tidak cukup baik untuk Aldrian. Kesadaran ini telah menghantuinya seperti kutukan selama lima tahun terakhir. Bahkan tatapan penuh tanda tanya atau mengejek orang lain juga bisa menyakitinya. Setelahnya, dia akan bersembunyi dan diam-diam menyembuhkan lukanya untuk waktu yang sangat lama.

Setelah mendengarnya, William bergumam. "Tapi aku sudah minta maaf!"

"Aku ... aku nggak terima ...." Kyna gemetar makin hebat. Ini pertama kalinya dia menghadapi ejekan orang secara langsung.

"Lalu, apa maumu?" tanya William dengan tampang cemberut.

Kyna juga tidak tahu apa yang diinginkannya. Dia hanya menggelengkan untuk menunjukkan penolakannya. Dia tidak dapat menerima ejekan teman-teman suaminya, juga tidak terima suaminya yang berpihak pada teman-temannya.

"Sudahlah, jangan ngomong lagi." Aldrian berdiri di antara Kyna dan William.

Aldrian adalah pemimpin kelompok ini. Setelah lulus kuliah, dengan mengandalkan kemampuan bisnis dan keterampilan eksekusinya yang luar biasa, dia memimpin kelompok ini untuk membangun perusahaan yang berkembang sesukses sekarang. Oleh karena itu, selama dia buka suara, tak seorang pun berani membantah.

"Kyna." Tatapan Aldrian terlihat setenang biasa dan sangat kontras dengan matanya yang berbinar di video Anara.

"Mereka semua temanku sejak kecil. Mereka nggak bermaksud jahat, cuma bercanda. Demi aku, maafkanlah mereka. Mau aku suruh sopir antar kamu pulang dulu?"

"Kak Kyna ...." Anara memasang tampang cemberut dan berdiri di samping Aldrian. "Kalau kamu benar-benar marah, marahlah padaku. Jangan abaikan Aldri. Mereka adakan pertemuan hari ini untuk menyambut kepulanganku .... Aldri, gimana kalau kamu ajak istrimu makan bareng kita? Aku akan bersulang dengannya sebagai bentuk permintaan maaf."

Heh, wanita ini benar-benar munafik.

"Maaf." Kyna menatap Aldrian. Anara berani berbicara begitu karena memiliki dukungan Aldrian! Dia menahan kepahitan di hatinya dan melanjutkan, "Aku nggak minum alkohol, apalagi alkohol yang baunya asam."

Anara langsung memasang tampang hampir menangis. Dia menatap Aldrian dan berujar, "Aldri, dia lagi memakiku? Aku ...."

Kemudian, dia bersikap seolah-olah sedang berusaha menahan air mata dan menambahkan, "Nggak apa-apa. Kak Kyna cuma salah paham sama aku. Nggak masalah juga meski dia memakiku. Jangan salahkan dia ...."

Ekspresi Aldrian berubah serius. "Kyna, Nara juga bermaksud baik. Kenapa kamu begitu kasar?"

Bermaksud baik? Hanya orang bodoh yang akan merasa Anara berniat baik. Apakah Aldrian bodoh? Tidak, dia tidak bodoh. Dia hanya memilih untuk menutup sebelah mata ketika disuruh memilih antara yang benar dan salah. Terhadap siapa hati itu berdetak, pihak itu pula yang benar.

Kyna menatap dua orang di depannya dan beberapa orang di belakang mereka. Dia merasa seolah-olah ada jurang yang tak terlewati di antara mereka.

Mereka semua berada di pihak yang sama dan merupakan kelompok yang berhubungan erat, sedangkan Kyna hanyalah orang luar yang telah menyusup ke dunia mereka. Tidak, dia sebenarnya tidak pernah benar-benar memasuki dunia mereka. Dia hanya selalu berada di pinggiran dan merupakan orang yang tidak disambut.

Kyna berusaha menahan air matanya, lalu berdecak pelan dan berbalik untuk pergi. Di belakangnya, terdengar suara Anara berkata, "Aldri, Kak Kyna ...."

"Nggak apa-apa. Dia sangat pengertian. Aku akan menghiburnya setelah pulang nanti. Ayo, kita lanjutkan acaranya. Nggak usah pedulikan dia."

Aldrian diam-diam melirik sosok Kyna yang menjauh, lalu mengirim pesan kepada sopir dan memintanya untuk mengantar Kyna pulang.

Kyna ingin berjalan dengan lebih tenang dan mantap, tetapi tidak bisa. Makin marah dia, makin goyah pula langkahnya. Saat ini, bukankah tampangnya yang menyedihkan dan panik ini sama persis seperti yang ditirukan William? Mereka pasti akan lanjut menertawakannya setelah dia pergi, 'kan?

Kyna menyeka air matanya dengan kasar, lalu berjalan makin cepat dan tertatih-tatih ....

Saat sopir Aldrian mengejarnya, sosok Kyna sudah lenyap. Dia pun kembali dan memberi tahu Aldrian.

Aldrian sedikit mengernyit, lalu menelepon Kyna. Akan tetapi, Kyna bukan saja tidak menjawab, bahkan menolak panggilannya. Dia mencoba menelepon lagi, tetapi ponsel Kyna telah dinonaktifkan.

William yang pada dasarnya sudah agak kesal pun berkomentar, "Aldri, kamu terlalu manjakan Kak Kyna, makanya tabiatnya jadi begitu buruk. Dengan status dan penampilanmu sekarang, siapa pun yang menikah sama kamu pasti akan perlakukan kamu dengan baik. Tapi, dia malah berani marah sama kamu. Kamu benar-benar sabar."

Aldrian tetap diam.

Yang lain menimpali, "Yang dikatakan William benar. Kamu sudah berkorban begitu banyak untuknya dan keluarga kalian. Kamu bekerja keras di luar, tapi dia nggak paham atau perhatian ke kamu. Cuma karena masalah sepele seperti ini, dia langsung ngambek sama kamu. Apa itu sepadan?"

"Makanya! Dia seharusnya merasa bersyukur karena kamu menikahinya. Kalau nggak, siapa yang mungkin terima orang pincang sepertinya? Kalau bukan kamu, dia cuma bisa nikah sama orang cacat."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benih Sang Pewaris
9.3
Kehidupan Isabella, seorang pelayan hotel, hancur seketika saat ia menjadi korban pelecehan oleh pria asing misterius. Meski ditawari kompensasi berlimpah, ia dengan tegas menolak segala bentuk imbalan tersebut. Namun, nasib berkata lain saat ia menyadari dirinya tengah mengandung benih dari sang pewaris kaya itu. Kini, Isabella harus berjuang melewati masa-masa sulit demi mencari kebahagiaan di tengah luka batin dan beban rahasia besar yang ia pikul.
Sampul Novel Dari Cinta ke Benci: Kejatuhannya
8.8
Lima tahun menikah, identitas asliku terungkap sebagai pengganti Clara, kekasih Baskara. Setelah melahirkan pewaris Adhitama, aku justru disiksa dan dikurung. Puncaknya, Baskara membiarkan putra kami, Banyu, tewas demi menyelamatkan Clara yang bersandiwara. Kini, duka itu berubah jadi dendam dingin. Baskara tak sadar telah menandatangani surat kuasa fatal di balik dokumen arsitekturku. Keangkuhannya akan kuhancurkan lewat hak yang dia remehkan.
Sampul Novel Demi Anak, Kuterima Hinaan Mertua
8.7
Keira terpuruk setelah perusahaannya nyaris bangkrut dan tunangannya berkhianat demi wanita kaya. Di tengah keputusasaan, ia melarikan diri ke kelab malam hingga mabuk berat. Takdir buruk membawanya terbangun di ranjang yang sama dengan Aksel Sanjaya, CEO dingin di kantornya sendiri. Kini, Keira dan Aksel terjebak dalam konsekuensi rumit akibat satu malam tragis tersebut. Bagaimana mereka menghadapi perubahan hidup yang tidak terduga ini?
Sampul Novel Godaan Cinta Sejati
8.6
Yulia terpaksa menikah ke keluarga Jayendra hanya untuk mendapati Billy, suaminya, dalam kondisi koma. Keajaiban terjadi saat Billy terbangun pasca pernikahan, namun ia justru bersikap dingin dan berniat menceraikan Yulia karena tak mengenalnya. Saat Yulia hamil dan berencana pergi diam-diam, Billy yang semula membencinya justru berubah posesif. Ia menolak perceraian dan mendekap Yulia erat, menegaskan bahwa wanita itu adalah miliknya selamanya.
Sampul Novel Identitas Ganda Suamiku
9.1
Nadine terburu-buru menikah dengan pengusaha yang dikabarkan bangkrut. Ia siap menjadi tulang punggung keluarga, namun keajaiban mulai terjadi. Nadine memenangkan Porsche dan vila mewah secara tak terduga. Segala masalahnya tuntas berkat bantuan sang suami yang misterius. Semula ia tak curiga, hingga orang-orang memujinya karena bersuamikan pria kaya raya. Nadine akhirnya menyadari bahwa suaminya bukan orang biasa, melainkan seorang konglomerat ternama.
Sampul Novel Lelaki Asing Yang Menodaiku
9.1
Alana melarikan diri dari rencana pernikahan karena merasa ternoda oleh pria misterius yang tidak ia kenali. Tragedi masa lalu sebagai TKW itu meninggalkan trauma mendalam hingga ia menutup diri. Sementara itu, Lars adalah CEO sukses yang merasa hidupnya hampa setelah kehilangan sebagian ingatan akibat kecelakaan. Saat takdir mempertemukan mereka, Lars merasa terobsesi pada Alana. Rasa rindu dan perih yang muncul mulai mengusik rahasia masa lalu mereka yang kelam.