Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel DILEMA Antara Nyaman dan Cinta

DILEMA Antara Nyaman dan Cinta

Tekanan ekonomi yang menghimpit meruntuhkan keutuhan rumah tangga yang telah dibina bertahun-tahun. Segalanya kian hancur saat sang istri mencari simpati pria lain melalui curahan hati di media sosial. Terjebak rayuan pria beristri, ia tak menyadari bahwa obsesi fisik sering kali berujung pada pengkhianatan. Di tengah konflik batin antara kenyamanan semu dan kesetiaan, hukum tabur tuai pun mulai bekerja nyata bagi mereka yang bermain api dalam pernikahan.
Bab
Bagikan

Bab 3

BAB 3

" Awal keretakan hubungan "

Pernikahan yang sudah berjalan 9 tahun dan dikaruniai dua orang anak laki-laki, aku dan Nana hanya keluarga kecil yang sederhana. Kami dengan keegoisan yang sama-sama memuncak hingga akhirnya ada kerenggangan dalam rumah tangga.

Di satu sisi, aku menginginkan tinggal di rumah orangtuaku yang hanya ditinggali ayah dan ibu, dan di sisi lain, Nana selalu ingin agar kita tinggal di rumah orangtuanya. Karena Nana wanita yang sangat dimanjakan oleh kedua orangtuanya, jadi mungkin setidaknya ada yang membantu mengurus anak-anak atau hal lainnya.

Pagi itu, aku seperti biasa melakukan aktivitas pekerjaan sebagai seorang kurir ekspedisi sampai menjelang sore hari. Setelah sore, aku melanjutkan mencari uang dengan menjadi ojek online di kota tempatku tinggal. Hingga larut malam, aku baru bisa pulang sebelum membawa hasil untuk kebutuhan keluarga kecilku.

Nana dan anak-anakku aku ajak tinggal di rumah orangtuaku sementara karena aku belum bisa mengabulkan permintaannya untuk tinggal di rumah orangtuanya. Selalu saja ada permasalahan antara aku dan Nana, baik dari kurangnya suka Nana terhadap kedua orangtuaku.

Menjelang tengah malam pukul satu aku baru pulang, Nana mungkin sudah terlelap tidur sehingga yang membukakan pintu adalah ibu, lalu aku membersihkan diri untuk sekedar melepas lelah setelah seharian beraktivitas di luar rumah.

Setelah selesai membersihkan diri, aku pun langsung masuk ke dalam kamar, dan seketika Nana pun terbangun.

"Pah, sudah pulang? Kapan? Kok gak kedengeran?" Tanya Nana.

Aku pun hanya tersenyum meskipun dalam hati ingin sekali disambut kedatangan setidaknya aku pertama melihat wajah dia saja sudah melepaskan rasa lelahku, apalagi sampai menyodorkan air hangat untukku. Tapi itu hanya angan-angan ku saja.

"Iya nih, Pah capek, badan rasanya pegal," jawabku.

"Dapet berapa hari ini? Mana setoran," tegas Nana.

Aku pun memberikan semua hasil ngojek hari itu dan menyisakan untuk beli bensin besok kerja sekaligus ngojek lagi. Hatiku sebenarnya ingin sekali tahu kenapa harus uang dulu yang ditanyakan bukan basa-basi sebagai pasangan suami istri.

Setelah selesai menerima uang, Nana langsung tidur kembali tanpa memikirkan aku yang sudah sangat lelah dan berharap ada sikap darinya. Aku melihat dari wajah Nana bahwa ia tidak betah tinggal di rumah orangtuaku, entah apa alasannya padahal yang aku tahu orangtuaku memperlakukannya dengan baik.

Menjelang adzan subuh, aku terbangun dan mengajak Nana melaksanakan shalat berjamaah, tapi setelah dibangunkan berkali-kali dia tetap tidak bangun hanya mengucapkan, "Apa sih, masih ngantuk."

Sebelum aku berangkat kerja, ibu sudah menyiapkan sarapan untukku. Aku melihat Nana sudah terbangun dan mengajaknya untuk sarapan bersama.

"Na, sarapan dulu yuk, ibu sudah siapkan tuh," ucapku.

"Gak ah, lagi gak nafsu makan, anak-anak saja yang makan," jawab Nana.

Setelah selesai makan, Nana masih terdiam di atas kasur dan aku melihat dia melamun seperti ada yang dipikirkannya.

"Na, kamu kenapa? Apa ada masalah?" tanyaku.

Sepertinya dia ingin mengungkapkan sesuatu yang mengganjal di dalam hatinya, tapi dia tidak berani mengungkapkannya.

"Pah, aku mmmmh aku...."

Seketika ucapannya terhenti, "kenapa-napa?" tanyaku.

"Aku gak betah tinggal di sini, boleh gak aku mau tinggal di rumah orangtuaku?, tapi kalau pun papah gak ikut juga gak apa-apa," ucap Nana.

Aku merasa heran kenapa dia mau tinggal di rumah orangtuanya sementara dia tidak mengajak aku untuk tinggal. Dari situ ada sedikit kecurigaan yang menjadi unek-unek di dalam hatiku.

"Apa tidak bisa tinggal di sini saja, na? Ibu juga memperlakukan kamu dengan baik, anak-anak pun ibu bantu urus, dan ibu tidak pernah menyuruh kamu untuk melakukan apapun," tegasku.

Wajahnya menunjukkan kecewa, dia menunduk lalu aku segera bergegas pergi dan berpamitan untuk pergi kerja.

Setelah larut malam aku seperti biasanya baru pulang, dan malam itu Nana membukakan pintu. Setelah selesai membersihkan diri, aku langsung masuk ke dalam kamar dan melihat Nana yang belum tidur sedang asyik memainkan handphone sambil senyum-senyum sendiri.

Entah sedang asyik chat sama siapa aku tidak terlalu memperdulikan hal itu karena privasinya juga.

"Pah, besok aku nginap ya di rumah orangtuaku dua atau tiga malam saja, tapi kalau papah tidak mau ikut juga tidak apa-apa, aku sama anak-anak saja." Tegasnya.

"Boleh, tapi nanti balik lagi kesini ya," jawabku. Otakku semakin berfikir, ada apa ya, kenapa aku tidak di ajak atau dia ingin aku ikut bersamanya menginap di rumah orangtuanya???

*🍁🍁🍁🍁🍁*

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95PJP" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95PJP
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Rumit Tiga Sekawan
8.4
Setelah kondisi kesehatannya berangsur membaik, Wenny Sanjaya dihadapkan pada pilihan penting mengenai perjodohan masa kecilnya yang diatur oleh keluarga. Melalui sambungan telepon, sang ibu, Maya Sanjaya, menawarkan opsi untuk membatalkan rencana pernikahan tersebut jika Wenny keberatan pulang ke Kota Jintara. Namun, secara tak terduga Wenny menyetujui perjodohan itu. Ia hanya meminta waktu selama dua minggu untuk menuntaskan segala urusan pribadinya di Kota Hanis sebelum melangsungkan pernikahan.
Sampul Novel DENDAM ISTRI TARUHAN
8.2
Perjanjian pranikah tak mampu melindungi Dea saat noda lipstik di baju Kevin mengungkap tabir perselingkuhan. Icha, sang pelakor, justru membeberkan fakta pahit bahwa Dea hanyalah istri taruhan hasil permainan Kevin dan kakak kandungnya. Meski awalnya berniat cerai, Dea mengubah rencana setelah tahu hartanya dikuasai sepihak oleh Kevin. Kini, Dea bangkit untuk menuntut balas atas pengkhianatan keji ini. Akankah ia berhasil menghancurkan mereka yang telah menyakitinya?
Sampul Novel Gairah Liar Dibalik Jilbab
8.7
Suasana menegang saat Arman menunjukkan hasrat terpendamnya sebelum berangkat ke Jakarta. Sang ibu terkejut ketika putranya itu mendesak dan menciumnya di atas ranjang. Meski sempat menolak dan mengingatkan tentang dosa serta hubungan darah mereka, sentuhan lembut Arman justru membangkitkan gairah yang belum pernah ia rasakan dari suaminya. Perlawanan sang ibu perlahan melemah saat ia mulai terhanyut dalam sensasi nikmat yang diberikan oleh anaknya sendiri.
Sampul Novel Menjadi Korban Manipulasi Kekasih Kakakku
7.9
Nadia harus menghadapi kepahitan ketika wanita idaman kakaknya memfitnah dirinya atas tuduhan perundungan. Sang kakak yang murka memutuskan untuk mengirim Nadia ke sebuah sekolah khusus perempuan demi memperbaiki perangainya. Di sana, Nadia bertransformasi menjadi sosok adik impian yang patuh, tanpa tuntutan maupun rasa iri. Namun, kepatuhan dingin ini justru menyimpan luka mendalam. Saat lembar laporan medis Nadia akhirnya terbongkar, sang kakak didera penyesalan hebat dan memohon agar Nadia sudi memanggilnya "Kakak" sekali lagi.
Sampul Novel Pembalasan Seorang Istri
9.8
Dua tahun ditinggal bekerja ke luar negeri tanpa kehangatan membuat seorang istri dirundung kesepian mendalam. Namun, kepulangan sang suami tidak membawa kebahagiaan, melainkan tuduhan kejam bahwa dirinya telah melahirkan anak dari pria lain. Ketegangan memuncak saat sebuah tindakan fisik yang keras justru mengungkap rahasia tak terduga yang membuat sang istri panik luar biasa ketika air ASI memuncrat ke wajah suaminya. Kisah drama modern ini penuh dengan konflik kesalahpahaman.