Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dikejar Mantan Posesif

Dikejar Mantan Posesif

Tujuh tahun silam, Farel Zay Amanta mendadak lenyap dari hidup Refa Aletta Zafana tanpa sepatah kata pun. Kepergian misterius itu meninggalkan luka mendalam bagi Refa. Kini, Farel kembali hadir secara tak terduga dengan sikap yang sangat posesif. Tanpa memedulikan masa lalu mereka yang penuh tanda tanya, pada pertemuan pertama setelah sekian lama, Farel langsung melontarkan tuntutan mengejutkan agar Refa segera menjadi istrinya saat itu juga.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pikiran Refa akhirnya kembali fokus. Sambil mendorong Farel menjauh, dia segera menjelaskan, "Bima, ini... tidak seperti yang kamu lihat. Tolong jangan salah paham dulu. Biar aku jelaskan, oke?"

“Baik. Aku akan mendengarkan, sekarang silahkan jelaskan.” Suara Bima tenang, dia kembali menatap Refa. Kemudian, pandangannya beralih ke Farel, yang berdiri di belakang Refa. Matanya dipenuhi dengan permusuhan. Bima mengenal Refa dengan sangat baik dan dia tidak pernah berpikir bahwa dia adalah tipe orang yang suka main-main di belakangnya. Refa bahkan jarang menggunakan WhatsApp-nya, dan jadwal hariannya sangat padat antara rumah dan kantor. Dia adalah wanita yang jujur, dan oleh karena itu, dia percaya pasti ada alasan di balik kejadian yang baru saja dia saksikan.

Sebelum Refa memutuskan bagaimana dia harus menjelaskan situasinya kepada Bima, Farel tiba-tiba membuka mulutnya dan berkata, "Refa... adalah milikku!"

Setelah mendengar ini, Refa merasa kepalanya akan meledak.

Dia tidak pernah menyangka hal klise seperti ini akan terjadi padanya. Dia tiba-tiba merasa ini semacam lelucon komik yang memuakkan.

Setelah mendengar pernyataan ini, kelembutan familiar menghilang dari mata Bima, dan digantikan oleh rasa dingin yang sedingin es.

“Farel, apa yang kamu bicarakan?” Refa akhirnya marah.

"Refa. Pertama, beritahu aku. Siapa dia?" Bima bertanya sambil menunjuk ke arah Farel dengan ekspresi muram di wajahnya.

“Bima, dengarkan aku. Dia hanya... teman sekelas SMA-ku,” suara Refa jelas bergetar saat dia berbicara. Secara teknis, dia tidak berbohong. Memang benar bahwa Farel adalah teman sekelasnya selama tiga tahun di sekolah menengah.

“Refa, kita lebih dari sekedar teman sekelas, bukan? Kenapa kamu tidak memberitahunya kalau kita baru saja berciuman di kamar mandi hotel?” Kata Farel dengan kejam, senyum angkuh tersungging di sudut bibirnya.

Setelah mendengar ini, ekspresi Bima menjadi gelap. Dia merasa seluruh tubuhnya mati rasa.

"Aku tidak..." Refa berjuang untuk mengoreksi versi kebenaran Farel yang menyimpang.

“Refa, jangan berbohong. Kamu tidak bisa berbohong tentang ini jika aromaku masih ada di bibirmu.” Farel mengulurkan jari telunjuknya ke bibir Refa dengan gerakan yang sangat intim dan provokatif.

Lalu, Farel melirik Bima lagi.

“Kamu adalah pacar Refa, tapi pernahkah dia bercerita tentang masa lalunya?” Dia bertanya.

Masa lalunya? Bima berpikir dengan heran. Memang benar, Refa tidak pernah sekalipun menceritakan masa lalunya kepadanya. Selain masih berteman dekat dengan Maya, Refa tidak pernah menghadiri acara reuni apa pun, dan dia juga tidak pernah menanyakan hal itu padanya.

"Apa, kamu tidak tahu? Bukankah dia pernah menyebutkan bahwa, tujuh tahun yang lalu, ada pria yang sangat dia cintai? Orang itu adalah aku," kata Farel, mengucapkan setiap kata dengan jelas. Refa merasakan luka lama di dadanya, yang sudah lama sembuh, terkoyak kembali dengan kejadian ini yang menyiksa.

“Refa, katakan padaku sejujur jujurnya! Apakah semua yang dia katakan itu benar?” Suara Bima dingin, tidak lagi menunjukkan sedikit pun kehangatan.

"Itu tidak benar, Bima. Biar aku jelaskan. Ini tidak seperti yang kamu pikirkan!" Biasanya, Refa adalah wanita yang cukup tenang. Namun, jika menyangkut hal-hal yang terkait dengan kejadian tujuh tahun lalu, pikirannya akan menjadi kacau hingga mencapai titik di mana dia kesulitan untuk mengucapkan kata-kata.

“Refa, kamu selalu menjadi orang yang jujur, mengapa sekarang kamu berbohong padanya? Kamu harus memberitahu semua yang telah terjadi di antara kita berdua pada saat itu.” Nada suara Farel sombong.

"Refa, izinkan aku menanyakan ini padamu. Apakah dia benar-benar mantan pacarmu? Apakah dia hanya menyentuhmu? Apakah dia menciummu?" Bima berjalan menuju Refa. Selama Refa mengenalnya, ini adalah pertama kalinya Bima melihatnya serius seperti ini. Mata tajamnya menunjukkan intensitas yang menakutkan.

Bima dan Refa telah bersama selama beberapa waktu, tetapi yang paling sering mereka lakukan hanyalah berpegangan tangan dan berciuman; mereka belum pernah melakukan lebih dari itu. Mungkin itu karena Refa memiliki nilai-nilai tradisional, dan Bima memutuskan untuk melangsungkan pernikahan dan bersedia menunda melakukan hal seperti itu. Sekarang, setelah mendengar bahwa wanita yang dia kagumi dan di anggap seperti Dewi olehnya telah dinodai oleh orang lain? amarahnya tidak bisa lagi ditahan.

Gelombang kemarahan yang tak terkendali melonjak hingga ke dada Bima, membuatnya sangat marah hingga wajahnya pucat.

Refa tidak ingin berbohong kepada Bima. Dia telah dicium tanpa persetujuannya. Namun, jika dia mengungkapkan kebenaran sekarang, bukankah itu hanya akan memperdalam kesalahpahamannya?

Saat dia berjuang untuk mencari cara terbaik untuk menjelaskan semuanya kepada Bima sehingga mudah baginya untuk memahaminya, suara Farel terdengar lagi, seperti suara Iblis dari Neraka.

"Sepertinya kamu juga tidak tahu bahwa kita telah tidur bersama tujuh tahun yang lalu?"

Kata-kata Farel seperti bom, benar-benar menghancurkan hati Refa yang tersisa.

Dia tidak pernah berpikir sekali pun bahwa Farel akan mengungkit apa yang telah terjadi tujuh tahun yang lalu dengan begitu acuh tak acuh, dan dengan ekspresi acuh tak acuh di wajahnya. Ini tidak seharusnya terjadi – rasanya bukan sesuatu yang akan dilakukan Farel. Apakah tujuh tahun terakhir telah mengubahnya menjadi orang lain?

"Farel, kapan kamu menjadi begitu tidak tahu malu..." ucap Refa dengan suara yang penuh emosi. Dia tidak bisa menahan amarahnya lagi.

"Kamu bajingan! Apa yang kamu katakan?" Bima menuntut, matanya merah, sambil meraih kerah Farel dengan satu tangan. Boba dan jagung bakar yang dipegangnya dilemparkan begitu saja.

Senyuman tersungging di sudut bibir Farel saat dia melirik ke arah Refa dengan santai.

“Sepertinya kalian berdua belum sampai sejauh itu. Sepertinya Refa sebenarnya tidak begitu menyukaimu!!”

"Brengsek! Apa yang kamu katakan? Aku akan membunuhmu!" Dengan itu, Bima melemparkan tinjunya ke wajah Farel.

Farel, di sisi lain, menghindar dengan gesit. Segera setelah itu, Bima menyerbu dan melayangkan pukulan lagi. Kali ini, reaksinya terlalu cepat, menyerang Farel bahkan sebelum menyadarinya.

Farel tersandung mundur beberapa langkah. Menyeka noda darah dari sudut bibirnya, dia berkata dengan suara dingin, "Aku akan menerima pukulan ini karena kamu telah merawat Refa untukku selama beberapa tahun terakhir. Tapi kamu akan pergi dari kehidupan Refa, hanya aku yang bisa mendapatkannya!"

"Baiklah, kalau begitu balas aku. Ayolah, brengsek. Apa yang memberimu hak untuk memperlakukan Refa seperti itu? Sekalipun kamu mantannya, itu semua sudah berlalu. Kenapa kamu kembali mencarinya?" Kata bima emosinya tak terbendung lagi.. Dia harus mengakui bahwa pikirannya hancur ketika dia mendengar Farel mengatakan bahwa Refa tidur dengannya tujuh tahun lalu.

Tujuh tahun yang lalu. Berapa umur Refa saat itu? Delapan belas? Dia masih seorang siswi sekolah menengah yang naif.

Tidak ada orang yang dapat bertahan menghadapi tantangan dari musuh yang begitu kuat dalam suatu hubungan. tak terkecuali Bima.

Mengabaikan peringatan Farel, dia menyerangnya seperti binatang gila.

Namun kali ini, Farel tidak menghindar. Sebaliknya, dia melayangkan pukulan ke wajah Bima saat dia berlari ke arahnya, membuat Bima jatuh ke tanah.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95ESE" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95ESE
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akupun Menandatangani Namanya
8.4
Dikhianati oleh suaminya, Marvin Kurniawan, dan diracuni hingga tewas oleh putra kandungnya sendiri demi kekuasaan Irma Fasnitan, sang protagonis mendapatkan kesempatan kedua. Ia terbangun tepat di hari sumpah pernikahannya dua puluh tahun lalu. Bertekad menyelamatkan keluarganya, ia tidak menandatangani namanya sendiri di perjanjian nikah, melainkan nama Irma. Ia memilih membawa lari seluruh harta warisan peninggalan orang tuanya dan menghilang, menolak mati sia-sia untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Ditalak Tiga Lewat Telepon
8.3
Atira melepas impian karier demi mengabdi sebagai istri, namun pengorbanannya berakhir tragis saat sang suami menjatuhkan talak tiga hanya melalui telepon. Di tengah penderitaan tanpa nafkah, ia harus menghadapi kenyataan pahit: ibu mertuanya koma dan anak sulungnya hilang diculik. Kini, Atira berada di titik terendah hidupnya. Mampukah ia bangkit dari kehancuran ini untuk membuktikan kekuatannya kepada dunia? Simak perjuangan emosionalnya dalam kisah ini.
Sampul Novel Jejak Cinta di Kota Hujan
9.7
Naya, penulis yang sedang buntu ide, mencari inspirasi di kota kecil penuh hujan. Di sana, ia terpikat oleh Arga, barista misterius yang menyimpan rahasia besar. Saat benih cinta tumbuh, Naya menemukan fakta bahwa Arga adalah penulis ternama yang sengaja menghilang akibat skandal masa lalu. Kini Naya terjebak dalam dilema moral yang sulit. Haruskah ia mengungkap identitas Arga demi kebenaran, atau melindungi pria yang ia cintai demi menjaga rahasianya?
Sampul Novel Jejak Cinta Terlarang di Kampus Perjuangan
8.0
Di kampus penuh aktivisme, Adrian nekat menjalin asmara terlarang dengan Maya, tunangan Romeo. Meski terpisah jarak, Romeo berupaya menjaga komitmennya di bawah tekanan norma keluarga. Namun, Rina memanfaatkan kekecewaan Romeo untuk menghidupkan cinta lamanya, meski berujung pada luka batin. Saat rahasia terungkap, mereka semua terjebak dalam dilema antara perasaan, idealisme, dan tanggung jawab. Kisah ini mengulas pengorbanan serta pencarian jati diri di tengah konflik cinta yang rumit.
Sampul Novel KEJUTAN UNTUK SUAMIKU
8.7
Ulfa berjuang menghadapi kista ovarium yang membuat peluangnya menjadi ibu sangat kecil. Meski suaminya terlihat menerima kondisi tersebut, penantian enam tahun mereka akhirnya membuahkan hasil saat Ulfa dinyatakan hamil. Namun, keajaiban ini justru berujung pilu. Di tengah kegembiraannya, Ulfa mendapati sang suami diam-diam menikah lagi dengan wanita lain. Haruskah ia mempertahankan rumah tangganya demi sang buah hati, atau memilih untuk mengakhirinya?
Sampul Novel Ketika Hati Mulai Mendua
7.9
Keharmonisan rumah tangga Anis dan Affandy Nugraha hancur seketika saat sosok masa lalu kembali hadir. Affandy kehilangan logika karena pesona sang mantan, meski Anis menegaskan bahwa masa lalu seharusnya dibuang jauh-jauh. Di tengah pengkhianatan ini, Angga sang putra sulung menjadi pilar kekuatan bagi ibunya. Ia mendorong Anis untuk bangkit menjadi wanita tangguh demi masa depan Angga dan Anggi, sekaligus membuktikan martabatnya di hadapan mereka yang berselingkuh.