Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dikejar Jodoh

Dikejar Jodoh

Elena terdesak tuntutan menikah hingga dikhianati kekasihnya sendiri. Saat trauma menghantui, Rasky yang ia benci justru hadir mengejarnya tanpa henti. Meski pertahanan Elena goyah oleh perhatian Rasky, masa lalu yang belum usai menjadi ganjalan besar. Elena mendadak meminta pisah di tengah kemesraan mereka, menyimpan rahasia kelam yang mengejutkan. Akankah Rasky tetap bertahan mengejar cintanya, atau rahasia Elena akan menghancurkan segalanya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Elena sampai lupa untuk bernapas ketika melihat apa yang terjadi di depan matanya. Damar dan seorang wanita yang tidak Elena kenal, tengah asik memacu tubuh mereka bergerak dengan penuh nafsu.

Elena terdiam. Tubuhnya terasa beku hingga sulit untuk ia digerakan saking terkejutnya. Keadaan ini berbanding terbalik dengan Damar dan wanita itu yang justru makin semangat bergerak, mengejar puncak tanpa menyadari ada seseorang yang tengah memperhatikan apa yang Damar dan wanita itu lakukan dengan perasaan luka.

Suara serak penuh dengan hasrat memenuhi ruangan itu. Membuat kepala Elena pening tanpa bisa berpikir. Seakan ada seember es tengah menyiram tepat di atas kepalanya.

Jantungnya terasa sakit, bagai ditarik paksa dari rongganya. Namun lidahnya kelu untuk sekedar berteriak menyuarakan rasa sakitnya. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa orang yang Elena percaya melakukan hal ini padanya? Pertanyaan itu berulang kali muncul di kepalanya saat itu.

Hal itu membuat Elena merasakan perasaan jijik. Suara asing keduanya pun memenuhi rongga telinga Elena.

Mata Elena kini menatap Damar yang saat itu tengah memacu tubuhnya, kepalanya menengadah, merasakan hantaman rasa nikmat yang bisa Elena dengar dengan sangat jelas ketika pria itu memuji wanita yang berada di bawah kungkungannya makin menambah hancur hati wanita itu.

Perutnya bergejolak, seolah semua isi perutnya terdorong untuk segera keluar. Elena sudah berada di batas toleransinya.

Elena tidak mampu lagi menyaksikan ini.

Dengan wajah pucat ia memaksakan kakinya untuk segera pergi dari tempatnya berdiri. Dengan sekuat tenaga dia berlari keluar dari ruangan itu di tengah gempuran suara-suara Damar dan pasangannya yang terdengar berisik memenuhi telinga Elena.

Elena berlari sekuat yang ia bisa sambil menahan gempuran rasa mual dan degup jantung yang berdetak dengan kencang. Wanita itu itu akhirnya berhasil keluar dari apartemen Damar dengan tubuh gemetar.

Elena bahkan baru bisa menyadari jika kakinya terasa lemas akibat syok dengan apa yang baru saja terjadi. Dengan napas menderu, wanita itu berusaha untuk menenangkan pikirannya yang kalut. Sebuah mobil melaju tepat di depan Elena tanpa wanita itu sadari. Bahkan bunyi klakson yang sang pengemudi bunyikan tidak ia dengarkan. Kejadian itu terjadi begitu cepat. Elena yang sudah tidak bisa lagi menopang tubuhnya jatuh pingsan tepat di depan mobil itu.

Rasky, si pengemudi mobil tentu saja panik. Beruntung ia sempat menginjak rem sehingga mobilnya tidak menabrak wanita yang tiba-tiba jatuh pingsan tepat di depan mobilnya itu.

Merasa kasihan sekaligus bertanggung jawab, Rasky kemudian turun keluar dari mobilnya, mendatangi wanita yang terkapar tidak sadarkan diri di depan mobilnya. Tanpa membuang banyak waktu, Rasky menggendong tubuh Elena dan membawa wanita itu ke dalam mobil.

Rasky kemudian melajukan mobilnya keluar dari lokasi kejadian. Apa yang ia lakukan benar-benar ia lakukan tanpa pikir panjang, yang pria itu tahu adalah, dirinya harus segera menolong wanita asing itu. Hingga beberapa menit kemudian ia tersadar. “Lah, ini gue harus ke mana yah? kalau ke rumah sakit nanti bakalan ada wartawan,” gumam Rasky bingung. Dirinya yang seorang artis tentu sangat berisiko jika membawa wanita dalam keadaan tidak sadarkan diri seperti ini ke rumah sakit. Bisa-bisa ia menjadi santapan gosip esok pagi.

“Kalau anterin nih cewek pulang, gue gak tau alamatnya di mana," monolognya dengan perasaan bingung.

"Gue bawa balik aja kayaknya. Nanti sampai apartemen gue hubungi dokter," putus Rasky yang langsung mengarahkan mobilnya menuju apartemen miliknya.

Sesampainya di apartemen, Rasky langsung membaringkan Elena di kamar pria itu. Sejenak Rasky memandangi wajah Elena yang terlihat pucat, ada rasa yang tidak bisa pria itu deskripsikan saat itu. “Kasihan, Dia pucet banget. Apa yang baru aja lo alami sih, Mbak?” gumamnya tanpa sadar.

Pria itu kemudian bangkit dari duduknya, berniat untuk mengambil wewangian yang bisa membuat Elena tersadar.

Bertepatan dengan Rasky yang melangkah pergi, Elena tersadar dari pingsannya beberapa saat lalu. Dahi wanita itu berkerut kala menyadari ia bangun di tempat yang asing.

Matanya menyapu seluruh benda yang ada di ruangan itu dan berhenti tepat di sebuah foto besar yang menampilkan sesosok pria yang Elena kenal tertempel di dinding. Astaga! Gue ada di mana? Kenapa di sini ada muka dia? Gue harus kabur. Gue harus buru-buru pergi dari sini.

Baru saja Elena bergerak ingin pergi dari ruangan itu, ia justru dikejutkan oleh suara si pemilik ruangan. “Loh, kamu sudah sadar?” tanya Rasky yang saat itu tengah berjalan mendekat ke arah Elena. Mata wanita itu membola begitu menemukan Rasky ada di ruangan itu. Degup jantungnya berdetak cepat begitu melihat pria yang sangat ia benci berdiri tepat di hadapannya. Alarm tanda bahaya seolah berbunyi nyaring di kepalanya. Kabur Elena, lo harus segera kabur.

Elena buru-buru pergi keluar dari apartemen pria itu tanpa mau menjawab pertanyaan Rasky. Saat itu yang ada di pikiran Elena adalah cepat-cepat pergi dari tempat Rasky.

Rasky yang ditinggal pergi begitu saja, tentu merasa bingung dan panik. Pria itu secepat kilat mengejar Elena. Ia khawatir akan terjadi sesuatu pada wanita itu, mengingat mungkin saja kesadaran wanita itu belum pulih sepenuhnya sehingga berperilaku aneh seperti itu.

Beruntung, Rasky masih bisa menemukan Elena yang baru saja menaiki sebuah taksi. Tanpa pikir panjang, Rasky mengikuti ke mana taksi itu pergi. Ia begitu serius mengikuti taksi itu agar tidak kehilangan jejak dari wanita yang baru saja ia tolong itu.

Hingga taksi berhenti tepat di sebuah rumah dan Elena turun dari taksi tepat di depan rumah itu. Rasky memperhatikan Elena yang kini menatap rumah di hadapannya dengan wajah murung. Lalu, wanita itu sempat menghembuskan napas kasar, sebelum masuk ke dalam rumah itu.

Rasky yang menatap kejadian itu tentu saja bingung. Namun, pria itu merasa lega. Karena sudah memastikan wanita itu sampai di tempat yang aman.

Pria itu sempat terdiam beberapa lama di depan rumah Elena. Ia merasa ada yang aneh dengan dirinya saat ini. Tidak biasanya Rasky begitu peduli, terlebih pada orang asing. “Ini kenapa gue ikutin dia, yah?” monolognya begitu menyadari apa yang baru saja ia lakukan.

Diantara kebingungan yang Rasky rasakan, pria itu rupanya menyadari satu hal. Ada ketenangan yang ia rasakan begitu mengetahui wanita yang baru saja ia tolong sudah sampai dengan selamat. Juga… debaran yang aneh di dadanya. “Kok, gue jadi deg-degan gini, yah? Gak mungkin kan gue jatuh cinta sama tuh cewek?” monolognya sebelum akhirnya ia memilih pergi meninggalkan area rumah Elena dengan senyuman yang tebit di bibirnya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95HAE" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95HAE
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gawat, Pak Bos Ada Maksud Lain
8.1
Pascapersalinan, Linda memulai babak baru dalam hidupnya dengan bekerja di Grup Jarvis sebagai sekretaris pribadi CEO. Namun, profesionalisme yang ia harapkan langsung sirna di hari pertama kerja. Sang atasan, Jonathan Jarvis, menatapnya dengan penuh gairah yang sulit disembunyikan. Pertanyaan provokatif dari sang miliarder tentang kopi tanpa susu seketika mengubah dinamika hubungan kerja mereka menjadi penuh ketegangan.
Sampul Novel Hasrat di Depan Kemudi
9.0
Mengajar mengemudi ternyata menjadi ujian profesionalisme yang berat bagi seorang instruktur. Saat melatih seorang mahasiswi tahun pertama yang tampak polos namun berpakaian minim, ia harus menahan diri dari segala godaan fisik yang sengaja dilakukan di dalam mobil. Ketegangan memuncak ketika sang mahasiswi melepas kopling terlalu cepat hingga mesin mati mendadak. Guncangan hebat tersebut membuat tubuh mereka jatuh dalam posisi yang sangat intim dan membakar gairah.
Sampul Novel Kali ini, Kita Tak Terpisahkan
8.9
Rosa awalnya memercayai bahwa Bobby, tunangannya yang dijuluki sebagai putra Buddha, adalah sosok yang sepenuhnya kebal terhadap godaan duniawi dan asmara. Namun, keyakinan itu runtuh saat Rosa menyadari bahwa Bobby sebenarnya bisa merasakan getaran cinta, hanya saja bukan untuk dirinya. Menghadapi kenyataan pahit bahwa ia tidak akan pernah menjadi wanita yang dicintai Bobby, Rosa akhirnya memilih untuk menyerah. Ia menetapkan batas waktu selama tujuh hari saja demi menghapus seluruh perasaannya pada pria itu.
Sampul Novel Kau Menebar Dusta di Hatiku
9.3
Liyana bekerja sebagai ART di rumah Rafly dan Nadya yang dilanda krisis. Setelah memergoki Nadya selingkuh, ia dijebak misi rahasia oleh Alvin untuk menggoda Rafly demi uang pelunasan hutang keluarga. Meski awalnya terpaksa, keluguan Liyana justru menjerat Rafly dalam gairah tersembunyi. Kini, hidupnya penuh ketegangan saat rahasia mulai terkuak. Di tengah dominasi Rafly yang misterius, Liyana harus berjuang menahan perasaan agar tidak hancur dalam dunia pria itu.
Sampul Novel Keponakanku yang Belum Lahir dan Telah Meninggal
9.5
Kakak iparku bersikeras melahirkan secara tradisional di desa meski kehamilannya sangat berisiko. Saat aku memaksanya ke rumah sakit demi keselamatan, dia justru menuduhku sebagai penyebab bayinya lahir prematur dan lemah. Kebenciannya memuncak hingga dia meracuniku. Namun, keajaiban membawaku kembali ke masa lalu tepat saat dia meminta saran. Kali ini, aku memilih diam dan tidak akan ikut campur. Aku ingin melihat nasibnya tanpa campur tanganku.
Sampul Novel Lepas dari Cinta yang Telah Retak
8.0
Tiga bulan berlalu tanpa pertemuan antara aku, suamiku Arga Pratama, dan putri kami, Dora. Saat Arga akhirnya mengajakku berkumpul di vila, aku mempersiapkan segalanya demi menyambut Dora kembali. Namun, setibanya mereka, Dora justru berpaling dariku dan memeluk erat pelayan kami, Maya. Sikap dingin Arga yang acuh tak acuh memperjelas bahwa aku tidak lagi diinginkan di tengah mereka. Ketika Arga memintaku menunggu di tepi jalan selagi mereka pergi, aku menyadari bahwa batas kesabaranku telah habis.