Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel DIBUANG SUAMI DISAYANG AYAH MERTUA

DIBUANG SUAMI DISAYANG AYAH MERTUA

Elsa, gadis desa lugu, terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan pewaris Group Parker, Landon. Demi wasiat kakek, Landon justru memperlakukan Elsa dengan kejam hingga ia hancur. Di titik terendah, Alex Parker selaku ayah mertua hadir melindungi Elsa karena rasa tanggung jawab. Namun, kedekatan mereka memicu gairah terlarang yang sulit dibendung oleh sang miliarder dingin. Akankah Alex sanggup menahan godaan Elsa atau justru menyerah pada hasratnya?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Taksi!"

Malam kian merangkak larut. Mungkin pesta sedang sangat meriah saat ini. Bisa saja sesi dansa berpasangan sedang berlangsung di sana. Membayangkan meriahnya pesta perusahaan, hati Elsa jadi sedih.

Sambil berdiri di tepi jalan kota yang tak jauh dari Hotel California, ia merajuk sambil menunggu taksi melintas.

Benar-benar miris sekali nasibnya. Padahal dia istri dari CEO Group Parker yang tersohor. Tak sepantasnya dia terbuang seperti ini.

Mestinya malam ini dia mengenakan gaun sutra yang mewah. Bisa saja gaun yang Landon pesan khusus untuknya. Dia akan jadi pusat perhatian para tamu di pesta, lalu berdansa mesra dengan Landon.

Sialnya semua itu cuma mimpi bagi Elsa.

"Hei, Nona? Saya harus antar Anda ke mana?"

Elsa tersentak dari lamunannya, sopir taksi sedang menatapnya heran sambil duduk menghadap kemudi mobil.

Elsa segera mengangguk. "Iya, Pak! Antar saya ke Bungalow Parker!"

"Bungalow Parker? Apa Nona bekerja di sana?" Sopir taksi bertanya lagi setelah Elsa duduk di kursi penumpang.

Bekerja?

Elsa terdiam.

Mungkin sopir taksi berpikir, jika dia bekerja di rumah Landon sebagai pelayan. Sial! sebagai seorang istri CEO, dia sama sekali tidak mencolok!

"Nona sudah lama bekerja di sana? Kalau ada lowongan, tolong ajak keponakan saya. Setelah lulus S1, dia cuma jadi beban." Sopir bicara lagi sambil mengemudikan mobil.

Elsa menarik nafas dalam-dalam. Sopir itu pasti menganggapnya pelayan. Dia bisa saja marah, tapi bibirnya terasa terkunci.  "Hm, sebenarnya aku nggak kerja di bungalow itu," jawab Elsa perlahan.

Sopir terkesiap. "Oh, iya? Lantas mau apa kau ke sana? Apa mau minta sumbangan?"

Mendengarnya hati Elsa jadi jengkel. "Hei, aku ini istrinya Tuan Muda Landon! Putra tunggalnya Tuan Parker! Enak saja kau bilang aku mau minta sumbangan! Aku bahkan sudah tinggal di rumah itu selama lima bulan! Lima bulan, kau tahu?!"

Mendengar ocehan gadis itu sopir taksi tertawa geli. "Kau itu kalau mabuk jangan ngaco deh! Mana mungkin istrinya Tuan Landon tampangnya macam kau begitu? Mimpi saja kejauhan!" katanya meremehkan.

Elsa jadi sebal. Namun percuma juga dia terus berdebat dengan sopir taksi. Itu hanya akan membuatnya semakin terlihat rendahan.

"Setahu saya, istrinya Tuan Landon itu tinggal dan bersekolah di luar negeri! Kenapa kau tidak bercermin dulu sebelum membual?" Sopir geleng-geleng sambil tersenyum geli.

Hati Elsa terbakar amarah dibuatnya. Namun sebelum dia memaki Pak Tua itu, mobil tiba-tiba saja dihentikan. Dia jadi kaget dan heran.

"Ada apa? Kok berhenti di sini?" tanya Elsa.

Sopir tidak menjawab. Ia cuma menunjuk ke depan dengan dagunya. Terlihat oleh Elsa mobil Mercedes hitam yang memblokir jalan. Apa mereka para bandit? Tidak mungkin mobilnya sebagus itu!

Seorang pria keluar dari mobil itu seraya menyalakan api rokoknya. Mata Elsa terbelalak melihatnya.

Itu Landon?

"Seret dia keluar!"

Dua orang pengawal segera maju setelah mendapat perintah. Sementara Landon cuma duduk di bagian depan mobil mewah itu sambil sibuk dengan rokoknya.

"Hei, keluar kau!"

Kaca mobil dipukul-pukul. Sopir taksi mulai panik. Ia melirik ke belakang di mana Elsa juga tampak sedang ketakutan.

"Cepat keluar, Nona Elsa!"

Para pengawal mulai bersikap kasar. Jika Elsa tidak segera keluar maka mereka bisa saja membakar mobil taksi itu.

"Nona, cepat temui mereka!" Sopir taksi memohon pada Elsa.

Meski ragu gadis itu mengangguk. Sopir segera tancap gas setelah Elsa menutup pintu dari luar. Melihatnya dari jarak sekitar lima meter, Landon tersenyum penuh misteri.

Dijatuhkan puntung rokok di tangannya, lalu Landon menginjak benda itu dengan pantofel mewahnya. Dengan gagah ia berjalan menuju pada Elsa. Tangannya menyambar sebuah benda tumpul yang sedang dipegang oleh seorang pria.

Bug!

Bug!

"Uhuk! Uhuk!"

Elsa batuk-batuk, tubuhnya sudah tergolek di tanah berdebu. Ia tak bertenaga lagi setelah Landon memukulinya dengan membabi buta. Sementara tiga orang pria tetap berdiri mengelilingi dan menonton aksi gila bos mereka terhadap istrinya.

Burung malam yang hinggap di dahan kering pohon pinus melihat segalanya, perbuatan keji orang-orang itu terhadap Elsa.

Mereka menyiksa seorang gadis tanpa belas kasih. Elsa memiliki tubuh yang amat kecil dan lemah, mana mampu ia melawan para iblis itu.

Matanya yang berdarah terangkat berusaha menggapai wajah pria itu. Sinar lampu mobil menyoroti tubuh tinggi Landon. Seringai penuh kepuasan terbit di bibirnya.

"Wanita busuk! Atas perintah siapa kau datang ke pesta ku, hah?!"

"Arkh!"

Wajah penuh luka dan darah itu terpaksa mendongak saat genggaman kuat Landon menjambak rambutnya yang lembab dibasahi darah. Elsa meringis kesakitan. Matanya beruasha mengincar tatapan pria itu.

"Aku cuma ingin berikan ini ..."

Elsa merogoh ke saku blazer merah yang dikenakan, lalu menunjukkan secarik kertas ke wajah Landon dengan jari gemetaran.

Dengan cepat Landon menyambar kertas itu lalu merobek-robeknya. "Persetan! Kau mestinya tahu di mana posisimu! Kau sangat jelek dan tak punya otak! Kau tak pantas menjadi istri seorang Parker, apalagi muncul di pesta ku!" Ia berteriak ke telinga Elsa, satu detik sebelum melempar gadis itu ke tanah.

Debu-debu berterbangan saat tubuh lemas Elsa ambruk di antara rerumputan kering. Di bawah kesadaran yang kian memudar ia mencoba menangkap bayangan tinggi yang mulai menjauh darinya.

"Landon, tunggu aku ... jangan tinggalkan aku ..."

Dia berkata dengan suara yang tercekat di tenggorokan. Tangannya yang berlumuran darah terangkat seolah memanggil pria itu untuk kembali.

Landon mungkin tidak tuli, tapi dia tidak akan berbalik meski mendengar rintihannya.

Pria itu sangat kejam dan psikopat. Elsa tidak tahu banyak tentang Landon. Mereka menikah begitu saja setelah asisten Landon memberikan banyak uang kepada orang tua angkatnya.

Tidak ada kata romantis yang pernah Landon ucapkan padanya. Bahkan malam pernikahan yang semestinya penuh gairah dan cinta, harus Elsa lalui dengan penyiksaan dan tangisan kesakitan.

Setelah menikah, Landon mengurung Elsa di sangkar emas yang disebutnya Bungalow Parker--rumah mewah puluhan juta dolar yang menurut Elsa bagaikan neraka.

Elsa hanya gadis dari desa kecil yang terisolasi dari gemerlap kota. Pendidikannya yang minim membuat Elsa kesulitan memahami apa yang sebenarnya sudah terjadi padanya.

Menjadi istri seorang CEO muda, kaya raya dan tampan, Elsa pikir dia akan bahagia bersama Landon. Nyatanya hanya hinaan dan kekerasan yang ia terus rasakan.

Tidak mungkin Landon jatuh cinta padanya saat pertama kali melihatnya di festival kembang api, seperti ucapan asistennya sewaktu menemui Elsa.

Semua itu bohong! Landon tidak pernah mencintainya! Semuanya omong kosong!

Namun mengapa Landon menikahinya, lalu menyiksanya?

Apa salahnya?

Apa karena dia jelek dan tak punya gelar? Jika benar, kenapa baru sekarang Landon menyadarinya?

Mengingat semua itu, batin Elsa meraung-raung. Dia akan dibuang setelah benar-benar merasakan jatuh cinta. Kemudian mati dalam tekanan yang menyedihkan.

Dan sebelum kesadaran itu pergi daripadanya, tiba-tiba saja ada pantulan sinar terang yang membidik ke wajah Elsa. Sebuah mobil menepi di seberang jalan. Dua mobil di belakang turut berhenti karenanya.

Entah siapa mereka. Mungkinkah Landon menyesali perbuatannya? Pria itu kembali untuk meminta maaf dan melarikannya ke rumah sakit? Benarkah begitu?

Dengan tubuh yang sudah mati rasa, samar-samar Elsa melihat orang-orang berpakaian hitam turun dari mobil. Satu orang dari mereka--yang keluar dari mobil paling mewah tiba-tiba berjalan cepat menuju padanya.

Elsa mendengar suara derap langkah orang itu. Juga deru nafasnya yang tergesa-gesa. Sosok jangkung itu kian mendekat, namun dia kecewa karena bukan Landon yang datang.

"Cepat panggil ambulans!" teriak pria itu dengan suara yang keras.

Elsa melirik ke wajah orang itu. Namun sinar lampu membidik punggung pria tersebut. Ia gagal melihat wajahnya. Tak lama dekapan hangat melingkupi dirinya. Hingga rasa nyaman yang Elsa rasakan diambang kesadaran yang nyaris menghilang.

"Kau akan baik-baik saja. Jangan cemas!"

Dengan kedua tangan kekarnya, pria itu meraih tubuh kecil Elsa. Langkah yang cepat, ia membawanya menuju mobil ambulans. Elsa bisa mendengar debaran jantungnya yang bertalu-talu.

Ia pernah merasakan hal itu sewaktu ia kecil. Tepatnya saat ia jatuh dari sepeda, dan ayahnya datang membantunya. Saat itu kakinya terkilir. Elsa tak bisa berjalan. Ayah menggendongnya menuju pulang.

Debaran itu terasa familiar, seperti dulu Ayah menggendongnya. Hangat, cemas dan melindungi. Hanya seorang ayah sejati yang bisa merasakan hal itu kepada anak mereka. Lalu siapa pria ini?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Aliansi, Cinta Transaksional
8.6
Pernikahan aliansi di kalangan elite memiliki aturan unik: suami boleh memiliki kekasih asal memberi kompensasi setara kepada istri sah. Dean Ramosh memegang teguh prinsip ini dengan memberi Calista Syahrina nafkah seratus kali lipat dari selingkuhannya, bahkan setelah keluarga Calista bangkrut. Saat sang kekasih mendapat rumah murah, Calista dihadiahi Vila Northcoast No. 1 yang mewah. Di tengah desakan sosial agar ia bersyukur, Calista justru meminta cerai karena merasa bosan.
Sampul Novel Cinta Yang Tak Pernah Padam
8.3
Dua tahun Nayara terkurung dalam pernikahan tanpa cinta akibat paksaan ibu Ravian. Sebagai pemimpin perusahaan yang dingin, Ravian Aditya Maheswara hanya menganggap hubungan ini kewajiban belaka. Namun, saat Nayara menyerah dan meminta cerai, sikap Ravian berubah drastis. Alih-alih setuju, ia justru mulai mempermainkan perasaan Nayara, menjebaknya dalam teka-teki hati yang membingungkan tepat saat ia ingin pergi menjauh dari bayang-bayang pria itu.
Sampul Novel Istri Cacat CEO
9.6
Christian Oliver adalah CEO sukses yang tampak memiliki segalanya, namun hidupnya terkekang oleh aturan sang ayah. Di usia 29 tahun, ia dilarang menjalin kasih karena statusnya yang sudah terikat pernikahan sejak remaja dengan Olivia, putri sahabat ayahnya. Meski telah bertahun-tahun mencari, Christian tak kunjung menemukan keberadaan istrinya itu. Ironisnya, tanpa ia sadari sedikit pun, sosok Olivia sebenarnya selalu berada sangat dekat di sisinya selama ini.
Sampul Novel Istri Kontrak CEO Galak!
9.8
Leora Adhisti, putri ceria Prayoga Alexander, harus menghadapi kenyataan pahit saat bisnis keluarganya di New York hancur total. Demi membiayai operasi sang ayah, gadis berusia 20 tahun yang ceroboh ini terpaksa mengambil langkah ekstrem. Ia terjebak dalam kesepakatan pernikahan kontrak dengan Adnan Nicholas, miliarder tampan yang dikenal angkuh dan dingin. Mampukah Leora bertahan menghadapi sikap kejam Adnan yang dijuluki Mr. Devil di tengah kemelut hidupnya?
Sampul Novel SEBEL TAPI KANGEN
9.5
Fuji memendam antipati mendalam terhadap kaum elite akibat tragedi pahit yang menghancurkan keluarganya. Pertemuannya dengan Andrew, seorang CEO angkuh, memicu perselisihan sengit yang tiada henti. Namun, amarah Fuji mencapai puncaknya saat fakta kelam terungkap bahwa Andrew adalah sosok di balik kematian kakaknya. Di tengah pergolakan batin ini, mampukah benih cinta mengalahkan dendam membara, ataukah luka masa lalu akan memisahkan mereka selamanya?
Sampul Novel Seorang CEO, Yang Dikira Gigolo
8.3
Seorang CEO kaya raya meluncurkan pencarian besar demi menemukan wanita yang pernah memberinya uang. Ia bertekad membalas budi dengan mengembalikan jumlah tersebut seratus kali lipat lebih banyak. Sang wanita pun terkejut saat mengetahui dirinya dicari dengan imbalan satu juta. Mengapa pria itu begitu murah hati hanya demi menemukannya? Ikuti kisah romansa penuh teka-teki antara sang miliarder dan wanita yang sempat salah mengenalinya.