Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dibiarkan Mati: Dosa Gembong Mafia

Dibiarkan Mati: Dosa Gembong Mafia

Suamiku, pemimpin mafia Jakarta, menolak memiliki anak sebelum aku mengungkap rahasia gelapnya: seorang putra dari wanita musuh bebuyutan kami. Kekejamannya memuncak saat dia mencelakaiku hingga keguguran, sementara selingkuhannya membuangku ke jurang. Namun, aku bertahan hidup. Saat aku muncul di TV sebagai arsitek kelas dunia, sang bos mafia kini bersujud di kakiku, memohon pengampunan dari sosok yang dulu ia hancurkan dan biarkan mati begitu saja.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sudut Pandang Elara Gunawan:

"Program ini enam bulan," suara direktur terdengar berderak dari Zurich. "Isolasi total. Tanpa kontak dari luar. Apa Anda yakin, Bu Gunawan?"

"Saya yakin," kataku, kata-kata itu terasa seperti hal pertama yang benar-benar kukatakan dalam beberapa tahun. Aku sedang membangun bentengku sendiri, *Omertà*-ku sendiri.

Ketika aku kembali ke rumah, rasanya asing. Ini bukan rumah; ini adalah pusat kekuasaan keluarga Adiwijaya, dan aku hanyalah salah satu dekorasi mahalnya. Amarah, dingin dan bersih, membakar diriku. Aku mengambil kantong sampah hitam tebal dari bawah wastafel.

Cangkir kopi yang kusiapkan untuknya setiap pagi. Pecah berkeping-keping di atas meja marmer.

Foto-foto pernikahan kami yang berbingkai. Kacanya pecah saat aku merobek gambar kami yang tersenyum dari bingkainya.

Selimut kasmir yang biasa dia selimutkan padaku di malam yang dingin.

Setelan jas pesanannya, yang membuatnya tampak seperti dewa dunia bawah, berbau kekuasaan dan kebohongan.

Aku menyeret kantong-kantong itu, yang berat oleh hantu-hantu pernikahan kami, ke pinggir jalan seperti sampah biasa. Itu adalah penodaan terhadap wilayahnya, penghinaan bagi sang pemimpin itu sendiri. Aku tidak peduli.

Lalu aku mengemasi barang-barangku sendiri. Gambar-gambar arsitekturku, buku-bukuku, maket-maketku. Aku menelepon perusahaan pindahan dan menyuruh mereka membawa semuanya ke apartemen studio lamaku, tempat yang kusimpan seperti janji rahasia untuk diriku sendiri.

Dia tidak pulang malam itu. Atau malam berikutnya. Ketika dia akhirnya masuk ke rumah pada malam kedua, dia mengenakan kelelahan dari kehidupan gandanya seperti topeng.

"Elara," katanya, senyumnya tidak benar-benar mencapai matanya. Dia bergerak untuk memelukku, menarikku ke dalam lingkaran lengannya yang familier.

Tapi aku menciumnya. Aroma parfum manis yang bukan milikku. Itu adalah aroma wanita Kusumo itu.

Aku tersentak mundur, mendorong dadanya. "Aku lelah."

Kebohongan itu datang dengan mudah. Itu adalah perisai.

Dia mengerutkan kening, alisnya bertaut dengan cara yang dulu membuatku ingin menenangkannya. Sekarang, itu hanya terlihat seperti bagian dari akting. Dia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari tas kerjanya. "Hadiah. Dari perjalananku."

Di dalamnya ada syal sutra dengan motif yang kubenci dan sebotol parfum yang tidak akan pernah kupakai. Itu adalah hadiah untuk orang asing, istri pengganti. Sebuah bukti betapa sedikitnya dia melihatku, betapa sedikitnya dia peduli untuk tahu. Sebuah penghinaan bagi wanita yang seharusnya menjadi ratunya.

Aku menatap matanya, mataku sendiri mengeras. "Aku mau punya anak, Baskara."

Kata-kata itu menggantung di udara di antara kami, sebuah tantangan.

Ekspresinya menegang. "Kita sudah membicarakan ini. Ini waktu yang kritis bagi keluarga." Dia melindungi rahasianya. Melindungi pewaris Kusumo-nya.

Tepat pada saat itu, sebuah ponsel bergetar. Bukan ponsel utamanya, tapi yang kedua, ponsel pribadi. Layarnya menyala dengan nomor yang diblokir. Jalur Kusumo-nya.

"Pekerjaan," katanya, suaranya singkat. Dia mencondongkan tubuh, mencium keningku—gestur steril dan meremehkan—dan berjalan keluar pintu, meninggalkanku dalam keheningan kebohongannya yang menggema.

Malam itu, saat aku duduk dengan hampa di sofa, aku melihatnya. Ponsel kedua itu terlepas dari saku jasnya dan tergeletak setengah tersembunyi di bawah sofa. Layarnya masih menyala.

Sebuah pesan dari Scarlett.

*Leo demam. Dia mencarimu. Tolong datang.*

Gelombang mual menghantamku. Aku terhuyung ke kamar mandi, perutku menegang hebat. Aku muntah ke toilet, tubuhku mencoba mengeluarkan racun pengkhianatannya.

Dan kemudian, sebuah pikiran yang menakutkan dan mustahil muncul di benakku. Sebuah pikiran yang lahir dari siklus yang terlewat dan rasa aneh di payudaraku.

Aku hamil. Aku sedang mengandung pewaris sah keluarga Adiwijaya. Seorang pewaris untuk pria yang baru saja pergi untuk merawat anak haramnya.

Keesokan paginya, aku menyetir sendiri ke rumah sakit. Wajah dokter itu ramah, suaranya lembut saat dia memastikannya.

"Selamat, Bu Adiwijaya," katanya, menunjuk ke sebuah titik kecil yang berkedip di layar. "Anda hamil enam minggu."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gadis Barbar dan Cowok Cupu
9.3
Seorang putri bos mafia yang menawan terbiasa menjalani hidup bebas tanpa kekangan aturan siapa pun. Di sekolah, ia justru menaruh hati pada teman sebangkunya sendiri. Pemuda tersebut dikenal sebagai sosok yang sangat culun dan sering kali menjadi sasaran perundungan siswa lain. Meski kepribadian mereka sangat kontras, sang gadis barbar tetap terpikat pada cowok cupu tersebut di tengah kerasnya lingkungan kehidupan dunia bawah dan sekolahnya.
Sampul Novel Hot Love - Birahi Anak Yakuza
8.2
Kenzo, putra tunggal bos Yakuza, menolak perjodohan ayahnya demi gadis Rusia misterius di sebuah kafe. Konflik memanas hingga Kenzo tertembak dan diselamatkan Alena, sang pujaan hati. Saat Alena menghilang, Kenzo yang frustrasi membuat kekacauan di Hong Kong hingga memicu perang antar gangster. Di tengah pelarian bersama kakak angkatnya, Sakura, Kenzo tak menyadari bahwa Alena adalah putri calon mertuanya. Akankah cinta mereka bersatu di tengah pertumpahan darah?
Sampul Novel ISABELLA
7.9
Isabella, perempuan asal Turki dengan hidup sederhana, memutuskan merantau ke London demi meraih cita-citanya. Namun, takdir membawanya ke arah tak terduga saat ia terjebak dalam pusaran gelap dunia mafia. Bersama kekasihnya, Alech, Isabella harus berjuang melewati berbagai rintangan berbahaya yang mengancam hubungan mereka. Akankah cinta mereka tetap bertahan di tengah konflik kekerasan ini? Simak perjalanan penuh risiko Isabella dan Alech demi kebersamaan abadi.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Kisah mafia dan romansa ini berawal saat seorang ayah tega menjual putri kandungnya sendiri. Seiring berjalannya waktu, gadis itu tumbuh dewasa hanya untuk menghadapi kenyataan pahit tentang garis hidupnya. Dia tidak memiliki pilihan selain menerima takdir kelam yang telah ditetapkan, yakni menjadi istri dari seorang pengedar narkoba yang berbahaya. Perjalanan hidupnya kini terjebak dalam dunia kriminalitas yang penuh dengan intrik dan bahaya besar.
Sampul Novel JOSEPH HUNTER (Fight for Trust)
8.7
Malam pertama Joseph Hunter berubah tragis saat istrinya, Camila, jatuh ke laut demi menghindari restu maut sang ayah. Setelah nyaris tewas, Joseph terjebak kontrak gelap untuk memburu kartel The Demon. Di tengah misi, ia bertemu Vanessa, kekasih musuh bebuyutannya yang berwajah identik dengan mendiang istrinya. Rahasia masa lalu yang terkuak kemudian menyeret Joseph ke dalam pusaran dendam mendalam, memaksanya berjuang demi sebuah kepercayaan di dunia mafia.
Sampul Novel Menjadi Tahanan Mafia
9.3
Terjebak dalam salah paham antar geng mafia, Demora Salvatrucha bertekad membalas kematian ayahnya. Ia menyamar menjadi Erica, wanita lemah yang masuk ke sarang pemimpin Salvador demi misi balas dendam. Namun, sandiwara ini justru menjebak Demora dalam dilema identitas dan perasaan cinta yang tak terduga. Di tengah gejolak emosi dan konflik berdarah, mampukah ia menuntaskan misinya, atau justru identitas Erica akan selamanya menelan jati diri aslinya?