Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dia Mimpi Burukku

Dia Mimpi Burukku

Achlys dihantui mimpi buruk tentang kematian anaknya dan pengkhianatan suaminya. Demi memulai hidup baru, ia melamar kerja di Kynleigh dan bertemu Duke Julian yang dingin. Namun, dunianya runtuh saat menyadari sang Duke sangat mirip dengan pria dalam mimpinya. Takut nasib tragis itu terulang, Achlys berusaha mengundurkan diri dan menjauh. Ironisnya, tindakan itu justru memicu ketertarikan sang Duke yang selama ini dikenal tidak memiliki perasaan.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Silahkan duduk!”

Achlys disambut oleh seorang pria tua, sedikit gemuk, mengenakan kacamata. Pria itu duduk di kursi. Dia depannya terdapat meja yang begitu panjang melingkar.

Achlys duduk di depan pria tersebut. Pria tersebut sama sekali tidak menatap Achlys karena sibuk mencari sesuatu di tumpukan berkas yang berserakan di atas meja.

“Siapa namamu?” tanya pria itu.

“Achlys Bambalina,” jawab Achlys.

“Kamu dari kota sebelah?”

“Benar, Snowtide. Saya melamar dua bulan yang lalu dan baru saja mendapatkan surat balasannya pagi ini.”

“Tinggal di hotel sebelah?”

“Benar.”

“Dan akan melakukan wawancara sore ini?”

“....Berdasarkan surat yang dikirimkan pada saya, setelah saya sampai di hotel, saya harus langsung menuju ke kantor untuk melakukan wawancara. Lebih cepat lebih baik. Karena saya juga berpikir jika saya melakukannya hari ini, maka besok saya sudah bisa mulai bekerja. Lagi pula cuacanya masih bagus,” kata Achlys.

Pria itu melirik Achlys setelah gadis itu menyatakan cuacanya masih bagus. Dia pun bertanya, “Apa hubungannya dengan cuaca masih bagus?”

“Em...tidak ada,” jawab Achlys. Lalu dia tertawa kecil. “Saya hanya mencari alasan dan itu yang saya pikirkan.”

“Silahkan menuju ke lantai atas dan tanyakan pada petugas ruangan utama. Kamu akan melakukan wawancara disana!”

“Baik terima kasih.”

Setelah itu, Achlys menuju lantai atas. Dia menaiki tangga yang dilapisi karpet merah. Dinding-dinding sepanjang tangga penuh dengan lukisan pemandangan.

“Permisi, ruangan utama dimana ya?” tanya Achlys pada salah satu petugas yang berjaga di dekat tangga di lantai dua ini.

“Disini! Mari!”

Achlys mengikuti petugas tersebut.

Lantai ini sangat berbeda dengan lantai bawah. Tidak banyak jendela dan tirai jendela dibuka hanya setengahnya sehingga suasananya cukup gelap. Dindingnya berwarna biru tua bercorak emas dan terdapat beberapa hiasan ruangan yang terbuat dari emas di beberapa sudut.

Meskipun begitu, lantai dua ini terkesan lebih mewah dan elegan dibandingkan lantai satu.

Orang-orang yang berlalu lalang hanya menatap Achlys sekilas. Tidak ada senyuman. Namun Achlys berpikir bahwa mereka profesional dalam bekerja melihat bagaimana mereka berjalan begitu cepat, terlihat fokus, dan tampak berpikir keras.

"Duke Julian cukup perfeksionis."

Achlys teringat kata-kata gurunya. Dia berkata di dalam hati, "Seperti apa sebenarnya Duke Julian? Jika dia sangat menyebalkan, maka aku tidak pernah ingin bertemu dengannya. Sepertinya naik jabatan tidak begitu kubutuhkan. Aku cuma berharap nyaman bekerja disini."

Petugas tersebut mendorong sebuah pintu yang cukup besar. Achlys menyipitkan kedua matanya. Ruangan ini lebih gelap lagi. Achlys melihat kesana-kemari dan kakinya pun berhenti.

Di tengah-tengah interior yang begitu mewah, terdapat sebuah lukisan raksasa di dinding. Lukisan itu bukanlah lukisan pemandangan melainkan seorang pria berambut coklat keemasan.

"Tunggu sebentar tuan!" teriak Achlys kecil.

Petugas di depannya pun berhenti berjalan dan menoleh ke belakang.

Bagaimana mungkin lukisan seorang tukang kebun dipajang disini. Achlys mulai ragu pria yang dia lihat di taman sebelumnya dan mirip sekali dengan suaminya yang berada di mimpinya adalah tukang kebun.

"Siapa ini?" tanya Achlys sembari menunjuk lukisan itu.

"Perasaanku tidak enak," batin Achlys.

"Apa!" Petugas itu berteriak kaget. Dia menghampiri Achlys dengan menghentak-hentakkan kakinya. "Apakah kau sudah gila?!"

"Apa ada masalah? Aku hanya bertanya," jawab Achlys kaku.

"Tentu saja menjadi masalah! Bagaimana mungkin kamu tidak mengenali Tuan Duke Julian yang akan menentukan kamu diterima disini atau tidak. Ini adalah Tuan Duke Julian!" tukas petugas tersebut.

Achlys ternganga. Jadi...semalam dia bermimpi menikah dengan Duke Julian?

"Tolong jangan mengarang tuan," bisik Achlys.

"Tuan duke sering berkeliling ke wilayah sekitar sampai masuk ke desa-desa sehingga sulit dipercaya jika ada yang belum tahu rupa beliau. Namun, entah apa yang terjadi denganmu sehingga kamu bahkan tidak mengenali pemilik perusahaan tempatmu akan bekerja. Bersyukurlah nona. Jika ada orang lain yang mendengar ini mungkin dia akan melaporkannya pada tuan duke dan kamu akan mendapat masalah. Mari lanjutkan perjalanan!"

Achlys tidak percaya ini. "Hanya karena tidak tahu dia, dia marah?" batinnya. "Seperti di mimpiku, dia biadab."

Achlys mengikuti petugas itu dengan langkah lebih pelan daripada sebelumnya. Pikirannya berkecamuk.

Akhirnya mereka tiba di ruangan utama. Ada beberapa orang di ruangan itu dan mereka semua sedang sibuk.

"Silahkan duduk nona Achlys!" titah seorang wanita yang Achlys tahu wanita tersebut berasal dari keluarga bangsawan.

Wanita itu adalah Magnolia. Dia salah satu orang kepercayaan Duke Julian. Setiap ada yang melamar bekerja disini, dia selalu mengingat wajah dan nama orang tersebut.

Achlys tidak duduk seperti yang diperintahkan. Dia justru mendekati wanita yang sangat cantik itu tetapi masih menjaga jarak.

"Maaf sebelumnya tetapi saya ingin mengundurkan diri."

Kalimat yang dikatakan secara singkat itu langsung membuat aktivitas semua orang di ruangan itu berhenti dan wajah mereka mengarah pada Achlys.

"Apa?" tanya Magnolia.

"Saya tidak jadi bekerja disini!" tegas Achlys.

"Alasannya?"

"...Tidak ada alasan."

"Apakah kamu mengerti apa yang sedang kamu bicarakan?"

Magnolia menyuruh dengan bahasa isyarat ke petugas yang berdiri dibelakang Achlys untuk melaporkan situasi ini pada Duke Julian. Petugas itu buru-buru mencari Duke Julian.

"Saya mengerti nyonya. Saya datang kesini memang ingin memberitahu saya mengundurkan diri. Terima kasih sebelumnya sudah menerima saya di perusahaan ini," ucap Achlys.

"Apakah kamu tidak memikirkan konsekuensinya?"

Achlys tidak begitu mengerti konsekuensi yang dibicarakan Magnolia. Dia pikir dia memiliki hak untuk memgundurkan diri karena dia belum menandatangani kontrak kerja.

"Banyak sekali orang yang ingin bekerja bersama Duke Julian dan kamu akhirnya mendapatkan kesempatan itu tetapi kamu langsung membuang kesempatan itu begitu saja tanpa alasan yang jelas?"

Achlys merasa jika dia bekerja disini, maka dia akan terus bertemu dengan Duke Julian dan setiap kali bertemu dengannya, dia akan teringat mimpi itu. Semenjak dia mengetahui pria itu sama persis dengan suaminya yang ada di dalam mimpinya, dia sangat tidak nyaman.

"Maafkan saya," jawab Achlys.

"Di tempat lain kupikir lebih baik. Tidak masalah dengan gajinya yang terpenting aku merasa nyaman," batin Achlys.

"Nona Achlys Bambalina, kamu sama saja telah mencemarkan nama baik tuan duke!" ucap Magnolia dingin.

Petugas yang disuruh Magnolia sudah berdiri di dekat Duke Julian sambil menundukkan kepalanya. Kedatangan petugas itu membuat suasana hati Julian yang semula buruk menjadi lebih buruk. Julian telah memperingatkan semua orang disini untuk tidak mengganggunya ketika dia sedang sendirian.

"Maafkan saya tuan duke tetapi nyonya Magnolia menyuruh saya untuk melaporkan hal penting ini. Seorang pelamar kerja telah datang dan alih-alih melakukan wawancara, dia justru mengundurkan diri."

Julian langsung melesatkan kedua matanya pada petugas itu. "Jelaskan lebih detail!" titahnya dingin.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ace Tribes
9.5
Chryssant Elettra alias Ysee terlempar ke benua Earthalic setelah terkena kutukan akibat perundungan kawanannya. Ia nyaris tewas di tangan Putra Mahkota Remus Valez karena dituduh sebagai dalang agresi suku Ace. Setelah kejujurannya terbukti, Ysee dipaksa menjadi pelayan pribadi di manor Remus. Namun, kehadirannya justru mengungkap berbagai rahasia gelap yang selama ini tersembunyi. Tanpa sadar, mereka berdua hanyalah pion dalam skema besar yang mengancam kehancuran.
Sampul Novel Calista Kaz : Penyihir Naga Arkhataya
8.9
Pasca kematian sang ayah oleh Rufus Black, Calista Kaz menyadari warisan darah penyihir dan psikokinesis dalam dirinya. Bersama Brisa, Ness, dan Darren, ia menuju Lembah Crystal demi memenuhi ramalan sebagai pembangkit naga. Namun, kegagalan Calista justru membuat lembah itu hancur diserang Zorca. Kini, di tengah perlindungan bangsa Elf Amorilla, Calista harus berjuang membangkitkan roh Arkhataya demi memenangkan pertempuran terakhir sekaligus mengurai kisah cintanya.
Sampul Novel Kebohongan Sang Alfa, Pemberontakan Sang Omega
8.4
Kebahagiaan Omega ini hancur saat memergoki Alpha Baskara bersama wanita lain dan seorang putra rahasia. Ternyata, pernikahan mereka hanyalah alat politik yang dirancang oleh Baskara dan orang tua angkatnya. Meski dikhianati dan disebut pajangan, ia tetap tenang saat Baskara berpura-pura rindu. Di balik amarah yang membeku, ia menyiapkan pembalasan. Sebuah kristal berisi rahasia busuk mereka akan segera mengungkap kebenaran di tengah pesta akbar.
Sampul Novel Occidens
9.7
Tumbuh dalam kebencian akibat keserakahan orang tuanya, Edgar yang berdarah campuran harus memikul kutukan berat. Namun, kehadiran Selena, si gadis pencari kayu yang ceria, mulai meluluhkan hatinya yang beku. Saat cinta mulai bersemi, takdir kejam menghalangi. Edgar terpilih menjadi pemimpin kaum immortal dan penguasa klan demon. Sebagai raja, ia dilarang memiliki pendamping atau ratu. Mampukah cinta mereka bertahan melawan hukum dunia immortal yang mutlak?
Sampul Novel Pedang Naga Siluman
9.5
Satya Wiguna tumbuh dalam kesederhanaan di bawah asuhan Mbah Wiguna hingga menjadi pemuda tangguh yang rendah hati. Bersama kawan-kawannya, ia berkelana ke masa silam demi membasmi kejahatan. Saat kekuatannya mencapai puncak, penghuni dunia sukma menobatkannya sebagai senopati perang. Berbekal Pedang Naga Siluman, Satya mengemban misi vital untuk melindungi alam moksa dan dunia nyata dari invasi besar Sang Raja Iblis yang ingin berkuasa.
Sampul Novel Sang Pendekar Naga Iblis
8.6
Sakya, sang Naga Iblis, berambisi menjadi Dewa Pedang di Dunia Mortal demi membalas dendam pada Dewa Naga yang telah membinasakan dunianya. Namun, perjuangan ini sangat berat karena tubuhnya melemah drastis setelah melintasi dimensi. Di tengah keterbatasan fisik yang rapuh, mampukah ia bangkit menjadi pendekar pedang terkuat? Ikuti perjalanan epik Sakya dalam menuntaskan misi balas dendamnya dan membuktikan takdirnya sebagai penguasa pedang sejati.