
Di Balik Topeng Cinta Pertama
Bab 5
Rasanya seperti ada duri yang menganjal di tenggorokanku.
Tanggal 8 bulan lalu adalah hari kematian putriku karena serangan jantung.
Aku masih ingat dia terjatuh ke pelukanku dan suhu tubuhnya perlahan turun.
Sebaliknya, Kristin justru menjalani operasi transplantasi jantung yang seharusnya menjadi milik Elis hari itu.
Semua orang mengira Kristin adalah putrinya. Ternyata, di hari putrinya meninggal, dia dengan senang hati membagikan bonus pada seluruh karyawan perusahaan demi merayakan keberhasilan operasi Kristin.
Logikanya, orang yang sudah mati tidak akan merasa kedinginan.
Namun, aku merasa seakan dilempar ke dalam lautan es.
Riyan, tepat di saat kamu menyemangati Kristin untuk kehidupan barunya, putri kandungmu meninggal karena serangan jantung di bangsal sebelah dan meninggalkan dunia ini selamanya.
Kamu punya waktu membayar tiga kali lipat gaji ke seluruh karyawan, tetapi kamu malah mengabaikan ribuan pesan yang aku kirim padamu.
Putri kandungmu bahkan menunggu kedatanganmu hingga saat-saat terakhir sebelum kematiannya.
Riyan, kamu nggak pantas jadi manusia!
Sejak kecil, Elis sudah sangat cerdas. Kebisuanku sepertinya membuatnya menyadari sesuatu.
Dia tidak lagi berputar di sekitar Riyan.
Malam harinya, kami pun mengikuti Riyan pulang ke rumah.
Ini bukan rumah yang dulu kami tinggali, tetapi rumah Riyan dan Monika.
Monika menyambut kepulangan Riyan dengan senang.
"Kristin, Ayah sudah pulang!"
Kristin bergegas keluar ruangan dengan gembira. Ini bukan pertama kalinya aku melihat wajah gadis kecil itu.
Tidak lama setelah Elis masuk SD, dia mengatakan padaku bahwa dia akan pergi bermain dengan teman-temannya.
Saat pulang, wajahnya penuh luka. Setelah sekian lama bertanya, putriku baru bercerita sambil menangis kalau ada seorang gadis kecil yang memukulinya.
Gadis kecil itu juga menyebut Elis sebagai anak haram.
Setelah aku lapor polisi, inilah wajah yang aku lihat dalam rekaman CCTV.
Saat itu, Riyan masih menasihatiku agar tidak perhitungan dengan seorang gadis kecil.
Setelah berulang kali mencari tahu dan hasilnya nihil, aku juga tidak memikirkan hal itu lagi.
Ternyata, dia putrinya Monika.
Melalui percakapan mereka, aku baru tahu kalau Monika adalah cinta pertamanya Riyan.
Hanya saja, karena keluarga Monika dulunya adalah pengasuh Keluarga Tanardi, jadi Monika dan Riyan termasuk teman masa kecil.
Namun, mana mungkin Keluarga Tanardi mengizinkan putri seorang pengasuh menjadi menantunya?
Monika pun menjadi kekasih gelap Riyan. Hubungan mereka sudah terjalin selama bertahun-tahun.
Kristin bahkan dua tahun lebih besar dari Elis.
Riyan menikahiku hanya untuk membungkam orang tuanya.
Pasangan hina ini diam-diam menjalin hubungan cinta yang mereka kira penuh gairah itu.
Riyan, kamu nggak akan mati dengan tenang!
Anda Mungkin Juga Suka





