
Di Atas Ranjang Tuan Nick
Bab 3
Pekik Keyla saat Nick mulai naik ke atas ranjang dan menindih tubuh indahnya.
Nick langsung menyerbu tubuh indah itu dan menghirup aroma memabukkan dari tubuh Keyla. Sungguh aroma tubuh ini begitu membuatnya kepayang.
“Kau sangat sensitif, baru disentuh begitu saja sudah kewalahan!” cibir Nick.
Keyla hanya bisa melipat bibir, bagaimana tidak kewalahan, ini adalah pertama dan sesuatu yang baru untuknya.
Keyla semakin terisak saat gaun pertunangannya tiba tiba telah raib dari tubuhnya, tentu karna perbuatan tangan Nick yang lancang.
“Wow, ternyata kau menyembunyikan berlian yang sangat berkilau sayang…”
Nick memuja tanpa sadar. Dia semakin terangsang ketika memperhatikan kedua payudara indah Keyla. Ukurannya lebih besar sedikit dari kepalan tangannya. Bagian putingnya masih berwarna merah muda, seperti belum pernah terjamah oleh apapun.
Nick mengulurkan tangannya menangkup bagian itu.
“Ukurannya sangat pas, masih sangat kencang,” puji Nick.
Nick merendahkan kepalanya dan memandang bagian indah itu secara bergantian.
"Sakit.." Keyla menjerit saat putingnya tiba tiba di gigit dan ditarik oleh deretan gigi putih Nick.
“Owh, kau mau aku bermain lebih lembut sayang?” tanya Nick.
Keyla jelas tak tersanjung dengan sindiran halus Nick itu, karna detik berikutnya Nick kembali berkata dengan nada yang lantang. “Bermimpi lah jalang!”
Keyla semakin menangis terisak saat Nick membuka dan melebarkan kedua kakinya. Laki laki itu kembali menyerbu tubuhnya, meninggakkan banyak goresan cinta yang ia ciptakan dengan bibirnya. Keyla menangis terisak namun Nick seolah mematikan hati nuraninya.
“Sudah cukup, aku tak sabar memasuki mu sayang..”
Nick terpaku sejenak memperhatikan area inti gadis itu, terlihat mungil dan sempit, tak pernah Nick melihat bentuk yang seperti itu sebelumnya, namun karna sudah dikuasai gairah dan rasa benci yang tak terbendung, Nick akhirnya mengabaikan semua itu.
Dia mengurut miliknya yang sudah mengeras sejak tadi, Keyla menggeleng di sisa tenaganya. Nick mulai mengusap pelan dengan menggesekkan ujung miliknya ke bibir vagina Keyla.
Tubuh Keyla melengkung saat ujung milik Nick berhasil melesak ke dalam intinya yang sempit.
“Hentikan, sakit!”
“Sial, kenapa sulit sekali menembus mu jalang?!” Nick mengumpat ditengah usahanya membobol vagina Keyla.
Keyla melemah sebab tenaganya sudah terkuras habis.
“Jangan diteruskan, aku mohon..” lirih Keyla dengan tangis berurai.
Nick malah menatapnya remeh.
“Cih, simpan air mata buaya mu, aku yakin kau sering melakukan ini dengan kekasihmu itu bukan!?” tanya Nick dengan tatapan penuh kebencian.
Keyla hanya terdiam sambil menyorotnya dengan tatapan penuh luka. Untuk apa dia menjawab pertanyaan laki laki itu, toh Nick tidak akan pernah mempercayainya.
Nick akhirnya melepaskan ikatan ditangannya saat yakin Keyla tidak akan lagi sanggup memberontak.
Jari jari pria itu mengisi kekosongan disela sela jari jari Keyla, meletakkannya disamping kiri dan kanan kepalanya. Nick menatapnya lurus, ia kemudian melanjutkan kegiatannya dengan mendorong kuat pinggulnya, menghimpit liat sempit itu berkali kali.
Keyla menjerit kesakitan saat benda besar itu terus memaksa melesak menembus selaput keperawanannya. Seolah ingin mengoyak dan menghancurkan liangnya.
Nick mengerang, wajahnya memerah dan bibirnya terbuka lebar mengeluarkan desahan.Tak pernah ia merasakan perasaan senikmat ini, bergumul bersama wanita lain. Nick tak pernah mendapatkan perasaan luar biasa seperti dengan gadis ini.
“Ugh, diam lah jalang, sedikit lagi!” umpatnya. Dan detik berikutnya Nick kembali menyentak, kali ini begitu kuat dan dalam hingga akhirnya miliknya pun berhasil terbenam sempurna dalam liang sempit dan hangat milik Keyla.
Jeritan Keyla kembali lolos, air mata meniti keluar berbarengan dengan rasa sakit luar biasa yang baru pertama kali ia rasakan ditubuhnya, namun kali ini Nick menyumpal jeritannya dengan sebuah ciuman panas.
Ia meremas payudara Keyla dan ikut mengerang menikmati sensasi kedutan di bawah sana.
“Kau sangat nikmat sayang, begitu erat dan mencengkeram!”
Air mata Keyla semakin deras, itu bukanlah pujian bagi Keyla melainkan sebuah hinaan besar. Hilang sudah keperawanan yang selama ini ia jaga. Nick merenggutnya tanpa belas kasih sedikitpun.
Nick menegakkan punggungnya sesaat, memperhatikan ke bawah karna penasaran kenapa milik Keyla rasanya sangat berbeda.
Ia menarik rudal besarnya keluar hingga ujungnya yang berbentuk jamur itu lolos dari bibir vagina Keyla, berbarengan dengan itu setitik noda merah menetes jatuh ke bawah seprai putih di bawahnya, membuat Nick langsung terbelalak dengan wajah yang sangat syok.
“Kau… masih perawan?”
Anda Mungkin Juga Suka





