Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Derita Cinta Sang Pelakor

Derita Cinta Sang Pelakor

Via memiliki segalanya dalam diri Jason, namun ia justru berpaling demi kemewahan dari Dimas, seorang miliarder beristri. Meski mengaku terikat perjodohan tanpa cinta, Dimas terdesak saat Via menuntut kepastian status. Di tengah dilema besar tersebut, sebuah rahasia kelam terungkap bahwa Dimas sebenarnya adalah kakak ipar Via sendiri. Kini, cinta terlarang ini memicu konflik batin yang menghancurkan saat identitas asli mereka saling bersilangan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Tubuh Via mengejang hebat seiring nafasnya yang terasa terhenti untuk sesaat. "Aaahhh," erangnya sembari merasakan semburan hangat yang melesak di dalam tubuhnya. Erangan yang disambut kecupan pelan dan lama dari bibir lelaki tampan yang masih berada di atasnya.

Via membuka mata, seiring kedutan-kedutan kecil di bagian intinya yang perlahan menghilang. Wajah lelaki itu tersenyum di depan matanya. Lelaki itu memang selalu menikmati wajah sendu Via setiap kali gadis itu memadu cinta dengannya.

"Kau suka?" tanyanya, suara beratnya menambah kesal maskulin lelaki itu. Namanya Dimas, lelaki yang sudah beberapa bulan ini menjelajahi ranjang-ranjang kamar super mewah di berbagai hotel.

"Ya, Sayang," jawab Via malu-malu. Entah sudah berapa kali Via mengarungi percintaan yang panas membara dengan lelaki itu, namun masih saja dia merasa malu.

Lelaki itu beralih, menarik miliknya yang masih sedikit mengeras dari diri Via. Dia berbaring di sebelah gadis itu. Lelaki itu memutar tubuhnya menghadap pada Via yang masih menyeimbangkan nafasnya.

Mengusap lembut pipi gadis yang saat ini tengah mampu memuaskan hasratnya setiap kali bercinta, ia melayangkan kecupan yang lama pada kening Via.

Via memejamkan matanya dan tersenyum sambil memegang tangan Dimas yang berada di pipinya.

Via lalu memeluknya, Dimas membalas pelukan itu dan mulai bertanya pada Via kapan ia akan pindah ke apartemen yang telah ia sediakan untuk Via.

"Vi, kapan kau akan menempati apartemen yang telah aku sediakan untukmu? Aku bisa datang kapan saja jika kau pindah kesana?" Menatap dalam ke arah mata Via, "Apa kau tak menyukai apartemen itu, kau mau rumah sayang?" tanyanya lagi.

Saat Via hendak menjawab, televon Dimas berdering, sudah berkali-kali televon itu berbunyi, dari mereka mulai bermain, Via melirik sekilas kearah ponsel Dimas.

"Pasti itu dari istrinya," batin Via, ia merasa kesal, mungkin itu ia cemburu, namun Via hanya diam saja, Via sadar akan siapa dirinya.

Ponsel itu berdering kembali, Dimas hanya melihat nama yang tertera di sana, lelaki itu tak menjawabnya, namun Dimas kemudian berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi, membersihkan dirinya dan mulai berpakaian kembali.

Dimas memakai jasnya lalu menghampiri Via yang masih berada di atas ranjang, Dimas mengecup bibir Via sekilas lalu berpamitan pada gadis itu.

"Aku pergi dulu, nanti aku akan menghubungimu lagi," ucap Dimas sambil tersenyum dan mengusap lembut rambut Via.

Gadis itu tak rela berpisah dengan Dimas, ia masih ingin menghabiskan waktunya bersama dengan lelaki itu, berlama-lama berada di sisi lelaki.itu, lelaki yang membuatnya merasa begitu nyaman, ia ingin sekali menahannya, tapi gadis itu mengurungkan niatnya. Via sadar akan posisinya saat ini.

"Jangan egois Via, kau hanyalah yang kedua baginya," gumam Via pada dirinya sendiri.

Via selalu merasa sedih setiap kali mengingat jika dia bukan pemilik seutuhnya, Dimas telah ada yang memiliki, di sana ada seorang wanita yang lebih berhak daripada dirinya.

Via langsung berdiri dan berjalan mendekati jendela, melihat mobil Dimas yang perlahan pergi meninggalkannya disana seorang diri.

Via merasa sangat sedih, entah kapan ia akan terus seperti ini, menjalani hubungan yang membuatnya bahagia sekaligus sedih di waktu yang bersamaan.

"Mengapa takdir sekejam ini, mempertemukan kita disaat yang tak tepat, bahkan saat kita telah memiliki pasangan masing-masing."

Via menghembuskan nafasnya dengan kasar, kesedihan begitu terpancar pada wajah gadis itu.

Via kemudian berjalan dan duduk di sofa yang ada di kamar itu, mendongakkan kepalanya dan bersandar di sofa tersebut.

Fikirannya menerawang jauh, namun Via tersadar dan mengingat ponselnya, ia segera bangkit mencari tasnya, mengambil ponsel itu lalu mengeceknya.

Terdapat banyak panggilan di sana dan beberapa pesan, Via lupa untuk mengabari pacarnya, dia lantas membuka semua pesan itu, benar saja pesan itu dari pacarnya.

Via mulai menscroll layar ponselnya membaca satu persatu dari sederet pesan yang diterima olehnya.

"Hemmmm, maafkan aku." Via menarik napas panjang, merasa bersalah pada lelaki itu.

Seolah ia lupa akan segalanya jika sudah bersama dengan Dimas, hati jiwa bahkan seluruh raganya, milik lelaki itu seutuhnya

Lelaki yang telah menemaninya selama dua tahun ini, via langsung memungut pakaiannya yang berserakan, lalu berjalan menuju kamar mandi.

Setelah merapikan penampilannya Via segera meninggalkan hotel itu dan berjalan pulang ke kostnya yang berada di radio dalam.

Hanya butuh waktu setengah jam, untuk sampai di kosannya, via begitu terkejut saat melihat pacarnya itu sudah menunggunya di depan pintu, ia mempercepat langkahnya dan segera menghampiri lelaki itu.

Lelaki itu tersenyum dan menyambut kedatangan Via, sambil menyerahkan makanan yang ada di tangannya.

Via menatap lelaki itu dengan tatapan sendu, ia sedih dn merasa bersalah pada pacarnya, karena sudah menghianati nya, Via memeluk lelaki yang ada di hadapannya saat ini, "Maaf," ucapnya lirih, begitu lirih hingga pria itu bahkan tak mendengarnya.

Via tersenyum ke arah pacarnya, dan mengajak lelaki itu untuk masuk kedalam makar kost miliknya.

"Apa kau sudah makan?" Lelaki itu bertanya dengan senyuman di wajahnya.

Via menggelengkan kepalanya, padahal ia sudah makan bersama dengan Dimas, ia merasa tak enak hati pada pacarnya itu, yang sudah membawakannya makanan.

Lelaki itu kemudian membuka paper bag yang ia bawa, mengambil piring yang tak jauh dari tempatnya duduk dan mulai menatanya.

"Makanlah dulu, jangan tidur dalam keadaan perut lapar," ucapnya penuh perhatian.

Via mengambil makanan itu dari tangannya, matanya kini berkaca-kaca, mengapa ia sejahat ini menghianati seseorang yang begitu perhatian padanya.

Perasaan bersalahnya semakin besar pada lelaki yang ada di hadapannya ini, bahkan lelaki itu tak bertanya kemana dirinya pergi.

Ketika dirinya tak menjawab telepon bahkan membalas pesannya, namun lelaki itu tetap setia menunggunya di depan pintu, sampai ia kembali pulang.

Lelaki itu terus saja menunggu Via hingga selesai makan, dia tahu betul jika Via kelelahan setelah pulang kerja, Wanitanya itu akan langsung tidur dengan keadaan perut kosong.

Ia berinisiatif membelikan makanan untuk Via, dan memastikan wanitanya makan dengan baik.

"Karena kau sudah selesai makan, maka aku akan kembali pulang," dia tersenyumdan berdiri hendak pergi dari sana.

Namun tiba-tiba Via memeluknya dari belakang, lelaki itu lalu membalikkan badannya, tersenyum ke arah Via.

"Aku harus pergi, apa kau mau pacarmu ini di pecat? Sudah terlalu lama aku meninggalkan pekerjaanku, hemmm."

Via menatap mata pacarnya dan menggelengkan kepalanya, lelaki itu lantas tersenyum dan mulai berjalan.

"Jason ..., Terima kasih."

Lelaki itu menoleh ke arah Via, dan tersenyum, "I love you," ucapnya tersenyum dan pergi meninggalkan Via disana.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Sangat Mencintaimu
9.6
Pasca insiden satu malam, Rossa Saraspati menikah dengan Robert Carlos karena kehamilan yang tak terduga. Robert adalah suami miliarder yang memanjakannya dengan kemewahan luar biasa, memenuhi segala keinginan materi namun melarangnya bekerja. Saat Rossa mencoba mencari nafkah secara sembunyi-sembunyi, ia selalu gagal karena sabotase Robert. Akhirnya, Robert memberi Rossa posisi khusus di kantornya sebagai istri sang bos demi memastikan ia tetap berada di sisinya.
Sampul Novel BIDADARI
8.1
Aida Tazkia merasa rendah diri karena kondisi fisiknya sebagai penyintas kanker. Reiko Byakta Adiwijaya, pria dari keluarga konglomerat, justru tetap menikahinya meski melontarkan hinaan tajam. Di balik pernikahan tanpa cinta ini, tersimpan rahasia besar yang disembunyikan Reiko. Aida kini terjebak dalam belenggu keluarga Adiwijaya yang penuh tekanan. Mampukah ia menemukan kebahagiaan sejati dan cinta tulus di tengah keraguan akan kesempurnaannya sebagai wanita?
Sampul Novel Cinta Setelah Menikah
9.4
Bunga, wanita cantik dengan bayang-bayang masa lalu, dipertemukan dengan Rio Xen Zhin. Rio adalah CEO asal Jepang yang kaya, berwibawa, namun sangat dingin. Sosoknya sangat mirip dengan mendiang mantan tunangan Bunga yang telah tiada. Rio memutuskan untuk menikahi Bunga hanya demi membalas sebuah jasa. Di tengah pernikahan tanpa cinta ini, mampukah Bunga merelakan masa lalunya dan menghadapi kenyataan bersama pria yang memiliki wajah serupa?
Sampul Novel DIARY_LIANA
8.4
Liana Salsabila, mahasiswi cerdas di Medan, mengalami trauma berat setelah dipaksa keguguran oleh kekasihnya melalui minuman beracun. Tragedi ini berujung pada pengangkatan rahim yang menghancurkan batinnya. Meski berasal dari keluarga terpandang, putri pengusaha saham Arbi dan Fitri ini sempat nekat menjalin hubungan rahasia tanpa restu. Kini, ia ditinggalkan saat sakit. Mampukah Liana menghadapi kemarahan orang tuanya setelah rahasia kelam ini terungkap?
Sampul Novel Hasrat Yang Tertunda
8.2
Megan White, seorang penulis naskah ternama, mengalami kecelakaan tragis yang menjungkirbalikkan hidupnya dalam semalam. Saat terbangun, ia mendapati dirinya berada di kediaman mewah milik miliarder Riley Charles. Tanpa peringatan, pria berwajah dingin itu mengklaim bahwa Megan adalah istrinya. Kini, kedamaian hidup Megan lenyap sepenuhnya saat ia terperangkap dalam status baru sebagai nyonya di istana Riley yang penuh misteri dan kemegahan.
Sampul Novel KECELAKAAN SEMPURNA
8.9
Demi biaya pengobatan kanker ibunya, Qarletta Averly yang berusia 21 tahun mencoba peruntungan di Heston Corporation. Ia berharap posisi fotografer di perusahaan raksasa itu menjadi solusi finansialnya. Namun, impian indahnya hancur saat bertemu sang CEO, Carl Heston. Alih-alih karier cemerlang, sebuah kesalahan fatal justru menjerat Arlett dalam skandal besar yang dirancang Carl. Kini, Arlett terjebak dalam situasi rumit dengan pria berkuasa yang mengubah hidupnya.