Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dendamnya, Cinta Abadinya

Dendamnya, Cinta Abadinya

Darma Wijoyo dan Jihan Prameswari menguras harta keluargaku serta menghancurkan karierku lewat jebakan kejam. Demi pengobatan ibu, aku terpaksa menuruti ancaman Darma untuk mengakui kesalahan yang tak kuperbuat. Ternyata, janji manis bosku itu palsu; aku hanya dianggap alat tak berharga. Kini, di tengah puing kehancuran dan pengkhianatan pahit, aku bangkit. Rasa sakit ini berubah menjadi tekad membara untuk membalas dendam pada mereka yang telah merenggut segalanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Semuanya sudah dikonfirmasi, Anya. Penerbangan medis sudah siaga." Suara Fandi adalah tali penyelamat. "Kita bisa berangkat besok malam."

"Terima kasih, Fandi. Untuk semuanya."

Aku menutup telepon dan menatap ibuku yang sedang tidur. Wajahnya pucat, tetapi damai untuk saat ini. Aku membungkuk dan mencium keningnya, hatiku sakit karena campuran cinta dan rasa bersalah. Aku menghukum diriku sendiri untuk menyelamatkannya.

"Aku akan kembali untukmu, Bu," bisikku. "Aku janji."

Keesokan harinya, aku pergi ke rumah mewah Darma untuk mengemasi barang-barangku. Inilah akhirnya. Perpisahan terakhir.

Jihan menungguku di lobi, senyum kemenangan di wajahnya.

"Pergi begitu cepat?" ejeknya.

"Minggir dari jalanku, Jihan."

"Kau tahu, Ayah tidak akan pernah memilihmu," katanya, suaranya meneteskan racun. "Dia sendiri yang bilang padaku. Malam itu, setelah dia meninggalkanmu di konferensi itu? Dia datang ke apartemenku. Dia bilang kamu hanyalah alat yang berguna, tidak akan pernah menjadi keluarga."

Kata-kata itu menghantamku seperti pukulan fisik. Aku terhuyung mundur, pikiranku menolak untuk memprosesnya. Alat yang berguna. Bukan keluarga.

"Kamu bohong," kataku tercekat, air mata mengaburkan pandanganku.

"Benarkah?" Dia mengangkat ponselnya. Di layar ada foto Darma dan dia, diambil malam itu. Mereka tertawa, sebotol sampanye di atas meja di antara mereka. Dia tidak sedang menenangkannya. Dia sedang merayakan penghinaanku bersamanya.

Isak tangis yang dalam keluar dari tenggorokanku. Seluruh fondasi dua tahun terakhirku hancur menjadi debu. Bimbingannya, janji-janjinya, kepercayaan yang kami bagi—semuanya bohong.

Mataku tertuju pada vas kristal di meja terdekat. Itu adalah hadiah yang diberikan Darma setelah aku menutup kesepakatan besar pertamaku. "Untuk kesuksesan kita di masa depan," katanya.

Dengan jeritan amarah murni, aku menyapunya dari meja. Vas itu pecah berkeping-keping di lantai marmer, seribu pecahan berkilauan dari janji yang rusak.

"Apa yang kamu lakukan?"

Suara Darma memotong udara. Dia berdiri di ambang pintu, ekspresinya bukan marah, tapi... bosan. Jengkel.

Dia berjalan melewati pecahan kaca tanpa melirik, langsung menuju Jihan. Dia meletakkan lengan yang menenangkan di sekelilingnya. "Kamu baik-baik saja, Sayang?"

Kontras itu memuakkan. Dia melihat putrinya terlebih dahulu, selalu.

Dia menoleh padaku, matanya dingin. Dia mengulurkan sebuah kotak beludru kecil. "Sesuatu untuk menebus ketidaknyamanan ini."

Aku membukanya. Sebuah kalung berlian sederhana. Sebuah sedekah. Sebuah penghinaan. Aku merasakan gelombang mual.

Aku mengambil kotak itu, tanganku gemetar. "Terima kasih," kataku, suaraku menjadi gema hampa dari apa yang pernah ada.

Jihan kemudian melangkah maju, senyum manis di wajahnya. "Dan ini dariku, Anya. Untuk berterima kasih atas pengorbananmu."

Dia memberiku sebuah kado yang terbungkus indah. Aku membukanya. Itu adalah sebuah foto berbingkai. Foto dirinya dan Darma, berpelukan di sofa, tampak seperti sepasang kekasih. Foto itu diambil di ruang tamu rumah yang kami tinggali bersama.

Darma melihat foto itu dan tersenyum. "Jihan punya hati yang baik," katanya, sama sekali buta terhadap kedengkian putrinya.

Napas seolah meninggalkan paru-paruku. Foto itu adalah bukti pengkhianatan yang begitu dalam hingga terasa seperti meracuniku secara fisik. Aku membungkuk, perutku mual.

Aku bergegas ke kamar mandi terdekat, suara muntahanku sendiri memenuhi ruangan kecil itu. Melalui pintu yang terbuka, aku bisa mendengar mereka. Darma dan Jihan, tawa mereka bergema di lorong, menjadi musik latar yang ceria untuk penderitaanku.

Ketika aku akhirnya terhuyung-huyung keluar, mereka sudah pergi. Tapi mereka meninggalkan foto berbingkai itu di meja masuk, sebuah pengingat terakhir yang kejam.

Aku menatapnya, sebuah kesadaran mengerikan muncul di benakku. Janji-janji kami, hidup kami bersama... Apakah kami pernah menikah? Atau itu hanya kebohongan lain? Alat lain untuk membuatku tetap patuh?

Pikiran itu begitu absurd, begitu menyakitkan, hingga aku mulai tertawa. Suara liar dan patah yang bergema di rumah kosong itu.

Aku kembali ke rumah itu malam itu, rumah yang seharusnya kami tinggali bersama. Dia telah menanam kebun anggur untukku di halaman belakang. "Agar kita bisa membuat anggur sendiri untuk merayakan hari jadi kita," katanya. Dia telah membangunkan ayunan untukku di bawah pohon ek tua.

Aku pergi ke garasi dan menemukan sepasang gunting. Aku berjalan keluar ke udara malam yang dingin dan mulai memotong. Aku menebas tanaman anggur, memutuskannya satu per satu, menghancurkan simbol masa depan kami.

Lalu aku masuk ke dalam. Aku mengumpulkan setiap foto, setiap hadiah, setiap surat yang pernah dia berikan padaku. Aku membawanya ke perapian dan menyalakan korek api. Aku menyaksikan kenangan kami berubah menjadi abu.

Darma kembali tepat saat foto terakhir mengerut menjadi hitam.

Dia melihat kebun anggur yang hancur melalui jendela, lalu tumpukan abu di perapian. Wajahnya mengeras.

"Kamu bertingkah seperti anak kecil, Anya."

"Aku hanya membuang sampah," kataku, suaraku datar.

Dia tidak menunjukkan penyesalan, tidak ada kesedihan. Hanya kejengkelan. "Ini melelahkan."

Tepat pada saat itu, salah satu stafnya masuk, membawa beberapa tas belanja dari toko desainer kelas atas. Dia meletakkannya di kaki Darma.

Sesaat kemudian, Jihan masuk, dengan ekspresi sombong di wajahnya. Barang-barang baru itu jelas untuknya.

Pemandangan itu begitu grotesk dan sempurna, hampir lucu. Sang raja, putri kesayangannya, dan badut istana yang dibuang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Sangat Mencintaimu
9.6
Pasca insiden satu malam, Rossa Saraspati menikah dengan Robert Carlos karena kehamilan yang tak terduga. Robert adalah suami miliarder yang memanjakannya dengan kemewahan luar biasa, memenuhi segala keinginan materi namun melarangnya bekerja. Saat Rossa mencoba mencari nafkah secara sembunyi-sembunyi, ia selalu gagal karena sabotase Robert. Akhirnya, Robert memberi Rossa posisi khusus di kantornya sebagai istri sang bos demi memastikan ia tetap berada di sisinya.
Sampul Novel Baby Twins Billionaire
7.9
Masa depan Freya Amalia hancur dalam semalam akibat perbuatan pria asing. Kegetiran hidupnya bertambah saat ia menyadari dirinya mengandung bayi kembar dari tragedi tersebut. Di sisi lain, Vero Brance Harison dihantui rasa bersalah yang mendalam atas dosa masa lalunya. Ia bertekad menemukan wanita yang telah disakitinya untuk dijadikan istri. Saat takdir mempertemukan mereka, mampukah Vero menebus kesalahannya dan dapatkah Freya memaafkan ayah dari anak-anaknya?
Sampul Novel Disgraced Wife
7.9
El Barack Gunadhya Nagara terpaksa membeli Bellina Devanka Ammari dari bibinya demi memenuhi tuntutan kakeknya akan pewaris Nagara Group. Dalam pernikahan singkat yang penuh penderitaan ini, Bellina harus merelakan hubungannya dengan Kevin Sanjaya. Meski batinnya tersiksa karena hanya dianggap sebagai mesin penghasil keturunan, situasi mulai berubah saat El menjadikannya sosok spesial. Akankah Bellina tetap pergi, atau justru jatuh cinta pada pria yang menyelamatkannya?
Sampul Novel Istri Cacat CEO
9.6
Christian Oliver adalah CEO sukses yang tampak memiliki segalanya, namun hidupnya terkekang oleh aturan sang ayah. Di usia 29 tahun, ia dilarang menjalin kasih karena statusnya yang sudah terikat pernikahan sejak remaja dengan Olivia, putri sahabat ayahnya. Meski telah bertahun-tahun mencari, Christian tak kunjung menemukan keberadaan istrinya itu. Ironisnya, tanpa ia sadari sedikit pun, sosok Olivia sebenarnya selalu berada sangat dekat di sisinya selama ini.
Sampul Novel Patah Hati Mendatangkan Pria yang Tepat
9.0
Lena dikhianati tunangannya yang licik karena berselingkuh dengan ibu tirinya demi harta. Saat dijebak tidur dengan orang asing, Lena membalas dengan membawa pria tampan bernama Delon untuk mengacaukan pertunangannya. Ia mengira Delon hanyalah pria miskin, padahal ia adalah CEO Grup Vit yang berkuasa. Hubungan palsu mereka berubah serius saat Delon menolak pergi. Akhirnya, Lena menyadari bahwa Delon adalah pria dari masa lalunya. Akankah rahasia ini menyatukan mereka?
Sampul Novel Pemikat Hati: Tak Mau Apa Pun Selain Kamu
9.2
Dikhianati oleh tunangan dan sahabat hingga tewas mengenaskan, ia mendapatkan kesempatan kedua melalui reinkarnasi. Begitu terbangun, ia nyaris dicekik oleh suaminya sendiri. Setelah selamat, ia segera menandatangani surat cerai demi memulai hidup baru. Tak disangka, warisan besar dari ibunya mengubah nasibnya secara drastis. Ia pun sukses membalas dendam dan meraih kejayaan. Namun, saat karier dan asmaranya memuncak, sang mantan suami tiba-tiba muncul kembali.