Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dendam Mengubur Cinta

Dendam Mengubur Cinta

Tujuh tahun merajut kasih tidak mencegahku meninggalkan Deon saat dia dipenjara demi berpaling pada sahabatnya. Setelah bebas, Deon memaksaku menikahinya untuk membalas dendam. Di balik pernikahan yang dikira harmonis, ia menyiksaku dengan membawa wanita lain, termasuk adikku, ke ranjang kami. Deon tidak tahu bahwa aku rela menyusup ke markas mafia dan menukar organ tubuhku demi mendapatkan bukti untuk membersihkan namanya, tepat di saat sisa hidupku kini hampir habis.
Bab
Bagikan

Bab 5

Beberapa kata yang singkat itu menghancurkan pertahanan Deon dalam sekejap. Dia memeluk erat tubuh Griselle di dalam dekapannya, lalu membawa Griselle ke dalam mobil secepat mungkin.

Di dalam ruang yang tertutup, tubuh mereka saling menindih dengan intens. Dunia seperti hanya tersisa mereka berdua.

"Pelan-pelan ...," rintih Griselle kesakitan.

Deon tersentak sejenak, kemudian gerakannya berubah menjadi jauh lebih lembut. "Oke. Jangan takut, serahkan semuanya padaku."

....

Griselle tidak tahu kapan semua itu berakhir.

Saat terbangun, dirinya sudah berada kembali di rumah dan berbaring di tempat tidur yang sama dengan Deon. Keduanya sama sekali tidak mengenakan sehelai benang pun. Lengan Deon masih melingkari pinggangnya, tubuhnya melekat erat pada punggung Griselle.

Namun, ranjang ini pernah ditempati oleh banyak wanita. Mereka pun pernah terbangun dalam pelukan yang sama seperti dirinya sekarang.

Seketika, dada Griselle dipenuhi kegetiran. Perutnya terasa sakit sekali seperti diremas. Baru saat itu dia teringat, sudah berhari-hari dia tidak makan apa pun.

"Ugh ...." Dia membalikkan tubuh dan mulai muntah hebat.

"Griselle, kamu kenapa?" Deon terbangun dan bertanya dengan cemas.

Setelah Griselle pertama kalinya menunjukkan kelembutannya semalam, hati Deon pun menjadi sangat lembut padanya. Namun, Griselle malah mendorongnya keras. "Jangan ... dekat-dekat aku." Nada bicaranya dingin, seolah-olah apa yang terjadi semalam hanyalah mimpi yang tak pernah nyata.

Wajah Deon yang awalnya penuh kebahagiaan, seketika berubah muram. Ekspresinya langsung membeku. Griselle pasti merasa jijik padanya, sampai muntah seperti itu ....

Deon turun dari tempat tidur dengan wajah kelam, lalu menelepon sopir. "Siapkan mobil. Antar Griselle ke rumah sakit!"

Griselle menatap punggungnya yang menjauh, hatinya terasa nyeri dan sesak. Dia tahu Deon salah paham. Akan tetapi, dia tidak ingin menjelaskan.

Apa yang terjadi semalam sejatinya memang sebuah kesalahan. Salahnya, dia tidak cukup kuat menahan diri dan terbuai oleh kelembutan sesaat yang begitu menggoda.

Namun begitu dia membuka mata, mereka kembali menjadi dua insan yang dipisahkan oleh kebencian dan tidak mungkin untuk kembali seperti dulu.

Setibanya di rumah sakit, seorang dokter wanita bernama Lona melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap Griselle.

Setelah melihat hasil laporan di tangannya, dokter yang sudah cukup berpengalaman itu langsung mengernyit. Dia memanggil Deon yang sedang menunggu di luar ruangan. "Pak, kondisi pacar Anda sepertinya ...."

Namun belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya, ponsel Deon tiba-tiba berdering.

Baru saja dia mengangkat telepon, suara tangis Naomi langsung terdengar dari seberang sana. "Kak Deon, aku kecelakaan .... Mobilnya ... hancur ...."

Wajah Deon langsung menegang. "Tunggu aku. Aku akan segera ke sana."

Dia lalu menutup telepon dan berkata singkat pada Lona, "Nanti saja bicarakan soal penyakitnya, aku harus tangani sesuatu yang penting dulu."

Tanpa menoleh lagi, dia pun pergi meninggalkan rumah sakit.

Melihat punggungnya yang semakin menjauh, Griselle menghela napas lega, lalu menoleh ke dokter. "Dokter, soal kondisiku, lebih baik Anda sampaikan langsung padaku."

Lona merapikan kacamata tebal di wajahnya, lalu menghela napas panjang. "Bu Griselle, tubuh Anda memang sudah lemah sejak awal. Kali ini, setelah terlalu lama terendam di dalam air dan semalaman dalam kondisi demam tinggi, semua indikator kesehatan Anda menurun drastis. Kalau terus begini, saya khawatir Anda nggak akan bertahan lebih dari enam bulan."

"Indra pengecap Anda sekarang sudah hilang sepenuhnya. Lambung Anda juga kehilangan sekitar 80 persen fungsi pencernaannya. Sisa waktu Anda hanya bisa dipertahankan lewat infus nutrisi."

Griselle menerima botol nutrisi itu dengan tenang dan menerima kenyataan pahit ini tanpa keributan.

Hari-hari berikutnya, Deon sibuk menemani Naomi. Katanya, Naomi sangat trauma akibat penculikan kemarin dan selalu mimpi buruk setiap malam. Dua hanya bisa tenang jika Deon terus berada di sisinya.

Deon begitu memanjakan Naomi dan membiarkannya dengan penuh kasih sayang. Bahkan saat harus keluar untuk urusan kerja pun, mereka tetap lengket ke mana-mana.

Semua orang di perusahaan tahu, Direktur Deon sangat mencintai istrinya dan wanita itu adalah Naomi.

Tanpa terasa, hanya tersisa tiga hari lagi menuju tanggal pelaksanaan program euthanasia. Griselle kembali ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan terakhir.

Lona menatap hasil pemeriksaan dengan ekspresi yang agak rumit. "Bu Griselle, Anda hamil. Kami menyarankan agar Anda membatalkan rencana program euthanasia dan juga rencana donasi tubuh Anda."

Griselle terdiam, seolah seluruh tubuhnya membeku. Dia berkata dengan suara tak percaya, "Aku ... aku hamil?"

Dalam sekejap, beragam emosi menyapu hatinya. Dia menyentuh perutnya dengan jemari yang gemetar karena masih tidak percaya bahwa ada kehidupan kecil tumbuh di dalam sana. Perasaan haru dan getir bercampur di dalam dadanya, membuatnya nyaris tak sanggup bernapas.

Lona mengangguk. "Benar. Kalau Anda ingin mempertahankan bayi ini, mulai sekarang Anda harus bed rest total. Harus dibantu dengan alat medis, tapi masih ada kemungkinan Anda bisa bertahan sampai si bayi lahir."

"Tapi rencana donasi tubuh Anda nggak bisa dilanjutkan."

Griselle terdiam sejenak, hatinya diliputi keraguan. "Tolong beri saya beberapa hari lagi untuk mempertimbangkannya."

Dengan pikiran yang berat, dia meninggalkan ruang periksa dan hendak kembali ke rumah. Namun baru saja sampai di depan lift area kebidanan, dia dikejutkan oleh kehadiran dua orang yang sama sekali tak disangkanya.

Deon sedang menopang Naomi dengan penuh perhatian, sementara Naomi tersipu malu sambil membelai perutnya sendiri.

Tatapan Deon langsung beralih padanya. Dia mengernyit, lalu bertanya dengan nada dingin, "Kamu sakit lagi?"

Sepertinya baru belum lama ini dia mengantar Griselle ke rumah sakit, sekarang untuk apa lagi dia datang?

Griselle tidak menjawab. Saat ini dia belum tahu apakah harus memberi tahu Deon tentang kehamilannya ini. Sebab, ini bukan hanya anaknya sendiri. Ini juga anak Deon, jadi dia juga berhak tahu.

Namun pada saat itu, Naomi justru sudah terlebih dulu melangkah menghampiri Griselle dengan senyum semringah. "Kakak, syukurlah kamu ada di sini! Aku baru saja mau memberimu kabar bahagia!"

"Aku hamil!"

Wajahnya penuh kebahagiaan dan rasa bangga, seakan-akan dialah istri sah Deon yang sesungguhnya.

Naomi menggandeng tangan Griselle dan mengajaknya berjalan menuju tangga darurat, ke tempat yang tidak terlihat dari posisi Deon berdiri. Kemudian, dia berkata dengan suara pelan, "Kakak, kamu datang ke departemen kebidanan di saat seperti ini, sepertinya bukan hal bagus, bukan?"

"Menurutmu, kalau terjadi sesuatu sama kita berdua, siapa yang akan ditolong Kak Deon duluan?"

Belum sempat Griselle menjawab, Naomi tiba-tiba mengulurkan tangannya dan berseru pelan, lalu menarik Griselle jatuh ke bawah tangga bersamanya.

"Ah ...."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta yang Kupikir Abadi, Ternyata Bohong
8.0
Aldric dan Keira terikat pernikahan kontrak demi kepentingan finansial keluarga. Setelah dua tahun penuh kepura-puraan, Aldric memilih bercerai demi mantan kekasihnya, tanpa tahu Keira pergi dalam keadaan mengandung. Lima tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali di sebuah kota kecil. Aldric terkejut melihat anak laki-laki yang sangat mirip dengannya. Kini, ia harus memilih antara menebus kesalahan masa lalu atau kehilangan keluarga kecilnya selamanya.
Sampul Novel Crazy Maid ( Indonesia )
8.5
Felicity Jolicia Addison, gadis manja yang tak pernah menyentuh dapur, terpaksa menyamar menjadi Cia. Demi jet pribadi impian, ia menjalankan misi sang ayah menjadi pelayan Jerrald Nataniel Mendez, pengusaha jet asal Spanyol. Jerrald frustrasi menghadapi ketidakbecusan Cia yang bahkan hampir membakar dapur saat memasak air. Meski dicap gila karena kepolosan dan sifat borosnya, interaksi unik antara majikan arogan dan maid amatir ini justru memicu benih asmara.
Sampul Novel Demi Anak, Kuterima Hinaan Mertua
8.7
Keira terpuruk setelah perusahaannya nyaris bangkrut dan tunangannya berkhianat demi wanita kaya. Di tengah keputusasaan, ia melarikan diri ke kelab malam hingga mabuk berat. Takdir buruk membawanya terbangun di ranjang yang sama dengan Aksel Sanjaya, CEO dingin di kantornya sendiri. Kini, Keira dan Aksel terjebak dalam konsekuensi rumit akibat satu malam tragis tersebut. Bagaimana mereka menghadapi perubahan hidup yang tidak terduga ini?
Sampul Novel Istri Polos sang Milyarder
8.6
Hidup Cantika hancur saat seseorang tak bertanggung jawab membuatnya gagal membayar biaya medis ayahnya. Demi melunasi utang rumah sakit, ia terpaksa menjadi istri kedua seorang milyarder dan setuju mengandung anaknya. Namun, impian akan pernikahan indah sirna saat realita berubah menjadi penderitaan layaknya neraka. Akankah gadis polos ini tetap bertahan dalam siksaan tersebut, atau justru memilih melarikan diri dari sang suami demi kebebasannya?
Sampul Novel Menikahi Ceo
8.7
Arga adalah CEO yang belum pernah jatuh cinta hingga ia bertemu Raisya, siswi SMA tangguh yang hidup bersama kakaknya. Ketidaksengajaan di depan rumah membawa Raisya terus menggoda Arga hingga benih asmara tumbuh. Namun, hubungan unik ini terputus saat Raisya kuliah ke luar negeri dan melupakan Arga. Saat kembali, Arga ternyata sudah bertunangan. Akankah cinta gila mereka bersemi kembali, atau Arga justru memilih tetap setia pada tunangannya?
Sampul Novel Meninggalkan Pengkhianatan Maut, Merangkul Kehidupan Baru
7.9
Sepuluh tahun pengabdian pupus saat Bramanta memilih menikahi Hana di altar yang kurancang. Demi selingkuhannya, ia tega memaksaku donor darah, membiarkan kucingku mati, hingga nyaris menenggelamkanku. Puncaknya, ia membiarkanku sekarat akibat syok anafilaksis demi menolong drama Hana. Sadar nyawaku terancam oleh pengkhianatannya, aku menerima tawaran ayah untuk menjalani pernikahan kontrak dengan CEO Arga Hadinata. Di titik nadir ini, aku memilih bangkit bersama pria baru.