Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dendam Cinta Sang Mafia

Dendam Cinta Sang Mafia

Milea melarikan diri demi menghindari pernikahan paksa dengan putra sulung keluarga mafia yang memiliki gangguan mental, sebuah kesepakatan untuk melunasi hutang ayahnya. Elvan, putra bungsu keluarga tersebut, merasa terhina dan bersumpah akan membalas dendam atas penderitaan kakaknya. Ia berhasil memburu Milea untuk menghancurkan hidup gadis itu. Akankah Milea sanggup meloloskan diri, atau justru Elvan yang akan melepaskan cengkeramannya dari masa depan Milea?
Bab
Bagikan

Bab 1

Sang mentari nampak sudah menyembunyikan diri di kaki langit sebelah barat. Sinarnya yang keemasan, membuat setiap orang akan meresapi kedamaian dalam hidup.

Namun, tidak dengan Milea. Dengan langkah gontai, gadis itu berjalan masuk ke dalam rumah kecilnya, kemudian berlalu meraih pintu kamarnya.

"Milea, Ayah mempunyai satu permintaan."

Seorang pria berusia sekitar 50 tahun, berkata dengan lantang kepada seorang gadis muda di hadapannya.

Milea yang masih membawa tas di bahunya itu segera menoleh ke arah sang ayah. Gadis cantik berkulit putih itu bahkan belum berganti pakaian karena baru saja pulang dari bekerja.

"Aku capek, Yah. Besok aja," sahut Milea sembari memutar knop pintu kamarnya.

Ia berniat untuk membersihkan diri dan segera beristirahat.

"Milea, besok kamu harus menikah."

Duarrr.

Mata Milea terbelalak lebar. Perkataan sang ayah membuat tubuhnya gemetar ketakutan. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh ayahnya itu. Sadarkah ia dengan perkataanya barusan?

Milea segera membalikkan badan dan menatap tajam ke arah ayahnya.

"Apa maksud Ayah? Aku harus menikah dengan siapa? Enggak, aku belum siap untuk menikah, Yah."

Bertubi-tubi pertanyaan dilontarkannya kepada sang ayah yang suka semena-mena terhadapnya.

"Ayah kalah main judi, dan Ayah sudah nggak punya uang lagi untuk membayar hutang-hutang ke Tuan Alexander. Jadi, ayah terpaksa menerima tawarannya ini." Ayahnya Milea yang bernama Hendra itu berkata dengan entengnya.

Kali ini Milea terkejut bukan main mendengar pengakuan dari ayahnya.

"Apa, Yah? Jadi Ayah menjualku? Ayah ingin menikahkanku dengan Tuan Alexander?" tanya Milea histeris.

"Tidak. Ayah tidak menjual kamu, Nak. Ayah hanya ingin membuat kehidupanmu menjadi lebih baik. Jika kamu menjadi istrinya, maka hidupmu akan terjamin. Selain itu, hutang-hutang Ayah juga akan lunas. Jadi, ini adalah kesempatan yang bagus, Milea." Hendra berusaha untuk mempengaruhi pikiran putrinya.

"Enggak, Yah. Tuan Alexander tu sudah punya dua istri. Aku nggak sudi jadi istri ketiga dari pria tua itu. Lagipula dia itu lebih pantas menjadi ayahku daripada menjadi suamiku." Milea bersikeras untuk menolak permintaan gila dari ayahnya.

Plakk.

Sebuah pukulan melayang di wajah gadis cantik berambut panjang itu, hingga membuatnya jatuh tersungkur.

Milea memegangi sudut bibirnya yang tampak mengalirkan darah segar. Ia meringis karena merasakan sakitnya pukulan dari sang ayah, sosok yang selama ini membesarkannya seorang diri.

Ya, selama ini Milea hanya hidup berdua saja dengan ayahnya. Ibunya pergi meninggalkan mereka berdua sejak Milea masih berusia dua tahun. Mungkin ibunya memang sudah tak tahan dengan tabiat buruk Hendra yang suka berjudi dan mabuk-mabukan.

"Ayah tidak mau tahu. Pokoknya besok kamu harus menikah dengan Tuan Alexander. Titik."

Milea lalu berusaha untuk berdiri. Sembari memegangi wajahnya yang lebam, ia menatap tajam kepada sang ayah yang berdiri berkacak pinggang.

"Aku nggak mau menikah, Yah. Aku nggak ingin terlibat dengan perjudian dan hutang-hutang Ayah itu. Selama ini aku sudah berusaha keras untuk mencukupi semua kebutuhan kita. Aku kerja jadi buruh pabrik, tapi Ayah? Setiap hari Ayah hanya menghabiskan waktu untuk berjudi dan mabuk-mabukan. Ayah sama sekali nggak mau berusaha untuk mencari pekerjaan. Aku lelah dengan semua ini, Yah," papar Milea dengan mata berkaca-kaca.

"Hah?"

Hendra menatap putrinya itu dengan murka. Dia tidak menyangka bahwa Milea bisa berkata lancang kepadanya.

Plakk, plakk.

Berkali-kali dihujaninya wajah Milea dengan tamparan. Kini wajah cantik itu telah membiru dan berlumuran darah.

Namun, hati ayahnya itu tampaknya memang sudah sekeras batu. Ia sama sekali tak berbelas kasih kepada sang putri.

"Ayah tidak mau tahu. Pokoknya besok kamu harus menikah, atau kamu akan mengalami hal yang lebih menyakitkan daripada ini," ancam ayahnya dengan nada kasar.

Hendra tak mempedulikan lagi keadaan Milea. Ia segera menuju ke kamar dan membanting pintu sekeras-kerasnya.

Brakk.

"Ayah!"

Milea memekik keras. Hatinya merasa sangat merana karena permintaan ayahnya yang tak masuk akal itu.

Tak dapat ditahannya lagi, air mata yang sedari tadi ditahannya kini telah meleleh membasahi wajah yang penuh luka.

"Huhuhu. Aku belum siap menikah, Ayah," isak Milea, seraya menelungkupkan wajah diantara kedua telapak tangannya.

Malam itu berlalu dengan ratap tangis dari sang gadis bermata indah.

"Kenapa ayah tega? Apa salahku?"

Karena merasa kelelahan dan kesakitan, akhirnya Milea pun mulai terlelap dengan kedua matanya yang tampak sembab.

Keesokan harinya ....

Tok, tok, tok.

"Milea, buka pintunya!"

Suara Hendra membangunkan Milea dari mimpi. Dia buru-buru membukakan pintu karena takut ayahnya itu akan mengamuk lagi seperti tadi malam.

Krekk.

Pintu pun terbuka. Dengan takut-takut, Milea menatap ayahnya yang sedang berdiri di balik pintu dengan berkacak pinggang.

Namun, bukan itu yang membuat ia tercengang. Melainkan beberapa wanita yang berada di balik tubuh ayahnya. Mereka terlihat sedang membawa barang-barang di tangannya.

"Cepat mandi dan bersiap-siap. Mereka semua akan segera meriasmu," titah Hendra dengan kasar.

Mata Milea terbuka lebar-lebar. Tubuhnya menjadi gemetar, dan jantungnya berdegup sangat kencang.

Benarkah apa yang didengarnya barusan?

"Apa, Yah? Apa maksudnya ini?"

Hendra tampak mendengus kesal. Segera didekatinya sang putri yang masih tampak kebingungan.

"Hari ini kamu akan menikah. Jadi para wanita ini yang akan merias kamu," terang Hendra menjelaskan.

"Apa, Yah? Ayah pasti bercanda kan? Ayah nggak sungguh-sungguh menjualku kan? Huhuhu," tangis Milea pecah seketika.

Dia terduduk di ambang pintu sambil menutup wajahnya yang telah berurai air mata.

Hendra berjongkok dan membantu putrinya itu untuk berdiri.

"Maafkan Ayah, tapi ini semua demi kebaikan kamu. Sebenarnya Ayah sangat menyayangimu. Sekarang pergilah bersiap-siap. Cup." Herman memeluk Milea dan memberikan satu kecupan di pucuk kepala putrinya.

Setelah itu, ia pun berlalu meninggalkan Milea bersama para MUA.

"Ayah, jangan tinggalkan aku!"

Namun, ayahnya itu tak menggubris perkataanya. Milea berusaha untuk berlari dan mengejar sang ayah, tetapi tubuhnya telah lebih dulu dihadang oleh beberapa wanita perias itu.

"Ayo bersiap-siap dulu, Nona," ajak salah seorang wanita.

"Tapi, Bu.... Aku nggak ingin menikah," sahut Milea dengan wajah memelas.

"Sudahlah. Ini kan permintaan ayah kamu dan juga Tuan Alexander. Kami ditugaskan oleh beliau untuk merias kamu. Jadi, kamu harus menuruti perkataan kami."

"Tapi, Bu ...."

Para wanita itu menarik Milea dengan paksa. Mereka melucuti pakaian gadis malang itu dan segera membersihkan tubuhnya.

Mereka lalu memakaian gaun pengantin berwarna putih di tubuh Milea. Serta memoles wajah gadis cantik itu dengan riasan yang natural, tapi tetap elegan.

Milea terlihat begitu cantik, terlebih ketika rambut hitamnya itu dibentuk sanggul, dan hanya menyisakan sedikit helai yang menjuntai di samping telinganya.

Untuk menyempurnakan penampilan Milea, para MUA itu memasangkan sebuah mahkota di kepalanya. Tak lupa mereka juga memasangkan perhiasan pada tubuh gadis itu.

Setelah itu, mereka pun memakaikan sepasang sepatu berwarna emas di kakinya.

Perfect. Milea bak seorang putri raja yang akan dijemput oleh pangerannya.

Para perias lalu memeluk Milea dan menciumi gadis jelita itu.

"Sekarang kamu sudah siap untuk menikah."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayangan Mafia Mengintai Setiap Nafasku
9.7
Terjebak di pusaran mafia yang kelam, aku merindukan kehidupan damai di balik layar. Namun, segalanya berubah saat ibuku menikahi mantan bos mafia. Kaelion Verez Montefalco, pewaris takhta kejam dari Italia Selatan, kini menjadi saudara tiriku yang obsesif. Dia mengontrol setiap gerak-gerik dan napas yang kuhela. Di saat aku berjuang mempertahankan kebebasan, Kaelion justru menggunakan kekuasaannya untuk menjeratku dalam dominasi yang dingin dan tak terelakkan.
Sampul Novel Dimanjakankan oleh Bos Mafia Kejam
9.0
Khloe dijebak saudari kandung dan calon suaminya di hari pernikahan hingga mendekam tiga tahun di penjara. Setelah bebas, ia kembali ditindas dan dipaksa melayani pria tua demi ibunya. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Henrik, bos mafia kejam yang justru melindunginya. Meski dingin, Henrik memberikan kasih sayang luar biasa bagi Khloe. Ia membantu Khloe membalas dendam pada para pengkhianat dan memastikan tak ada lagi yang berani menyakitinya.
Sampul Novel Hukum Sang Pewaris Cacat
8.7
Damon Valenti, Don mafia yang berkuasa, menghadapi krisis saat putra bayinya, Enzo, menolak susu formula pasca kematian sang istri. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Isabella Moreno yang baru saja kehilangan bayinya. Damon menawarkan kontrak bisnis dingin: Isabella harus menjadi ibu susuan Enzo tanpa melibatkan perasaan. Namun, melihat kelembutan Isabella memicu obsesi gelap dalam diri Damon. Sang Don kini terjerat dalam gairah berbahaya pada wanita yang seharusnya hanya menjadi pekerja.
Sampul Novel Istri Kesayangan Tuan Mafia
9.5
Keadaan darurat memaksa Reynand pergi meninggalkan istrinya yang sedang hamil. Setahun berlalu, sang mafia kembali dan mendapati Keisha dikabarkan menikah dengan mantannya. Amarah Reynand memuncak pada Reza dan Bram, ayah Keisha. Ia bersumpah menghancurkan semua orang yang berkhianat setahun lalu. Saat berbagai rahasia kelam terungkap, Reynand semakin murka dan bertekad melindungi istrinya dari siapa pun, bahkan dari keluarga wanita itu sendiri.
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
William, putra mafia kejam, rela menempuh cara apa pun demi ambisinya. Namun, pengkhianatan fatal merenggut nyawa ayahnya, Ferdinand, dalam insiden tragis. Rosemary yang selama ini tidak tahu sisi gelap suaminya mulai menyadari rahasia tersembunyi. William kini bertekad membalas dendam dan membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah keji. Meski seorang polisi wanita terus menghalangi langkahnya, William takkan berhenti hingga peluru terakhir menentukan segalanya.
Sampul Novel Malam Panas Bersama Mafia Dingin
9.6
Amora Nouline selalu hidup di bawah bayang-bayang kakaknya, Alana, karena pilih kasih sang ibu. Saat ayahnya sakit parah dan butuh biaya besar, ibu dan kakaknya justru tega mendesak Amora menjual diri. Demi kesembuhan sang ayah, Amora terpaksa setuju meski hatinya hancur. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang mafia dingin yang sangat berkuasa. Meski pria itu berwajah tampan, aura kejamnya membuat Amora dilingkupi rasa takut yang luar biasa malam itu.