
Delasio
Bab 2
"Alesio, Adela. Kalian adalah murid berprestasi di sekolah ini. Tapi kenapa kalian malah seperti ini sekarang? Hari ini, kalian terpaksa bapak hukum. Berdiri hormat menghadap ke arah tiang bendera di lapangan sekolah!" Perintah Pak Azzam, tak habis pikir. Mengapa dua murid yang dikenal berprestasi, kini berakhir di ruang bk. Alesio yang mendengar keputusan Pak Azzam, tidak terima. Bagaimana mungkin, ia sudah dipukul Adela tapi masih tetap dihukum juga?
"Adela yang salah Pak. Dia udah pukul saya. Ini kan termasuk kekerasan Pak. Masa saya juga ikut-ikutan dihukum." Protes Alesio. Beberapa detik menjeda kata-katanya, lalu kembali melanjutkannya. "Harusnya, cuma Adela yang dihukum."
"Tapi Alesio juga salah kan, Pak. Dia udah nyakitin sahabat saya. Sampai Ceysa sakit karena kesehatannya menurun hari ini." Adela yang semula diam, ikut bicara.
"Enggak Pak. Adela yang salah."
"Alesio Pak, dia salah."
"Adela."
"Alesio."
"Adela."
"Alesio."
"Alesio, Adela. Diam!" Bentak Pak Azzam, kehilangan kesabaran. Kemudian cepat-cepat tersadar bahwa ia sudah tersulut emosi dan segera beristighfar. "Eh, tapi nama kalian. Punya kemiripan ya. Alesio Quinno dan Adela Queeta."
"Bagaimana?"
"Bapak. Diam!" Seru Alesio dan Adela tanpa aba-aba bersamaan.
"Kalian, berani bentak bapak?"
"Eh, enggak Pak. Bukan begitu." Kata Adela
"Iya tuh. Jangan marah-marah Pak, nanti gantengnya kalah sama saya." Kelakar Alesio,
"Ya. Tapi kalau nak Alesionya bonyok gini mah. Masih gantengan bapak ke mana-mana." Balas Pak Azzam, percaya diri tingkat tinggi. Setelahnya, Pak Azzam kembali memasang wajah seriusnya. "Yasudah. Sekarang, kalian berdiri hormat menghadap ke arah tiang bendera di lapangan. Lain kali, jangan bertengkar sampai seperti ini. Apalagi sesama umat muslim dan beragama, kalian itu harus silih asih. Atau bahasa indonesianya, saling mencintai." Alesio dan Adela mengangguk-anggukan kepala, agar semua cepat selesai. Meski pada akhirnya, mereka berdua tetap harus mendengarkan ceramah yang Pak Azzam lontarkan. Dan berakhir satu jam kemudian. Tidak berhenti di situ, keduanya juga masih harus menjalankan hukuman sesuai yang Pak Azzam perintahkan.
○●○
Anda Mungkin Juga Suka





