Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dari Kekasih Bayangan Menuju Dirinya Sendiri

Dari Kekasih Bayangan Menuju Dirinya Sendiri

Lima tahun lamanya aku terjebak sebagai kekasih rahasia yang hidup di balik bayang-bayang. Hubungan ini terpaksa kujalani demi menepati janji terakhir kepada mendiang kakaknya, pria yang semula ditakdirkan menjadi suamiku. Namun, tepat saat masa perjanjian itu berakhir, dia justru memberikan tugas yang menghancurkan hati. Aku diminta untuk menyusun seluruh rencana pesta pertunangannya dengan wanita lain yang telah dia pilih sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 2

Keesokan paginya, Kayla mulai menghapus dirinya sendiri. Bukan hanya wanita yang telah melayani Bagas, tetapi juga wanita yang telah terikat pada kenangan Yudha. Dia membutuhkan awal yang bersih, kehidupan baru, yang tidak ternoda oleh hantu masa lalu.

Dia memulainya dengan foto itu.

Itu adalah sebuah foto kecil berbingkai Yudha, tersimpan di laci meja samping tempat tidurnya. Senyumnya hangat, matanya penuh cahaya yang telah lama padam. Selama lima tahun, foto ini telah menjadi jangkarnya. Alasan dia bertahan.

Jari-jarinya gemetar saat mengambilnya. Dia menatap wajah Yudha, menghafal setiap garis, setiap detail. Lalu, dia mengeluarkan foto itu dari bingkainya.

Merobeknya akan menjadi tindakan penuh gairah, penuh amarah. Apa yang dia rasakan adalah ketenangan dingin dari sebuah keputusan yang telah dibuat.

Dia mengambil sebuah pemantik api.

Api menyambar sudut foto itu. Foto itu melengkung, berubah menjadi cokelat, lalu hitam. Wajah tersenyum Yudha terdistorsi, lalu lenyap menjadi abu.

Dia membiarkan abunya jatuh ke dalam sebuah kotak perhiasan kecil yang kosong. Kotak yang diberikan Yudha padanya. Dia menutup tutupnya, bunyi klik lembut menggema di ruangan yang sunyi. Sebuah penguburan.

Selanjutnya, dia beralih ke lemari. Lemari itu penuh dengan pakaian yang disetujui Bagas. Pakaian sederhana, gelap, profesional. Seragam Kayla Basuki, asisten yang efisien.

Dia mengeluarkan semuanya, melipatnya dengan rapi dan memasukkannya ke dalam kotak kardus. Dia akan menyumbangkannya. Pakaian itu milik orang yang tidak ada lagi.

Ponselnya bergetar. Sebuah pesan dari Sheryl.

Sebuah foto.

Itu adalah foto close-up cincin berlian yang menakjubkan di jari Sheryl. Tangannya bertautan dengan tangan Bagas.

Keterangannya berbunyi: *Selera dia memang yang terbaik, kan? Tidak sabar menanti masa depan kita. <3*

Kayla menatap layar, wajahnya topeng kosong. Bagian dari dirinya yang bisa terluka oleh ini sudah mati.

Dia menghapus pesan itu tanpa membalas.

Sore harinya, Bagas memanggilnya. Dia berada di gym pribadinya, keringat berkilauan di dahinya saat dia meninju samsak.

Dia tidak berhenti ketika Kayla masuk.

"Sheryl tidak suka katering yang kau pilih untuk pesta," katanya di sela-sela napas. "Dia bilang menu mereka membosankan."

"Begitu," kata Kayla.

"Dia mau makanan dari Langit Biru Resto. Atur saja."

Langit Biru Resto adalah restoran paling eksklusif di kota. Itu juga tempat Yudha membawanya untuk ulang tahun pertama mereka.

Bagas tahu ini. Dia ada di sana. Seorang remaja pemurung yang dipaksa menemani kakaknya.

Kenangan itu adalah hantu di dalam ruangan. Yudha tertawa, mengangkat gelas untuknya. *Untuk kita.*

Sekarang, Bagas ingin menyajikan kenangan itu di atas piring di pesta pertunangannya.

Itu adalah tindakan penghapusan terakhir yang disengaja. Sebuah deklarasi bahwa bahkan masa lalunya pun bukan miliknya. Itu milik Bagas, untuk digunakan kembali atau dibuang sesukanya.

Dia berhenti meninju dan berbalik ke arah Kayla, menyeka wajahnya dengan handuk. Dia melihat secercah rasa sakit di wajah Kayla, dan rasa bersalah aneh yang tidak diinginkan menusuk perutnya. Dia tidak mengerti. Dia menepisnya, mengatakan pada dirinya sendiri bahwa bahkan seekor anjing yang sudah lama kau pelihara pun menimbulkan perasaan. Dia mengambil sebotol air, membukanya, dan minum dalam-dalam.

Lalu dia mengulurkannya pada Kayla.

"Nih," katanya, suaranya datar. "Kau pucat. Minumlah."

Itu adalah merek air yang sama yang selalu dia minum. Merek yang sama yang pernah dia lemparkan ke kepala Kayla dalam ledakan amarah, meninggalkan memar yang harus Kayla tutupi dengan riasan selama seminggu.

Kayla mengambil botol itu. Jari-jarinya menggenggam plastik dingin itu.

Dia menatap mata Bagas, matanya sendiri kosong. Secercah hasrat melintas di wajah Bagas, dengan cepat ditutupi oleh seringai. Dia benci merasakan itu, benci bahwa wanita ini, bawahannya, bisa memengaruhinya. Itu adalah kelemahan yang tidak bisa dia tanggung.

"Jangan macam-macam," desisnya, suaranya penuh penghinaan. "Aku ingat malam itu kau merangkak ke tempat tidurku saat aku mabuk. Sedikit kebaikan bukan berarti aku mau ulangan. Itu akan jadi aib."

Kayla membuka tutup botol dan minum.

Airnya dingin, hambar. Air itu meluncur ke tenggorokannya, sebuah pembaptisan hampa. Dia tidak repot-repot mengoreksinya. Dia tidak repot-repot mengingatkannya bahwa Bagas-lah yang terhuyung-huyung masuk ke kamarnya malam itu, mengiranya orang lain dalam kabut mabuknya, memaksakan diri padanya. Kayla membeku, terperangkap antara janji pada kakaknya dan keterkejutan atas tindakannya, wajah Bagas begitu mirip dengan Yudha dalam gelap. Di pagi hari, Bagas tidak meminta maaf. Dia marah besar, menuduh Kayla sebagai jalang tak tahu malu. Kayla pernah mencoba menjelaskan sekali, tetapi Bagas tidak percaya. Sekarang, ingatan palsunya hanyalah satu lagi rantai yang dengan senang hati ia putuskan.

Itu adalah konfirmasi terakhir yang dia butuhkan.

Tidak ada lagi yang tersisa untuk diselamatkan. Tidak ada lagi yang tersisa untuk dipertahankan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Godaan Berdosa: Tuan Playboy Miliuner Memohon Kembali Padaku
9.3
Iris diadopsi keluarga Stewart sejak kecil dan berakhir menjadi kekasih rahasia Vincent, pamannya sendiri. Di balik citra playboy sang CEO, Iris merasakan sisi dingin pria itu secara langsung. Harapan Iris hancur saat lamaran tulusnya ditolak mentah-mentah oleh Vincent yang lebih memilih pertunangan bisnis. Demi mengakhiri penderitaan, Iris nekat menerima lamaran seorang pengacara. Namun, saat hari pernikahan tiba, Vincent justru datang bersimpuh memohon agar Iris tidak pergi darinya.
Sampul Novel Kakakku Mencuri Tunanganku, Kini Aku Menggoda Bosnya
9.8
Dikhianati oleh Devan dan Siska, aku bertekad membalas dendam dengan mendekati Raditya, atasan Devan yang kaya. Menggunakan identitas Anya, aku menyamar jadi pengasuh putri kecilnya, Kirana. Rencanaku berjalan lancar hingga kehangatan keluarga ini mulai meluluhkan hatiku. Sosok Raditya yang penyayang dan keceriaan Kirana membuat niat jahatku goyah. Di tengah kemewahan rumah itu, kebencianku perlahan sirna dan berganti menjadi perasaan cinta yang tak terduga.
Sampul Novel Menikah Demi Perceraian
9.3
Sebastian Alvero Abraham terjebak dalam pernikahan dengan Latasha Revalina Mahendra, gadis yang delapan tahun lebih muda darinya. Meski awalnya Vero merasa seperti pengasuh bagi Reva yang kekanak-kanakan, keceriaan Reva justru membawa kebahagiaan baru yang tak terduga. Namun, saat kemesraan mulai tumbuh, motif asli Reva menikahi Vero terbongkar. Akankah kekecewaan Vero menghancurkan rumah tangga mereka yang baru seumur jagung setelah rahasia itu terungkap?
Sampul Novel MISTERI RANJANG SUAMIKU
9.6
Inara terbelalak saat melihat noda putih misterius kembali mengotori tempat tidurnya. Cairan itu mengeluarkan aroma pandan yang sangat dia kenali, memicu kecurigaan yang mendalam. Padahal, seingatnya sprei bekas semalam baru saja diganti dengan yang bersih. Kini, kondisi ranjang yang mendadak berantakan dan basah memicu tanda tanya besar di benaknya. Apa yang sebenarnya terjadi di kamar itu saat dia tidak ada? Rahasia gelap mulai membayangi rumah tangganya.
Sampul Novel Mr. Ergan Obsession
8.5
Ergan Tirta Alviano, CEO kaya raya sekaligus pewaris tunggal di Jakarta, terjebak dalam obsesi mendalam terhadap gadis biasa bernama Andira. Meski memiliki segalanya, cinta Ergan ditolak karena Andira setia pada kekasihnya selama dua tahun. Perbedaan materi tak menyurutkan langkah Ergan yang berkepribadian keras. Ia nekat menempuh berbagai cara, dari taktik halus hingga paksaan, demi memenangkan hati Andira. Akankah ambisi penuh emosi ini berujung pada cinta sejati?
Sampul Novel Pembalasan Anak Laki-lakiku
9.6
Dahulu sang suami memutuskan untuk mengkhianati janji suci demi perempuan lain, meninggalkan istri dan anak laki-lakinya tanpa belas kasihan. Namun, roda kehidupan terus berputar hingga membawa mereka pada titik terendah. Kini, di masa senja yang seharusnya damai, pria itu dan pasangan barunya justru harus menanggung beban penderitaan. Mereka terpuruk dalam kesuraman akibat karma masa lalu yang kini datang menagih hutang rasa sakit secara perlahan.