Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel DANGEROUS LOVE

DANGEROUS LOVE

Jenar, gadis pendiam yang lugu, tak menyangka kehadirannya di sebuah pesta klub malam akan mengubah takdirnya. Akibat pengaruh alkohol, ia terjebak dalam satu malam panas bersama aktor ternama, Remo. Meski Jenar telah memiliki kekasih, peristiwa itu menghancurkan dunianya. Di sisi lain, Remo yang dikenal playboy dan posesif justru berjanji untuk bertanggung jawab. Akankah Jenar bertahan pada cintanya yang lama, ataukah pesona Remo mampu meluluhkan hatinya selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Jenar masuk ke dalam klub malam dengan gugup. Wajahnya melongo memandangi sekitar. Melebihi ekspektasinya, klub malam itu jauh lebih gemerlap dan mewah tampaknya. Klub malam itu berlantai dua, dengan panggung yang cukup besar. Lampu berwarna-warni berpendar di segala arah. DJ bermain musik dari atas panggung, lantai dasar adalah lantai dansa tempat orang-orang menari, dan ada juga bar. Sementara di lantai dua ada banyak sofa dan meja tempat para pengunjung bisa duduk menikmati musik atau hanya mengobrol.

Seluruh klub malam itu disewa oleh Ratu untuk malam ini, semua tamu bisa meminum atau memesan makanan apa saja tanpa perlu khawatir dengan harganya, jelas sekali dia adalah putri orang kaya. Jenar sampai tak bisa membayangkan kenapa dia bisa emmiliki rekan kerja sekaya Ratu. Dia tak tahu latar belakang gadis cantik itu, tapi pastinya dia bukan berasal dari keluarga sembarangan.

jenar kikuk berjalan berputar-putar di lantai dasar klub malam dengan mata yang tak fokus. Seluruh orang di sekitarnya tampak sibuk dengan kegiatan masing-masing, ada yang menari, ada yang minum, ada yang mengobrol, tak satu pun dari mereka memperhatikan keberadaan Jenar. Dia hanya berharap bisa menggali lubang di sana dan melarikan diri.

"Ha ... harusnya tadi aku ajak Angel ke sini, aku gak perlu kayak anak kesasar di sini," gumam jenar linglung.

Angel adalah nama sahabatnya sejak kecil, cewek yang satu itu bekerja sebagai komikus, hidupnya tak jauh berbeda dari Jenar, bahkan waktunya lebih banyak dihabiskan di kamar untuk menggambar komik. Jenar mengedarkan pandangannya lagi, tak ada siapa pun yang dia kenal di antara kegelapan klub malam itu, sedang sang bintang utama alias Ratu belum terlihat batang hidungnya.

Aroma parfum dari orang-orang di sekelilingnya begitu kuat, pakaian mereka juga terlihat sangat mewah dan elegan, jenar makin kehabisan kepercayaan diri. Dia memutuskan untuk menyingkir ke bagian sudut bar, dia memesan minuman tanpa alkohol. Meski canggung, dia menenggak minuman itu sedikit demi sedikit.

"Pertama kali ke pesta, ya?"

Sebuah suara manis menyapa telinga Jenar, dia langsung menoleh ke samping, Jenar terkejut bukan main kala menemukan seorang pria berwajah super tampan duduk di sampingnya. Jenar nyaris tersedak ketika dia mempertajam pandangannya, sebab wajah pria tampan itu memang terlihat sangat familiar. Jenar mengingat-ingat, dia pernah melihatnya di televisi.

"Kamu bintang iklan ya? Kamu ..." Jenar bergumam.

Pria itu tersenyum hangat lalu mengangguk pelan. "Ya, aku membintangi beberapa iklan, kamu tau aku siapa?" Pria setengah mabuk itu menunjuk wajahnya.

Jenar menggeleng.

"Dia model papan atas, Dean!" Sang bartender yang sejak tadi diam-diam mendengar percakapan mereka ikut nimbrung.

Mulut Jenar menganga, padahal dia tak tahu siapa yang dimaksud dengan "Dean", tapi dia memang pernah mendengar namanya.

"Wah, aku gak tau kalau Ratu punya temen selebriti," gumam Jenar lagi, makin mengagumi sosok Ratu.

Namun, baru saja mencetuskan hal itu, Ratu masuk ke dalam klub malam dengan gaun mewahnya. Dia langsung menjadi pusat perhatian. Dan, dia tak sendirian, ada banyak orang-orang keren yang datang bersamanya, wajah-wajah mereka seperti tidak asing di mata Jenar.

Jenar tak bisa berlama-lama, dia masih gugup ketika pemandu acara memulai pesta meriah itu. Potong kue sudah berlalu, kini sebagian besar tamu sibuk menari di lantai dansa. Ratu sendiri telah asyik duduk di singgasananya bersama teman-temannya yang tak kalah memesona.

Jenar tak bisa pergi begitu saja, setidaknya dia harus memberikan kado yang dia bawa sejak tadi. Dia bertekad setelah memberi kado itu, dia akan langsung pulang. Jenar memberanikan diri untuk mendekati meja tempat Jenar duduk melingkar bersama teman-teman dekatnya.

"Ra-Ratu ..." panggil Jenar gugup, suara pelannya terhalangi dengan suara musik yang keras menggema.

Jenar tak mau menyerah begitu saja, dia mencoba sekali lagi. "Ratu!" panggilnya. Ratu akhirnya menoleh padanya. Namun, bukan hanya Ratu, teman-teman keren Ratu juga menoleh padanya, mereka semua langsung memberi tatapan intimidasi pada Jenar.

"Ratu ... gak salah nih? Lu ngundang tikus got dari mana?" ejek seorang gadis angkuh yang sepertinya sudah setengah mabuk. Jenar tak mau menanggapi perkataan tajam itu sebab baginya meladeni orang mabuk sama bodohnya dengan menghadapi orang gila.

"Ratu, selamat ulang tahun ya, gue cuma mau ngasih kado aja, habis ini gue mau langsung balik. Gue datang karna lu ngundang gue, gue hargai kebaikan lu udah ngundang gue ke pesta ulang tahun lu." Jenar menyerahkan kado yang dia bawa.

Entah karena efek minuman beralkohol, atau memang sengaja ingin menghina Jenar, sikap Ratu tak seperti di kantor tadi sore. Ratu justru tertawa terbahak-bahak. "Ya ... gue sengaja mengajak satu mainan ke sini!" kata Ratu, senang telah mengolok-olok Jenar.

Mendengar kata-kata Ratu, hati Jenar langsung teriris. Dia tak berkata apa-apa, tapi meletakkan kotak kado di atas meja Ratu begitu saja. Ratu dan teman-temannya tertawa puas.

Sial banget! Ngapain aku datang tadi kalau cuma buat kayak gini?! Buang-buang waktu aja! gerutu Jenar dalam hati. Sebelum Jenar sampai di pintu keluar, pria yang bernama Dean menarik tangannya. "Sudah mau pulang? Kok cepat banget? Ayo minum dulu, lupakan masalah kamu sebentar ..." ajaknya masih dengan gaya sedikit sempoyongan akibat efek minuman beralkohol.

Jenar tak mengenal siapa Dean, dia baru beberapa menit yang lalu mengenal pria asing ini, tapi wajahnya yang polos sulit untuk ditolak. "Maaf, ya ... aku gak suka dengan pesta, aku harus pulang," tolak Jenar tak enak hati.

Ekspresi Dean berubah makin kecewa, "Ya ... aku juga, aku terpaksa datang karna papanya Ratu itu pemilik agensi, temani aku minum, please?" Mata Dean tampak memelas.

Oh rupanya papa Ratu pemilik agensi hiburan? Pantas aja, buset ... pasti konglomerat tuh cewek, batin Jenar terkesima. Sekarang dia mengerti kenapa ada banyak selebriti di pesta ini, Ratu pasti bergaul dengan mereka sudah lama. Lantaran kasihan dengan Dean, Jenar akhirnya duduk kembali di bar. Dean membuatnya meneguk beberapa gelas minuman beralkohol rendah, tak membuatnya mabuk berat.

Suasana klub malam tiba-tiba berubah jadi panas ketika terjadi sebuah kegaduhan di lantai dansa. Dengan mata sayu akibat nyaris mabuk, Jenar memperhatikan sebuah pertengkaran di lantai dansa yang melibatkan seorang pria super tampan lainnya dan dua orang gadis yang terlihat sangat cantik.

"Itu Remo, kan?" tanya sang bartender pada Dean.

"Hm ...." Dean menggumam cuek.

Jenar tak tahu siapa pria bernama Remo, tapi tampaknya pertengkaran itu dipicu oleh kecemburuan kekasihnya. Dua gadis itu saling menjambak rambut masing-masing, Jenar masih terus memperhatikan diam-diam, bahkan sampai kelopak matanya perlahan menutup. Samar-samar Jenar bisa mendengar ada suara yang memanggilnya, "Hei ... hei ..., kamu jangan tidur di sini, aku harus antar kamu ke mana? Oi ..."

Namun, mata Jenar kalah, selanjutnya yang dia lihat hanya gelap.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Yang Di hina Miskin Jadi Kaya
8.0
Nur sering dipandang sebelah mata oleh keluarga suaminya, Andi, karena latar belakangnya yang sederhana. Luka hati akibat hinaan tersebut memicu tekad kuat dalam diri Nur untuk membangun bisnis sendiri dari nol. Kerja kerasnya membuahkan hasil hingga ia menjadi pengusaha sukses yang bergelimang harta. Namun, di puncak kejayaan materi yang telah ia raih, Nur justru harus menghadapi kenyataan pahit berupa pengkhianatan dari orang yang ia percayai.
Sampul Novel Be Your Pet
9.2
Demi membiayai pengobatan sang ibu di rumah sakit, Erick yang berusia dua puluh tahun terpaksa mengambil keputusan drastis. Ia setuju menjadi 'peliharaan' bagi Jason, seorang pria penyuka sesama jenis dengan kecenderungan BDSM yang sangat dominan. Kehidupan Erick pun berubah drastis saat ia terjebak dalam dinamika penuh kekerasan, kata-kata kasar, dan penghinaan. Mampukah Erick bertahan dalam hubungan ekstrem yang penuh dengan konten dewasa ini demi sosok ibunya?
Sampul Novel Cinta Tiga Bidadari
9.7
Muhammad Abidzar Al Hafiz pernah mengikrarkan janji suci kepada istri pertamanya. Ia bersumpah tidak akan pernah menikah lagi setelah resmi berpisah dari istri keduanya. Namun, komitmen tersebut kini dipertanyakan. Apakah Abidzar mampu mempertahankan kesetiaannya dan menepati ucapan itu selamanya? Ataukah janji tersebut hanya menjadi rangkaian kata manis yang pada akhirnya akan dikhianati kembali demi kehadiran wanita yang baru dalam hidupnya?
Sampul Novel Dosen muda
8.8
Chintya sangat gemar menghabiskan waktu di kafe Perpustakaan Universitas Merah Putih yang mewah. Baginya, fasilitas lengkap bukanlah daya tarik utama, melainkan meja kafe yang luas untuk menampung kertas gambar A3 miliknya. Dunia Chintya berpusat pada seni sketsa dan desain grafis, hobi yang sangat ia cintai. Meski bercita-cita mendalami bidang tersebut selepas SMA, ambisinya terhalang restu orang tua yang melarangnya mengambil jurusan seni saat kuliah.
Sampul Novel Jadi Suamiku Ya, Om?
9.2
Nindya terobsesi mengejar Andy, guru SMA sekaligus teman ayahnya, meski pria itu sudah memiliki kekasih bernama Raya. Nindya terus mendesak Andy menikahinya, mengklaim posisi istri di masa depan. Andy menganggap Nindya bocah pengganggu, sementara Raya sangat membenci kehadirannya. Persaingan sengit terjadi antara Raya yang temperamental dan Nindya yang pandai bersandiwara seolah teraniaya. Di antara keduanya, siapakah yang akhirnya berhasil memenangkan hati Andy?
Sampul Novel Kau Milikku
9.4
Hanna sangat membenci Will Greyson, pria angkuh yang langsung meminta kontak fisik saat pertama kali mereka bertemu. Kegilaan Will berlanjut ketika ia tiba-tiba melamar Hanna demi menjadikannya sarana terapi pribadi. Meski ditolak mentah-mentah, miliarder sombong ini tak mau menyerah begitu saja. Hanna yang geram berniat memberi pelajaran keras pada pria asing itu, sementara Will bertekad menaklukkan hati gadis yang berani menentangnya tersebut.