Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dalam Genggaman Sang Penguasa

Dalam Genggaman Sang Penguasa

Jonathan Smith berhasil mengubah nasibnya dari kemiskinan menjadi orang terkaya di kota Rivera berkat kecerdasan dan kerja kerasnya. Meski banyak rival bisnis dan musuh berusaha menjatuhkannya, ia tetap tak tergoyahkan di puncak kekuasaan. Kerajaan bisnisnya justru kian perkasa dan tak tersentuh setelah ia resmi menjabat sebagai Perdana Menteri. Kini, Jonathan berdiri angkuh mengendalikan segalanya dari kursi kepemimpinan tertingginya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Paman Peter." panggil Magdalena yang sangat berantakan penampilannya.

"Nona Morris diganggu pemabuk, kami menemukannya di jalan dan mengajaknya pulang bersama." terang Jonathan yang melihat Magdalena ketakutan.

"Cepat masuk, Tuan Besar, pasti marah karena Nona, tidak mau menuruti perintahnya agar dijemput sopir saat pulang sekolah." ucap asisten pribadinya Abraham Morris yang bernama Peter.

"B-baik," Magdalena ketakutan dan ingin cepat masuk kedalam. Namun langkahnya terhenti ketika sosok yang ditakutinya sudah berdiri tegak di hadapannya. Laki-laki berambut putih memakai piyama bathrobe itu menatapnya dengan tajam.

"Apa yang telah terjadi, Lena?" Suara berat lelaki paruh baya itu terdengar menakutkan.

"Papa," Magdalena menunduk takut.

"Anak muda selalu begini, Tuan Morris." suara Jonathan menengahi keduanya.

"Smith." panggil Abraham datar. Siapa yang tidak mengenal Jonathan Smith, laki-laki terkaya di negri ini. Tapi dengan sifat keras kepalanya Abraham, ia tidak akan tunduk begitu saja ataupun menghormatinya seperti penjilat di luar sana. Banyak orang berbondong-bondong untuk mendekati Jonathan, untuk meminta pekerjaan atau menjalin bisnis yang bisa menguntungkan bagi mereka. Namun bagi Abraham, status sosial seseorang tidak dapat mempengaruhi eksistensinya.

"Selamat malam, Tuan Morris. Saya mempunyai kepentingan bertemu Anda malam ini, asisten pribadi saya telah membuat janji dengan asisten Anda dan menurut laporannya, Anda menyetujuinya." ucap Jonathan tegas. Sebagai pebisnis handal, ia sudah terbiasa berbicara lancar dengan orang yang mempunyai sifat keras seperti Abraham.

"Peter," panggil Abraham kepada asistennya.

"Tamu malam ini yang akan bertemu Anda, adalah Tuan Jonathan Smith, Tuan." Peter menunduk.

"Hmm …," Abraham menatap Jonathan lalu beralih kepada putrinya, Magdalena. Ia melihat jika gadis itu sedang menatap Jonathan dengan kagum. Sedangkan laki-laki terkaya yang menjadi tamunya malam ini tidak memperhatikan sedikit pun kepada pandangan pewaris utama keluarga Morris itu. Abraham menarik napas dalam.

"Lena, masuk!" titah Abraham.

Magdalena tersentak kaget, lalu menundukkan kepalanya. baik, Pa." ucap Lena patuh. Gadis itu melirik sekilas kepada Jonathan sebelum melangkah masuk kedalam mansion mewah keluarga Morris.

"Masuklah, Smith." Abraham berlalu meninggalkan Jonathan dan Peter di belakang. Peter memberi tanda kepada Jonathan untuk mengikuti langkah tuannya.

Mansion keluarga Morris sangat megah, bangunan lama dengan arsitektur bergaya Romawi yang sangat kental. Sangat cocok dengan pembawaan sifat Abraham yang dingin dan keras. Mansion ini berada di atas bukit, mempunyai halaman yang sangat luas di belakang mansion, di pojok bagian kiri terdapat sebuah barak yang berisikan beberapa kuda pilihan. Terlihat juga rumah kaca yang berisikan aneka bunga bersebrangan dengan barak kuda.

Masuk kedalam, Jonathan melihat desain interior yang sangat klasik. Nampaknya Abraham bukan tipe orang yang suka mengikuti trend kekinian. Terlihat jelas, segala pernak-pernik dalam ruangan itu terlihat model lama tapi sangat antik.

"Tidak semewah rumahmu, tapi tidak kalah mahal jika dibandingkan harganya." suara Abraham menyentak Jonathan yang sedang memperhatikan seisi barang dan desain ruang tamunya mansion keluarga Morris.

"Tuan, makan malamnya sudah siap." Peter datang melapor.

"Heem," Abraham menuju meja makan tanpa menoleh kepada Jonathan.

"Mari, Tuan Smith." Peter menggantikan majikannya, mempersilahkan Jonathan.

Abraham duduk di ujung meja makan. Meja berbentuk persegi panjang itu hanya terdapat tiga buah kursi. Jonathan dipersilahkan Peter untuk duduk di ujung yang bersebrangan dengan Abraham. Mereka terpisah dengan letak meja yang memanjang. Sesaat kemudian, pelayan keluar membawa hidangan makan malam. Satu melayani Abraham, satu lainnya melayani Jonathan. Peter berdiri di sampingnya Abraham.

"Mari, makan." ucapan singkat dari Abraham disambut Jonathan dengan mengambil gelas yang berisi champagne ke atas lalu meneguknya sebagai rasa hormat. Sedangkan Abraham melakukan hal yang sama lalu makan dalam diam. Tidak berapa lama, Magdalena turun dari lantai atas dengan penampilan yang sudah rapi dan bersih. Rambut pirangnya dibiarkan digerai, terlihat cantik untuk usia gadis yang berumur 18 tahun.

"Duduk," Abraham memerintahkan Magdalena untuk duduk di kursi yang berada di dekatnya. Biasanya, kursi meja makan berjumlah dua kursi saja. Satu untuk Abraham dan satu lainnya untuk Magdalena. Namun malam ini, dengan kedatangan Jonathan, Abraham menyuruh pelayannya untuk menyediakan kursi tambahan.

"Selamat makan, Papa." Magdalena sudah terbiasa dengan sikap dingin ayahnya. Ia langsung makan dalam diam.

Selesai makan malam, Abraham menyuruh Magdalena naik ke atas. Sedangkan dirinya bersama dengan Jonathan masuk kedalam ruang kerja. Abraham duduk di kursi kebesarannya sambil menatap tajam kepada Jonathan.

"Katakan, apa kepentinganmu bertemu dengan saya, malam ini." ucap Abraham tanpa basa-basi.

"Saya menginginkan surat izin usaha di kota lainnya, tepatnya di kota Virginia. Berapa pun kemauan, Tuan. Akan saya sanggupi." tawar Jonathan.

"Harta kami, turun temurun, tidak akan habis untuk dihamburkan. Saya tidak memerlukan uang seperti orang di luar sana yang suka menjilatmu."

"Lalu … syarat apa yang Anda minta?"

"Minggu depan, temani putriku makan malam."

.

.

Tbc

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DANCING WITH DESTINY
8.2
Jane Miles adalah dokter andal yang sangat mencintai kehidupan damainya. Namun, kecelakaan tragis di masa lalu membuatnya menderita Amnesia Retrograde, hingga seluruh ingatannya terkunci rapat. Keadaan berubah total saat Rafael Klein muncul dan memaksa masuk ke dunianya. Pria itu mengacaukan segalanya demi satu tujuan: menuntut Jane menerima takdir sebagai pewaris tunggal klan Klein yang berkuasa. Kisah romansa dewasa ini penuh dengan konflik dan rahasia masa lalu.
Sampul Novel Harta Tahta Obsesi Gila
8.8
Arleta memiliki paras mempesona, namun hidupnya jauh dari kata indah. Alih-alih gaun putri, ia terpaksa memakai baju zirah demi bertahan hidup dari obsesi gila pamannya, Joshua, yang menyebabkan luka mendalam. Di tengah trauma dan bayang-bayang masa lalu yang kelam, ia menutup hati demi keamanan dirinya. Kini, Arkana Sadewa, seorang fotografer, harus berjuang keras menaklukkan tembok pertahanan Arleta yang menganggap cinta hanyalah kelemahan yang membuang waktu.
Sampul Novel JERAT CINTA DETEKTIF TAMPAN
9.3
Tiga tahun mendampingi Arsen sebagai asisten detektif spesialis kasus berbahaya, Leina memendam perasaan yang dalam. Meski begitu, pria itu terus menolak cinta Leina karena perbedaan usia dan risiko pekerjaannya yang penuh musuh. Sikap Arsen yang dingin membuat hati Leina terluka, namun ia tetap bersikeras berjuang. Kini, para musuh mulai mengincar Leina sebagai titik lemah Arsen. Akankah Arsen tetap menjaga jarak demi keselamatan Leina atau akhirnya mengakui perasaannya?
Sampul Novel Ketua Geng Itu Suamiku
8.0
Ayu, siswi beasiswa berprestasi di SMA Garuda, harus menjalani pernikahan dini dengan Arbinata alias Bin, pemimpin geng motor Garuda Steel yang bermasalah. Hidupnya berubah drastis setelah menyaksikan konfrontasi maut sang suami. Di tengah perjuangan lulus sekolah, Ayu terjebak dilema karena perhatian Iky, sahabat Bin. Mereka harus menghadapi musuh bersama serta kerumitan cinta segitiga demi meraih masa depan yang tenang di tengah kekacauan dunia geng motor.
Sampul Novel Pembuktian Cinta
7.9
Bram berjuang membuktikan cintanya pada gadis masa kecil yang ia temui saat keluarganya dibantai musuh sang ayah. Setelah bertahun-tahun terpisah demi bertahan hidup, takdir mempertemukan mereka kembali saat dewasa. Demi melindungi sang kekasih dari fitnah keji, Bram rela mendekam di penjara. Namun, pengorbanannya dibalas kehampaan karena sang pujaan hati tak pernah datang menjenguk. Akankah Bram menemukan kebahagiaan setelah bebas, atau justru melihat wanita itu bersama orang lain?
Sampul Novel Tanah Para Naga
9.2
Setelah puluhan tahun berlalu, pandangan masyarakat di benua timur mulai beralih penuh rasa ingin tahu ke arah Benua Baru. Aku yang mulanya sekadar mendampingi langkah guruku, kini mulai merasa terpesona oleh kemurnian alam yang ditawarkan oleh tanah misterius tersebut. Namun, di tengah petualangan yang memikat ini, ada sebuah bara dendam lama di dalam hatiku yang masih menyala dan belum sanggup kulepaskan sepenuhnya. Perjalanan ini pun menjadi lebih rumit.