Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Crossing Love

Crossing Love

Miya Tamama adalah gadis polos yang menyimpan trauma masa kecil hingga dunianya kehilangan warna. Di tengah hidup yang kelabu, muncul Tamama Kunai, putra konglomerat sekaligus investor di sekolahnya yang memberi warna baru di hati Miya. Meski mendapat kasih sayang dari kakaknya, dokter Koko Tamama, ternyata ada pria lain yang juga mengamati Miya secara rahasia. Akankah cinta sang pewaris mampu menyembuhkan luka lama dan mengubah takdir hidup Miya selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Nana, mari kita putus!" Kata-kata terakhir yang keluar dari mulut Luki.

Hiasan yang indah, cantik, dan suasana yang begitu romantis, semua itu seperti warna abu-abu di dalam mataku. Aku melihat Nana menahan tangisnya. Ia tidak berkata apapun. Nana hanya memberi anggukkan sebagai jawabannya. Lalu Nana berlari keluar.

Miya menghampiri Luki dan tersenyum sinis.

"Dasar pria pengecut. Untuk apa ini semua? Jika kau hanya ingin mengatakan hal itu, seharusnya kamu tidak perlu menghias tempat ini. Nana, dia sangat mencintaimu, kamu tahu lebih baik daripada aku. Seharusnya dia lah yang memutuskan mu, bukan dirimu. Pria sepertimu yang tidak bisa menghargai cinta dan suka mempermainkan perasaan wanita, pria seperti dirimu tidak pantas di cintai."

Miya menatap Luki tajam. Wajahnya memerah karena amarah yang masih tersimpan di kepalanya.

"Apa ini cukup sebagai akun nya?" tanya Miya.

"Em, menurutku, ini semua sudah lebih dari cukup. Lihatlah! Betapa bagusnya aku merias ruangan ini. Karena kamu menganggap ada yang kurang, maka beritahu aku, apa yang kurang?" tanya Luki dengan nada sombong.

Miya menggenggam tangannya berusaha menahan emosi. Tapi, tatapan Luki dan perkataannya terus membayang di kepalanya. Membuat dia tidak bisa lagi menahannya.

Miya mengangkat tangan dan menampar Luki. Tapi, Luki menunduk menghindarinya, sehingga tangan Miya mendarat pada seorang pria yang berdiri di samping Luki. Miya dan semua orang yang berada di ruangan terkejut. Dia melarikan diri karena malu.

***

Miya berjalan linglung masuk ke asrama. Ia lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Dia kembali bangun.

"Di mana Nana?" tanya Miya yang tidak melihat Nana di kamar.

Miya segera mencari-cari ponselnya. Setelah menemukannya, ia menghubungi Nana.

"Nana, cepat jawab, Na, " Miya mondar-mandir di dalam kamar berkali-kali menghubungi Nana tetapi ponselnya tidak aktif.

***

(Fakultas Kedokteran)

Luki tertawa memandangi wajah Tamama yang memerah. Tamama menatap tajam dan menyalahkan Luki.

"Ini semua salahmu, jika kau tidak menghindari gadis itu, apa aku akan seperti ini?"

Luki minta maaf lain kali tidak akan berakhir seperti ini.

"Masih ada lain kali?" Tamama mengambil alat suntik.

Luki menggeleng, tidak ada lain kali, ini yang terakhir. Tamama mengangguk. Lalu ia melanjutkan penelitiannya.

"Tamama, terima kasih sudah membantuku. Aku sekarang berharap dia bisa menerimanya."

Tamama menatapnya dan menyuruh membantunya. Jika tidak pergi dari hadapannya.

"Jangan pikirkan lagi. Sekarang kau harus berjuang untuk menyembuhkan penyakitmu!"

"Berjuang? Benar, aku harus berjuang menyembuhkan penyakitku. Tapi, kepalaku ini terasa sangat sakit. Aku tidak tahu bagaimana cara untuk berjuang," ucap Luki sambil memegang kepalanya.

Tamama menatapnya.

"Tidak akan terlalu sulit, jika kau serius melakukannya. Aku yakin kamu pasti sembuh."

***

Beberapa jam kemudian, Nana pulang ke asrama dengan pakaian basah kuyup. Matanya merah dan membengkak karena habis menangis. Miya memberinya air hangat untuk di minum.

"Ah, rasanya sangat nyaman. Air ini manis," Nana tersenyum.

Miya menyuruhnya segera pergi mandi agar tidak masuk angin.

Setelah selesai mandi, Nana menghampiri Miya dan tersenyum. Miya balas senyum Nana dan memeluknya. Nana berterima kasih karena Miya sudah membalaskan dendamnya pada Luki. Miya memandangnya bingung. Lalu Nana memperlihatkan video yang di posting di grup Fakultas Kedokteran.

Miya berkata ia tidak ada maksud untuk mencampuri urusan Nana. Tapi, saat itu Miya tidak dapat menahan emosinya jadi terpaksa ikut berpartisipasi. Nana tertawa mendengarnya.

"Tapi, lihatlah ini! Bagaimana kamu bisa salah menampar orang lain. Lalu setelah itu kamu melarikan diri, tanpa minta maaf padanya, " Nana tertawa memandangi Miya yang kesal sambil menggaruk-garuk kepalanya.

"Jangan katakan apapun lagi! Aku sudah sangat malu. Aku hanya berharap tidak bertemu dengan pria itu lagi," ucap Miya mengerutkan dahi. Sedangkan, Nana terus saja tertawa.

***

Nana dan Miya bersiap-siap berangkat kuliah. Seperti biasa Nana memakai baju serba hitam.

"Mengapa kamu memandangiku?" Miya menatap Nana.

"Apakah aku harus mengikuti cara berpakaian mu?" pikir Nana.

Miya menggeleng, cukup tetap seperti biasanya saja karena akan sangat aneh jika Nana mengikuti gayanya. Nana mengangguk membenarkan. Lalu Nana pamit ke kamar mandi dulu.

"Miya, bantu aku masukkan bolpen berwarna kuning ke dalam kotak pensilku!" teriak Nana dari dalam kamar mandi.

"Di mana kamu meletakkannya?" balas Miya.

"Ada di atas meja."

Miya bingung memilih karena ada 4 bolpen di meja. Akhirnya, ia mengambilnya acak. Nana keluar dari kamar mandi.

"Apa kamu sudah memasukkannya?"

Miya mengangguk. Lalu mereka berangkat ke kampus.

***

Miya dan Nana berjalan menuju kelas, semua mata memandangi mereka. Saat sampai di kelas, teman sekelasnya sengaja menumpahkan air di pakaian Miya.

"Maaf maaf, aku tidak sengaja," ucapnya.

Miya mengangguk tidak mempermasalahkannya. Sedangkan, Nana ia merasa wanita itu memang sengaja melakukannya. Miya pamit ke toilet pada Nana. Nana ingin pergi bersamanya tetapi ia di hadang oleh wanita tadi.

"Mau pergi kemana? Tetaplah di kelas, sebentar lagi jam pelajaran akan dimulai, " ucap wanita itu.

Nana merasa ada yang aneh, tapi dosen datang dan menyuruh semuanya duduk.

***

Ketika kelas dimulai Nana membuka kotak pensilnya. Hah, mengapa warna biru, bukankah aku menyuruh Miya memasukkan yang warna kuning. Yang ini kan habis isinya. Lalu Nana membuka tas Miya untuk menginjam bolpennya.

Sudah lewat satu jam lebih, Miya belum juga kembali dari toilet. Nana terlihat khawatir.

~Kringggg~

Suara bel berdering keras.

Nana segera memasukkan buku-bukunya ke dalam tas. Ketika ia akan pergi, teman-temannya menghentikannya.

"Apa yang kalian lakukan?" tanya Nana.

"Berikan tas Miya padaku! Dia mengirimku pesan untuk membawakan tas nya!" ucap wanita itu.

"Salsa, mengapa seingatku Miya tidak punya kontakmu? Jadi, bagaimana dia menghubungi?" Nana menatapnya tajam.

"Hah, terlalu banyak bicara. Rebut tas nya sekarang juga!" perintah Salsa pada teman-temannya.

Nana tetap mempertahankan tas Miya. Mereka pun saling tarik. Tidak mau melepaskan tas Miya. Salsa menampar Nana.

"Hanya gadis lemah sepertimu ingin melawan kami? Apa nyaman rasanya dipermalukan di depan semua orang?" ucap Salsa menunjuk ke kejadian saat Luki memutuskan Nana.

Nana marah dan mereka berkelahi.

***

Di tempat lain, Miya terkunci di ruangan kosong. Jarang orang melewati ruangan tersebut. Ia berteriak meminta bantuan. Kebetulan saat itu Tamama berada tak jauh dari sana, dan mendengar suara seseorang meminta tolong. Tamama mendekati suara itu.

Setelah Tamama sampai di depan ruangan itu, suara itu menghilang. Tamama pun menggeleng mengira ia sedang berhalusinasi. Ia lalu berbalik pergi. Tiba-tiba Tamama mendengar suara ketukan. Dan kembali mendekati ruangan itu.

"Apa ada orang di dalam?" teriak Tamama. Miya memegangi tenggorokannya yang sakit akibat berteriak sejak tadi. Ia terus mengetuk pintu berharap pria itu mengerti bahasa isyaratnya.

Tamama menyuruhnya untuk mengatakan sesuatu, kalau tidak ia akan pergi. Miya bingung harus bagaimana. Ia hanya bisa terus mengetuk pintu.

Tamama berkata ia akan memberinya sebuah pertanyaan, jika iya maka ketuk dua kali, jika tidak ketuk satu kali. Miya mengetuk dua kali.

Pertanyaan pertama, apa kamu manusia? Miya merasa aneh mendengarnya, tetapi iya mengetuk dua kali. Tamama tersenyum karena ia merasa pertanyaannya juga aneh.

Pertanyaan kedua, apa kamu ingin aku membuka pintu ini? Miya mengetuk dua kali. Lalu Tamama menyuruhnya untuk mundur karena ia akan mendobraknya.

Jreng ...

Mata Tamama dan Miya bertemu.

"Itu dia?" batin mereka bersamaan.

"Apa kamu baik-baik saja? Mengapa kamu bisa terkunci di dalam sini?" tanya Tamama sambil memandangi ruangan itu.

Miya sedikit membungkuk sebagai ucapan terima kasih. Lalu ia berlari kembali ke kelas. Tamama tersenyum dengan sikapnya yang tidak seperti gadis lainnya. Dan Tamama mengejarnya karena kedatangannya kesana memang untuk mencarinya.

***

Miya melihat sahabatnya di pegangi oleh teman sekelasnya. Ia mendorong Salsa dan berdiri di depan Nana. Miya melihat wajah Nana membengkak. Ia bertanya dalam hati, apa Nana baik-baik saja. Nana mengangguk, seperti mengerti apa yang ditanyakan Miya.

"Tas mu ada padaku, aku menjaganya bersamaku, aku tidak memberikannya pada mereka," ucap Nana.

Miya ingin menangis melihat kesetiaan Nana padanya. Tapi, ia menahannya karena ada urusan yang sedang menunggunya. Miya berbalik menatap Salsa tajam.

"Ah, pemeran utama wanita sudah datang. Ini dia gadis yang berani memukul Kak Tamama. Hari ini, aku pasti akan membalasnya atas nama Kak Tamama," ucap Salsa dengan senyum licik di wajahnya.

Tamama berdiri di depan pintu dan mendengar semuanya. Salsa akan menampar Miya, tetapi Tamama menarik Miya ke dalam pelukannya. Sehingga Salsa memukul angin.

Miya terpana melihat Tamama. Tapi ia segera tersadar lalu mendorong Tamama agar menjauh darinya. Semua orang terkejut melihat Tamama.

Tamama mendekati Salsa.

"Jika kau ada keluhan langsung datang padaku, jangan melukai orang lain untuk ke egoisanmu. Apalagi mengatakan kalau kau melakukannya untukku," ucap Tamama dengan tatapan dinginnya.

Tamama menoleh dan memegang tangan Miya.

"Jika kamu berani menyentuh kekasihku lagi, aku akan menagih akun dua kali lipat darimu!"

Semua terkejut dengan pengakuan Tamama bahwa Miya adalah pacarnya. Miya dan Nana saling bertatapan. Miya menggeleng menandakan itu semua adalah kebohongan. Sedangkan, Nana mengangguk setuju untuk hubungannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Kejam Sang Mantan
9.2
Sepuluh tahun membangun CiptaKarya, aku dikhianati Baskara tepat saat kontrak 800 miliar di depan mata. Di tengah kehamilan, posisiku direbut Saskia, si anak magang, sementara Baskara bersikap dingin. Namun, mereka lupa bahwa algoritma inti perusahaan adalah milikku secara hukum. Aku pun memutuskan pergi dengan menuntut hak penuh. Untuk membalas dendam, aku menghubungi Revan Adriansyah, rival terberat yang kini menjadi sekutu terakhirku.
Sampul Novel Ceo suamiku (season 2)
9.7
Hidup Tasya mendadak berubah menjadi penuh gangguan sejak kehadiran Revan dalam kesehariannya. Sebagai CEO baru yang mengambil alih takhta kepemimpinan perusahaan dari sang ayah, Revan kerap bertindak menyebalkan dan mengusik ketenangan Tasya secara konstan. Hubungan profesional antara atasan dan bawahan ini pun diwarnai dengan berbagai momen menjengkelkan yang membuat Tasya sulit bernapas lega karena ulah bosnya yang terus mengejar dan mengganggunya.
Sampul Novel CEO Tampan dan Gadis Desa
9.2
Alaric Athafariz adalah duda yang mengabdikan hidupnya demi kebahagiaan Angel, putri kecilnya. Sejak kepergian istrinya, ia menutup hati hingga pertemuannya dengan Ashila, seorang gadis desa, mengubah segalanya. Kehadiran Ashila membawa warna baru dalam hidup sang CEO yang dingin. Namun, rahasia besar perlahan terungkap bahwa Ashila memiliki kaitan erat dengan masa lalu Alaric. Bagaimana kelanjutan takdir yang menghubungkan mereka berdua dalam cinta yang tak terduga?
Sampul Novel Dalam Pelukan (Sang ) CEO
9.1
Kevin Hadiwajaya, CEO sukses berjuluk monster berwajah malaikat, terobsesi menjadikan asisten pribadinya, Sarah Rania, miliknya seutuhnya. Namun, langkah Kevin terhalang oleh Hansen Rudolf, sahabat kecilnya yang juga mencintai Sarah dengan kelembutan. Di tengah persaingan sengit dua pria ini, Sarah terjebak dalam pertarungan emosi yang memilukan. Akankah ia bertahan dalam pelukan sang bos yang tegas, atau berpaling pada Hansen yang selalu menyapanya dengan kasih?
Sampul Novel Gairah Pewaris Hanya Untuk Pengantin Penggantinya
8.2
Selena Hart terpaksa menerima tawaran gila dari Damian Jorch demi melunasi biaya medis tantenya. Ia dibayar satu juta dolar hanya untuk menjadi pengantin pengganti karena wajahnya sangat mirip dengan tunangan Damian yang hilang, Elsie Sonata. Rencana awalnya sederhana: Selena cukup berdiri di altar dan mengucapkan janji suci. Namun, kendali Damian runtuh saat ia mabuk dan menyentuh Selena. Kesepakatan kontrak itu kini berubah menjadi hubungan yang jauh lebih rumit.
Sampul Novel Kekasih itu Bosku
9.1
Hubungan asmara antara Rina dan Arman terus berkembang di tengah berbagai rintangan yang menguji kesetiaan mereka. Keduanya berjuang keras menjaga harmoni antara tuntutan profesional dengan perasaan pribadi. Bagi Rina, bekerja di PT Jaya Abadi kini terasa jauh lebih istimewa. Di sana, ia tidak hanya berhasil meraih ambisi kariernya, namun juga menemukan cinta sejati yang tak pernah ia duga sebelumnya dalam sosok bosnya yang penuh karisma.