Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Terhalang Restu Abi

Cinta Terhalang Restu Abi

Aisyah Putri Rasyid terkejut saat Malik Putra Narendra, mantan kekasih masa SMA, muncul kembali setelah tujuh tahun berpisah. Dulu, Aisyah terpaksa memutuskan Malik tepat di hari kelulusan demi mematuhi perintah ayahnya. Ia bahkan mengembalikan tasbih pemberian Malik sebagai tanda berakhirnya hubungan mereka. Kini, tasbih itu mendadak muncul di depan pintu rumahnya, membangkitkan kenangan manis masa lalu. Akankah cinta lama mereka bersemi kembali?
Bab
Bagikan

Bab 2

Malam semakin larut. Lantunan bunyi ayat-ayat suci Al-Qur'an di setiap masjid terdengar jelas menyalami gendang telinga, membuat malam hari ini terasa amat sangat damai dan itu juga dirasakan oleh seorang Pria berjaket hitam yang di mana, saat ini dia tengah mengendarai sebuah mobil. Sedari tadi bibirnya tidak bisa berhenti, untuk tidak menyungging senyum.

Pria berperawakan tinggi dengan iris mata hitam sedikit kecoklatan, surai hitam legam, dengan kulit wajah putih bersih, dan rahang yang kokoh, serta bulu-bulu halus yang tumbuh disisi pipinya membuat dia terlihat sangat tampan.

Iya— pria itu adalah Malik Putra Narendra, Pria berparas tampan yang sebentar lagi akan menjadi pemimpin di salah satu perusahaan besar milik keluarganya. Malik menghentikan laju mobilnya tepat saat lampu lalu lintas menunjukkan warna merah.

Pria itu menyandarkan punggungnya untuk merilekskan diri. Sesekali dia kembali tersenyum saat pikirannya mengingat sebuah nama.

Iya, nama yang dulu hingga kini masih terukir permanen dihatinya, nama yang dulu hingga saat ini masih spesial untuknya, nama yang dulu hingga kini masih sangat suka dia sebutkan di setiap bangun dan tidurnya, dan nama itu iyalah Isyah.

Malik menegakkan tubuhnya kembali. Mata hitam kecokelatannya, langsung melihat hiasan gantung yang memamerkan sebuah figur foto wanita.

Iya, wanita yang hingga saat ini tidak pernah dia lupakan dan akan selalu menjadi cinta sejatinya. Wanita itu tidak lain tidak bukan adalah Aisyah Putri Rasyid.

Dengan tersenyum Malik bergerak mengelus figur foto Aisyah yang terlihat sangat cantik dengan baju tertutup dan jangan lupa hijab yang terpasang rapi menutupi rambutnya di foto itu.

"Aku tidak sabar bertemu denganmu lagi Isyah. Jujur, aku tidak bisa melupakanmu. Aku masih belum tahu alasan kamu menyudahi kisah kita," gumam Malik sembari terus menggelus figur foto itu dengan ibu jarinya.

Bunyi klakson mobil dari arah belakang membuat Malik tersadar. Pria itu dengan cepat kembali menancap gasnya, untuk membelah jalanan kota Jakarta yang malam ini masih nampak sangat lah padat.

***

Beberapa menit telah berlalu. Akhirnya mobil yang di kendarai oleh Malik, sudah masuk ke area sebuah rumah mewah, dengan halaman depan yang sangat luas, dan di sisinya ditumbuhi oleh dedaunan yang berjajar rapi.

Malik menghentikan laju mobilnya tepat di pekarangan rumah. Pria berusia 25 tahun itu bergerak melepas sabuk pengamannya, dan hendak bergerak keluar dari dalam mobilnya. Tetapi, gerakannya terhenti saat matanya kembali menatap figur foto Aisyah.

Pria itu kembali menyungging senyum, tanpa diduga dengan gerakan cepat Malik mengecup figur foto itu, dan langsung bergegas keluar dari dalam mobil. Dengan langkah santai dan raut bahagia, Malik berjalan ke pintu masuk rumah berlantai dua milik orang tuanya.

Sesampainya di dalam rumah, raut bahagia Malik belum lah menghilang. Saking bahagianya, pria tampan itu tidak ada hentinya bersiul dan melempar kunci mobilnya.

"Rendra." Terdengar suara bariton pria membuat Malik menghentikan langkahnya.

Malik yang tadinya hendak menaiki anak tangga mengurungkan niatnya. Pria itu menoleh ke sebelah kanan, di mana arah suara itu berasal. Senyum Malik lagi-lagi mengembang.

Pria tampan itu berjalan cepat ke ruang keluarga, "Papa ... Mama," sapa Malik dan langsung memeluk tubuh Pria paruh baya seumuran Abi Rasyid. Pria paruh baya yang tengah berekspresi datar itu membalas pelukan sang anak.

Malik mengurai pelukannya, dan mata coklatnya sekarang terarah pada wanita paruh baya seumuran Umi Rohana, yang tengah berdiri di samping Rizwan, Papa Malik.

"Mama— i miss you," ujar Pria itu dan langsung memeluk erat wanita yang dia rindukan selama 7 tahun terkahir ini.

"Apa begini caramu pulang setelah tujuh tahun lamanya menghilang," ujar dingin Rizwan membuat Malik mengurai pelukannya, "kau masih sama Rendra. Kau masih anak yang tidak punya sopan santun," lanjutnya dengan nada yang sama.

"Maksud Papa?" bingung Malik terdengar belum mengerti arah pembicaraan Rizwan.

"Kau sudah berusia 25 tahun Rendra. Jadi dewasalah sedikit. Papa sudah semakin Tua, dan siap untuk pensiun," ujar Rizwan dengan menatap tajam ke arah putra semata wayangnya, "seharusnya di usiamu itu, kau sudah menggantikan orang tua ini. Tetapi, semenjak kau lulus dari Pesantren. Kau malah menghilang entah kemana,' lanjut Rizwan dengan masih menatap tajam sang anak.

"Rendra pergi untuk berkuliah Papa. Sekarang Rendra sudah kembali, dan siap menggantikan Papa," jawab Malik degan nada santai.

Iya— setelah lulus dari pondok pesantren. Malik langsung meninggalkan Indonesia untuk berkuliah keluar negeri tanpa sepengetahuan keluarganya. Kalian harus tau, walau sikap Malik terbilang buruk, liar, dan tidak mau dikekang. Tetapi, kecerdasan yang dimiliki pria itu tidak main-main, dan berkat kepintarannya itu. Malik mampu bersekolah tanpa harus memberatkan keluarganya.

Sebenarnya Malik tidak pernah berniat masuk ke pondok pesantren. Orang tuanya lah yang memaksa Malik bersekolah di pondok pesantren agar dia bisa disiplin, taat agama, dan berperilaku baik.

Entah mengapa bukannya berubah malah Malik semakin menjadi-jadi, dan sangat sulit di atur. Tetap,i Malik tidak pernah menyesali keputusan orang tuanya. Berkat mereka berdua, Malik menemukan sosok wanita yang akan mendampinginya kelak.

Sosok wanita itu adalah Aisyah Putri Rasyid, wanita berparas cantik dengan sikap baik hati itu, apakah bisa bersanding dengan Pria modelan Malik Putra Narendra, yang sikapnya melebihi iblis itu?

"Karena Rendra sudah kembali. Mulai besok Rendra akan mengambil alih perusahaan Papa," ujarnya membuat Rizwan terkejut, "kenapa Papa berekspresi seperti itu?" bingung Malik membuat Rizwan langsung menghilangkan ekspresi itu.

"Tidak bisa seperti itu Rendra. Menyerahkan sebuah kepemimpinan tidak segampang yang kau katakan itu."

"Apa yang kurang dari Rendra Pa? Rendra lulusan terbaik di universitas luar negeri, Rendra juga cerdas, dan yang pasti tidak akan mengecewakan Papa," sanggah Malik dengan menaikkan satu oktaf suaranya.

"Sayang tolong pelankan suaramu jika berbicara dengan orang tua," intrupsi Hayati, Mama dari Malik yang sedari tadi bungkam tidak ikut campur.

"Tidak Mama. Dengan Papa berbicara seperti itu, seolah dia meremehkan anaknya sendiri."

"Papa tidak ada niat sedikitpun untuk meremehkan. Papa hanya mengatakan, kau tidak bisa asal mengambil kepemimpinan begitu saja," sanggah Rizwan membuat Malik menyinggung senyum sinis.

"Omong kosong," ujar Pria itu dengan raut wajah sinis.

Malik yang sudah jengah atas apa yang dikatakan Rizwan memilih melangkah meninggalkan ruang keluarga itu. Tetapi, langkahnya terhenti saat suara bariton milik Rizwan terdengar di telinganya.

"Mulai besok kau akan bekerja di bagian staf keuangan. Buktikan pada Papa, kalau kau bisa bekerja dengan baik," ujar Rizwan dan membuat Malik menaikkan satu sudut bibirnya.

"Baiklah jika itu keinginan Papa, Rendra akan buktikan, kalau Rendra itu terbaik," ujarnya dengan nada percaya diri dan langsung melanjutkan langkahnya.

***

Kediaman keluarga Rasyid.

Di salah satu kamar di rumah sederhana keluarga Rasyid. Terlihat Aisyah terbaring dengan masih mengenakan mukenah shalatnya.

"Jangan lagi hiks...hiks...." gumam Aisyah disertai oleh isakan pelan yang keluar dari bibir mungilnya.

Aisyah kembali membenamkan wajahnya ke bantal tidurnya. Wanita itu sedari tadi hanya bergumam dengan kata yang sama seperti yang diucapkannya tadi.

Bunyi ketukan pintu dari luar membuat Aisyah mengentikan isakan, "Ais apa kau tertidur sayang?" tanya Umi Rohana dari luar ruang kamar Aisyah.

Aisyah tidak menjawab. Wanita itu memejamkan mata sembari menahan isakan yang selalu ingin keluar, "Kenapa adek berteriak seperti itu di depan kamar Ais." Aisyah semakin membekap mulutnya saat mendengar suara Abi nya juga ada di sana.

"Adek hanya ingin melihat Ais Abi. Setelah pulang dari masjid tadi, Ais belum keluar kamar sekalipun."

"Mungkin Ais sudah tertidur. Adek juga tidurlah. Abi akan ke masjid sebentar," perintah Abi Rasyid, dan langsung menyodorkan tangan kanannya ke hadapan sang istri.

Umi Rohana yang melihat itu langsung bergerak menyalami tangan suaminya, dan menciumi punggung tangan itu.

"Kalau begitu Abi permisi dulu, assalamualaikum," pamitnya, dan langsung dibalas anggukan serta slaan oleh Umi Rohana.

Aisyah yang sudah tidak mendengar suara orang berbicara kembali bangun. Wanita itu dengan masih mengenakan mukenah menyandarkan punggungnya di sandaran ranjang. Lagi dan lagi, entah mengapa setiap dia melihat tasbih merah di tangan kanannya itu, membuat air mata Aisyah mengalir.

Wanita itu bergerak menempelkan tasbih berwarna merah hati itu, tepat di dadanya. Wanita itu kemudian bergerak menekuk kakinya, dan membenamkan wajahnya di celah paha.

"Hiks...hiks.... Kenapa kau harus kembali menemui diriku Malik. Kenapa?" gumam Aisyah dan kenangan-kenangan bersama Malik kembali terngiang di pikirannya

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CRAZY RICH MENIKAHI GADIS POLOS
8.8
Havva, gadis 17 tahun asal desa kecil di Ankara, terpaksa menikahi Irlan demi membiayai pengobatan ibunya dan meringankan beban ayahnya. Irlan yang kaya raya jatuh hati pada kecantikan alami Havva saat berlibur di penginapan tempat ayah Havva bekerja. Namun, pernikahan ini menjadi mimpi buruk karena Irlan sudah beristri. Bilqis, sang istri pertama yang modis dan sinis, terus mengintimidasi Havva. Mampukah gadis polos ini bertahan di tengah tekanan istri tua?
Sampul Novel ISABELLA
7.9
Isabella, perempuan asal Turki dengan hidup sederhana, memutuskan merantau ke London demi meraih cita-citanya. Namun, takdir membawanya ke arah tak terduga saat ia terjebak dalam pusaran gelap dunia mafia. Bersama kekasihnya, Alech, Isabella harus berjuang melewati berbagai rintangan berbahaya yang mengancam hubungan mereka. Akankah cinta mereka tetap bertahan di tengah konflik kekerasan ini? Simak perjalanan penuh risiko Isabella dan Alech demi kebersamaan abadi.
Sampul Novel Mengejar Gadis Dingin
9.5
Amanda adalah siswi kutu buku yang sering dirundung karena kecerdasannya. Ketenangan hidupnya di perpustakaan mulai terusik hingga Deva, murid baru yang tenang, datang menjadi pelindungnya dari gangguan teman-teman. Kehadiran Deva membawa perubahan besar dalam keseharian Amanda yang kaku. Akankah kedekatan ini menumbuhkan cinta dan mengubah Amanda menjadi sosok yang lebih cantik serta hangat? Simak perjuangan Deva dalam mencairkan hati sang gadis dingin.
Sampul Novel Merebut Jodoh
9.0
Vanya terjebak dalam pernikahan paksa dengan Purnomo, pria yang jauh lebih tua darinya, demi memuaskan ambisi egois orang tuanya. Hubungan tanpa cinta ini pun berada di ambang kehancuran sejak awal. Namun, harapan muncul melalui kehadiran Anthony. Pria ini telah lama memendam perasaan mendalam untuk Vanya. Dengan tekad yang membara, Anthony berjuang gigih demi merebut kembali wanita pujaannya dan menyelamatkannya dari belenggu takdir yang kelam.
Sampul Novel PERFECT PARTNER
8.4
Amanda Altakendra adalah arsitek cantik yang keras kepala dan sangat egois. Trauma cinta masa lalu membuatnya membangun benteng emosional yang sulit ditembus. Namun, sebuah pertemuan di klub malam mengubah segalanya saat ia bertemu Darko Dio Archelaus, triliuner dingin pemilik Archelaus Corp. Darko yang terobsesi mulai melakukan segala cara demi menjadikan Amanda pasangan hidupnya. Mampukah Darko meluluhkan hati kaku Amanda dan membantunya lepas dari bayang-bayang masa lalu?
Sampul Novel Perjuangan Cinta yang Pernah Hilang
9.4
Insiden tragis yang menimpa Ararya Chandrika Dewi memaksa Devandra Pradipta Atmaja mengalah pada kehendak ayahnya, Himawan. Demi keselamatan Ara, Devan setuju melanjutkan studi ke luar negeri dan menghilang tanpa kabar selama tiga tahun. Saat kembali, Devan menemukan bahwa ayahnya memiliki rencana lain yang mengancam hubungan mereka. Di tengah bayang-bayang masa lalu yang penuh darah dan luka, mampukah cinta mereka bertahan meski terhalang restu orang tua?