Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Semalam Sang CEO

Cinta Semalam Sang CEO

Terjebak tantangan teman saat mabuk, Prakas menghabiskan malam bersama Miona, gadis yang terpaksa menjual diri demi utang ibunya. Setelah mengusir Miona, Prakas terkejut mendapati gadis itu adalah putri Pak Imam, sosok OB yang ia anggap ayah sendiri. Berniat menebus kesalahan, Prakas melunasi utang keluarga Miona dan memintanya berhenti dari dunia hitam. Namun, Miona yang terluka justru menolak belas kasihan itu dan bertekad membayar balik semuanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Mobil sedan itu memasuki pekarangan rumah mewah nan megah di kawasan Pondok Indah. Satpam rumah langsung membukakan pintu samping mobil, lalu Prakas turun dari mobil dengan wajah bingung. Tubuhnya yang tinggi itu memasuki rumah. Dia memiliki kulit putih dan rambut agak modis dengan sedikit poni. Prakas sangat tampan dan digilai para perempuan. Bagaimana pun dia harus terlihat sempurna karena perusahaannya adalah perusahaan yang bergerak dibidang kosmetik terkenal yang mulai mendunia. Produk yang dijual perusahaannya bukan saja kosmetik untuk perempuan saja, melainkan produk-produk untuk pria juga seperti parfum dan lainnya.

Tiba-tiba perempuan berumur 45 tahun dengan pakaian modis dan terlihat terawat itu datang menghampiri Prakas dengan cemas.

“Prakas, semalam kamu kemana? Kenapa tidak pulang ke rumah?” tanya perempuan itu. Dia adalah Nyonya Prameswari, ibu kandung Prakas yang menjanda sudah dua tahun lamanya.

“Aku tidur di tempat temen, Mah,” jawab Prakas.

“Lain kali telepon, Mamah.”

Prakas mengangguk lalu pamit ke kamarnya. Di dalam kamar, dia langsung merebahkan diri di atas kasur. Prakas masih memakai setelan jas lengkap dengan dasinya. Bayangan-banyangan semalam terus terngiang di pikirannya. Dia ingat ketika dia hampir terjatuh saat memasuki kamar hotel itu karena terlalu mabuk, tiba-tiba ada tangan yang memegangi tubuhnya. Prakas menoleh padanya dengan terkejut.

“Kamu siapa?” tanya Prakas heran dengan pandangan mata yang agak buram.

“Aku Miona, Mas,” jawab Miona dengan gugup dan takut.

“Jangan panggil Mas, panggil aku Prakas,” protes lelaki itu.

Miona mengangguk.

“Kamu ngapain di sini?” tanya Prakas lagi.

“Bukannya kamu yang nyewa aku?” jawab Miona.

“Maksudnya?” tanya Prakas heran. Dia masih dalam kondisi mabuk.

“Katanya kamu mau cari perempuan yang masih perawan, dan kamu sudah transfer ke mami buat bayar aku,” jawab Miona dengan polos.

Prakas menatap wajah Miona dengan tatapan serius. Pandangannya yang buram mendadak terang saat melihat kecantikan perempuan di hadapannya itu. Lelaki itu tiba-tiba mendaratkan bibirnya ke bibir gadis itu. Miona kaku dan diam. Tak berapa lama Prakas langsung menarik tangan Miona ke atas kasur. Lelaki perjaka itu melepas pakaiannya satu demi satu lalu melepas pakaian Miona secara perlahan. Miona memejamkan mata. Pasrah.

Lalu...

Prakas berhenti mengingat itu. Dia bangkit dari atas kasurnya. Dia merasa tidak enak hati dan sangat merasa bersalah. Prakas akhirnya keluar dari kamarnya. Mamanya heran melihat anak tertuanya buru-buru berjalan ke arah luar.

“Kamu mau kemana, Prakas? Makan malam dulu, mama udah siapin,” tanya Prameswari heran.

“Aku pergi dulu, Mah,” jawab Prakas, lalu dia segera keluar dari rumah dan menaiki mobilnya. Prakas menyetir mobilnya sendiri tanpa supir.

Mobil itu berhenti di parkiran apartemen. Prakas langsung turun dari mobil dan mencari lift. Saat dia tiba di depan pintu sebuah apartemen di lantai 30, dia memencet bel. Seorang lelaki yang seumuran dengannya keluar dan heran melihat kedatangan Prakas. Dia adalah Doni, dalang dari pemesanan perempuan perawan itu.

“Prakas?”

Prakas menarik kerah baju Doni dan memukuli wajahnya tanpa ampun. Doni mencoba melawan hingga dia pun berhasil meninju pipi Prakas sekali.

“Lo kenapa?” tanya Doni heran sambil menahan sakit di bibirnya yang mulai berdarah.

“Nggak usah tanya kenapa? Lo ngapain nyewa cewek buat gue?” tanya Prakas yang tampak sangat emosi.

“Lo nggak nyadar kalo lo sendiri yang mau?! Harusnya lo seneng, gue udah bayar perempuan itu 60 juta. Kok lo malah mukul gue?” ucap Doni emosi.

“Harusnya lo sebagai sahabat jagain gue di saat gue mabok, bukan jerumusi gue kayak gitu! Gue tahu gue masih perjaka, tapi gue nggak mau nyakitin cewek! Gue maunya ngelepas perjakaan gue sama perempuan yang gue sayang biar gue bisa tanggung jawab,” teriak Prakas.

“Yaudah! Lo tanggung jawab aja ama pelacur itu! Perawannya kan Lo yang ambil? Lagian juga paling dia sibuk jual diri lagi!” teriak Doni.

Satu tinju lagi mendarat ke pipi Doni. Prakas lalu pergi dari sana. Doni mengepalkan tangan dan memilih untuk masuk ke apartemennya.

Prakas menghentikan mobilnya di parkiran pantai Ancol. Dia keluar dari mobil lalu berjalan di jembatan pejalan kaki yang melintasi air lalut. Prakas berhenti lalu memandangi gelapnya lautan di hadapannya. Tiba-tiba dia teringat pesan Pak Imam saat Prakas meminta Pak Imam untuk menemaninya meeting di Bali tahun lalu.

“Lelaki sejati itu nggak pernah nyakitin perempuan, dia sangat menghormati perempuan dan mejaga kesuciannya,” ucap Pak Imam kala itu.

Mereka sedang mengobrol di sebuah cafe yang menghadap pantai Kuta. Prakas hanya diam. Selama ini papahnya selalu sibuk mengurus perusahaan hingga dia kurang mendapat perhatian. Mamahnya juga sama, sibuk berkumpul dengan istri-istri pengusaha dan selebriti terkenal di Indonesia. Pak Imam lah yang peduli padanya sejak kecil. Saat papahnya membawa Prakas kecil ke kantor, papahnya selalu menitipkan Prakas pada Pak Imam. Sejak itulah mereka akrab dan hingga sekarang sampai Prakas mewarisi perusahaan ayahnya.

Saat itu juga, Prakas meraih handphonenya, dia ingin menceritakan semua kebingungannya pada Pak Imam. Bagaimana pun dia harus tenang dan mendapatkan solusi agar tidak merasa bersalah lagi telah melakukan itu semalam.

“Halo,” jawab seorang perempuan tua di seberang sana.

Prakas heran, biasanya Pak Imam tak pernah memberikan handphonenya pada siapapun.

“Saya Prakas, Pak Imamnya ada?” tanya Prakas.

“Prakas siapa?” tanyanya lagi.

Selama ini Pak Imam memang tak pernah mengenalkan keluarganya pada Prakas dan pada almarhum ayahnya. Prakas juga tak pernah tau Pak Imam tinggal di mana? Siapa istrinya dan siapa anak-anaknya?

“Temen kerjanya di kantor, Pak Imamnya kemana?” tanya Prakas heran.

Tiba-tiba terdengar suara tangisan di seberang sana. Prakas heran.

“Saya istrinya, sekarang Bapak di rumah sakit, dia di ruang ICU,” jawab perempuan itu.

Prakas terkejut mendengarnya. Setelah itu dia menanyakan alamat rumah sakitnya. Setelah tahu, Prakas langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit itu. Sampai di depan rumah sakit, dia melihat seorang ibu-ibu dan seorang anak lelaki yang masih remaja sedang menangis duduk di depan ruangan ICU.

“Pak Imamnya di mana?” tanya Prakas dengan sedih.

Ibu-ibu itu tampak heran melihat Prakas. Dia langsung mempersilakan Prakas masuk ke ruangan ICU itu. Prakas langsung masuk dan matanya langsung berkaca-kaca saat melihat kondisi Pak Imam yang kritis itu. Selang oksigen tersambung ke hidung Pak Imam. Lelaki Tua itu tampak tidak sadarkan diri.

“Pak, Bapak...” panggil Prakas dengan lirih. Prakas memegang tangan Pak Imam. Sekarang dia merasakan hal sama saat melihat kondisi papahnya kritis dulu.

Tiba-tiba tangan Pak Imam bergerak. Prakas lega melihatnya.

“Pak!” ucap Prakas memanggilnya.

Lelaki Tua itu menoleh ke arah Prakas dengan lemah.

“Prakas...” panggilnya lirih.

“Iya, Pak. Bapak kenapa?”

“Umur bapak mungkin nggak akan lama lagi, bapak merasa bersalah sudah menolak niat baik kamu selama ini, maafkan bapak...” ucapnya lemah.

Air mata Prakas mulai deras.

“Nggak apa-apa, Pak. Bapak mau nemenin saya selama ini itu udah cukup. Bapak udah kayak papah aku sendiri selama ini,” ucap Prakas mulai terisak.

“Carilah perempuan yang baik, sekarang mungkin saatnya kamu memiliki pendamping...” pinta Pak Imam, setelah itu dia diam, seperti mengucapkan dua kalimat syahadat.

Prakas berteriak memanggil dokter. Dokter dan perawat datang bersamaan dengan perempuan tua dan anak lelakinya. Dokter berusaha menggunakan alat pemacu jantung, namun tak lama kemudian nyawanya tak bisa tertolong lagi. Kini, lelaki yang sudah dianggapnya seperti ayahnya sendiri itu telah pergi untuk selama-lamanya. Prakas menangis sesenggukan, bersamaan dengan tangisan perempuan tua dan anak lelakinya itu.

Tak lama kemudian, seorang perempuan berambut panjang datang lalu langsung berteriak dengan tangisnya.

“Bapaaak! Bapaaak!” teriak perempuan itu.

Prakas langsung menoleh pada perempuan yang masih menangis itu. Prakas kaget saat melihat wajah perempuan itu dengan jelas.

“Miona Salsabila?”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gairah Tersembunyi Bos Killer
8.6
Nina, lulusan terbaik yang penuh ambisi, harus menghadapi kenyataan pahit saat bekerja di bawah kendali Nathan. Sang bos yang dikenal kejam itu terus mempersulit langkahnya di kantor. Namun, suasana berubah drastis ketika sebuah lembur malam mengungkap sisi hangat Nathan yang tak terduga. Meski benih cinta mulai tumbuh, mereka terpaksa menjalin asmara secara sembunyi-sembunyi. Kini Nina terjebak dalam dilema antara karier, intrik kantor, dan rahasia besar.
Sampul Novel Identitas Ganda Suamiku
8.0
Terdesak untuk menikah, Nadine memilih seorang pengusaha yang kabarnya telah bangkrut. Ia siap menjadi tulang punggung keluarga, namun keajaiban justru terus terjadi. Nadine memenangkan Porsche saat ingin membeli mobil murah dan mendapat vila mewah secara tiba-tiba. Keberuntungan selalu menyertainya berkat bantuan sang suami yang misterius. Nadine akhirnya menyadari kenyataan mengejutkan bahwa pria di sampingnya bukanlah orang biasa, melainkan seorang miliarder kaya raya.
Sampul Novel Kesempatan Keduaku, Penyesalannya
8.7
Wasiat mendiang ayah mengharuskan Alya menikahi anggota keluarga Adhitama saat ia berusia 22 tahun. Dulu, ia mencintai Bima meski pria itu kejam, berselingkuh dengan Jelita, bahkan tega meracuninya hingga tewas setelah menikah. Namun, keajaiban membawanya kembali ke masa lalu tepat di hari ulang tahunnya. Kini, Alya terbangun dengan ingatan pahit tentang pengkhianatan Bima. Ia bertekad mengubah takdir dan tidak akan memilih pria yang sama lagi.
Sampul Novel Mengejar Cinta Istri
9.4
Ditinggalkan saat menikah membuat Ayla Pramudita terluka, meski itu perjodohan bisnis. Enam bulan berlalu, ia dikejutkan kiriman uang misterius dari N.H Group. Saat sang adik, Ferdi, magang di sana, terungkap bahwa pemiliknya adalah Wibbi, suaminya sendiri. Ayla pergi ke Jakarta demi menuntut cerai, namun Wibbi justru menolak dan mulai mencintainya. Di tengah upaya Wibbi, hadir Abram, cinta pertama Ayla yang siap membantu melepaskannya dari jeratan sang suami.
Sampul Novel Pelarianku: Pernikahan Kontrak
7.9
Lima tahun mendampingi Adrian membangun kejayaan, aku sadar hanya menjadi bayangan Annika, mantan kekasihnya. Adrian berulang kali mengabaikan nyawaku demi wanita itu, membuktikan bahwa aku hanyalah pengganti yang bisa dibuang. Lelah terjebak dalam sangkar kebohongan, aku memutuskan pergi saat dia kembali memilih Annika di kapal pesiar. Demi kebebasan, aku mengambil alih posisi adiknya untuk menikahi seorang pria misterius yang cacat.
Sampul Novel Pengantin Bos Mafia
8.0
Sebagai tunangan Alexander sang pewaris mafia, Alana harus menyaksikan pria itu terpikat oleh Kiara, putri pedagang senjata yang liar. Saat Alexander meminta Alana menyerahkan gelar istrinya demi menenangkan Kiara yang menolak menjadi selir, Alana menyadari pengkhianatan ini. Ketika gaun pengantinnya ternoda darah, Alana menolak tersingkir. Jika tidak bisa menjadi istri dari sang pewaris, maka ia bertekad untuk merebut posisi yang lebih tinggi dan menjadi wanita dari Bos Mafia itu sendiri.