Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta satu malam terbaik

Cinta satu malam terbaik

Pasca ditinggal kekasih, Feyleria terbangun di samping pria asing dan memilih kabur. Ternyata, Alexander, pria semalam itu, terobsesi memilikinya. Lewat tekanan orang tua, Alex memaksa Fey masuk ke jerat perjodohan yang tak terelakkan. Saat benih cinta mulai tumbuh untuk Alex, Sani sang mantan kekasih tiba-tiba kembali demi merebut hati Fey lagi. Kini Fey terjebak di antara kenangan masa lalu atau masa depan bersama pria yang memujanya dengan tulus.
Bab
Bagikan

Bab 3

Fey membuka matanya perlahan, berkas sinar yang masuk secara tiba-tiba membuat Fey mengernyitkan dahinya. "Silau," gumamnya. Fey sedikit terkejut dengan suara serak yang keluar dari tenggorokannya yang kering.

"Hmm, dimana aku? Kok kamarnya beda? Apa di rumah Vina?" batin Fey setelah sadar ranjang yang ditidurinya terasa jauh lebih empuk. "Bukan! Rumah Vina mah kandang kebo. Nggak mungkin se-bersih dan se-rapi ini," desisnya yakin dalam hati.

"Akh, sakit!" Rintih Fey begitu berusaha bangun.

Seluruh sendi di tubuhnya berderit nyeri.

Fey kembali merebahkan tubuhnya. Dia terdiam sesaat, mencoba menggali kembali ingatannya tentang apa yang terjadi tadi malam.

"Aku hang out bersama Vina dan Geby dalam rangka menangisi perselingkuhan Carrel. Aku merasa pusing karena terlalu banyak minum, lalu ..." Fey mengumpulkan puzzle ingatannya hingga sampai pada titik yang membuatnya terkejut dan menyumpahi kebodohannya.

"Tuhan! Apa yang sudah aku lakukan?" Desahnya panik sembari mengacak rambut panjangnya.

Fey melirik kiri dan kanan, mencari sosok laki-laki yang telah menghabiskan malam bersamanya tapi dia tidak menemukan seorangpun hanya gemericik suara air yang terdengar dari balik ruangan berpintu kaca buram.

"Dia pasti lagi mandi," batin Fey.

Dengan kecepatan super, Fey bangkit dari ranjang, mengabaikan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Fey mengumpulkan potongan pakaiannya yang berserakan di lantai.

Sebelum memakainya, Fey sempat melihat pantulan dirinya dari balik kaca.

"Oh my god, ini gila!" Serunya begitu melihat tanda merah di sekujur tubuh. Leher, tulang selangka, dada, perut hingga ke bagian dalam paha dan tungkai kakinya.

"Pantas saja seluruh badan ku sakit dan sialnya aku ngak ingat apapun." Kekehnya konyol. Menertawakan kebodohannya sendiri.

Setelah berpakaian lengkap, Fey mencari tas dan ponselnya tapi tidak menemukannya dimana pun. Suara jerit pintu seketika membuat Fey panik, tanpa menunggu aba-aba dia langsung berlari secepat kilat menyongsong pintu dan keluar dari sana.

***

Alex terdiam ditempatnya berdiri. Lima menit yang lalu dia keluar dari bathroom dan mendapati kamar kosong. Wanita yang bersamanya semalam tiba-tiba menghilang tanpa jejak.

Alex mengangkat ponselnya untuk menghubungi Bima - sepupunya. "Bim, kamu dimana?" Seru Alex langsung begitu sambutan Bima terdengar dari balik ponsel.

"Wuoooo, ma man! Santai. Kamu yang dari mana aja, semalaman ngilang. Tante sibuk nyariin tuh," balas Bima.

"Ah, aku lupa ngabarin ke Mama semalam," batin Alex sadar.

"Kamu lagi di Bar?"

"Ya Iyalah, jam segini waktunya ngerjain laporan. Kenapa? Kok suara kamu kedengarannya kayak panik banget."

"Aku kesana sekarang." Putus Alex. Dia menggenggam erat ponsel di tangannya. Amarahnya muncul ke permukaan begitu menyadari wanita yang menghabiskan malam indah bersamanya tiba-tiba saja pergi tanpa sepatah katapun.

***

"Kamu kenapa sih, Fey? Celingak-celinguk udah kayak Waria di kejar Kamtibmas aja."

Fey mendelik kesal, tapi dia tidak berusaha membalas ejekan sahabatnya itu. Fey masih berhutang penjelasan tentang apa yang terjadi semalam. Dia yakin dia tidak akan bisa menjelaskan apapun untuk saat ini, lebih baik dia menahan diri untuk tidak memancing rasa penasaran Vina lebih jauh.

Dahi Vina mengerut heran melihat kelakuan sahabatnya. Pagi ini, Fey tiba-tiba muncul di depan rumahnya tanpa kabar apapun. Biasanya wanita itu akan memborbardir ponsel Vina terlebih dahulu sebelum benar-benar tiba di pintu apartemennya, tapi kali ini Fey tiba-tiba muncul dengan wajah panik dan penampilan acak-acakan. Semuanya serba kusut, mulai dari baju, rambut sampai wajahnya.

Fey menarik naik syal yang digunakannya untuk menutupi setengah wajahnya. "Aku agak takut ketemu sama sekuriti depan, soalnya uang buat nalangin taksinya belum ku bayar." Alihnya sebagai alasan.

"Emang dompet sama handphone kamu ke mana?"

"Ketinggalan."

"Lho? Ketinggalan dimana?"

Fey terdiam sesaat lalu beralih menatap Vina ragu. "Udah deh, nanti aja diomongin. Kita udah telat ke kantor."

Vina melengos malas. Dia sudah hafal kelakuan absurd Fey setiap kali berbohong. "Ya udah cepetan. Ntar kita telah ke kantor," buru Vina.

Fey mengangguk cepat dan segera memasuki mobil.

***

"Kenapa sih, Lex? Tiba-tiba kamu datang, biasanya harus di paksa dulu," cerca Bima begitu melihat Alex muncul di depan pintu ruang kerjanya.

"Aku mau lihat rekaman CCTV semalam," tukas Alex langsung. Dia menuju meja kerja Bima dan mulai mengutak-atik komputernya.

"Emang ada apaan? Dompet kamu di copet orang?" Serunya panik karena ini menyangkut nama baik Bar-nya.

"Nggak, ada yang aku cari." Alex mencocokkan tanggal dan jam saat dia bertemu wanitanya di depan lorong menuju toilet.

"Catch you!" Seru Alex dalam hati.

"Aku minta salinannya ya." Tanpa menunggu jawaban Bima, Alex langsung mengcopy video rekaman CCTV ke ponselnya.

"Siapa dia?"

"Calon kakak ipar mu."

Bima terkejut. Baru kali ini dia melihat Alex begitu antusias pada seorang wanita. "Terus semalam kamu ngilang bareng cewek ini?" Selidiknya.

Alex melirik sepupunya tajam. "Jangan sampai kamu ngomong macam-macam sama Mama. Awas aja!" Ancamnya untuk mengantisipasi mulut comel Bima.

Bima meringis, dia menjepit dua jarinya dan membentuk gerakan menutup resleting di depan mulutnya sebagai pertanda kalau dia akan menutup mulutnya rapat-rapat.

Alex melengos malas. Dia tidak percaya Bima mampu menutup mulutnya di depan Mama karena setiap kali Alex menjalin hubungan, Mama selalu selangkah lebih cepat, sudah pasti dia mendapatkan informasinya dari bocah bawel ini.

***

Sepekan berlalu ...

“Apa! Dijodohkan?”

Dengung suara nyaring seketika menarik perhatian seluruh penghuni restoran. Pandangan tajam langsung tertuju ke meja yang di huni seorang laki-laki paruh baya bersama dua orang wanita. Disampingnya duduk wanita yang tampak anggun dengan tunik bermotif batik sedangkan di hadapan keduanya duduk wanita yang baru saja menjadi pusat perhatian seluruh penghuni restoran.

Tidak terlihat raut bahagia di wajah wanita yang baru saja merayakan pertambahan usianya yang ke-33, malahan ekspresi kesal yang tergambar disana setelah mendengar penjelasan dari orangtuanya.

“Fey, kecilkan suaramu. Kamu membuat Mama malu," desis Mama malu. Laki-laki yang duduk disampingnya yang tidak lain adalah suami sekaligus Papa Fey, mengangguk setuju.

Fey menggeleng keras. “Ma, Pa, ini bukan jaman Siti Nurbaya. Nggak perlu ada perjodohan." Protes Fey.

“Kami mengerti Fey, kami tidak akan melakukan ini kalau kamu bisa membawa laki-laki di usia 25, tapi sampai umur 33 kamu tidak membawa satupun laki-laki untuk di perkenalkan pada kami," pungkas Mei - Mama Fey. Dia tampak sangat yakin dengan keputusannya.

Fey menyibakkan poninya ke belakang dan memijit keningnya. “Ma, Pa, sepertinya pembicaraan kita mulai tidak sehat. Fey masih ada rapat penting, jadi kita anggap saja pembicaraan ini sudah selesai kalau perlu Fey akan menganggap hal ini tidak pernah ada."

“Fey, Mama tidak pernah mengajarkan mu untuk berlaku tidak sopan pada orangtua. Kata-kata orangtua adalah perintah bagi seorang anak, jadi suka atau tidak kamu harus bertemu dengan Ferdinand. Masalah tanggal pernikahan Mama dan Papa sudah membicarakan dengan Pak Steven." Perintah Mei tanpa mau mendengar protes putri satu-satunya.

WHAT?!

Fey tercengang. Jadi untuk apa orangtuanya membicarakan hal ini kalau mereka sudah mengatur segalanya. Kenapa nggak sekalian aja, menyeret leher Fey ke atas pelaminan?! Batinnya geram.

“Ma." Fey masih mencoba bicara dan melancarkan aksi memelas. Namun melihat sikap tegas ibunya membuat Fey yakin tidak ada kesempatan baginya.

"Pa." Kali ini Fey beralih pada sang Papa, walaupun Fey yakin itu sia-sia. Papa adalah anggota perkumpulan S2TK (Suami-suami takut istri).

"Cukup. Mama ada janji penting ke salon bersama calon ibu mertua mu. Ini kartu nama Ferdinand, segera temui dia. Ayo, Pa." Mama mengandeng lengan suaminya, sebelum keluar Papa sempat menepuk pundak Fey untuk menyemangati anaknya.

Fey menatap keduanya nanar. Apa-apaan ini? Dan sejak kapan ke salon jadi kegiatan penting? MAMA ...

*****

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95KNX" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95KNX
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dia Lebih Dari yang Kamu Pikirkan
9.0
Samuel, penguasa pasar senjata global, memicu kontroversi saat mengejar Marsha, gadis yang dianggap remeh oleh publik. Banyak yang mencemooh karena mengira Marsha hanya bermodal paras cantik. Namun, dunia terperangah saat identitas asli Marsha terkuak: ia adalah pakar medis, jenius sains, sekaligus pewaris takhta organisasi bawah tanah. Di tengah kekacauan itu, Samuel justru mengeluh di media sosial tentang sikap dingin sang istri yang menganggapnya lawan.
Sampul Novel Dua Istri CEO
9.0
Pasca momen intim yang hangat, Brian dikejutkan oleh permintaan Azzura agar dirinya menikah lagi. Meski memiliki kekayaan dan rupa menawan, Brian tak pernah berniat mendua karena cintanya sudah utuh untuk sang istri. Namun, Azzura bersikeras tanpa alasan yang jelas, hingga membuat Brian merasa geram sekaligus tidak percaya diri. Di tengah ketegangan itu, Azzura justru mendekap Brian erat demi meyakinkan bahwa rasa cintanya tidak pernah pudar sedikit pun.
Sampul Novel Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku
8.5
Hari pernikahan impian berubah menjadi tragedi kelam dalam novel romantis miliarder Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku. Di saat sang ibu mengembuskan napas terakhir akibat syok karena Ezra mengganti pengantinnya dengan Naila, Ezra justru menuntut pernikahan tetap berjalan. Menolak perintah kejam itu, sang protagonis memilih pergi membawa jasad ibunya. Di tengah duka, ia harus menyaksikan kemesraan Ezra dan Naila yang memamerkan hubungan mereka tanpa rasa bersalah sedikit pun.
Sampul Novel Identitas Ganda Suamiku
8.0
Terdesak untuk menikah, Nadine memilih seorang pengusaha yang kabarnya telah bangkrut. Ia siap menjadi tulang punggung keluarga, namun keajaiban justru terus terjadi. Nadine memenangkan Porsche saat ingin membeli mobil murah dan mendapat vila mewah secara tiba-tiba. Keberuntungan selalu menyertainya berkat bantuan sang suami yang misterius. Nadine akhirnya menyadari kenyataan mengejutkan bahwa pria di sampingnya bukanlah orang biasa, melainkan seorang miliarder kaya raya.
Sampul Novel Kecanduan Manis: Istri Manja Tuan Wahid
9.4
Kehidupan Rossa hancur setelah hamil akibat cinta satu malam dengan orang asing. Di tengah kemelut itu, ia terpaksa menikahi tunangan masa kecilnya demi kesepakatan bisnis. Meski awalnya dingin, Rossa perlahan menyerahkan hatinya. Namun saat akan melahirkan, ia justru menerima surat cerai yang menghancurkan jiwanya. Setelah memilih pergi, takdir kembali mempertemukan mereka. Sang suami mengaku sangat mencintainya, tapi akankah Rossa bersedia membuka hatinya lagi?
Sampul Novel Love
9.2
Love
Dalam dinamika kehidupan modern yang serba cepat, sebuah kisah romansa yang tulus mulai tumbuh secara perlahan. Cerita ini mengeksplorasi makna kasih sayang yang mendalam di tengah hiruk pikuk perkotaan. Melalui pertemuan yang tak terduga, dua insan berusaha memahami perasaan satu sama lain dan membangun ikatan emosional yang kuat. Kisah ini menjadi sebuah perjalanan penuh kehangatan yang menyoroti keindahan dari sebuah perasaan yang bernama cinta sejati.