Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Pertamaku, Suami Orang

Cinta Pertamaku, Suami Orang

Nisa terjebak dalam skandal asmara dengan Dani, suami Rika. Meski berlatar belakang pendidikan pesantren, Nisa gagal menjaga prinsipnya karena rayuan maut Dani yang meruntuhkan pertahanannya. Rika dengan tegas meminta Nisa menjauh, namun Nisa merasa Dani harus bertanggung jawab atas perasaan yang telah tumbuh. Kini, Nisa bimbang antara mengakhiri hubungan terlarang itu atau justru terus menyakiti sesama wanita demi mengejar cinta pertamanya yang salah.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Memangnya hubungan kamu sama Pak Dani mau terus bersembunyi saja, Nis? Gak mau kayak yang lainnya yang nanti bisa berakhir dengan pernikahan,” tanya Riri lagi pada Nisa yang kini memojokkan dirinya.

Yaa, sebagai sahabat tentu saja Riri ingin terbaik untuk Nisa, meskipun memang poligami dalam islam diperbolehkan, akan tetapi tentu saja banyak risiko yang nanti akan datang melanda.

“Eling, Nis! Sadar, kamu itu cantik dan berpendidikan, gak akan sulit bagi kamu mendapatkan lelaki, bahkan pastinya akan lebih baik dari pada Pak Dani.” Riri masih saja bersungut-sungut menasihati Nisa.

“Jangan pernah mau deh jadi yang kedua! Memangnya jadi kedua itu gampang, hah? Apalagi kamu yang mudah banget nangis, sensitive, nanti yang ada banyak nangis ketika semuanya sudah kejadian!” Riri pun menyampaikan kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi jika Nisa menjadi istri kedua.

“Iya, aku juga tahu, Ri. Tapi menghilangkan perasaan ini tidak mudah, kami sudah dua tahun bersama, dan satu tahun itu dijadikan usahanya Pak Dani untuk mendekati aku dengan usaha yang begitu keras.” Kini Nisa membuka suara pula, masih membela dirinya bahwa apa yang ia lakukan saat ini adalah benar, padahal sudah jelas salah karena menjalin asmara terlarang.

Entahlah dia sendiri memang bingung, di sisi lain dia tidak ingin menyakiti hati wanita lain, akan tetapi dia pun tidak ingin melepaskan lelaki yang sudah meruntuhkan pertahanan hatinya begitu saja. tidak mudah bagi Nisa untuk jatuh cinta.

“Pelan-pelan, Nis. Pasti bisa, dan aku yakin kamu pasti bisa, dan kamu tentunya gak akan tega untuk menyakiti hatinya wanita lain, menjalin hubungan dengan lelaki yang sudah beristri, semuanya belum terlambat, kamu masih bisa untuk menghindarinya, Nis.”

Riri masih saja memberikan semangat dan kekuatan pada Nisa untuk meninggalkan Dani sepenuhnya, ya lagi pula memang Dani sudah meninggalkan Nisa lebih dulu ketika istrinya tahu akan hubungan terlarang tersebut.

“Apa lagi Pak Dani sekarang udah ngeblok kontak kamu? Apalagi yang bisa diharapkan dari lelaki itu, Nis? Kamu memangnya gak malu mengemis cinta pada lelaki yang sudah beristri? Kamu memangnya gak malu dituding sebagai orang ketiga, sebagai pelakor?...”

Riri terus memojokkan Nisa lagi, lagi, dan lagi, ya dia sengaja agar Nisa kembali pada jalannya yang lurus, tidak lagi menyimpang seperti saat ini.

“CUKUP, RI!” Nisa memperingatkan Riri agar berhenti untuk terus berkata. Apakah Nisa marah dan tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Riri?

DEG

Riri kini terpaku juga yang tiba-tiba saja Nisa memotong ucapannya itu dengan berteriak cukup keras, mulutnya masih menganga karena terhenti seketika saat ia akan melanjutkan ucapannya.

“Okey, okey, aku akan meninggalkan Pak Dani saat ini juga, Ri.” Nisa menyerah dan akhirnya ia akan menuruti permintaan sahabatnya itu, Riri.

Entahlah benar atau tidak, sebab sebelumnya pun Nisa mengatakan akan meninggalkan lelaki beristri itu kepada Riri, akan tetapi buktinya malah nyambung lagi dan lagi. Begitulah memang yang sedang dimabuk asmara, akal sehatnya hilang, padahal lelaki yang ia cinta sudah dimiliki oleh orang lain.

“Sorry, Nis. Aku seperti ini karena aku sayang sama kamu sebagai sahabat, aku gak mau kalau kamu melakukan kesalahan seperti ini, terlebih kita sama-sama wanita, tentunya tidak ingin juga jika pasangan kita direbut oleh wanita lain,” ucap Riri yang kini sudah melunakan nada bicaranya, bahkan raut wajahnya pun kini sudah kembali hangat, tidak keras lagi.

Nisa masih diam saja, entahlah apa yang ada di dalam pikiran wanita muda itu, seolah nampak dalam raut wajahnya ia masih saja tidak rela untuk mengalah dan merelakan Dani lepas begitu saja.

“Tapi, kali ini kamu sungguhan akan meninggalkan Pak Dani, kan Nis? Gak kayak kemarin-kemarin lagi yang akhirnya malah balik lagi?” Riri kembali mengajukan tanya sehingga Nisa kini dahinya berkerut dan menatap ke arah sahabatnya itu, lalu mengembuskan nafas.

Ia tak menjawab, dan Riri tahu dengan respon yang diberikan oleh Nisa tersebut, yang artinya bisa jadi iya, dan bisa jadi tidak.

“Memangnya apa sih yang sudah kalian berdua lakukan sehingga kamu sulit banget melepas Pak Dani, Nis? Meski udah putus, tapi malah balik lagi aja, udah tiga kali lho kamu balik lagi pada Pak Dani.” Riri kembali penasaran lagi, sehingga rasa bersalahnya yang tadi ada kepada Nisa, kini muncul kembali.

Hening. Lengang. Nisa tak lagi menjawab pertanyaan dari Riri, sebab ia pun tidak pernah melakukan apa pun dengan lelaki beristri tersebut, kecuali hanya video call dan Dani meminta Nisa untuk melucutinya bajunya.

“Apa jangan-jangan kalian berdua udah ….?” Riri kini menebak lagi, tapi tebakannya tidak ia lanjutkan, sengaja. Sebab ia pun tidak ingin menuduh Nisa dengan kejam seperti itu.

Akan tetapi banyak orang bilang, apabila ada seorang wanita yang enggan untuk meninggalkan pacarnya, itu artinya ada sesuatu hal yang sudah diberikan kepada lelaki tersebut, kehormatannya.

Apalagi jika menjalin hubungan dengan lelaki yang sudah menikah, tentunya berbeda sekali dengan menjalin hubungan dengan lelaki yang sama sekali belum menikah dan belum mengenal seks.

“Udah apa?” Nisa langsung saja menyerobot ucapan Riri yang menggantung itu dengan mata memicing, menyelidik, seolah Nisa pun sudah tahu dengan apa yang ada di dalam pikirannya Riri saat ini.

“Eh, itu, Nis. Maaf, aku kan cuma nanya aja, kenapa kamu sampai segitunya gak mau kehilangan Pak Dani,” jawab Riri yang kini merasa kikuk juga kepada Nisa.

“Kamu pikir aku dan Pak Dani udah melakukan seks gitu, Ri?” Nisa kini langsung menembak saja apa yang ada di dalam pikirannya Riri.

“Kan aku cuma nanya aja, Nis, bukan menuduh! Kalau gak, ya udah syukur! Tapi kata kebanyakan orang bahwa menjalin hubungan dengan lelaki yang sudah menikah itu berbeda, Nis, hasrat sexualnya lebih tinggi, karena dia sudah biasa melakukannya bersama dengan istrinya.”

Riri berkelakar mencoba membuat Nisa agar tidak tersinggung kepadanya atas tuduhannya yang keji itu.

“Itu yang aku dapatkan dari suamiku, katanya begitu, begitu juga dengan apa yang dikatakan oleh Pak Deden juga. Tapi, aku yakin kok bahwa kamu tidak akan pernah melakukan hal itu, karena aku yakin bahwa masih ada pelajaran dari pesantren yang melekat di hati kamu,” sambung Riri lagi menunggu respon dari Nisa.

“Iya, kan Nis?” Riri masih meyakinkan Nisa, dan masih menunggunya pula untuk menjawab pertanyaannya itu yang kini sudah menari-nari dalam benaknya tidak sabar untuk dijawab.

Nisa sendiri kini hanya diam, bungkam, wajahnya bahkan nampak pias karena ditanya seperti oleh Riri, karena memang pada faktanya hubungannya dengan Dani sudah sangat jauh.

“Nis, kok kamu diam aja?”

DEG

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 10 Miliar Menjadi Pelakor
8.3
Demi membiayai operasi ginjal ayahnya, Calla nekat masuk ke klub malam hingga bertemu Lucian Donovan. Lucian menawarkan 10 miliar rupiah jika Calla mampu menghancurkan rumah tangga Caspian Hawthorne. Calla terkejut karena Caspian adalah pria culun yang dulu ia abaikan saat SMP. Kini, Caspian telah berubah menjadi sosok miliarder yang dingin dan berkuasa. Terjepit kemiskinan, Calla harus memilih antara martabat atau menjadi pelakor demi bertahan hidup.
Sampul Novel Antara Aku, Kamu, dan Gundikmu
8.4
Anisa Amanda, seorang istri berparas jelita, harus menelan pil pahit saat dikhianati oleh suaminya, Hendra, dan adik sepupunya sendiri, Tia. Tak tinggal diam, Anisa bertekad membalas dendam atas sakit hatinya. Di tengah rencananya, ia tak sengaja bertemu Fras Ramadhan, seorang tukang parkir tampan. Siapa sangka, Fras sebenarnya adalah CEO sukses Bintang Group yang menyamar. Pertemuan itu memicu konflik baru sekaligus menumbuhkan benih cinta di antara mereka.
Sampul Novel Berbagi suami
8.7
Demi kemanusiaan, Sofia Marwah dengan tulus merelakan suaminya, Nizam, untuk menikahi Nurmala. Sahabatnya itu kini lumpuh dan sebatang kara setelah kecelakaan tragis merenggut segalanya. Nizam sendiri terikat janji pada almarhum sahabatnya untuk melindungi Nurmala. Di tengah pengorbanan besar ini, Sofia harus berjuang menghadapi realitas poligami. Akankah ketulusannya berbuah kebahagiaan sejati, atau justru pengkhianatan pahit yang menantinya di masa depan?
Sampul Novel DANCING WITH DESTINY
8.2
Jane Miles adalah dokter andal yang sangat mencintai kehidupan damainya. Namun, kecelakaan tragis di masa lalu membuatnya menderita Amnesia Retrograde, hingga seluruh ingatannya terkunci rapat. Keadaan berubah total saat Rafael Klein muncul dan memaksa masuk ke dunianya. Pria itu mengacaukan segalanya demi satu tujuan: menuntut Jane menerima takdir sebagai pewaris tunggal klan Klein yang berkuasa. Kisah romansa dewasa ini penuh dengan konflik dan rahasia masa lalu.
Sampul Novel Dunia Mimpi Para Jomblo
8.1
Rino Rahman, seorang pemuda yang baru menyelesaikan studinya di Bandung, mendambakan pengalaman asmara yang selama ini belum pernah ia rasakan. Di tengah kesendiriannya, sosok misterius hadir menawarkan bantuan untuk mewujudkan keinginan Rino melalui alam mimpi. Akankah janji pria tersebut menjadi kenyataan indah bagi Rino, ataukah tawaran itu hanyalah bualan kosong belaka? Ikuti perjalanan unik Rino dalam mencari cinta di antara realita dan imajinasi.
Sampul Novel Fatimah Perjuangan TKW Indonesia
8.7
Demi meraih impian kuliah tanpa membebani orang tuanya, Fatimah mengambil langkah berani setelah lulus SMA. Meski merupakan anak tunggal, keterbatasan ekonomi keluarga mendorongnya untuk bekerja ke luar negeri sebagai TKW. Tekadnya yang sangat kuat menjadi bahan bakar utama dalam berjuang mandiri secara finansial. Kisah ini mengikuti pengorbanan Fatimah yang rela merantau jauh demi mengangkat derajat hidup dan masa depan pendidikannya sendiri.