
Cinta & Obsesi SANG PSIKOPAT Cantik
Bab 2
Malam semakin larut, Fatih di apartemen menunggu kepulangan adiknya yaitu Via yang tak kunjung pulang.
Dirinya mondar mandir khawatir karena Via pergi tak tahu bersama siapa, sebab Fatih tak pernah mencari tahu akan teman temannya Via siapa saja.
Hanya 1 saja teman Via yang dirinya kenal dan tahu, sebab temannya itu teman sedari SMA sampai sekarang yaitu Rayya Ahmad.
Fatih mengambil ponselnya dan menelpon Rayya, tetapi sialnya ponsel Rayya juga tak aktif. Fatih mengumpat karena ponsel mereka semua tak ada yang aktif.
"Sial!! Kemana mereka semua ya, bisa gawat kalau mama tahu aku gak bisa jagain Via." Gerutu Fatih.
Capek berfikir dan tak tahu entah kemana Fatih akan mencari adiknya, akhirnya dirinya memilih untuk tidur di sofa sambil menunggu Via pulang.
Pagi telah tiba memaksa langit malam untuk di gantikan dengan langit pagi yang cerah dan hangat.
Via baru pulang di jam 08.00 pagi waktu setempat, dan itu sukses membuat Fatih marah tetapi kemarahan nya tertahan sebab kedatangan seseorang lagi.
Ceklek...!! Suara pintu yang di buka oleh Fatih.
Fatih membuka pintu apartemen nya dan ternyata si Mia yang datang, wanita jadi jadian yang berhasil menjerat Fatih.
Via mendesis karena melihat kelancangan Mia yang berani datang Ke apartemen abangnya.
"Huh!! Dasar jalang, masih pagi sudah minta di sod*k ya sama abangku." Sarkas Via tanpa filter.
"Dek... Boleh gak—" perkataan Fatih terpotong karena Via dengan cepat memotongnya.
"Iya, iya aku gak ikut campur tetapi ingat abang hanya milik Via." Potong Via sambil berbisik di telinga Fatih.
Mia mengernyitkan keningnya melihat Via yang begitu berani terhadap Fatih, Via bergegas pergi dari hadapan mereka, Via pergi dengan sengaja menyenggol bahu Mia dengan sengaja.
Mia memekik berpura pura kesakitan, untuk mencari perhatian Fatih sekaligus memanfaatkan keadaan.
"Auchh, sakit." Rintih Mia dengan mimik kesakitan.
"Ups sengaja!!" Balas Via sambil tersenyum miring.
Fatih hanya menatap adiknya dengan mata tajamnya, yang di balas dengan mengangkat bahu acuh oleh Via, kemudian pergi dari hadapan mereka berdua.
Dalam perginya Via bersumpah di sepanjang jalannya, akan membuat perhitungan dengan wanita itu. Tak perduli jika abangnya bertambah ilfeel kepada nya, asalkan dirinya bisa merealisasikan niatnya yang terpendam selama ini.
'Haaah bersabarlah teman temanku kamu akan berkerja lebih keras lagi.' Monolog Via sambil memegang sesuatu benda yang selalu dirinya bawa.
"Maafin adikku ya, mungkin dia gak sengaja." Kata Fatih kepada Mia.
Mia hanya mengangguk sambil tersenyum manis, guna mencuri perhatian Fatih. Mia tak akan menyia-nyiakan keadaan untuk bisa memiliki Fatih dengan cara apapun, termasuk menjauhkan Fatih dengan keluarga nya sekali pun.
Mia pun menerima uluran tangan Fatih kemudian dirinya berdiri, dari jatuhnya tadi.
Via keluar dari kamarnya dan betapa marahnya dirinya ketika melihat Fatih dan Mia sedang bercumbu di dapur tepatnya di meja makan.
Via masuk dan mengambil susu serta sereal untuk sarapannya karena tadi dirinya belum sempat sarapan bersama Kenan.
Via dengan santainya menuangkan sereal dan susu kedalam mangkuk, sambil memperhatikan kedua sejoli yang sedang bercumbu di depannya ini.
Fatih yang sadar di perhatikan oleh adiknya, memilih menyudahi cumbuannya kepada Mia. Mia memberenggut karena Fatih menyudahi aktifitas mereka yang saling berbagi saliva.
"Kok berhenti!! Terusin aja gak usah malu, lagian kan kita gak tinggal di negara kita di sini tuh bebas kali." Tegur Via santai.
"Kamu belum sarapan?? Kok makannya cuma itu." Tanya Fatih mengalihkan pembicaraan.
"Huh!! Siapa mau makan makanan yang di buat oleh tangan yang sudah menjamah tubuh wanita sange' kayak itu, dih bisa kembung aku." Jawab Via sarkas dan dengan ekspresi jijik yang sangat kentara.
Wajah Fatih memerah karena mendengar perkataan kasar adiknya itu, dan dengan sangat kurang ajar menampilkan mimik jijik di wajahnya.
Seolah dirinya di kira virus mematikan oleh adiknya itu.
"Oke kalau begitu, kamu jangan pernah memakan apa yang aku buat." Balas Fatih.
"Oke." Kata Via singkat.
Setelah berkata seperti itu Via beranjak dari meja makan, tetapi seperti biasa Via selalu meninggalkan kata kata kasar yang menusuk jantung bagi siapa saja yang mendengarnya.
"Selera kamu murahan banget bang, gak seperti bang Fais yang mendapatkan original mana cantik lagi, huh." Sarkas Via sambil melirik kearah Mia.
Mia yang mendengar kan dirinya di olok olok oleh Via, merasa geram tetapi tak bisa berbuat apa apa alhasil dirinya hanya bisa mengepal kan tangannya untuk meluapkan emosinya.
Fatih yang sudah tau mulut swasta adiknya tetap juga merasakan hal yang sama yaitu geram bercampur emosi.
Dengan langkah elegan Via pergi meninggalkan apartemen kakaknya karena hari ini dia ada jadwal kuliah pagi.
Dan Via akan pergi ke rumah abangnya dulu setelah jam kuliahnya selesai yaitu rumah Fais, sebelum Fais dan istrinya Fepita, pulang ke Indonesia.
Fatih melihat Via keluar dari apartemen dengan dandanan yang rapi, dirinya kemudian bertanya kepada adiknya itu.
"Mau kemana kamu?? Baru pulang sudah mau pergi lagi." Tanya Fatih dengan nada tegas.
"Serah aku lah, lagian aku tuh keluar bukan cari mangsa tapi aku ada kuliah pagi." Jawab Via seperti biasanya dengan mode sarkas.
Tanpa menunggu jawaban dari abangnya dirinya langsung melenggang pergi meninggalkan Fatih bersama wanita ular.
Via tak perduli kalau abangnya ingin berbuat apa bersama Mia, karena pikir Via bukan diri nya yang rugi.
Sesampainya di loby ternyata sudah ada Kenan yang menunggu dirinya, Via hanya menghela nafas pelan karena merasa heran dengan cowok satu ini.
Seberapa dirinya menolak cowok di depannya ini, seberapa gencarnya juga dia mengejar dan mendekati Via.
Via pun tak menolak selama perlakuan nya masih di batas normal dan tidak neko neko, jika sampai seperti itu maka dengan senang hati Via akan meladeninya dalam artian yang berbeda.
"Ayo masuk, kok malah bengong sih!! Entar kamu kesambet setan penunggu apartemen baru tau rasa kamu." Kata Kenan mengagetkan Via.
"Ish apaan sih, yang ada akulah setannya." Balas Via dengan lirih.
Kenan hanya mengedikkan bahunya acuh karena tak terlalu mendengar gerutuan Via.
Akhirnya mereka pun kekampus dengan mobil yang sama, di sepanjang perjalanan menuju kampus tak ada pembicaraan di antara mereka.
Baik Via dan Kenan memilih diam tak ada yang ingin memulai pembicaraan, biasanya Kenan selalu melontarkan kekonyolan entah apapun itu.
"Tumben hari ini kamu kalem, biasanya bawel." Kata Via tetapi matanya terpejam.
"Lagi gak mood dan aku lagi berusaha untuk ngimbangin kamu." Balas Kenan tanpa berbalik kearah Via.
Via refleks membuka matanya dan melihat kearah Kenan yang sama sekali tak melihat kearah nya ketika membalas perkataan nya tadi.
Selama Via menatap Kenan, rupanya mereka telah sampai di kampus. Kenan berbalik kearah Via dan pandangan mereka pun bertemu.
Tanpa sadar Kenan memajukan tubuhnya kearah Via, dan Via hanya diam saja tanpa penolakan sama sekali.
Ketika jarak di antara mereka tinggal 1 senti Via tanpa di sangka menutup matanya, dan Kenan serasa mendapatkan izin tanpa di minta kini bibir mereka sudah saling menempel.
Kenan hanya mengecup karena menunggu respon Via, dan ternyata Via diam dan akhirnya Kenan memberanikan diri melumat bibir lembut Via secara perlahan.
Kenan terus melumat bibir Via dan Via menerimanya saja tanpa perlawanan, bahkan kini Via sudah mulai membalas ciuman Kenan dan akhirnya mereka saling balas membalas, sampai Via tersadar dan mendorong Kenan dengan kasar.
"Maaf, maafkan aku." Kata Via dan langsung keluar dari mobil Kenan.
Kenan hanya melihat kepergian Via dengan pandangan senduh, karena lagi lagi Via menolak dirinya padahal tadi mereka begitu menikmati ciuman mereka masing masing, bahkan saling membalas.
Anda Mungkin Juga Suka





