Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Kedua

Cinta Kedua

Kehilangan Clarissa akibat leukemia membuat Anton menutup hatinya selama dua tahun. Namun, pertemuannya dengan Luna, barista cerdas dan menawan, perlahan mengubah dunianya hingga ia kembali jatuh cinta. Sayangnya, hubungan mereka ditentang oleh Renata karena perbedaan usia dan status sosial. Renata justru menjodohkan Anton dengan Raisa yang dianggap lebih setara. Kini, Anton dan Luna harus berjuang keras demi mendapatkan restu di tengah tekanan keluarga.
Bab
Bagikan

Bab 3

Di ruang tamu terlihat Anton sedang berbincang-bincang dengan ibu Clarissa. Sebenarnya banyak sekali hal yang ingin dia ketahui mengenai Clarissa yang mendadak menghilang dalam kehidupannya.

"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Clarissa, tante?”

Ibu Clarissa mendadak diam sejenak.

“ Clarissa baik-baik saja. Tidak ada sesuatu apapun. "Ibu Clarissa pun tersenyum menatap Anton yang tampak begitu gelisah sekali. Dia ingin sekali mengatakan bahwa sebenarnya putrinya sedang tidak baik-baik saja. Tapi dia sudah berjanji kepada Clarissa untuk tidak mengatakan apapun yang terjadi sebenarnya.

"Tapi kenapa saya merasa ada sesuatu yang buruk terjadi kepada Clarissa? " ujar Anton sambil menatap kedua manik mata Ibu Clarissa. Dia seperti melihat jika Ibu Clarissa menyimpan sesuatu darinya. Namun dia tidak bisa memaksakan apa yang telah disembunyikan oleh ibu Clarissa.

Ibu Clarissa pun hanya tersenyum, " Jangan berpikiran aneh-aneh. Kamu harus yakin jika Clarissa itu baik-baik aja. Dia akan kembali ke Semarang minggu depan. Kamu tunggu saja sampai dia datang. "

"Apakah saya bisa meminta alamat pakdenya Clarissa yang ada di Jogja?” Anton ingin sekali untuk bertemu Clarissa.

Mendadak terdengar suara teriakan dari dalam kamar Clarissa. Sontak membuat mereka sangat kaget sekali. Ibu Clarissa pun berlari bersama dengan Anton.

Anton merasa jika itu adalah suara Clarissa. Lalu dia mengikuti langkah kedua kaki dari ibu Clarissa.

*

Luna tidak bisa tertidur dengan pulas karena dia masih terpikir rencananya untuk kabur dari rumah. Dia ingin sekali untuk segera pergi dari rumah yang tidak pernah senyaman rumahnya dahulu. Dia merasa ayahnya sudah berubah dan semua isinya juga berubah.

Luna langsung saja duduk sambil menatap langit dari jendela kamarnya. Dia merasa hatinya begitu sangat sesak sekali ketika keluarganya selalu saja mewujudkan dia. Dia merasa profesinya bekerja sebagai barista di sebuah kedai kopi adalah profesi yang sangat hina.

Luna akan merindukan sosok ibunya yang telah lama meninggal dunia. Dia merasa hanya ibunya lah yang menyayangi dia. Bahkan dia tidak memiliki seseorang yang selalu memberikan support system untuk dirinya.

Kedua mata Luna terlihat begitu sangat jelas sekali. Bahkan dia merasa hatinya sangat hancur. Keluarganya tidak pernah memberikan ruang untuk dia berbicara ataupun sebuah kehangatan. Dia merasa asing di keluarganya sendiri.

"Seandainya saja Ibu ada di sini mungkin aku lebih bahagia. Ayah tidak pernah mempercayai aku sebagai seorang anak. Bahkan selalu saja menilai ku sebelah mata." Luna mengembuskan nafas begitu sangat berat sekali.

Luna masih mengingat kata-kata dari ayahnya. Dia selalu saja salah di kedua mata ayahnya. Apapun yang telah dilakukan selalu saja bernilai nol. Dia merasa tidak pernah memiliki arti dan makna sebagai seorang anak. Perbandingan yang selalu saja dia dapatkan dari ayahnya.

" Seharusnya kamu itu bisa menjadi orang yang lebih baik dibandingkan dengan dia! Kamu mau jadi apa kalau kehidupanmu cuman seperti ini!” kata Bimo.

“Kalian sudah selesai untuk berceramah dan membeli bandingkan aku dengan anak emas kalian! Aku capek selalu saja mendengar perbandingan dengan dia! " Luna pun langsung beranjak pergi karena dia enggan sekali berdebat dengan mereka. Dia memilih untuk segera berangkat kerja ke kedai kopi. Karena baginya rumah yang begitu nyaman kini menjadi neraka untuk dia.

Luna mulai membuka kedua kelopak matanya perlahan-lahan. Dia merasa keluarganya selalu saja mengalami Toxic. Dia merasa jika keluarganya tidak senyaman dulu.

"Aku selalu saja terlihat salah di mata kalian. Bahkan aku tidak pernah memiliki sebuah waktu yang baik. Percuma saja aku berada disini dan aku tidak pernah memiliki tempat di hati kalian semua. Kalian selalu memandangku dengan sebelah mata. Bahkan aku selalu salah walaupun aku selalu berusaha untuk benar. " Luna mulai mengeluarkan nafas begitu sangat berat sekali. Dia merasa jika rumah terindah yang selalu dibayangkan banyak orang namun sekarang rumah itu berasa pengap.

Luna mulai merindukan sosok ibu terbaik dalam kehidupannya. Dia berharap jika suatu saat nanti bisa bertemu dan berkumpul kembali dengan ibunya. Dia sudah merasa sangat lelah sekali hidup di dunia yang selalu mengalami toxic.

*

Teriakan itu membuat Ibu Clarissa langsung berlari. Seakan membuat firasat buruk bagi Anton selama ini. Dia merasa jika Ibu Clarissa telah menyembunyikan sesuatu.

Anton mulai mengikuti kedua langkah kaki dari ibu Clarissa yang terlihat begitu sangat panik sekali mendengarkan teriakan itu. Dia merasa jika itu adalah teriakan dari Clarissa.

Kedua langkah kaki dari ibu Clarissa pun berhenti di depan sebuah kamar. Anton meyakini jika kamar itu adalah kamar Clarissa selama ini. Lalu ibu Clarissa mulai meraih gagang pintu dengan jemari tangannya.

Pintu kamar tersebut pun mulai terbuka lebar. Wajah Anton berubah menjadi pucat ketika melihat sosok di balik pintu kamar tersebut.

“ Clarissa! "

Mulut Anton mulai terengah-engah ketika melihat Clarissa yang pingsan di sebuah lantai kamar dalam kondisi kursi roda terbalik. Dia sangat cocok sekali. Dia bahkan tidak dapat berkata apapun.

"Bangun Clarissa! Bangun Clarissa!"

Ibu Clarissa memanggil nama Clarissa berulang kali. Namun Clarissa tetap tidak sadarkan diri saat itu.

"Anton tolong telepon dokter sekarang! "Teriak dari ibu Clarissa meminta tolong kepada Anton yang tercengang berdiri di depan pintu kamar.

Sontak Anton pun tersentak dalam sebuah lamunannya. Dia langsung segera menghubungi dokter.

Beberapa menit kemudian ambulance pun datang. Lalu Anton segera menggendong Clarissa yang dalam kondisi pingsan dan tak berdaya. Ibu Clarissa menangis histeris melihat kondisi anaknya yang masih belum sadarkan diri.

Anton merasa sedikit terkejut sekali dengan kondisi Clarissa yang wajahnya begitu sangat tirus dan pucat. Bahkan dia juga melihat Clarissa mimisan.

Lima belas menit kemudian mobil ambulans telah sampai di sebuah rumah sakit terdekat. Lalu perawat pun segera untuk membantu mengeluarkan Clarissa menggunakan brankar dorong. Mereka Langsung saja untuk membawa ke ruang UGD untuk dilakukan pemeriksaan dan tindakan oleh tim medis.

Sementara Ibu Clarissa dan Anton sedang duduk di ruang tunggu UGD untuk menunggu hasil dari dokter. Mereka terlihat tampak gelisah sekali. Terutama ibu Clarissa yang terlihat sedang mondar-mandir di depan pintu ruang UGD. Dia merasa tidak bisa sama sekali berpikir dengan jernih. Dia hanya berharap jika Clarissa baik-baik saja.

Di ruang tunggu terlihat dokter sedang menangani Clarissa yang kondisinya semakin kritis. Bahkan dokter mulai melakukan tindakan tindakan medis.

Di luar Ibu Clarissa terus saja berdoa agar ada sebuah keajaiban dan harapan untuk Clarissa. Dia berharap jika Clarissa di dalam baik-baik saja. Dia tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk terhadap putrinya. Air matanya pun terjatuh seketika bahkan bibirnya mulai bergetar.

Sepuluh menit kemudian dokter pun keluar dari ruang UGD.

“Keluarga Nona Clarissa! "Panggil seorang dokter wanita kepada keluarga Clarissa.

Ibu Clarissa dan Anton pun langsung datang menghampiri Dokter wanita tersebut yang yang menangani Clarissa di ruang UGD. Wajah dari dokter itu terlihat begitu tampak begitu gelisah dan suram.

"Saya keluarga Clarissa! "Seru dari ibu Clarissa sambil menatap wajah dokter itu yang tampak gelisah dan suram. Dia merasa ada firasat yang buruk terjadi kepada putrinya. Sementara Anton merasa ada sesuatu yang  serius terjadi kepada Clarissa.

"Kondisi Clarissa.....”

Dokter itu mulai menjeda pernyataannya. Seakan membuat Ibu Clarissa dan Anton tampak begitu penasaran. Mereka merasa ada sesuatu yang buruk menimpa Clarissa. Tetap jantung mereka berdua terasa memompa begitu sangat cepat sekali.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95MEW" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95MEW
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Wanita Biasa
8.6
Madina kembali bertemu Adnan, mantan suami yang mengusirnya akibat fitnah perselingkuhan. Setelah tiga tahun bertahan hidup sebagai buruh kasar karena ijazahnya dirusak, Madina kini ditawari rujuk. Adnan terobsesi mengambil kembali putra mereka demi warisan keluarga, meski dulu ia menelantarkannya. Di tengah trauma dan kehadiran pria lain yang tulus, Adnan berusaha membersihkan nama Madina. Akankah Madina luluh atau memilih bangkit dari luka masa lalu?
Sampul Novel Dituduh Mandul
9.5
Kebahagiaan Amel hancur saat memergoki Yuda, suaminya, berselingkuh dengan Rania. Ironisnya, Amel justru difitnah tidak setia dan dituduh mandul hingga akhirnya diusir serta diceraikan secara sepihak. Demi menyambung hidup, ia terpaksa bekerja sebagai pelayan pribadi bagi Zack Lee, seorang pengusaha muda sukses yang eksentrik. Amel kini harus menuruti kebiasaan aneh Zack yang gemar menyusu dan menuntut kehadirannya untuk menemani tidur setiap malam.
Sampul Novel Gairah panas my Daddy
8.6
Aldo Bimantara merupakan pria matang dari keluarga terpandang yang tetap terlihat awet muda meski sudah memasuki usia pernikahan. Sebagai sosok sukses, ia mengelola dua cabang restoran besar yang berlokasi di Medan dan Semarang. Di balik statusnya sebagai putra konglomerat, Aldo berjuang menyeimbangkan tuntutan hidup dengan kariernya yang gemilang. Kisah ini mengikuti perjalanan hidup sang pengusaha kaya dalam menghadapi dinamika romansa modern.
Sampul Novel Ipar Jadi Pacar
9.2
Rheana mendambakan pernikahan indah bersama Andre, namun kenyataan pahit terungkap di malam pertama. Andre hanya menikahinya demi warisan dan terang-terangan mencintai wanita lain bernama Kania. Saat sebuah jebakan di pesta ulang tahun menjerumuskan Rheana ke dalam skandal satu malam, ia terkejut mendapati identitas lelaki tersebut. Sosok itu adalah Samuel Rahardyan, adik iparnya sendiri yang baru kembali dari luar negeri dan belum pernah ia temui sebelumnya.
Sampul Novel Istri Rahasia CEO Arogan
9.3
Evely gemetar ketakutan saat menolak pernikahan dengan Megantara, seorang CEO arogan yang terbiasa mendapatkan segalanya. Megantara yang murka merasa dihina oleh gadis miskin tersebut. Ia mencengkeram dagu Evely dan menekannya dengan ancaman keras untuk memberi pelajaran tentang kekuasaannya. Meski Evely mencoba melawan dan memohon agar dilepaskan, Megantara terus mendekat dengan senyum sinis, memojokkan gadis itu dalam situasi yang mencekam.
Sampul Novel Kesayangan Paman Mark
8.4
Selva merintih kesakitan saat Mark memaksakan kehendaknya dalam sebuah pertemuan terlarang yang penuh ketegangan. Di tengah pergulatan tersebut, Mark mengerang tertahan sambil membisikkan peringatan agar Selva meredam suaranya. Ia sangat khawatir desahan gadis itu akan membangunkan orang tua Selva yang sedang terlelap di rumah yang sama. Hubungan rahasia ini menuntut keheningan mutlak agar rahasia gelap mereka tidak terendus oleh keluarga terdekat.