Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel CINTA DITOLAK DUKUN SANTET BERTINDAK

CINTA DITOLAK DUKUN SANTET BERTINDAK

Pasangan pengantin baru, Nagita Wangi Kuncoro dan Rusdi Pratama Habsy, mendadak dirundung gangguan gaib yang mencekam setelah resmi menikah. Sahabat Rusdi pun turun tangan menyelidiki asal-usul teror tak wajar tersebut. Terungkap bahwa dalangnya adalah Listiowati Dewi, mantan karyawan yang menyimpan dendam akibat cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Kini, Rusdi dan Gita harus berjuang menghadapi kiriman santet mematikan demi menyelamatkan nyawa mereka.
Bab
Bagikan

Bab 1

Nagita Wangi Kuncoro nama gadis manis asli Cirebon sedang berkumpul di cafe depan kampus. Dia biasa dipanggil GITA oleh semua yang mengenalnya.

Selain sedang diskusi materi tugas kelompok tentu sambil ngemil berat.

"Kesiniin saos sambalnya, aku mau tambah. Kurang pedas siomayku," ucap Kusrini atau Rini teman Gita di kampusnya.

"Kamu kebiasaan, makan sambal pakai siomay bukan makan siomay dengan sambal," Gita mendorong botol saos sambal kearah Rini.

"Awas kena buku. Bisa bahaya," ujar Jafar teman diskusi mereka kali ini.

Satu group dengan para betina ini bikin Jafar paling macho tapi membuat dia gemuk karena setiap berkumpul selalu saja berteman makanan.

"Eh pejantan. Kamu sejak tadi kenapa enggak makan siomay mu? Kalau enggak doyan bilang, biar aku habiskan," protes Kumala yang oleh teman satu group dipanggil CUM-CUM karena tubuhnya paling gemuk. Padahal dia biasa dipanggil Mala.

"Cum-cum, betina gendut. Apa enggak cukup kamu sudah makan dua porsi?" Tanya Rini.

"Aku banyak keluar energi untuk berpikir. Wajar kalau aku makan banyak," Cum-cum paling jago nge-les.

Usia Gita saat ini 24 tahun. Dia sedang ambil S2 di kota Bandung.

Gita sudah punya seorang calon suami yang bernama Rusdi Pratama Habsyi. Usia mereka terpaut 3 tahun. Saat ini Rusdi berusia 27 tahun dan sudah bekerja sebagai pemilik yayasan sekolah di kota Cirebon.

Gita dan Rusdi dulu satu kampus saat S1 di Jakarta.

Gita mahasiswi baru dan Rusdi senior yang hampir lulus.

Rusdi melanjutkan S2 di UGM Jogja dan Gita tetap di Jakarta.

Mereka terbiasa LDR dan tak pernah ada kendala.

Kekuatan cinta mereka bisa menepis jarak dan waktu.

Bila ada waktu libur dari Jogja Rusdi akan ke Jakarta menengok pujaan hati.

Berlanjut sekarang saat Gita kuliah S2 di Bandung, Rusdi juga akan on the way ke Bandung dari Cirebon bila week end.

Rusdi memang serius pada Gita. Cintanya tak tergoyahkan.

Meskipun mereka harus LDR Karena beda kota Gita sama Rusdi ini tetap langgeng bahkan hubungan pacaran mereka ini sudah berjalan selama 5 tahun lamanya

***

"Pak, ini data pegawai baru yang sudah lolos seleksi dan siap terjun kelapangan mulai hari Senin depan," lapor manager HRD yayasan yang Rusdi pimpin. Yayasan KUSUMA BANGSA ini bergerak di dunia pendidikan. Memiliki sekolah dari TK, SD, SMP, SMA, SMK dan kursus bahasa inggris serta BIMBEL atau bimbingan belajar.

"Silakan aja dikelola. Kalau sudah anda ACC buat apa hal begitu lapor personal ke saya?" Jawab Rusdi.

"Tapi kan ada beberapa yang akan.ditempatkan di kantor yayasan Pak. Dan satu diantaranya akan jadi sekretaris tambahan untuk Bapak." Jawab manager HRD

"Ya anda aturlah. Soal sekretaris sebenarnya saya tak perlu tambahan. Walau bu Puji resign karena ikut suami pindah keluar Jawa. Kan masih ada dua sekretaris saya yaitu mbak Diah dan pak Gilbert. Sebenarnya dua itu sudah cukup buat saya," balas Rusdi. 

"Lalu penempatan calon sekretaris ini bagaimana Pak?

"Taruh aja di sekretaris umum. Bukan khusus bantu saya. Jangan posisikan dia menjadi pengganti bu Puji. Terlalu cepat kalau kita enggak tahu kemampuannya.

"Pengganti bu Puji, mbak Diah aja."

"Baik Pak," sahut Mahmud, sang manage HRD

***

"Bagaimana persiapanmu?"

"Lancar jaya kayak bus," jawab Gita menyebut sebuah PO bus antar kota.

"Ha ha, kamu emang paling bisa ya Cinta," balas Rusdi.

"Harusnya A'a pas mau akhir semester gini enggak perlu kesini lah. Aku juga sibuk ama tugas kampus. A'a juga sibuk di yayasan. Aku enggak apa-apa koq A'a enggak datang asal terus ngabarin," Gita menyarankan Rusdi agar tak selalu datang.

Di Bandung Rusdi kost satu kamar khusus untuk dia tidur tiap week end. 

Rusdi memang datang di hari Jumat sore atau malam. Hari Sabtu dan Minggu akan mereka gunakan untuk bersama dan hari Minggu malam atau hari Senin sehabis salat Subuh dia akan kembali ke Cirebon.

***

"Selamat siang Pak. Ini undangan dari Kanwil untuk meeting penetapan yayasan yang akan dikirim tingkat provinsi." 

"Sesuai rapat beberapa kali sebelumnya, kemungkinan yayasan kita menjadi salah satu peserta yang akan dikirim," Diah melaporkan pada Rusdi saat menjelang makan siang.

Rusdi baru tiba di kantor jam 10.00. Tadi sengaja dia sarapan dulu dengan kekasih hatinya.

"Kapan pelaksanaan meeting? Dan kegiatan di tingkat provinsi kapan serta berapa hari?" tanpa melihat Diah, Rusdi menjawab sambil memperhatikan program kerja di laptopnya.

"Meeting hari Kamis di kantor Dikbud mulai jam 10.00 Pak."

"Menurut rundown acara akan selesai jam 16.00.

"Acara di Bandung bulan depan tanggal 7-9."

Kegiatan tanggal 7 dimulai sejak salat Subuh bersama, artinya peserta harus sudah di lokasi sejak satu hari sebelumnya."

"Penutupan acara saat api unggun tanggal 9 jam 00. Artinya peserta baru bisa pulang tanggal 10."

Dinda merinci seperti itu karena akan berkaitan dengan jadwal surat izin bagi orang tua peserta didik.

"Ok. Siswa terpilih cepat kamu berikan surat izin juga arahkan ke rencana kegiatan yang akan kita tampilkan."

"Pendamping siswa jangan lupa kamu siapkan semua akomodasinya."

"Dari yayasan kamu atau Gilbert yang berangkat kalian rundingkan."

"Kosongkan jadwal saya full satu minggu itu karena pas kebetulan kegiatan di Bandung sekalian saya stay di sana saja biar puasa dekat tunangan saya."

"Baik Pak." Jawab Diah sambil menulis ssmua yang Rusdi perintahkan.

"Jadi," belum selesai Diah bicara terdengar suara ketukan.

"Masuk," jawab Rusdi.

"Maaf Pak, saya mau menyerahkan file dari pak Gilbert," seorang gadis yang baru sekali Rusdi lihat masuk dan langsung bicara.

"Dia siapa?" Tanya Rusdi pada Diah.

"Saya Listiowati Dewi Pak. Saya pegawai baru," jawab gadis itu.

"Saya tanya ke Diah kan?" Jawab Rusdi.

Dia memang seperti itu. Tegas dan dingin pada karyawannya. Terlebih ini karyawan baru koq berani langsung menjawab hal yang Rusdi tanya pada orang lain.

"Maaf Pak."

"Dia yang rekrut-an baru Pak. Masuk bagian sekretaris umum."

"Kemarin saya sudah bilang pada pak Mahmud tak perlu ada tambahan tenaga buat saya. Cukup kamu dan Gilbert saja."

"Jadi kalian berdua bisa saling sharing tugas lah. Saya yakin tak perlu tambah personil baru buat kita," ucap Rusdi sambil terus menatap layar monitor.

"Kamu masih ada perlu apa? Bukannya hanya memberikan berkas lalu selesaikan?" Rusdi masih bingung mengapa pegawai baru itu malah terdiam di ruangannya.

"Diah, lanjutkan yang tadi."

"Eh maaf. Saya permisi Pak," Listiowati Dewi pun pamit.

'Ternyata ketua yayasan masih muda dan ganteng banget. Muda, ganteng dan pastinya kaya. Cowoq idaman,' batin Wati.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayah Pembawa Masalah
8.0
Kehilangan uang kantor sebesar empat ratus juta rupiah karena dipinjamkan paksa oleh ayahnya membuat protagonis dipecat dan dituntut ganti rugi. Alih-alih dibela, keluarganya justru menyalahkannya. Demi melunasi utang, sang ayah mencarikannya pekerjaan sebagai pengasuh pria tua. Namun, ia justru dilecehkan dan dipukuli hingga tewas akibat kesalahpahaman putri sang pria tua. Beruntung, ia terbangun kembali tepat di hari saat sang ayah meminjamkan uang tersebut ke tetangga.
Sampul Novel Ganjaran Nafsu
9.5
Terperangkap dalam kondisi antara hidup dan mati, aku mengalami eksistensi yang mengerikan. Tubuhku lumpuh total dan tidak lagi membutuhkan makanan maupun tidur, namun kesadaranku tetap terjaga sepenuhnya. Di tengah kegelapan pekat tanpa jiwa lain untuk diajak bicara, kewarasanku perlahan terkikis oleh kesunyian yang tanpa batas waktu. Namun, saat keputusasaan hampir merenggut segalanya, keheningan abadi itu mendadak pecah oleh suara ketukan misterius yang tidak terduga dari luar.
Sampul Novel Hamil Anak Genderuwo
8.5
Pasca suaminya terkena PHK, Esmeralda terpaksa memulai hidup baru di kampung halaman pasangan hidupnya tersebut. Namun, kepindahan ini justru membawanya pada serangkaian penampakan sosok Genderuwo yang mengerikan. Di tengah penantian panjang akan hadirnya buah hati, Esmeralda akhirnya dinyatakan mengandung anak pertama. Sayangnya, kebahagiaan itu tertutup awan gelap saat ia menyadari ada kejanggalan besar yang menyelimuti janin di rahimnya.
Sampul Novel Malam Panjang di Bus Terakhir
8.0
Perjalanan malam di atas bus berubah menjadi mimpi buruk yang mengerikan bagi seorang wanita. Di dalam kendaraan yang sunyi itu, empat pria yang merupakan rekan kerja suaminya menyudutkan dirinya tanpa ampun. Meski korban memohon karena tidak sanggup menghadapi kepungan mereka, para pelaku justru menekan tubuhnya ke kursi dan memaksa kedua kakinya terbuka. Kekerasan fisik pun terjadi saat ikat pinggang disabetkan dengan kejam, sebelum mereka merobek pakaian dalamnya secara paksa demi meluapkan aksi bejat tersebut.
Sampul Novel Mr. Reagan
8.2
Reagan Adam dikenal sebagai miliarder rupawan yang dipuja banyak wanita. Namun, di balik pesonanya, ia adalah dalang pembunuhan berantai yang mencekam London. Hidupnya berubah saat bertemu Clara, gadis toko bunga yang ceria. Awalnya Clara adalah target buruan, namun Reagan justru terobsesi memilikinya. Kini, Clara terjebak dalam dekapan monster tampan yang mengklaim seluruh hidupnya. Akankah ia pasrah menjadi milik pria berbahaya yang bisa menghabisinya kapan saja?
Sampul Novel Pekerjaan yang Mematikan Tantangan Seorang Test Sleepe
9.5
Demi uang tambahan, aku bekerja sebagai test sleeper di sebuah hotel misterius. Namun, pekerjaan ini berubah menjadi horor saat aku terjebak dalam serangkaian uji coba tidur yang ganjil. Dari tubuh yang memuai secara tidak wajar hingga gangguan penyanyi tak kasat mata dan sopir taksi berpakaian kertas, setiap detik adalah ancaman. Kini aku harus bertaruh nyawa menembus zona kematian demi mengungkap rahasia gelap hotel ini sebelum terjebak selamanya dalam labirin maut.