
Cinta Dari Masalalu
Bab 3
Perempuan itu tengah membintangi drama yang tengah ditayangkan oleh sebuah platform layanan video. Drama yang juga banyak dibicarakan orang-orang berbagai sosial media.
“Bukan kah dunia ini sudah mati sejak awal. Tidak ada yang benar-benar hidup. Kita hanya palsu dalam peran masing-masing.” Andini tertawa “ada aktris yang benar-benar membunuh? Aku bisa memerankan itu lebih dari siapapun.”
Sashi Andini memerankan istri sempurna yang dikhianati begitu rupa oleh suaminya. Cerita sedang trend kalangan wanita dan ibu-ibu, apalagi saat publik mengetahui dalam kehidupan real-nya sang pemeran benar-benar dikhianati oleh suaminya.
Laras bergidik, menatap mata dingin milik wanita itu.
“Kau sakit jiwa.” Bagaimana bisa dia bicara tentang pembunuhan seolah sedang membicarakan kematian seekor semut. “Tetapi kau salah. Senna belum ditemukan.”
Andini tidak terkejut. Tentu saja dia sudah tahu tentang itu.
“Ratih, dia telah kehilangan bayinya. Juga tengah berada dalam ambang maut. Tadinya aku ingin menunjukkan itu agar kau sedikit menyesal. Tapi melihat sikapmu, aku ragu. Kau sakit jiwa. Melihat reaksimu, sepertinya kau lebih mungkin melakukan perayaan atas itu.” Laras tersenyum sinis. “Pertama kalinya aku merasa gembira, bahwa Senna lebih memilih Ratih.”
“Sampai saat ini, aku masih istri sah Senna, Larasati.”
“Jangan lupa Ratih juga istri Senna, meski mereka hanya menikah sirih.” Andini mengertakkan rahangnya. Gadis itu menarik napas lalu menghembusnya perlahan. Lalu tersenyum tipis. Berusaha terlihat elegan.
“Ohya, aku tak sudi merendahkan diriku menyentuh perempuan rendah sepertimu. Seperti dia.” Andini memasangkan kacamatanya lagi.
“Kami tak serendah itu. Kau pasti tahu persis, sebelum kau mengenalnya, kami telah saling mengenal sangat lama.”
“Sebelum kalian saling mengenal, kami telah dijodohkan.” Laras terdiam. Dia juga mengetahui itu.
Andini melangkah, meninggalkan Laras yang tak bisa lagi berkata-kata. Di luar wartawan banyak menunggu sang selebriti yang sedang naik daun itu.
“Oh ya, kalau saja kau lupa. Bukankah kau juga sakit jiwa?” Andin tersenyum setelah mengatakan itu. Laras memandang tak mengerti, tapi dia tak ingin memikirkannya.
Seorang perempuan lebih muda mengikutinya. Sashi Manggali, manager sekaligus adik perempuan Andini. Laras juga tahu, Manggali punya peranan besar meng-ekspos Ratih demikian rupa. Tentu saja demi memikirkan popularitas kakaknya, sang istri sempurna yang tersakiti.
Laras mengusap sudut matanya. Rendy, yang juga merupakan salah satu teman sekolahnya dulu, sekarang berkerja di kepolisian itu keluar dari sebuah ruangan. Laras segera mengejar dan mensejajari langkah Rendy.
“Kenapa Andin tidak ditangkap, Ren.”
Rendy menatap laras sejenak, dia hanya tersenyum dan terus melangkah. Mereka berhenti di pintu masuk, saat melihat kerumunan wartawan mengelilingi Andini dan adiknya.
“Dia benar-benar cantik.” Rendy menggeleng-geleng.
“Rendy!” tegur Laras tak suka.
“Bukan Andin. Alibinya sempurna.”
Laras tertawa, “kau percaya? Dia bisa menyuruh orang lain.”
“Mereka tidak lagi tinggal serumah. Andin bahkan tidak berkomunikasi lagi dengan Senna.”
“Lalu ...?” Rendy menunjuk seseorang dengan dagunya. Laras menoleh kearah yang ditunjuk Rendy. Siluet seorang wanita melangkah ke arah mereka, makin dekat dan kian terlihat jelas oleh retinanya.
“Diara ...?” Mata Laras terbelalak.
Anda Mungkin Juga Suka





