Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cathleen secret

Cathleen secret

Cathleen rela berperan sebagai antagonis demi melindungi Rikkard, pangeran kampus pujaannya, dari para wanita yang berniat buruk. Meski dibenci, ia bertahan hingga lembaran cintanya mencapai angka 3650. Akhirnya, Cathleen memilih mundur dan merelakan Rikkard bagi wanita lain yang tulus. Saat rahasia pengorbanannya terungkap, dunia Rikkard seketika terguncang. Akankah pandangan Rikkard terhadap sosok yang ia anggap iblis ini berubah selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Cathleen berjalan dengan hati-hati, menahan napasnya setiap kali lantai di bawah kakinya berdecit. Dia menatap sekeliling, memastikan bahwa tidak ada yang terbangun. Dia merasa seperti seorang pencuri di rumahnya sendiri, dan dia tidak bisa menahan rasa gugup yang memenuhi hatinya. Dia melihat ke arah ruang tamu, melihat bahwa lampu sudah dipadamkan. Dia merasa lega, mengetahui bahwa sang mommy-Alena, sudah tertidur.

Cathleen menurunkan sepatu putihnya di lantai dengan hati-hati, berusaha sebisa mungkin untuk tidak membuat suara. Dia terus mengigit bibir bawahnya, merasa gugup dan takut. Dia berjalan perlahan menuju kamarnya, berusaha sebisa mungkin untuk tidak membuat suara. Dia merasa seperti seorang pencuri di rumahnya sendiri, dan dia tidak bisa menahan rasa gugup yang memenuhi hatinya.

Seseorang menekan sakral lampu sehingga ruangan yang tadinya gelap gulita kini sudah terang karena cahaya. Cathleen merasa hatinya berdebar-debar saat melihat sang mommy berjalan ke arahnya. Dia berusaha menahan senyumnya, mencoba menutupi rasa gugup yang memenuhi hatinya.

"Baru pulang?" tanya ibunya, suaranya lembut dan penuh kasih sayang.

"He-he-he, mommy cantik ternyata masih belum tidur," jawab Cathleen, berusaha sebisa mungkin untuk tidak terdengar gugup. Dia berjalan menghampiri Alena dan duduk di sampingnya, memeluk lengan Alena dengan manja.

Alena hanya tersenyum tipis, merasa senang melihat anaknya begitu bahagia. "Sudah puas bersenang-senang hingga lupa jam pulang, hm?" tanyanya dengan lembut, tangannya mengusap rambut pirang Cathleen dengan lembut.

Cathleen merasa begitu beruntung memiliki ibu seperti Alena. Dia merasa begitu dicintai dan dihargai. Dia tahu bahwa sang mommy selalu ada untuknya, tidak peduli seberapa larut dia pulang.

"Puas benget, Mom. Aku enggak pernah sesenang gini bikin Kak Kara ngalah sama aku," jawab Cathleen dengan antusias membuat Mommy Alena terkekeh ringan. Bukan rahasia lagi bagi Alena untuk mengetahui sang anak memanggil Rikkard dengan Kak Kara saat bersama dengannya.

"Memangnya anak mommy malam ini ngapain Kak Kara hm?"

"Aku berhasil dapetin mobil kesayangan Kak Kara dan mommy tau, aku berhasil ngalahin Kak Kara di balapan loh."

"Pasti kamu bermain curang, kan?" Saking gemasnya melihat sang anak begitu antusias, wanita itu menoel hidung mancung Cathleen dengan lembut. Seketika gadis itu menyengir memamerkan gigi putihnya di hadapan Alena saat mengetahui sang mommy langsung bisa menebak isi pikirannya, tepatnya kebiasaannya.

"Mommy luar biasa! Cantik, pintar, dan baik lagi bikin Vienna beribu-ribu menyanyangi mommy," katanya lagi memeluk Alena dari samping sehingga membuat Alena mengecup singkat pelipis sang anak dengan penuh kasih sayang.

"Sayang." Cathleen hanya bergumam menjawab panggilan sang mommy.

"Kamu benar enggak mau ikut mommy pulang ke rumah nenek?"

Beberapa hari yang lalu Alena mendapat telepon mengabari kesehatan ibunya semakin menurun drastis. Karena Alena seorang dokter beda, wanita itu terpaksa pindah dinas ke kota sang ibu supaya lebih leluasa menjaga wanita yang telah melahirkannya. Alena telah mengajak anak gadisnya ikut dengannya tapi jawaban gadis itu selalu menggeleng, katanya Cathleen ingin melihat Rikkard setiap hari.

Alena merasa hatinya berat. Dia tahu bahwa ibunya membutuhkan dirinya, tetapi dia juga tahu bahwa Cathleen membutuhkannya. Dia merasa terpecah antara keinginannya untuk merawat ibunya dan keinginannya untuk tetap berada di sisi Cathleen.

"Vienna sayang, kamu yakin tidak mau ikut dengan mommy?" tanya Alena, mencoba untuk memahami keputusan anaknya.

Cathleen menggeleng, matanya penuh dengan keberanian dan keteguhan. "Aku ingin tetap di sini, Mom. Aku ingin melihat Kak Kara setiap hari," jawabnya, suaranya penuh dengan kepastian.

Alena merasa begitu bangga melihat anaknya tumbuh menjadi wanita yang kuat dan independen. Dia tahu bahwa Cathleen bisa menjaga dirinya sendiri, tetapi dia juga tahu bahwa dia akan merindukannya.

"Baiklah, Sayang. Tapi kamu harus berjanji pada mommy bahwa kamu akan merawat dirimu sendiri dan tidak melakukan hal-hal yang berbahaya, oke?" ucap Alena, merasa sedikit lebih lega.

Cathleen mengangguk, matanya penuh dengan kepastian. "Aku berjanji, Mom," ucapnya, membuat Alena merasa sedikit lebih lega.

"Vienna mau di sini sebentar melihat Kak Kara, walaupun dari jauh. Nanti kalo Vienna sudah lelah, Vienna bakal nyuruh mommy jemput aku di sini," ulang Cathleen lagi menyakinkan sang mommy. Alena semakin mengeratkan pelukan sembari membubuhkan Cathleen beberapa kecupan di pucuk kepala gadis itu.

"Baiklah, mommy mengizinkan kamu tinggal di sini untuk sesaat tapi kamu harus janji sama mommy untuk memberitahu kabar kamu tiap hari supaya mommy sedikit lebih tenang di sana. Kalo ada apa-apa jangan sungkan minta bantuan sama Pak Bondan dan Bi Asih ya," ujar Alena lembut walaupun dia tidak rela berpisah jauh dari sang anak si mata wayang, namun dia tidak mungkin mengekang kehidupan Cathleen mengingat sang anak telah beranjak dewasa.

"Iya mommy-ku sayang, Vienna akan mengabari mommy setiap hari."

"Dan jauhin alkohol, mommy enggak mau alergimu kambuh sayang."

"Baik ... Baik ... Baik ...." Cathleen mendongak mengecup pipi sang mommy bertubi-tubi sehingga mendapat kekehan dari Alena.

"Sana pergi tidur, Sayang. Besok bangun telat gimana? Katanya ada kelas pagi." Sontak Cathleen berdiri lalu meletakkan tangannya di atas pelipis dengan senyum tercetak sempurna di wajah gadis itu.

"Siap ibu negara! Hamba akan menuruti perintah anda." Cathleen mengecup kedua sisi pipi sang mommy bertubi-tubi karena sudah menjadi kebiasaan gadis itu saat hendak tidur ataupun bangun tidur, dia akan memberi kecupan untuk Alena di manapun gadis itu berada. Sebelum itu gadis itu meraih sebuah foto lalu mengecupnya dengan penuh kasih sayang.

"Selamat malam daddy!"

Alena hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum tipis saat melihat tingkah kegirangan anaknya dan matanya tak pernah beralih menatap sang anak mulai menghilang daripada pandangannya menuju ke kamar. Setelah melihat punggung Cathleen menghilang dari pandangannya, wanita itu menoleh ke sebuah foto di atas nakas lalu meraihnya dan mengelus sebentar sambil tersenyum bahagia.

"Sayang, dia sudah besar dan mirip banget denganmu,” ujar Alena meneteskan air mata tepat di atas foto sang suami yang sudah meninggalkannya di bumi ini. "Semoga dia selalu bahagia."

Cathleen terus mengayunkan langkahnya menuju ke kamar, sontak langkah gadis terhenti kala melewati sebuah ruangan dengan dihiasi pintu bercat coklat. Di pintu terdapat tulisan 'dilarang masuk kecuali aku dan mommy'. Gadis itu menarik gagang pintu secara perlahan dengan senyuman yang tak pernah luntur di bibirnya. Kesan pertama saat masuk ke ruangan itu adalah sebuah bau yang begitu wangi masuk ke hidung gadis itu, siapa saja yang masuk ke ruangan itu pasti akan tenang dan bahagia.

Cathleen menekan saklar lampu, seketika ruangan itu terang dengan cahaya lampu. Sontak gadis itu tersenyum bahagia saat memandang banyak foto Rikkard berbagai gaya terpajang indah di dinding. Setelah puas memandang foto Rikkard cukup lama, gadis itu mengayunkan langkahnya kembali menuju ke sebuah meja yang terdapat sebuah buku tebal di atasnya. Dia menarik bangku ke belakang lalu mendudukkan bokongnya sembari meraih pena di samping buku itu. Tangannya mulai bergerak menulis setiap kata yang keluar dari otak kecil gadis itu, sesekali gadis terkekeh ringan saat teringat kejadian di sirkuit beberapa saat yang lalu.

' Lembaran ke 3600 aku dengan Kak Kara mengadakan balapan mobil. Sebenarnya akulah orang pertama yang menentang Kak Kara balapan denganku walaupun kemampuan balapanku enggak sehebat Kak Kara. Aku bahagia sekali saat Kak Kara langsung menyetujui tantanganku, sekalipun aku tahu Kak Kara saat itu semakin membenciku karena kembali menganggu kehidupannya. Tapi enggak apa-apa, yang penting aku memenangkan balapan itu dengan sengaja menciptakan kecurangan di antara kami berdua. Dan akhirnya aku berhasil memiliki mobil kesayangan Kak Kara hanya untukku seorang hehehe. I LOVE KAK KARA aku akan selalu mencintai Kak Kara selamanya'. Cathleen menutup buku itu setelah menulis semua yang terjadi hari ini tentang Rikkard. Bahkan gadis itu menulis setiap detail ekspresi yang ditunjukan Rikkard kepadanya.

"Selamat malam Kak Kara! Semoga Kak Kara bahagia selalu," gumam Cathleen di hadapan foto Rikkard yang berukuran sangat besar.

Cathleen bangkit dari tempat duduknya lalu mengayunkan kakinya keluar dari ruangan itu menuju ke kamarnya, namun sebelum itu gadis itu mengecup singkat foto Rikkard dengan sumringah. Cathleen menarik gagang pintu kamarnya, hal pertama saat masuk pertama kali adalah kegelapan dan kesunyian. Gadis itu menekan saklar lampu dan terlihatlah kamar bernuansa krim terpancar indah akibat cahaya lampu. Sontak Cathleen mengerutkan kening kala melihat sebuah kado di atas ranjangnya. Perlahan gadis itu membuka kado itu dengan hati-hati.

"Aaa mommy!"

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Daddy's Princess (21+)
8.4
Dominic menjalani peran sebagai ayah angkat bagi Bee, namun kehadiran sosok dosen tampan bernama Nathan mulai mengubah dinamika kehidupan mereka. Hubungan ketiganya terjalin dalam narasi penuh emosi yang mendalam dan kompleks. Konflik hati serta ketegangan asmara mewarnai setiap babak perjalanan mereka, membawa pembaca menelusuri sisi dewasa dari sebuah komitmen. Sebuah kisah romansa modern yang menantang batas perasaan antara perlindungan dan cinta.
Sampul Novel Dangerous Feeling
8.4
Elaine Natalie menyambut kembalinya impian masa lalu, namun ia justru terjebak dalam obsesi Saga Revander. Sebagai kakak tiri sekaligus senior yang keras kepala, Raven memperlakukan Elaine layaknya kekasih tanpa memedulikan ikatan keluarga mereka. Kehadiran Raven yang dominan mulai menggoyahkan perasaan Elaine terhadap Damian. Di tengah keraguan yang mendalam, Elaine harus memilih: tetap setia pada Damian atau menyerah pada cinta lama yang kembali bersemi demi Raven.
Sampul Novel Derita Gadis Ternoda
8.2
Ana adalah gadis polos yang malang. Hidupnya hancur setelah menjadi korban pemerkosaan hingga hamil, yang membuatnya diusir sang ayah. Di Jakarta, ia bertemu Lukman yang baik hati, namun Ana justru mengalami penyiksaan kejam dari Juju, istri Lukman. Di tengah penderitaan dan benih cinta yang mulai dirasakan Lukman padanya, takdir membawa Ana bertemu kembali dengan sosok pria yang dulu menghancurkan kehormatannya. Akankah luka lama itu membelenggu hidupnya?
Sampul Novel I Love You My Secret Daddy
9.5
Kehidupan Aisyahzaara Bellova yang serba berkecukupan berubah drastis sejak sang ayah menikah lagi. Di balik sikap manis di depan sang ayah, ibu tirinya kerap menyiksa Aisyahzaara secara diam-diam. Demi menjaga kebahagiaan ayahnya, gadis berusia 17 tahun ini memilih bungkam. Merasa haus akan kasih sayang, ia pun nekat menjadi sugar baby. Namun, sosok pria yang menjadi daddy rahasianya ternyata menyimpan sebuah fakta besar yang mengguncang takdir hidupnya.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Sampul Novel Istri Kontrak Tuan CEO
8.4
Hidup Scarlett Piers hancur saat ayah dan ibu tirinya menjebaknya untuk dijual kepada duda tua kaya. Di tengah keputusasaan, Xanders Rilley hadir menyelamatkannya. Pengusaha dingin nan misterius itu menawarkan perlindungan, namun dengan syarat pernikahan kontrak selama satu tahun. Kini Scarlett harus memilih: menerima tawaran Xanders demi membalaskan dendam pada keluarganya, atau justru terjerumus ke dalam lingkaran masalah yang jauh lebih berbahaya.