Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Catatan Rahasia Sekretaris Suamiku

Catatan Rahasia Sekretaris Suamiku

Davina menemukan bukti perselingkuhan suaminya, Fathan, melalui catatan rahasia milik Lulu. Namun, situasi berubah mencekam saat Lulu, yang merupakan sekretaris sekaligus sahabat dekatnya, ditemukan tewas terbunuh secara misterius. Siapakah dalang di balik kematian tragis tersebut? Akankah pernikahan Davina dan Fathan bertahan di tengah badai pengkhianatan dan teka-teki pembunuhan ini? Ungkap kebenaran di balik setiap rahasia kelam dalam kisah ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

[Davina, bukan hanya aku yang telanjur nyaman dan memiliki nyawa kembali ketika bersama Fathan. Semua sahabat kita memiliki kisahnya sendiri dengan suamimu. Aku harap kamu takkan pernah mengetahuinya. Aku tidak bisa  membayangkan reaksimu ketika tahu manis madu pernikahanmu juga menjadi candu bagi kami. Tidak. Itu tidak akan pernah terjadi. Aku akan menyimpan rahasia ini sampai mati.]

*

Sahabat adalah orang yang membangunkanmu meski kamu masih ingin tidur. Itu berarti sahabat adalah orang yang merusak kebahagiaanmu? Setidaknya itulah yang dipikirkan Davina sekarang.

Geng Cokelat sebutan bagi lima sahabat yang merasa terhubung satu sama lain sejak mereka duduk di bangku SMA. Persamaan mereka cuma satu kala itu, sama-sama penyuka cokelat. Dari cokelat merk sejuta umat yang sering dipakai sebagai simbol Valentine's Day, hingga cokelat Godiva paling enak yang mereka cicipi dari luar negeri, oleh-oleh dari orang tua Faiza.

Pada awalnya mereka hanya menikmati hot chocolate di cafe D’Chocco yang terletak di ujung jalan dekat sekolah. Belinya patungan, lalu mereka menikmati kelezatan itu berlima. Faiza yang papanya sering mondar-mandir ke luar negeri untuk mengurus bisnis, tak bosan membawa cokelat mahal ke sekolah. Cokelat luar negeri rasanya tentu saja membuat mereka lemas terhajar banyak senyawa Anandamyne yang efeknya mirip dengan ganja, tentu saja versi aman.

Semakin lama lezatnya cokelat membuat mereka rileks membicarakan semua masalah pribadi, hingga akhirnya Davina, Faiza, Arumi, Lulu dan Ghina menjadi lima sahabat yang saling mendukung satu dan lainnya. Mendukung, menyemangati juga mengingatkan jika ada yang melakukan kesalahan.

Setelah membaca catatan Lulu, Davina merasa menjadi satu-satunya korban yang berhak meminta kejelasan. Sore itu mereka berkumpul di cafe D' Chocco dengan wajah penuh ketegangan. Davina memulai obrolan tanpa basa-basi.

"Kalian sudah tahu Lulu tidak meninggal karena bunuh diri. Ada orang yang sengaja membunuhnya. Kita semua adalah tersangka karena malam sebelum Lulu meninggal, kita bertemu dengan dia. Sebelum membahas itu, aku ingin bertanya kepada kalian, tolong kalian jawab dengan jujur." Davina memandang satu-persatu wajah sahabatnya. Wajah-wajah yang sekarang tak terlihat sama lagi.

Faiza masih mengenakan blazer dan rok selutut biru dongker. Kalung accesories tampak menonjol di lehernya. Rambutnya dibiarkan panjang terurai. Dagunya terangkat serupa harga dirinya. Davina tak menyangka jika Faiza yang selama ini dianggapnya paling dekat, tega merebut perhatian suaminya.

"Aku mau kalian mengakui sejauh apa hubungan kalian dengan Fathan."

Arumi sedikit menggeser tubuhnya, memperbaiki letak duduknya yang sebelumnya terlihat santai. Mengenakan setelan kemeja dan celana jeans hitam, wajah Arumi terlihat misterius seperti biasanya.

Ghina mematikan rokoknya setelah terbatuk-batuk kecil mendengar suara Davina. Wanita berambut pirang itu mengeluarkan bedaknya lalu touch up make up tipis-tipis untuk menutupi keriuhan otaknya yang sedang berpikir keras.

"Aku sudah tahu semuanya. Semua perbuatan yang kalian lakukan di belakangku bersama Fathan. Ternyata cuma segini arti persahabatan kita. Atau mungkin aku yang salah mencerna? Mungkin aku yang bodoh dan tak tahu bahwa sahabat juga harus berbagi pasangan. Betul begitu, Faiza?"

Yang disebut namanya terperanjat saking kagetnya. Gadis cantik yang sekilas wajahnya mirip artis Anya Geraldine itu sedang membetulkan rambutnya yang sudah terlihat rapi.

"Vin, dari mana lu bisa nuduh kita kayak ini? Please, deh, itu cuma omong kosong," sanggahnya cepat.

"Kanada, 7 Juli. Aku ingat betul saat itu hari ulang tahun pernikahan kami. Fathan juga pergi ke Paris. Kalian membuat janji untuk menghabiskan malam berdua. Aku orang bodoh yang menunggu suamiku pulang setelah mendoakannya bermalam-malam.” Davina memandang tajam ke arah Faiza yang semakin salah tingkah.

"Setidaknya Lulu meninggalkan catatan tentang semua kebusukan kalian." Davina melanjutkan kalimatnya tanpa ekspresi. Nada suaranya datar. Arumi dan Faiza saling berpandangan. Sementara Ghina menatap Davina yang terlihat sangat tenang.

"Aku sudah bilang, semua yang kalian lakukan bersama Fathan, aku tahu. Jadi mari kita lanjutkan obrolan ini dengan saling bicara jujur, atau masih ada yang berpikir bisa menyembunyikan sampah meski baunya sudah tercium kemana-mana?"

Davina memajukan tubuhnya lalu menopangkan kaki kanan ke atas kaki kirinya. Perempuan berkerudung ini sudah memegang kartu As dari semua kawan di hadapannya.

"Oke Vin, gue minta maaf. Gue salah karena sempat beberapa kali jalan bareng Fathan." Akhirnya Faiza buka suara setelah beberapa saat mereka dikurung keheningan dalam pikiran masing-masing.

"Empat belas kali," potong Davina cepat. Kali ini nada suaranya terdengar lebih rileks meski masih penuh penekanan.  Empat belas kali kamu serong dengan suamiku.  Entah apa yang ada di otakmu. Begitu banyak pria bebas di luar sana, tapi kamu memilih Fathan!" teriak Davina ke arah Faiza yang cuma bisa menundukkan wajahnya. Mata Davina menyala, memandang satu-persatu kawan-kawannya yang menurutnya tidak ada otak.

"Oke, gue minta maaf. Gue terima lu mau ngatain gue. Terserah lu. Gue cuma berharap lu bisa maafin gue, Vin." Faiza berkata lirih. Dia tak punya senjata untuk membela diri lagi. Tapi dia tidak rela Davina membuka skandal ini di depan sahabatnya yang lain.

"Gue sebenernya gak ada niat buat nikung lo, hanya saja ...."

"Hanya saja lo gak bisa terima kalau Fathan milih gue, meskipun lo naksir dia duluan?" Tatapan Davina sangat mengintimidasi.

'Kurang ajar sekali Lulu'. Batin Faiza menghardik.

Dia hanya curhat tentang  rasa itu kepada Lulu saat mereka berdua sedang bersenang-senang di sebuah klub malam. Rupanya Lulu juga menuliskan ini dalam catatannya. 'Dasar sektetaris sialan! Udah mati juga masih nyusahin!' batinnya kesal.

Sekarang Ghina dan Arumi yang saling bertatapan sambil menarik napas panjang.

"Sabar dulu, Vin. Mungkin ini cuma salah paham." Arumi mencoba menengahi ketegangan yang mulai terasa memanas.

"Iya betul. Gue emang salah paham sama kalian. Terutama sama lo, Arumi. Gimana bisa lo yang seorang ahli hukum, justru menggunakan cara-cara yang melanggar hukum untuk membantu Fathan. Lo pasti senang karena Fathan akhirnya bisa mempercayai lo lebih dari siapa pun untuk urusan legalitas bisnisnya. Apakah imbalan yang lo dapatkan setimpal? Oh... gue lupa, lo hanya pernah pacaran sekali dengan Farid, lalu endingnya dia menghilang. Jadi itu alasan lo mau tidur dengan suami gue?"

Arumi membeku. Kepalanya bergerak-gerak makin lama makin cepat. Pandangannya manatap lurus ke depan. Napasnya memburu.

Faiza segera mengambil segelas air lalu menyodorkannya kepada Arumi. Gadis itu bergeming. Dia masih menggoyang-goyangkan kepalanya. Wajahnya semakin pucat. Ghina beranjak dari kursi lalu mendekati Arumi dan menepuk keras bahu perempuan jangkung itu. Arumi seperti tersadar dari lamunan. Perlahan Ghina menyodorkan gelas ke bibirnya, memaksanya untuk minum. Arumi tergesa-gesa meminum air putih di dalam gelas, hingga air memercik ke arah leher dan membasahi kemejanya. Arumi mengusap bibirnya dengan punggung tangannya. Sekarang wajah dinginnya terlihat lebih berantakan karena lipstik yang menempel di bibirnya, belepotan kemana-mana. Gadis itu mudah terkena serangan panik saat terpojok. Davina menuduhnya tidur dengan Fathan? Ah, yang benar saja.

"Sudahlah, aku enggak mau berpanjang lebar lagi. Aku tanya sekali lagi, jawab dengan jujur, siapa di antara kalian yang membunuh Lulu?"

Kali ini Davina berbicara dengan nada yang ditekan kuat-kuat hingga membuat ketiga sahabatnya bergidik.  

“Sabar, Vin,” pinta Ghina menenangkan sahabatnya.

“Ghina lo gak usah polos di depan gue. Lo bikin gue muak tahu gak? Lo bilang cinta mati sama suami lo. Diayang mati lo segera cari suami orang. Losser!” Davina menuding Ghina dengan kilat kemarahan yang siap menyambar.

Ketiga pasang mata di hadapannya saling memandang bergantian. Baru sekarang mereka tahu bahwa mereka bukan satu-satunya orang yang menjadi selingkuhan Fathan. Mereka berlima ternyata diam-diam mencintai pria yang sama. Fathan, suami Davina rupanya tak lebih dari Don Juan murahan!

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95PDR" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95PDR
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Kehilangan Bayiku
8.5
Maya selalu setia mendampingi Reza meski terus diabaikan dan tak diakui. Namun, kesabarannya hancur saat ia terpaksa melahirkan sendirian hingga kehilangan bayinya. Tragedi maut itu memadamkan cinta Maya dan membuatnya ingin pergi. Di sisi lain, Reza baru menyadari besarnya rasa sayangnya setelah segalanya terlambat. Saat Reza berusaha mengejar kembali hati sang istri, ia menghadapi kenyataan bahwa Maya telah berubah menjadi sosok dingin yang tak lagi membutuhkannya.
Sampul Novel Aku Tidak Mau Dimadu
8.4
Kehidupan rumah tangga Tiara Maheswari yang terlihat harmonis ternyata menyimpan rahasia kelam. Reno Sebastian, suami yang selama ini tampak sangat mencintai istrinya, rupanya telah mengkhianati janji suci mereka. Tanpa sepengetahuan Tiara, Reno telah membagi hati dan menikah lagi secara diam-diam dengan wanita lain. Kini, Tiara berada di persimpangan jalan yang sulit. Haruskah ia tetap bertahan demi pernikahan mereka, atau memilih pergi meninggalkan Reno selamanya?
Sampul Novel Contract Love
8.1
Dunia Tiara runtuh saat kekasihnya menghilang di hari pernikahan yang sudah siap digelar. Pengakuan mengejutkan dari sahabatnya kian menghancurkan reputasi sang publik figur. Putus asa demi menyelamatkan karier, Tiara melakukan tindakan nekat dengan melamar seorang pria asing di antara tamu undangan. Namun, tawaran itu ditolak mentah-mentah. Kini, Tiara harus menghadapi masa depan yang kelam. Siapakah pria itu dan bagaimana nasib hidupnya kini?
Sampul Novel Forced Marriage
9.2
Joan Arkan Rivenno, CEO sukses yang jatuh hati pada pandangan pertama, dijodohkan dengan aktris jelita Liza Nathalia Hope. Sayangnya, Liza menolak karena menganggap Joan hanya kakak dan ia sudah memiliki kekasih. Meski Liza terang-terangan menentang, obsesi Joan justru makin menguat. Suatu malam, Joan melakukan tindakan nekat yang merenggut kesucian Liza hingga ia hamil. Pernikahan paksa pun terjadi, meski hati Liza penuh dengan penolakan dan rasa benci.
Sampul Novel Gadis Tak Terlihat dan Sang Jutawan
9.7
Beatriz Sosa berjuang keras demi kesembuhan adiknya di Villa Esperanza yang kejam. Saat terdesak, Eduardo Moura, pewaris kaya yang angkuh, menawarinya kesepakatan rahasia sebagai mata-mata di kediamannya. Dengan imbalan uang dan perlindungan, Beatriz harus terjebak dalam intrik kekuasaan yang mengancam martabatnya. Di tengah kemewahan dan rahasia kelam, muncul gairah terlarang yang menantang batas kelas sosial serta menguji seberapa jauh Beatriz berani mempertaruhkan hatinya.
Sampul Novel Istri Cacat CEO
9.6
Christian Oliver adalah CEO sukses yang tampak memiliki segalanya, namun hidupnya terkekang oleh aturan sang ayah. Di usia 29 tahun, ia dilarang menjalin kasih karena statusnya yang sudah terikat pernikahan sejak remaja dengan Olivia, putri sahabat ayahnya. Meski telah bertahun-tahun mencari, Christian tak kunjung menemukan keberadaan istrinya itu. Ironisnya, tanpa ia sadari sedikit pun, sosok Olivia sebenarnya selalu berada sangat dekat di sisinya selama ini.