Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Captain's Ravenge

Captain's Ravenge

Arya Bimantara terpaksa meninggalkan posisinya di perbatasan Kalimantan setelah menerima berita duka yang mendadak. Aryo, saudara kembarnya, ditemukan tewas bersama istrinya tak lama setelah mereka saling berkirim pesan. Saat pulang untuk menghadiri pemakaman, Arya mencium adanya kejanggalan. Penyelidikan mandiri mengungkap bahwa pasangan itu sebenarnya dibunuh secara terencana. Kini, sang kapten harus melacak pelaku di balik tragedi berdarah ini demi membalaskan dendam keluarganya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Tujuh hari berlalu, acara tahlilan yang ke tujuhpun sudah terlaksana malam tadi, Setiap hari Ai selalu menanyakan papa dan mamanya yang tak pernah lagi di lihatnya, gadis kecil itu akan merajuk dan hanya Arya yang bisa membuatnya berhenti merajuk.

Saat ini di ruang keluarga sudah ada dua keluarga, yang tak lain keluarga Alm. Aryo dan orang tua Lily. Mereka sama-sama meminta hak asuh Ai, putri semata wayang pasangan Aryo Bimantara dan Lily Prisilia.

Keduanya merasa memiliki hak penuh dalam mengasuh Ai, perdebatanpun sedang berlangsung di ruang tamu keluarga Bimantara.

"Jeng tolong biar Ai sama kami, kami cuma punya Lily anak semata wayang kami, sekarang dia telah tiada, kami tak memiliki penerus lagi, hanya Ai satu-satunya, jadi saya mohon pengertiannya, kalian mau menyerahkan pengasuhan Ai pada kami!" ucap Melisa ibu Lily.

"Maaf jeng bukannya kami serakah, hanya saja selama ini Ai tinggal dengan kami, dia juga cucu pertama kami, kami tak ingin jauh darinya, kita bisa sama-sama bergantian mengurus Ai jeng!" jawab ibu Sandra.

Keduanya bersikeras ingin Ai bersama mereka, akhirnya Ai dibawa babysitternya ke ruang utama menemui oma dan neneknya yang sedang cekcok mulut.

Ai mengalungkan tangannya pada leher Ina sang babysitter, Ai menatap orang-orang yang di kasihinya, mata bulatnya berkedip-kedip lucu, rambutnya di kepang dua dengan ikat rambut berwarna merah, Ai sangat cantik, perpaduan papa dan mamanya.

Sedang Arya dia baru saja tiba, dia tidak mengetahui jika di ruang utama masih dalam suasana tegang. "Assalamualaikum" ucap Arya yang baru saja membuka pintu.

"Waalaikumsalam" jawab semua yang ada di ruangan itu.

"Lo ada tante dan Om Liam!" kata arya mendekat dan menyalim keduanya.

"Duduk nak" perintah papa Ari. Yang kemudian melanjutkan ucapannya, "Begini, tante dan om Liam menginginkan hak asuh penuh atas Ai, begitu juga mama kamu, menurutmu bagaimana?"

Arya menatap Ai yang masih nempel pada gendongan Ina, ikut prihatin pada gadis kecil itu, dia belum memahami apapun tapi sekarang dia menjadi rebutan orang-orang dewasa yang di kasihinya.

"Tante, Om, Mama, Papa, Ai hanya gadis kecil aku mohon jangan memperebutkannya, karna itu akan berpengaruh pada kesehatan mentalnya nantinya."

"Asal kalian tau Aryo menyerahkan hak asuh Ai pada saya" lanjutnya memberi keterangan.

"Omong kosong, Aryo meninggal sebelum kamu kembali, bagaimana mungkin kamu mengatakan jika Aryo menyerahkan Ai padamu!" ucap kesal Melisa yang tak terima.

"Ina, bawa Ai masuk" perintah Arya dan Ina langsung membawa Ai ke kamarnya.

"Ini kalian lihat sendiri!" Arya menyerahkan hape dan mulai memutar Vidio rekaman yang ada di dalamnya.

Mereka terkejut ternyata itu adalah peristiwa kejadiaan sebelum kematian keduanya. Ibu Sandra dan ibu Melisa kembali menangis mengingat anak mereka.

"Dan ini, ini hasil otopsi mereka!" kata Arya menyerahkan amplop ke hadapan mereka. Satu persatu membaca dan terkejut ternyata mereka di bunuh. Terdapat cairan racun yang ada di jantung keduanya dan itu senfaja

"Huhuhu mereka membunuh anak kita pa, mama tidak terima pa, mereka harus mati, mama berharap mereka segera di makan cacing tanah, mama gak terima, mama sumpahi mereka hidup menderita." berbagai sumpah serapah di ucapkan ibu Sandra benar-benar geram, kenapa banyak penjahat berkeliaran di luar sana.

Sedang ibu Melisa dia terlihat sudah tegar, mala wajahnya terlihat menggeram menahan emosi, "Arya kamu harus mencari pembunuh putriku dan adikmu, kamu yang bertanggung jawab untuk masalah kamu harus membunuh mereka dengan cara yang sama bila perlu lebih sadis." ucap ibu Melisa yang terlihat jelas jika dia menahan amarahnya karna wajahnya sudah merah padam.

Sandra terdiam dari tangisnya dia berbalik menatap besannya, "Apa kamu bilang Arya yang harus mencari pembunuh mereka, apa kamu ingin Arya juga celaka, kamu berharap anakku yang satu lagi juga tiada, hah?" omel mama Arya.

"Ssstt ma jangan emosi terus" kata papa Ari menenangkan istrinya.

"Gimana mama gak emosi dia ingin Arya balas dendam pa, mama gak ingin kehilangan anak mama lagi!" sentak ibu Sandra.

"Ngomong sama kamu dari tadi membuat naik darah tinggi saya! Ayo pa kita pulang, dan kamu Arya didik Ai dengan baik! Kalau ada apa-apa dengan Ai, saya akan menuntut hak Asuh Ai," ucap Ibu Melisa.

"Pak Ari kami pamit ya" pak Liam merasa tak enak karna istrinya sudah membuat ulah di keluarga itu.

"Hati-hati pak" jawab pak Ari.

"Kita bicara di ruang kerja Arya" kata papa Ari. "Dan mama sebaiknya istrirahat di kamar, biar di antar Iyem ya." Sandra hanya mengangguk menanggapi ucapan suaminya.

Arya mengikuti sang papa yang berjalan terlebih dahulu ke ruang kerjanya. Mereka duduk berhadapan, "Papa yakin kamu sudah mulai mencari tau tentang mereka." ucap papa Ari to the point.

"Papa benar, aku menyelidiki berapa mafia yang ada di Daerah ini, agar aku mudah menyelidikinya satu persatu." jawab Arya.

"Apa tidak sebaiknya kita lapor yang berwajib?" saran papa Ari.

"Jangan dulu pa, bukti belum cukup, Arya akan mengurus semuanya, papa jangan khawatir." dalih Arya.

"Bagaimana dengan tugasmu? Bukankah cutimu tinggal tiga hari lagi? Tiga hari tidak cukup Arya untukmu menyelidiki semuanya." kembali sang papa keberatan dengan apa yang akan Arya lakukan.

"Pa untuk sementara aku mengajukan bebas tugas, sebelum masalah ini selesai aku tidak akan tenang pa, aku mohon, papa jangan mengkhawatirkan aku, aku pasti bisa menjaga diri, aku hanya butuh dukungan papa." terang Arya.

Papa Ari menghela nafas berat, sesungguhnya dia keberatan dengan apa yang Akan Arya Lakukan, tapi dia tau watak sang anak yang keras kepala, Arya tidak akan puas jika belum mendapatkan hasil yang maksimal akan suatu tindakan yang di lakukannya.

"Papa akan mendukungmu, tapi ingat jaga dirimu baik-baik, papa tidak ingin dan tidak mau dengar hal buruk terjadi juga padamu." ujar sang papa.

Bagaimanapun juga seorang ayah akan selalu menganggap anaknya itu masih kecil, meski dia sudah berusia dewasa, setiap orang tua pasti tidak ingin jika anaknya mengalami nasib yang buruk, seperti yang telah terjadi pada Aryo.

"Papa berharap kamu menggantikan Aryo di perusahaan, bagaimanapun tinggal kamu penerus papa, Arya!" lirih papa Ari.

"Tidak sekarang pa, tapi akan aku pikirkan itu, sekarang tujuanku hanya mencari orang yang di panggil "Dan" itu pa!" ucap Arya yang menggenggam tangannya kuat-kuat seperti hendak memukul orang, melampiaskan kemarahannya.

"Oh ya papa senang karna Aryo menyerahkan hak asuh Ai padamu, paling tidak itu membuat Melisa tidak bertengkar dengan mamamu terus!" 

"Aku tau pa, Aryo menyerahkan Ai padaku karna kemiripan kami, setidaknya itu sedikit mengobati kerinduan Ai pada papanya, gadis kecil itu sangat dekat dengan papanya pa!" 

Papa Ari mengangguk setuju, pasti hal tersebut sudah di pikirkan oleh Aryo matang-matang sebelum kejadian naas itu.

"Istirahatlah, papa ada beberapa berkas yang harus di periksa!"

"Baik pa, Arya kembali ke kamar dulu!" ucap Arya sedikit menghormat pada papanya. Sikapnya seperti kepada atasannya saja. membuat papa Ari tersenyum.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 7 NAGA BEREBUT RAGA
8.5
Davey Torres, pria lemah yang sering sakit, tak sengaja menelan makanan bermantra yang memasukkan jiwa Raja Naga berusia 12.000 tahun ke tubuhnya. Davey dan sang naga, Chen, terus berselisih hingga Chen mengungkap misi balas dendamnya terhadap keturunan Ming yang tamak. Keluarga Ming telah menghancurkan bisnis keluarga Torres hingga bangkrut. Kini, Davey harus memilih apakah akan bekerja sama dengan Chen demi menghabisi musuh dan merebut kembali Torres Group.
Sampul Novel Brontak Dalam Sempak
9.0
Ujang menantang Datok dengan penuh amarah demi menunjukkan kekuatannya yang selama ini terpendam. Meski baru berusia dua puluh tahun, ia kini mengerahkan seluruh kemampuannya melalui teknik Tisu Magic yang mengubah tubuhnya menjadi lapisan baja kokoh. Di sisi lain, Datok bersiap dengan jurus Telo Rasa Meki yang mengeluarkan uap panas membara. Keduanya melesat secepat kilat hingga menciptakan ledakan dahsyat saat ajian pamungkas mereka saling berbenturan di udara.
Sampul Novel Code Name Amaryllis
8.6
Indonesia tahun 2050 hancur akibat korupsi yang melumpuhkan hukum. Demi memulihkan keadilan, Presiden membentuk lembaga rahasia berisi pemuda berbakat dengan peralatan mutakhir. Mereka bergerak di balik bayang-bayang untuk menghancurkan konspirasi para pejabat korup. Cerita ini berfokus pada agen muda berkode Amaryllis yang mempertaruhkan nyawa dalam misi penuh intrik dan aksi berbahaya. Sebagai harapan terakhir bangsa, mampukah Amaryllis menumpas akar kejahatan di tanah air?
Sampul Novel Gadis Rahasia Kapten
8.7
Kapten Anatoly tak pernah menduga bahwa cinta pertamanya adalah Helen, turis Jerman yang ia sembunyikan di rumahnya saat Rusia menyatakan perang. Di tengah ketegangan konflik, hati sang kapten yang dingin perlahan mencair. Namun, kebahagiaan itu hancur saat identitas asli Helen terungkap sebagai putri dari musuh negaranya. Kini, Anatoly terjepit dalam dilema besar antara kesetiaan pada negara atau menyelamatkan wanita yang ia cintai. Pilihan manakah yang akan ia ambil?
Sampul Novel Jatuh Cinta Pada Luka
7.9
Damian Verano, bos mafia tangguh, nyaris tewas setelah dikhianati dalam perebutan wilayah. Terhanyut di sungai selama tiga hari, ia ditemukan oleh Alira, gadis desa berusia delapan belas tahun yang sangat sederhana. Meski Damian masih terbayang sosok Sierra, pesona polos Alira justru memicu getaran cinta yang tak terduga di hatinya. Akankah sang penguasa dunia bawah tanah yang kejam mampu bersatu dengan gadis dusun yang buta akan masa lalunya yang kelam?
Sampul Novel Nelangsa TAKDIR
8.7
Pertemuan kembali setelah belasan tahun memicu obsesi gelap bagi Caleb. Saat Eddith gagal mengingat masa lalu mereka, kebahagiaan Caleb berubah menjadi kekejaman yang tak terduga. Pria tanpa belas kasihan itu kini menguasai hidup Eddith sepenuhnya. Meski Eddith berusaha melawan dan menolak, hasrat Caleb justru semakin membara. Di bawah ancaman rasa sakit yang lebih hebat, Eddith terjebak dalam cengkeraman takdir pria yang kini ia sebut sebagai seorang bajingan.