Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Candu Dekapan Kakak Ipar

Candu Dekapan Kakak Ipar

Pernikahan dengan putra keluarga konglomerat justru menjadi penjara bagi Djiwa. Diperlakukan layaknya pelayan oleh ibu mertua tanpa pembelaan dari suaminya sendiri, ia hidup dalam tekanan. Namun, situasi berubah sejak Radja, sang kakak ipar tertua yang berwibawa dan dingin, mulai memperhatikannya. Di tengah keputusasaan, sentuhan dominan Radja menyalakan api asmara yang salah. Terjebak dalam hubungan terlarang yang penuh dosa manis, Djiwa kini tidak memiliki jalan untuk kembali.
Bab
Bagikan

Bab 9

“Mas …?” Inggrit baru saja keluar dari kamar mandi setelah buang air besar ketika mendapati ranjang kosong.

Alisnya langsung terangkat kesal. Ia menoleh kanan kiri, melihat selimut berantakan tapi tak ada jejak suaminya.

“Pasti di ruang kerja,” gumamnya sambil manyun. “Kenapa gak nikah aja sekalian sama laptop-nya, sih?”

Ia menghempaskan tubuh ke kasur sambil mendesah panjang, menatap langit-langit.

“Aku tidur sendiri lagi malem ini,”

_____

Di sisi lain, di kamar hotel yang diterangi lampu utama yang menyala terang, Radja berdiri beberapa meter dari Djiwa.

Gadis itu duduk di tepi ranjang, tubuhnya kaku, kedua tangannya meremas seprai. Bola matanya melebar tak percaya melihat sosok pria yang muncul setelah lampu menyala.

“Sejak kapan kakekmu dipindah ke hotel?” suara Radja terangkat dingin, ujung bibirnya melengkung sinis. Tatapannya menusuk seperti bilah tipis.

“M-Mas Radja.”

Djiwa melirik tubuhnya yang hanya dibaluti lingerie tipis, menampilkan warna kulit dan lekukan tubuhnya yang seksi bak gitar spanyol itu.

Ia cepat-cepat bangkit dari duduknya untuk meraih mantel coat-nya, lalu menutupi tubuhnya dengan benda itu. Kemudian menatap Radja lagi.

“Ke-kenapa ... Mas Radja bisa ada di sini?” tatapannya beralih pada kartu akses kamar hotel di tangan pria itu. “Mas Radja dapet itu dari mana?”

Djiwa melirik ke arah pintu kamar yang tertutup, seolah memastikan apakah ada pria lain lagi yang akan menyusul ke kamar itu menggunakan kartu lain.

“Tidak ada siapapun, selain kita berdua di kamar ini,” kata Radja seolah mengerti apa yang saat ini ada di pikiran Djiwa.

“Mas ....” Djiwa menunduk, tak sanggup menatap wajah dingin pria itu.

“Apa maksudnya ini, Djiwa? Kenapa kamu ada di sini? Untuk apa kamu di sini sambil menunggu seorang pria?” tanya pria itu, namun Djiwa tak sanggup menjawabnya.

Radja maju lagi satu langkah, kali ini jarak mereka hampir dekat jika saja Djiwa tidak mundur beberapa langkah ke belakang secara refleks.

“Jelaskan pada saya, apa maksud dari ucapan kamu ‘Saya sudah memakai apa yang Mas Kaisar suruh. Saya sudah lakukan semuanya, sesuai permintaan suami saya.’”

Nada bicaranya dingin, sama sekali tak sama dengan nada bicara Djiwa yang gugup sebelumnya.

“Jawab!” desak Radja dengan nada menyentak, membuat Djiwa berjenggit.

“Mas, saya ... saya,” ucapan Djiwa tercekat di tenggorokan.

Gadis itu tak tahu harus menjelaskan apa, tak tahu harus mulai dari mana. Tidak mungkin juga dia mengatakan kalau ini semua atas perintah sang suami.

Jika Radja tahu, lalu dia memarahi sang adik—bukannya nanti yang terkena imbasnya adalah dirinya sendiri?

Lebih dari itu, dia diceraikan oleh sang suami dan kakeknya tidak lagi mendapatkan biaya rumah sakit.

“Apa Kaisar yang menyuruh kamu?” Radja kembali membuka suara, nada bicaranya dingin dan mendesak Djiwa agar menjawab.

Kedua tangan gadis itu saling meremat jemari, tangannya berkeringat dingin. Tak hanya itu, jantung Djiwa seakan ingin keluar dari tempatnya.

Radja membuang napas kasar. “Jika kamu tidak mau memberitahu saya semuanya, maka saya—“

“Iya, Mas.” Djiwa akhirnya membuka suara, “Saya akan menjelaskan semuanya sama Mas Radja. Tapi ...,” ia menelan ludah berat. “Jangan salahkan Mas Kaisar.”

Sebelah alis Radja terangkat sinis. “Kenapa? Jika dia yang meminta melakukan ini, kenapa tidak boleh disalahkan?”

Djiwa tak menjawab, lebih tepatnya dia tak tahu harus menjawab apa.

“Apa dia meminta kamu untuk jual diri?” tebak Radja asal, tapi itu rasanya sangat tidak masuk akal. Kaisar sama sekali tidak kekurangan uang.

“Mas ...,” lirih Djiwa pelan. “Saya gak tahu harus mulai dari mana. Tapi saya mohon, jangan hakimi saya dulu, saya bisa jelasin ini semua.”

“Silakan, jelaskan pada saya sekarang,” balas Radja dengan nada menurun satu oktaf.

Dengan air mata yang luruh membasahi kedua buah pipinya. Akhirnya Djiwa mulai menjelaskan, suaranya putus-putus karena isaknya, namun tetap jelas.

Dan Radja, pria itu mendengarkan tanpa menyela sedikit pun.

Ia terkejut saat mengetahui fakta itu, bahwa adiknya ingin memiliki anak laki-laki yang akan dijadikan pewaris—namun bukan dari darah keturunan Reinard.

“Dasar licik,” desis Radja, begitu pelan namun cukup untuk membuat udara kamar terasa ikut mengencang.

Ia melangkah mendekat, sorot matanya gelap, penuh perhitungan.

Siapa pun tahu, menjadi pewaris keluarga Reinard bukan sekadar kehormatan—itu berarti kekuasaan, kendali, dan masa depan keluarga mereka.

Dan Radja menginginkan itu. Ia menginginkan seorang anak laki-laki. Tapi yang tidak pernah ia bayangkan adalah sang adik memilih jalan sebusuk ini.

“Kenapa Kaisar tidak mau menyentuh kamu?” tanyanya, suaranya menggigit. “Kenapa harus hamil dengan pria lain?”

Djiwa menunduk, menelan ludah yang terasa tajam di tenggorokannya.

“Karena Mas Kai tidak mencintai saya,” jawabnya lirih. “Makanya dia enggan menghabiskan malam dengan saya, Mas.”

Ia menarik napas perlahan, seolah setiap kata yang keluar menyakitinya sendiri.

“Mas Kai juga bilang, dia terpaksa menikahi saya karena wasiat dari mendiang kakek Afnand.”

Radja terdiam. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana, sembari menyatukan kedua alisnya seolah menyusun sebuah piramida.

Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang membuatnya tampan berkali-kali lipat, namun dalam waktu bersamaan terlihat menyeramkan.

Sebuah kombinasi yang sempurna—begitu pikirnya dengan getir.

Keluarga besar mereka membutuhkan seorang anak laki-laki, dan Djiwa ditumbalkan menjadi alat untuk melahirkan pewaris itu.

Ibunya memberi tenggat waktu tiga bulan. Tiga bulan untuk hamil, atau semua tekanan akan jatuh ke bahu Kaisar lagi dan tentu yang paling dirugikan Djiwa.

Dan Radja. Radja sendiri sudah lama menginginkan anak laki-laki. Hasrat itu tak pernah benar-benar padam sampai sekarang.

Pria itu melangkah maju, setiap langkahnya membuat lantai kamar seperti ikut menegang.

Hingga ia berhenti tepat di hadapan Djiwa—yang tak bisa mundur lagi karena pahanya telah menempel pada tepian ranjang hotel.

Tak ada tempat kabur. Tak ada ruang bernapas. Hanya jarak yang semakin mengecil dan tatapan Radja yang semakin sulit ditebak.

“Seperti yang kamu tahu, dua anak saya perempuan.” Suara Radja rendah, mantap, seolah setiap kata telah ia timbang.

“Tapi saya tetap membutuhkan anak laki-laki. Keluarga ini membutuhkan ahli waris itu. Dan kamu, diberi waktu tiga bulan untuk hamil.”

Djiwa mengangkat wajahnya perlahan, alisnya bertaut bingung.

Radja mencondongkan tubuh sedikit, menatapnya tanpa berkedip.

“Daripada kamu hamil dengan pria asing yang tidak punya satu tetes pun darah keluarga kami …,” ia berhenti sejenak, rahangnya mengeras, “Lebih masuk akal kalau kamu mengandung anak itu dari saya. Darah Reinard tetap murni, dan masalahnya selesai.”

Djiwa terpaku. Napasnya tercekat di tenggorokan.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B36495" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi NovelShort untuk melanjutkan membaca.
B36495
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berlian yang Tersamarkan
9.3
Dahulu pewaris manja, Evelyn jatuh miskin setelah dijebak putri asli dan diusir orang tua angkatnya. Namun, ia bangkit dengan mengungkap identitas rahasianya sebagai peretas, desainer, dan dokter jenius. Saat orang tua angkatnya menuntut hartanya, Evelyn menolak dengan tegas. Ia pun mencemooh mantan tunangannya yang memohon kembali. Di tengah kemenangannya, seorang pria berkuasa datang melamar, menawarkan masa depan baru yang tak terduga bagi sang berlian.
Sampul Novel Husband billionare
8.3
Arkhana Jason, bos besar Grup Jason, hilang ingatan usai upaya pembunuhan oleh pamannya, Wira. Ia diselamatkan Nina di desa dan mereka pun menikah. Saat ingatannya pulih, Arkha menyamar demi membongkar kejahatan Wira, termasuk nasib orang tuanya. Setelah membalas dendam dan bersatu kembali dengan keluarganya, Arkha mendapati rumah Nina hancur akibat ulah istri Wira. Ia segera menyelamatkan Nina, mengungkap identitas aslinya sebagai miliarder, lalu memboyong mereka ke kota.
Sampul Novel Istri Penebus Hutang
9.8
Elara, gadis penuh harapan di tengah kemiskinan, harus menghadapi kenyataan pahit akibat ulah ayahnya, Hasan. Demi melunasi utang keluarga yang menumpuk, Hasan memaksa Elara menikahi Raka, konglomerat misterius yang menguasai dunia bisnis namun tak pernah muncul di publik. Meski hatinya hancur dan air mata tertahan, Elara tidak memiliki pilihan lain selain menuruti permintaan sang ayah. Kini, nasibnya terikat pada sosok pria berkuasa yang tidak ia kenal.
Sampul Novel Kecanduan Ciumanmu
8.6
Midori, gadis blasteran berusia 18 tahun bermata biru, tak sengaja berciuman dengan Kenzo Watanabe saat berlibur di pemandian air panas Jepang. Insiden itu memicu obsesi mendalam di hati Kenzo, meski ia telah dijodohkan dengan bangsawan bernama Ayumi Tokugawa. Hubungan mereka pun terbentur tembok tradisi serta jarak antara Tokyo dan Perth yang memisahkan. Akankah takdir menyatukan Midori dan Kenzo di tengah segala rintangan? Sebuah sekuel emosional dari kisah cinta miliarder.
Sampul Novel Kekayaan Tersembunyi: Menjadi Triliuner dalam Semalam
9.7
Setelah dihina dan diputuskan oleh kekasihnya yang berselingkuh di sekolah, Brian Tennant bersumpah untuk bangkit dari kemiskinan. Tak disangka, masa percobaan hidup sederhananya berakhir hari itu juga. Ia terkejut saat mengetahui bahwa keluarganya ternyata adalah pemilik kerajaan bisnis triliunan dolar, bukan sekadar pengusaha biasa. Kini, dengan kekayaan tanpa batas di tangannya, Brian siap membalas dendam kepada semua orang yang dulu merendahkannya.
Sampul Novel Membalas Para Pengkhianat
8.4
Aira Maheswari, putri pengusaha kaya yang tulus, menyerahkan takhta perusahaan kepada suaminya, Andra, sebagai bukti cinta. Namun, setelah berkuasa, Andra justru berselingkuh dengan sekretarisnya, Tiara. Ironisnya, ibu mertua Aira mendukung pengkhianatan ini demi menyingkirkannya. Enggan terus ditindas, Aira bangkit untuk melawan balik. Ia bertekad merebut kembali harta warisannya sekaligus menghancurkan rencana busuk orang-orang yang telah mengkhianatinya.