Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel CANDIKALA

CANDIKALA

Secara misterius, Halimah mendadak memiliki kemampuan supranatural untuk melihat dimensi asing yang mengerikan beserta para calon tumbal yang terancam nyawanya. Fenomena ghaib ini mengubah hidupnya menjadi penuh teror dan tanda tanya besar. Kini, dia terjebak dalam dilema gelap: haruskah ia ikut mencari tumbal tersebut demi keselamatan dirinya sendiri? Ikuti perjuangan Halimah dalam mengungkap rahasia kutukan ini dan mencari cara untuk menyelamatkan jiwanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Halimah membeliak ketakutan ketika mendengar teriakan Abdi. Tubuhnya gemetaran, bagaimana Abdi tahu kalau dia salat di rumah Pak Slamet. Halimah mulai panas dingin, dia tahu bahwa dia dalam masalah besar dan kemungkinan besar dia akan diusir dari rumah ini atau lebih buruk lagi, sepertinya dia akan dibunuh oleh mahluk mengerikan yang dilihatnya di ruang makan tadi.

Halimah bergidik. Dia mengingat kepala ular dengan tubuh manusia yang duduk mengelilingi meja makan itu. Ular-ular itu makan dengan rakus semua hidangan yang ada di depan mereka dan setelah itu mereka menjulur-julurkan lidahnya, seakan merasa sangat puas.

Halimah nyaris muntah membayangkan pemandangan yang mengerikan itu lagi. Dia bergidik dan kemudian tersadar ketika mendengar gedoran di pintu kamarnya.

"Aku tahu kamu di sana, Limah! Keluarlah! Aku tahu kamu salat dan mengaji di dalam sana, kan?" teriak Abdi dengan penuh kemarahan.

Kemudian terdengar suara-suara lain di belakang suara Abdi.

"Tidak mungkin Halimah salat, Mas Abdi. Kalau dia salat Mbok Nem pasti yang pertama tahu!" seru Mbok Nem.

"Iya, Mas Abdi. Pastilah Mas Abdi salah duga! Halimah itu pengikutku nomor satu. Dia tidak akan berani salat atau mengaji di sini," kata Nyai Barinah.

Jantung Halimah berderak-derak tak percaya mendengar pembelaan Mbok Nem dan Nyai Barinah, dia berhutang banyak pada kedua orang itu.

"Apa benar, Mbok?" tanya Abdi lugu.

"Njih, benar, Mas Abdi. Mbok Nem jamin," jawab Mbok Nem mantap.

"Kalau Mbok Nem bohong, Mbok Nem sendiri yang akan kumakan!" desis Abdi, anehnya desisan itu disertai dengusan-dengusan napas pendek dan terburu-buru, persis seperti kuda.

Ular dan kuda? Hiih! Mahluk apa itu? Tetapi Halimah tetap menahan diri. Dia bertahan dan berdiam di dalam kamarnya dengan sabar. Dia sudah sangat bersyukur karena masih dibela oleh Mbok Nem dan Nyai Barinah. Halimah terdiam. Kenapa mereka berdua membela dirinya? Untuk apa?

****

Desa Mangunrejo mulai ramai. Setelah subuh, orang-orang mulai bergerak, ada yang ke pasar, ada yang ke sawah, ada yang berolahraga dan ada juga yang mulai membersihkan rumah mereka. Termasuk Halimah.

Halimah bertugas menyapu halaman depan rumah Pak Slamet yang sangat luas itu. Halaman depan yang dijadikan kebun dan taman kecil yang penuh dengan tanaman sayuran dan tanaman bunga. Halimah sangat menyukai pekerjaannya itu. Menyapu, menyiangi rumput, membersihkan sampah-sampah daun kering dan bunga atau bagian tanaman yang sudah layu. Halimah mengerjakan semuanya dengan sungguh-sungguh dan sukacita, dia terlalu menyukai pekerjaannya itu.

Pekerjaan yang cukup menenangkan dan tidak membutuhkan banyak bantuan orang lain, dan biasanya setelah selesai Halimah akan membantu tukang kebun yang bernama Pak Ritno untuk merawat tanaman yang ada di halaman depan itu. Rasanya semua perasaan Halimah tercurah ketika dia merawat tanaman-tanaman itu dan semua rasa sedih, marah, risau Halimah pun hilang setelah merawat semua tanaman itu.

Tetapi pagi ini, setelah Halimah selesai menyapu dan bersiap hendak membantu Pak Ritno, Mbok Nem sudah memanggil Halimah.

"Limah! Bantu aku memasak, ya?" seru Mbok Nem. Halimah membeliak tak percaya, tumben sekali Mbok Nem memintanya membantu di dapur. Halimah mengangguk dan bergegas ke dapur.

"Mbantu masak, ya, Mah? Mulai hari ini setelah nyopu dan bersih-bersih halaman kamu langsung ke dapur, ya, Ndhuk," kata Mbok Nem, "kata Bu Slamet, dia suka melihat kamu membantu di dapur. Kamu cekatan," lanjut Mbok Nem.

Halimah tersipu malu dia mengangguk dan segera membantu apa saja yang diminta Mbok Nem. Setelah semua siap, Mbok Nem memintanya masuk ke dalam ruang makan.

"Bantu aku, ya?" bisik Mbok Nem. Halimah menjengit. Dia belum pernah masuk ke dalam ruang makan yang sudah berisi anggota keluarga Pak Slamet yang duduk mengelilingi sebuah meja di tengah ruangan itu. Mereka bersiap untuk sarapan. Mereka memandang ke arah Halimah dengan pandangan aneh. Abdi nampak gemas pada Halimah. Dia tersenyum mengejek dan mencibir Halimah. Halimah diam saja.

Mbok Nem dengan sigap membagikan piring dan sendok dan kemudian ... kemudian terjadi keanehan ketika tiba-tiba terdengar suara desisan yang pertama. Halimah menoleh dan melihat leher Pak Slamet memanjang dan kepala Pak Slamet berubah menjadi kepala ular.

Halimah mundur ketakutan, dia hendak berlari ke dapur, tetapi pintunya dikunci, sehingga Halimah bisa melihat perubahan kepala semua anggota keluarga Pak Slamet menjadi kepala ular yang nyaris identik.

Pak Slamet memandang Halimah dengan matanya yang berpupil panjang dan beriris kehijauan itu. Dia mendesis, seakan tersenyum pada Halimah.

"Tugasmu sekarang bertambah satu, Limah! Kamu harus menyuapi mereka masing-masing satu-satu sendok dari semua makanan yang ada di atas meja ini, ya?" kata Mbok Nem, wajah Limah kebingungan dan juga ketakutan. Menyuapi ular?

"Kuberi contoh dulu, ya?" kata Mbok Nem. Halimah mengangguk dan mundur. Dia melihat Mbok Nem mengambil sesendok nasi dan seiris telur dadar, kemudian dia menyuapkan makanan itu ke mulut Pak Slamet. Pak Slamet menelan makanan itu dengan sukacita. Kemudian Mbok Nem mengambil sesendok sayur sop dan menyuapkannya lagi pada Pak Slamet. Mbok Nem mengulangi semua proses panjang itu pada Pak Slamet, sehingga semua jenis makanan di meja telah disuapkan pada Pak Slamet. Kemudian secara tiba-tiba Pak Slamet mengangkat mangkuk sop yang disediakan di depannya dan memakan sop itu dalam satu tegukan, dia juga mengambil semua makanan yang disediakan di depannya dan memakannya dalam satu kali telan.

Halimah mundur ketakutan. Pemandangan yang sangat mengerikan itu seakan-akan menari-nari di pelupuk matanya. Mbok Nem segera mengejar Halimah yang hendak melarikan diri lagi.

"Kamu tahu tugasmu, kan? Kita akan bersama-sama menyuapi mereka dan kemudian membiarkan mereka pergi dengan aman, tenang dan tidak akan ada korban," bisik Mbok Nem.

Halimah pucat pasi, dia menggelengkan kepalanya.

"Aku nggak mau, Mbok!" seru Halimah tertahan. Mbok Nem tertawa.

"Kalau kamu keluar dari ruangan ini sebelum kamu melaksanakan tugasmu, maka kamu akan mati dan menjadi budak mereka selamanya!" desis Mbok Nem, dan seketika kepala Mbok Nem juga berubah menjadi ular seperti kepala Pak Slamet dan keluarganya.

Halimah memekik tertahan. Dia begitu takut melihat Mbok Nem berubah menjadi begitu mengerikan, dia lemas, tetapi Halimah tidak bisa pingsan dan akhirnya dia mematuhi perintah Mbok Nem dan melakukan semua yang disuruh Mbok Nem dengan tangan dan tubuh gemetaran. Setelah semua ritual itu selesai, anehnya kepala mereka semua berubah menjadi kepala manusia lagi dan tersenyum manis pada Halimah.

"Mbok Nem, nanti yang nyuapin aku makan siang dan makan malam Halimah lagi, ya! Kalau bisa setiap hari!" teriak Abdi pada Mbok Nem.

Halimah membeliak tak percaya, wajahnya pucat pasi. Mbok Nem dan abdi tertawa puas dan meninggalkan Halimah sendirian di ruang makan yang temaram itu.

****

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alice and The Blue Sea
8.6
Alice nyaris tewas terseret ombak sebelum diselamatkan oleh Archer, sosok pria misterius yang ternyata adalah seekor duyung jantan. Meskipun sempat tidak percaya, Alice akhirnya yakin setelah menyentuh langsung ekor Archer yang berotot. Pertemuan ajaib ini berujung pada sebuah permohonan bantuan dari Archer kepada Alice. Akankah kehidupan normal Alice berubah total setelah terlibat dalam takdir sang penghuni laut? Simak kisah fantasi romansa modern yang penuh keajaiban ini.
Sampul Novel Annaya dan Kaisar Kegelapan
9.2
Vlad IV, pangeran vampir penguasa klan dari Kastil Bran, hidup dalam kesepian panjang meski memiliki kekuatan dan kekayaan melimpah. Takdir mempertemukannya dengan Annaya, gadis mandiri yang trauma akibat pengkhianatan masa lalu, di sebuah kelas merangkai bunga. Meski kekuatan supranatural Kazi tak mempan padanya, percikan asmara tetap muncul. Mampukah Kazi meyakinkan Annaya yang skeptis akan cinta untuk bersatu, sementara perbedaan dunia menjadi penghalang besar bagi mereka?
Sampul Novel Cinta Rahasia Dibalik Identitas Tersembunyi
9.3
Keinginan Putri Daniella untuk menikah dengan Pangeran Philip mulai goyah sejak kehadiran Erik Sebastian. Meski hanya seorang sopir dari desa, Erik menyimpan rasa cinta mendalam pada sang putri sejak mereka masih kecil. Namun, sebuah rahasia besar perlahan terkuak dan mengubah segalanya. Ternyata, identitas Erik yang sebenarnya bukanlah pemuda biasa, melainkan sang putra mahkota yang asli. Kini, takdir dan cinta mereka terjebak dalam misteri identitas.
Sampul Novel Fantasi Gilaku
8.0
Kisah wanita bernama Alice yang selama tujuh tahun pernikahannya belum pernah merasakan kepuasan dalam hal seksualnya bersama suaminya. Selama tujuh tahun itu pula ia berpura pura menikmati semua yang dilakukan oleh David sang suami. Semua berawal dari percobaan pertama ia melakukannya sendiri, dari situ ia mulai terobsesi dan mulai melakukannya setiap hari, karena hanya dengan itu ia bisa mencapai kepuasan. Semakin kesini, fakta baru yang mengejutkan mulai bermunculan, seperti David yang ternyata berselingkuh dengan teman kantornya, yang tak lain merupakan mantan pacarnya dulu di masa sekolah dan David yang ternyata seorang gay. Anehnya Alice tak sama sekali menggugat atau membuang David, ia malah senang kala melihat David bercumbu dengan sesama pria. Hingga akhirnya Alice mempunyai seorang teman wanita, ia sangat peduli padanya, Alice dengan terang terangan bercerita soal suaminya kepada Jane. Jane merupakan wanita yang mempunyai trauma besar dalam hidupnya, ia pernah dilecehkan oleh ayahnya sendiri sewaktu masih sekolah. Perlahan traumanya membaik saat jane mengenal pria yang mencintainya yang bernama Bian, namun lama kelamaan Bian juga menunjukkan sifat aslinya, selama ini ia tak tulus mencintai Jane, malah Bian sengaja memperkosanya bersama teman sekelasnya. Semenjak itu ia sangat membenci laki-laki. Ia bersumpah tak akan berhubungan baik dengan laki-laki manapun. Hingga Jane bertemu Alice dan mereka seperti menemukam kecocokan satu sama lain. Mereka berdua memutuskan untuk menjalin hubungan terlarang. Setiap hari mereka habiskan waktu berdua. Alice mengijinkan Jane untuk tinggal bersamanya di rumah mewahnya. Semua orang tak menaruh curiga terhadap Alice dan Jane. Alice memutuskan untuk menceraikan David, karena Jane sangat cemburu dengan David. Sejak saat itu hubungan Alice dan Jane semakin romantis, hingga suatu hari Alice bertemu seorang pria yang berhasil membuatnya jatuh cinta. Kabar tersebut terendus oleh Jane, Jane sangat marah terhadap Alice, namun Alice mencoba meyakinkan Jane bahwa ia juga tak akan meninggalkannya. Akhirnya Alice mendapat restu dari Jane, Pria bernama Steve itu pun berhasil meyakinkan Jane. Steve menyadari bahwa Jane merupakan sahabat terdekat Alice, jadi ia juga harus meyakinkan Jane bahwa ia sungguh sungguh terhadap Alice. Alice hidup bahagia bersama Steve dan Jane. Steve menikahi Alice dan dikaruniai seorang anak yang lucu dan menggemaskan.
Sampul Novel IPRIT
7.9
Di Kampung Keris, saat dunia persilatan dan hal mistis masih mendominasi, Wisaka bertekad membongkar misteri kematian tragis para pengantin baru. Para pria tewas usai malam pertama, sementara mempelai wanita diperkosa hingga membisu. Demi mengungkap kebenaran, Wisaka mempelajari ilmu kanuragan. Namun, perjalanannya penuh rintangan dari bandit, makhluk halus, hingga siluman yang menyamar jadi manusia. Mampukah ia menang, atau justru gugur di tangan iblis?
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota adalah pemuda dua puluh tahun yang sangat malas dan pengangguran. Meski cerdas dalam kelicikan, ia hanya menghabiskan waktu dengan gawainya. Hal ini memicu kekhawatiran mendalam bagi ibunya, Artisa. Sebagai wanita pekerja keras yang juga memiliki sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat buruk putranya secara total. Ia menempuh metode ekstrem dengan mentransformasi fisik Sota. Berhasilkah rencana Artisa mengubah jati diri Sota melalui perubahan tubuh tersebut?