Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bunga yang Terinjak

Bunga yang Terinjak

Keadilan hancur ketika pelaku pemerkosaan putriku, seorang anak dari keluarga kaya raya, dibebaskan begitu saja dari jeratan hukum. Bukannya menyesal, dia justru menghinaku dengan melemparkan segepok uang tepat ke wajahku, menegaskan kesombongannya bahwa uang mampu membeli segalanya di dunia ini. Di tengah luka mendalam dan penghinaan yang tak tertahankan itu, sebuah hasrat gelap membara di dalam diriku. Detik itu juga, aku hanya menginginkan satu hal: menghabisi nyawanya dengan tanganku sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 3

Seorang pria yang tampak sederhana dan jujur.

Setelah mengetahui tujuan kunjunganku, ekspresinya tiba-tiba berubah. Dia menyangkal semuanya, mengatakan bahwa dia tidak keluar rumah sama sekali malam itu. Istrinya juga memperkuat pengakuannya dan menimpali bahwa dia selalu bersama suaminya sepanjang malam.

Tapi dia adalah harapan terakhirku.

Aku berlutut dan memohon agar dia bersedia menolong Marissa.

Pria itu juga ikut berlutut dan berkata, "Tolong jangan paksa aku. Ada belasan orang di rumah yang harus kuberi makan. Aku nggak bisa membantumu. Aku ingin tetap bertahan hidup!"

...

Aku menatap balik petugas polisi di depanku dan menggeleng lagi.

"Nggak ada." Suaraku gemetaran. "Nggak ada sama sekali."

Polisi itu mendesah dan memberiku segelas air.

"Ibu ingin melaporkan kasus pemerkosaan dan transplantasi organ ilegal, tapi belum ada buktinya. Saya mengerti perasaan Ibu, tapi kami nggak bisa mengajukan kasus begitu saja tanpa barang bukti. Begini saja, Ibu pulang dulu hari ini, pikirkan lagi, lalu kembali ke sini lain waktu."

Pikirkan lagi? Memikirkan apa?

Seluruh emosi terpendamku benar-benar meledak pada saat itu. Aku menangis dan berkata, "Bayangkan kalau itu anakmu! Sialan! Itu anakku, anakku!"

Saat berjalan keluar dari kantor polisi, aku tahu.

Kami tidak bisa memenangkan gugatan ini ....

Marissa keluar dari rumah sakit hari ini, tapi aku bahkan tidak berani melangkah kembali ke sana.

Hingga aku menerima telepon dari rumah sakit. Katanya, putriku mencoba bunuh diri dengan memotong pembuluh nadinya, dan baru saja diselamatkan.

Aku berlari ke rumah sakit.

Marissa tergeletak seperti boneka usang di ranjang rumah sakit.

"Aku kotor. Aku sudah nggak lengkap lagi."

"Bu, maaf, aku salah."

"Aku harusnya menuruti perintahmu."

Dia mengulang-ulang beberapa kalimat itu dengan linglung.

Kata-kata penghiburan berhamburan menuju ujung lidahku, tapi bibirku tidak bersuara.

Seorang perawat menyerahkan sebuah telepon genggam kepadaku. Yang kulihat di sana adalah foto-foto Marissa di gang malam itu.

Berbagai sosial media dan situs web dipenuhi komentar-komentar jahat. Bahkan ada orang-orang mesum yang menanyakan alamat kami!

Aku mencengkeram ponsel itu dan tidak bergerak sedikit pun.

"Bu Soraya, kamu suka kejutannya? Sudah kubilang, jangan macam-macam. Atau kamu memang ingin Marissa mati?"

"Aku akan memberimu satu kesempatan terakhir. Kalau kamu menolak, nasib Marissa hanya akan berakhir dengan menyedihkan."

Saat melihat pesan teks itu, aku menatap putriku dengan putus asa.

Apakah tragedi itu akan terulang kembali?

Tujuh puluh dua jam setelah hilangnya Wisnu, polisi mengetuk pintu rumahku.

Aku tahu mereka mencurigai aku.

Balas dendam untuk putriku.

Alasan yang sangat sederhana dan meyakinkan.

Aku saat itu sedang memasak sup daging. Aromanya sangat kuat sampai anjing-anjing di sekitar rumah tertarik, berlomba-lomba mengoyak sisa-sisa tulang yang jatuh di tanah.

Petugas polisi segera mendekat kepadaku begitu memasuki pintu. "Selamat sore, saya Bayu Herdani, kepala satuan reserse kriminal. Ini benar rumah Soraya Gustian?"

Aku menatapnya sekilas dan berkata dengan suara serak, "Benar, ada perlu apa dengan saya?"

Sebelum dia sempat menjawab, aku mengeluarkan beberapa mangkuk berisi sup dari panci, menyerahkannya kepada polisi serta para tetangga yang menonton. "Silakan dicoba. Dagingnya saya masak semalaman."

Seorang ibu-ibu menatap ke arah polisi di depannya, lalu ke arah sup di tangannya. Dia akhirnya tidak bisa menahan godaan aroma lezat dan mulai makan dengan lahap.

Bayu mulai menjelaskan, "Wisnu Permana dilaporkan hilang. Dari penyelidikan kami, dia terakhir terlihat di dekat rumah Ibu."

"Wisnu Permana yang juga dilaporkan atas kasus pemerkosaan dan transplantasi organ ilegal," tambahnya.

Mendengar tambahan itu, mataku memerah dan berkaca-kaca.

Setelah selama ini, hanya Bayu satu-satunya yang mengatakan ini.

Tapi pria itu hanya memegangi mangkuknya tanpa bergerak. Aku pun menatapnya. "Kenapa nggak dicoba? Rasanya enak."

"Ah! Ada apanya di sup ini? Kenapa amis sekali?"

Sebelum aku sempat selesai berbicara, tetanggaku tiba-tiba berteriak dengan suara gemetar dan memuntahkan sepotong daging.

Aku tertawa pelan. Mataku melirik ke arah sup yang menggelegak di atas kompor.

Senyum di sudut bibirku semakin mengembang.

"Aku baru pertama kali pakai bahan ini. Mungkin belum terlalu matang. Lain kali masaknya harus lebih lama lagi."

Seketika, orang-orang yang baru saja makan sup itu mulai muntah-muntah.

Anjing-anjing yang mencabik-cabik tulang di tanah juga diusir oleh polisi.

"Sayang sekali, padahal sangat enak."

Aku mengangkat pandanganku, melihat ke arah Bayu.

"Pernah dengar konsep pengobatan tradisional? Makan makanan dengan bentuk yang mirip dengan organ tubuh tertentu bisa bermanfaat untuk organ tersebut."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B43417" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi NovelShort untuk melanjutkan membaca.
B43417
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amelia Bangkit, Balas Dendam Dimulai
9.2
Setelah delapan tahun berjuang demi kehamilan, Amelia justru mendapati suaminya, Aditya, berselingkuh dengan Nasywa yang tengah mengandung. Dorongan kasar Aditya mengakibatkan Amelia keguguran dan kehilangan segalanya. Lima tahun berlalu, Amelia bangkit menjadi sosok sukses dan berkuasa. Saat Aditya kembali dalam kondisi hancur untuk memohon pengampunan, Amelia hanya menatapnya dingin. Baginya, wanita lemah yang dulu mencintai suaminya itu telah lama mati.
Sampul Novel Balas dendam
9.2
Dahulu Jenni hanyalah wanita lemah yang menjadi korban perundungan serta dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya sendiri. Kini, ia telah bertransformasi menjadi sosok yang tangguh dan tak tergoyahkan. Didorong dukungan penuh sahabat setianya, Jenni bertekad membuktikan kekuatannya melalui rencana balas dendam yang matang. Sambil mencoret foto para pengkhianat, ia bersumpah akan membuat mereka merasakan penderitaan yang sama. Simaklah perjalanan Jenni menuntut keadilan.
Sampul Novel Bodyguard I'm In Love
9.7
Jhon Christy terobsesi pada Aleta Louison sejak pandangan pertama. Seiring waktu, perasaan tersebut berkembang menjadi obsesi yang kelam. Demi mendekati sang pujaan hati, Jhon rela melepas hidup mewahnya dan bertolak ke Rusia untuk menjadi seorang bodyguard. Ambisi terbesarnya hanyalah terus mendampingi Aleta. Jhon bertekad menyembuhkan sisi psikopat dalam diri gadis itu dan membimbingnya kembali menjadi sosok wanita yang normal sepenuhnya.
Sampul Novel Cinta di Ranjang Jenderal
8.7
Navila terpaksa menyerahkan kehormatannya kepada prajurit Erdan demi mendapatkan obat bagi ayahnya. Meski awalnya hanya rencana sekali saja, ia justru terjerat dalam keinginan sang Jenderal yang mulai jatuh hati padanya. Di tengah perseteruan dua kerajaan, mereka menyadari bahwa hubungan ini terhalang oleh waktu yang singkat. Akankah perasaan mereka mampu bertahan dan tersampaikan dengan tulus saat perang besar sedang berkecamuk di antara kedua belah pihak?
Sampul Novel Hasrat Luar Nona Muda
8.4
Kecewa karena dikhianati kekasihnya, Floretta Shopia Copper yang sedang mabuk nekat menyerahkan kehormatannya kepada pengawal pribadinya, Jeff Nickolas Edmund. Meski Nick telah memperingatkan konsekuensinya, Shopia tetap teguh pada keputusannya demi mencari pengalaman pertama yang tak terlupakan. Namun, di balik kepatuhan sang bodyguard, tersimpan niat tersembunyi yang mengincar Shopia dan orang tuanya tanpa disadari oleh sang nona muda tersebut.
Sampul Novel Jahatnya Pacar Kakakku
8.5
Rencana sederhana pergi ke festival musik bersama sahabat berubah menjadi petaka mengerikan bagi sang protagonis. Tanpa alasan jelas, kekasih kakaknya mengurungnya di toilet, menuduhnya menggoda pacar orang, lalu melakukan penyiksaan keji. Korban disiram air kotor, ditampar, ditelanjangi, hingga kulitnya disolder dengan tulisan hinaan. Saat sang kakak, Calvin, akhirnya tiba dan mendapati adiknya terluka parah hingga tak mengenali wajahnya, pelaku hanya bisa berdalih bahwa ia salah mengira korban sebagai orang asing.