Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel (Bukan) Salah Jodoh

(Bukan) Salah Jodoh

Nayra Alfarani terjebak dalam pernikahan yang terasa salah. Di tengah kehancuran hari bahagianya, ia justru dipersatukan dengan Cakra Yudhistira, pria yang bersikeras bahwa mereka bukanlah jodoh. Meski kini menyandang status sebagai istri Cakra, hati Nayra masih terpaku pada sosok Ezhra. Konflik batin dan penolakan mewarnai awal hubungan mereka, saat keduanya meragukan takdir yang memaksa mereka terikat dalam janji suci yang tidak pernah mereka harapkan.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Apa yang kalian lakukan?” tanya Hendrawan dengan marah saat melihat Nayra bersama seorang laki-laki di dalam kamarnya dengan posisi seperti itu.

“Nayra? Apa ini nak? Apa yang kamu lakukan? Siapa laki-laki ini? Astaghfirullah Nay.”

Maya juga menghujani Nayra dengan pertanyaan-pertanyaannya. Dia tidak menyangka akan melihat Nayra dalam posisi ini. Sementara orang yang menjadi tersangka pun tentu kaget dan segera saling menjauh dengan raut wajah yang belum bisa dikondisikan.

“Pah Ma, ini … Nayra ga tau siapa laki-laki ini. Sumpah demi Allah Nayra ga tau siapa dia Pah. Apa yang Papa sama Mama lihat ini … ini semua salah paham,” ucap Nayra mencoba untuk menjelaskan sebisanya.

Nayra tidak bisa berbicara dengan baik saat ini, dia merasa sangat sedih, hancur, kecewa ditambah lagi terkejut dengan kedatangan pria yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya tanpa permisi hingga kejadian memalukan yang akan mengakibatkan salah paham.

“Tapi Nay, apa yang kamu lakukan ini salah nak. Kenapa jadi begini?” Maya benar-benar sangat shock mendapati Nayra dengan seorang laki-laki di kamarnya bahkan di hari pernikahan yang seharusnya dengan Ezhra.

“Om, Tante. Semua ini hanya hanya salah paham, saya—“

“DIAM KAMU!” bentak Hendrawan lalu memegang kerah baju laki-laki itu dengan emosi.

Lelaki yang masuk tanpa permisi ke dalam kamar Nayra itu bernama Cakra.

“APA YANG KAMU LAKUKAN PADA ANAK SAYA HUH?” tanya Hendrawan membawa Cakra dengan emosi ke sudut kamar Nayra.

“SEMUA INI HANYA SALAH PAHAM OM, SAYA HANYA—“ jelas Cakra dengan nada tinggi juga karena tersulut emosi untuk membela diri.

“SALAH PAHAM KAMU BILANG? KAMU MAU MELECEHKAN ANAK SAYA KAN? KAMU MEMANG LAKI-LAKI KURANG AJAR.” 

Hendrawan memukul wajah Cakra dengan satu tangannya karena benar-benar terbakar api kemarahan melihat putrinya yang ia pikir akan dilecehkan oleh Cakra di hari pernikahannya.

“Pah sudah Pa, jangan seperti ini,” kata Maya segera menghentikan aksi Hendrawan yang memukul Cakra dengan kemarahannya.

“Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu bisa masuk ke dalam kamar seorang wanita dan melakukan hal seperti itu?” tanya Hendrawan masih belum melepaskan Cakra namun sekarang sudah tidak memukulinya karena Maya menghentikannya.

“Nayra apa kamu kenal dengan laki-laki ini?” tanya Hendrawan dengan tegas.

Nayra hanya menggelengkan kepalanya dan wajahnya sudah banjir air mata entah kejadian mana yang ia tangisi saat ini. Ketidakhadiran calon suaminya di hari pernikahannya atau kedatangan Cakra yang menimbulkan salah paham atau bahkan keduanya.

Maya memeluk Nayra dan mencoba untuk menenangkannya, dia tidak tega melihat Nayra harus hancur di hari yang harusnya dia bisa tersenyum bahagia.

“Kamu harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah kamu lakukan terhadap putri saya!”

“Pertanggungjawaban apa Om? Saya ga salah, semua ini hanya salah paham dan saya ga akan tanggungjawab,” tolak Cakra dengan tegas.

Lagi-lagi Hendrawan tersulut emosi mendengar jawaban dari Cakra yang menolak permintaannya. Hendrawan langsung memukul Cakra lagi dan kali ini dia berpikir tidak akan mengampuni orang yang telah berani menyentuh putri kesayangannya.

“Aku adalah ayahnya, aku yang telah membesarkan putriku selama ini, aku juga yang pertama kali mencium dan menyayanginya, dan aku tidak akan mengampuni orang yang hendak berbuat tidak senonoh pada Nayra, APALAGI DI HARI PERNIKAHANNYA,” jujur Hendrawan diiringi pukulannya untuk Cakra yang sudah kewalahan untuk melawan kemarahan Hendrawan saat ini.

“Pah udah Pa, Papa ga boleh melakukan kekerasan seperti ini! Papa bisa masuk penjara karena menganiaya orang Pa, istighfar. Kita bisa menyelesaikan masalah ini baik-baik.”

Maya berusaha untuk menyadarkan suaminya untuk tidak emosi dan main hakim sendiri. Tiba-tiba Pak Arwin dan beberapa orang datang ke kamar Nayra. Pak Arwin adalah saksi untuk pernikahan Nayra hari ini, karena mendengar keributan ia pun memberanikan diri untuk melihat apa yang terjadi.

“Ada apa ini Pak? Kenapa saya dengar ada ribut-ribut?” tanya pak Arwin.

“Oh tidak pak, tidak ada apa-apa,” jawab Hendrawan diikuti dengan senyum yang ia paksakan.

"Loh, laki-laki ini? Siapa pak? Kok–?" Pak Arwin menghentikan ucapannya sambil menatap laki-laki yang bernama Cakra ini yang sudah babak belur karena ulah Hendrawan.

"Oh, dia–"

“Mohon maaf Pak, para tamu undangan dan pak penghulu masih bersedia untuk menunggu mempelai laki-laki 15 menit lagi, jika dalam waktu 15 menit pengantin laki-laki tidak datang maka mereka semua meminta untuk pamit pulang aja,” jelas seorang laki-laki di yang tiba-tiba datang dan berdiri di samping pak Arwin.

“Iya Pak, saya mengerti, tolong tunggulah sebentar lagi saya mohon pak, pernikahan ini tetap akan terjadi,” ucap Hendrawan dan menyuruh mereka untuk kembali menunggu.

Nayra merasa miris mendengar semua ini. 15 menit bukanlah waktu yang lama, jika dalam waktu itu Ezhra benar-benar tidak datang Nayra tidak tahu harus berbuat apa. Dia berharap ada keajaiban dan Ezhra ada di depan matanya mengucap ijab kabul untuk menghalalkannya.

‘Mas Ezhra kamu dimana mas? Apa kamu tega membuatku menunggu sendirian begini? Ya Allah, aku sudah sangat menyayangi Mas Ezhra dan berharap dialah imam yang mampu membimbingku ke surgamu, tolonglah biarkan kami berjodoh supaya kami bisa bersama-sama beribadah kepadamu,’ kata Nayra berdoa dan masih berharap Ezhra akan datang.

“Sekarang kamu ikut saya!” perintah Hendrawan sambil menarik tangan Cakra yang masih merasakan sakit akibat pukulan dari Hendrawan.

“Kemana Om, saya ga salah. Lepasin saya Om!”

Cakra menolak dan memberontak untuk tidak ikut dengan Hendrawan namun dia tetap tidak bisa melawannya karena nyatanya setelah dikuasai oleh kemarahan, Hendrawan menjadi lebih kuat menyeret Cakra untuk mengikutinya.

Nayra tidak pernah bermimpi kalau dia akan menjadi pengantin penuh harap seperi ini di hari besarnya. Yang ada di dalam pikirannya sekarang adalah Ezhra, dia terus menatap jendela kamarnya dengan rasa harap yang tinggi.

Hendrawan mengunci Cakra di dalam kamarnya dan tidak akan membiarkan laki-laki itu lolos darinya.

"Tuh Om Om bener-bener ya, sialan bener dikunci di sini," omel Cakra dengan kesal.

"Tapi ada untungnya juga ya gue di sini, jadi aman dari para penjahat itu. Boleh lah di sini dulu, tempat persembunyian paling aman pokoknya hahaha."

Setelah berpikir Cakra merasa telah diselamatkan dengan dikunci di sini. Pasalnya dia dikejar kejar oleh penjahat hingga dia masuk ke kamar Nayra.

"Pa ini gimana kenapa keluarga Ezhra belum datang juga? Terus papa ngapain sama laki-laki ga dikenal itu Pa?" tanya Maya dengan gusar ketika melihat suaminya masuk ke kamar Nayra.

"Laki-laki itu harus bertanggungjawab," ujar Hendrawan.

"Bertanggungjawab apa Pa? Nayra sama dia semua itu hanya salah paham aja Pa," jelas Nayra.

"Kalau Ezhra ga datang hari juga, maka kamu harus menikah dengan laki-laki itu," putus Hendrawan dengan serius.

"APA?"

Bersambung.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Kita Sudah Sampai Ujung
7.9
Lima tahun menjalani pernikahan kontrak, Vanesa akhirnya menyadari pengkhianatan Steven saat mengetahui anak yang ia asuh adalah putra kandung suaminya dengan wanita lain. Di tengah kabar kehamilannya sendiri, ia memilih pergi dan mengembalikan anak itu. Vanesa bangkit menjadi sosok mandiri yang kaya raya, membuat keluarga yang dulu menindasnya dan anak tirinya memohon maaf. Saat ia mulai didekati pria lain, Steven yang menyesal justru menolak menandatangani surat cerai mereka.
Sampul Novel FOTO SUAMI FAN KEPONAKANKU
8.9
Kehidupan pernikahan Arini mendadak hancur saat ia menyadari adanya pengkhianatan di dalam rumah tangganya sendiri. Sosok orang ketiga yang merusak hubungannya ternyata adalah keponakannya sendiri. Seiring berjalannya waktu, Arini mulai mengungkap berbagai fakta mengejutkan yang benar-benar di luar nalar. Mampukah ia menghadapi kemelut pelik ini dan bertahan di tengah misteri yang menyelimuti suaminya? Sebuah kisah penuh intrik, luka, dan rahasia kelam.
Sampul Novel Kepincut Janda Tetangga
9.3
Devit merupakan seorang dosen yang tengah mempersiapkan pernikahan dengan mahasiswinya sendiri. Namun, takdir berkata lain saat ia harus tinggal di sebuah rumah kontrakan sederhana. Di sana, ia justru terjebak dalam perasaan mendalam terhadap Juwi, seorang janda muda yang menjadi tetangganya. Akankah rencana pernikahan yang sudah disusun matang tetap berlanjut, ataukah pesona Juwi mengubah segalanya? Ikuti pergolakan batin dan kisah cinta rumit mereka.
Sampul Novel OMG! Lebih Hebat dari Suamiku
9.7
Kehilangan gairah seksual terhadap suami membuat sang protagonis wanita berada di titik jenuh dalam pernikahannya. Atas rekomendasi dari sahabat dekatnya, ia memutuskan mendatangi sebuah klinik khusus untuk memulihkan kondisi tubuhnya. Namun, sesi terapi tersebut berubah menjadi tidak biasa. Di bawah bimbingan dan instruksi verbal yang intens dari sang terapis, ia justru mulai merasakan kepuasan tak terduga dari aktivitas tabu yang kini menguji kesetiaan rumah tangganya.
Sampul Novel Perumahan Bejo 23 The Series
8.4
Kehidupan manusia penuh dengan kejutan, mulai dari keberuntungan hingga kemalangan yang datang tiba-tiba. Melalui antologi kisah para penghuni Perumahan Bejo 23, pembaca diajak menyaksikan perjuangan tokoh-tokohnya dalam menghadapi konflik tanpa menyerah. Setiap cerita mengandung pesan moral tentang kegigihan dan keyakinan bahwa setiap ujian pasti ada jalan keluarnya. Temukan hikmah positif di balik dinamika sosial dan romansa modern dalam karya penuh inspirasi ini.
Sampul Novel Proses kedewasaan
9.1
Kisah romansa modern ini merupakan sebuah cerita pendek yang mengeksplorasi sisi dewasa dalam hubungan antara pria dan wanita. Narasi ini secara khusus ditujukan bagi pembaca berusia 18 tahun ke atas, menyoroti dinamika intim yang terjadi di balik pintu tertutup. Dengan fokus pada proses kedewasaan dan hasrat yang mendalam, alurnya menyajikan interaksi penuh gairah yang jujur dan berani bagi audiens dewasa yang mencari cerita pendek bertema sensual.