Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Budak Seksi Tuan Cedric

Budak Seksi Tuan Cedric

Falisha Marbella, mahasiswi berusia 19 tahun, terjebak dalam tragedi saat kekasihnya, Ben Andrigo, meninggal dunia di sisinya. Ayah Ben, Cedric Andrigo, seorang miliarder kejam yang menguasai bisnis ilegal, menyalahkan Falisha atas kematian putranya. Didorong dendam membara, pria arogan ini bersumpah menyiksa hidup Falisha. Cedric menjadikan Falisha budak pemuas nafsu demi membalas dendam. Mampukah Falisha lepas dari jerat penderitaan dan kekejaman Cedric?
Bab
Bagikan

Bab 3

Malam ini hujan turun dengan sangat deras serta suara petir yang terus terdengar menyambar, Falisha pergi menembus hujan menaiki angkutan umum dengan terburu-buru! Dia sangat khawatir dengan kondisi Ben, sesampainya di bar tersebut, terlihat Ben tengah duduk didepan bar sambil menyenderkan kepalanya pada dinding.

"Ben, apa kamu tidak apa-apa, kamu mabuk Ben? Kenapa kamu mabuk Ben?" tanya Falisha.

Ben tersenyum lalu memeluk tubuh basah kuyup Falisha sambil menangis.

"Aku tidak apa-apa, asal bersamamu aku akan baik-baik saja!" kata Ben.

"Ben, aku akan mengantarmu pulang sekarang!" kata Falisha.

"Aku yang akan mengantarmu pulang ke rumah Lisha, bajumu sudah basah kuyup! Ayo!" ajak Ben dengan kondisi teler.

"Tapi kamu mabuk Ben, kita naik taxi saja ya!" kata Falisha.

"Aku masih bisa menyetir Lisha, aku tidak mabuk hanya minum beberapa botol saja! Untuk terakhir kalinya, aku ingin mengantarmu pulang ke rumah!" kata Ben.

Falisha pun menuruti keputusan Ben, karena Ben mengatakan dirinya masih sanggup untuk mengemudikan mobilnya sendiri, ditambah lagi Ben pun ngotot ingin mengantarnya pulang. Saat ini hujan semakin deras hingga jalanan pun sangat gelap ditambah derasnya hujan yang menghalangi pandangan pengemudi.

"Ben, sebaiknya kita berhenti dulu! Hujannya sangat deras, mengemudi saat hujan begini bahaya Ben," bujuk Falisha.

Namun Ben yang sudah setengah sadar akibat pengaruh alkohol itu tak menggubris perkataan Falisha, dan malah menambah kecepatan mobilnya menjadi 120 km per jam. Mobil itu menembus hujan yang sangat deras, hingga akhirnya Ben tidak bisa lagi mengendalikan dirinya yang sedang dalam pengaruh alkohol!

"Awas Ben," teriak Falisha.

Aaaaaaaaa...

Mobil itu hilang kendali dan menabrak pembatas jalan dan terhenti setelah menabrak tiang listrik besar. Ben dan Falisha pun terlihat tidak sadarkan diri , pengemudi lain pun banyak yang berhenti untuk membantu menyelamatkan Ben dan Falisha yang masih terjebak didalam mobil.

Hingga akhirnya, mobil polisi berdatangan begitu juga dengan ambulance, mereka berusaha mengeluarkan tubuh Ben dan juga Falisha dari dalam mobil.

"Lapor Ndan, satu korban telah meninggal dunia! Dan satu lagi menderita luka-luka namun tidak terlalu parah!" kata seorang polisi.

"Masukkan ke kantong jenazah segera!" kata komandan polisi di tempat kejadian.

Falisha dan Ben dibawa ke rumah sakit! Falisha segera mendapatkan penanganan medis sementara Ben telah dinyatakan meninggal dunia dan dibawa ke ruang jenazah.

Malam itu Tuan Cedric yang sedang berada disebuah kamar bersama wanita sewaannya tak mengetahui bahwa Ben pergi dari rumah dan berakhir kecelakaan.

"Ayolah buat aku puas sekali lagi sayang! Aku masih ingin," lirih Tuan Cedric.  

"Tenang sayang, hingga pagi pun aku sanggup memuaskanmu!" kata wanita sewaannya.  

Nicco yang sedang tertidur di kursi ruangan tamu karena menunggu kepulangan Ben, terbangun karena mendengar handphone miliknya berdering.

Kring.

Kring.  

"Ya hallo," kata Nicco.

“Apakah ini dengan keluarga Ben Andrigo?" tanya penelpon.

 "Iya benar," kata Nicco.

"Kami dari rumah sakit xxx, ingin mengabarkan bahwa Tuan Ben Andrigo mengalami kecelakaan! Kami harap pihak keluarga bisa segera datang ke rumah sakit!" ujar penelpon.  

Nicco langsung tak bisa berkata apa-apa lagi mendengar kabar tentang Ben! Bagiamana bisa Ben mengalami kecelakaan, Ben langsung berlari menuju kamar milik Tuan Cedric.

"Maaf Tuan Nicco, Tuan Cedric sedang tidak bisa diganggu!" ujar seorang penjaga kamar.

"Aku harus masuk dan menyampaikan berita ini, jadi menyingkir dari hadapanku!" kata Nicco.

"Ta-tapi," ujar penjaga itu.

Nicco tak menggubris larangan penjaga itu, dan langsung menerobos masuk ke dalam kamar Tuan Cedric.  

"Hei Nic, apa yang kau lakukan!" kecam Tuan Cedric yang sedang asik bermain dengan wanita bayarannya.  

"Maaf Tuan, aku ingin mengabarkan berita sangat penting!" kata Nicco.  

"Apa itu? Kau menyingkirlah dari atas tubuhku, dan pergi dari kamarku sekarang!" ucap Tuan Cedric pada wanita itu.  

Wanita itu terburu-buru memakai pakaiannya lalu pergi dari kamar Tuan Cedric.  

"Tuan Ben mengalami kecelakaan Tuan!" kata Nicco.  

"Apa? Ben kecelakaan? Bukankah dia berada didalam kamarnya?" tanya Tuan Cedric sambil memakai pakaiannya kembali.  

"Tidak Tuan, tadi Tuan Ben meminta untuk keluar rumah sebentar!" kata Nicco.  

"Astaga Ben, apa lukanya parah?" tanya Tuan Cedric dengan wajah panik.  

"Belum tau Tuan! Mari segera ke mobil," kata Nicco.  

Tuan Cedric dan Nicco segera masuk ke mobil untuk menunju ke rumah sakit, hujan pun masih terus berlanjut. Tuan Cedric dan Nicco sampai di rumah sakit lalu segera menanyakan keberadaan puteranya.  

"Ada dua korban Tuan, yang satu meninggal ditempat, dan yang satu mengalami luka-luka dan belum sadarkan diri," ujar seorang suster.  

"Meninggal ditempat? Hahahaha kau dengar itu Nic, tanpa harus aku menyingkirkan gadis miskin itu dia sudah mati Nic," kata Tuan Cedric.  

"Maaf Tuan, namun yang meninggal ditempat bukan seorang gadis melainkan laki-laki bernama Ben Andrigo," ujar suster tersebut.  

Wajah Tuan Cedric dan Nicco langsung memucat begitu tau Ben meninggal dunia. Tuan Cedric bahkan rapuh dan hendak terjatuh, namun ditenangkan oleh Nicco.  

"Apa? Ben? Ini tidak mungkin, kau pasti salah suster, anakku itu anak yang kuat sama seperti aku, mana mungkin dia yang meninggal dalam kecelakaan itu! Gadis itu yang mati, bukan anakku!" teriak Tuan Cedric.  

Tuan Cedric mengamuk di rumah sakit hingga membuat suasana di rumah sakit menjadi hilang kendali. Tuan Cedric tak kuasa melihat jenazah Ben yang tertutup kantung jenazah, begitu juga dengan Nicco yang masih tidak menyangka jika Ben telah pergi dengan sangat tiba-tiba.  

Tuan Cedric terus mengamuk dan menangis tak karuan! Satu-satunya pewaris group Andrigo meninggal diusia yang masih sangat muda, satu-satunya anak yang selama ini dia jaga meninggalkannya secepat ini.  

Tuan Cedric pun menggendong sendiri jenazah Ben dengan kedua tangannya hingga menaiki ambulance untuk menuju rumahnya. Sepanjang perjalanan Tuan Cedric terus menangis meraung dihadapan jenazah anaknya.  

Hingga keesokan harinya, jenazah Ben disemayamkan disamping kuburan Ibunya. Tuan Cedric yang sangat terpukul dengan kematian Ben namun juga sangat murka mengetahui bahwa Falisha gadis miskin itu justru selamat dari kecelakaan itu, Tuan Cedric pun bersumpah dihadapan kuburan Ben.  

"Ben anakku, aku bersumpah akan membalas gadis itu dialah penyebab kamu meninggal seperti ini! Karena gadis miskin itu kamu keluar rumah malam itu, karena gadis itu juga kamu jadi sering membangkang ku, dan gara-gara gadis miskin itu kamu pergi meninggalkan Ayah Ben! Aku akan buat gadis itu menderita seumur hidupnya. Aku bersumpah Ben," Kecam Tuan Cedric.  

Dendam yang luar biasa bergejolak di hati Tuan Cedric terhadap Falisha! Tuan Cedric menganggap bahwa Falisha lah yang menyebabkan Ben malam itu mabuk di Bar dan pergi berduaan menggunakan mobil dalam keadaan mabuk. Hingga Tuan Cedric sangat dendam dan bersumpah membuat Falisha akan segera membayar semua ini.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95KNG" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95KNG
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Budak ranjang tuan muda
8.2
Demi ambisi bisnis, Rian tega menjual kekasihnya, Renata, kepada pemuda kaya bernama Albert. Mahasiswi pertanian ini dipaksa menjadi pemuas nafsu Albert setiap hari, bahkan saat pria itu sedang murka. Namun, kebencian berubah menjadi cinta. Albert akhirnya bertekad menjadikan Renata pendamping hidupnya. Ia rela menentang restu orang tua serta membatalkan pertunangan dengan wanita pilihan keluarganya demi melindungi hubungan mereka.
Sampul Novel CEO My Husband
8.6
Hidup Tasya berubah menjadi penuh tekanan sejak kehadiran Revan, bos barunya yang sangat menyebalkan. Sebagai CEO muda yang baru saja mengambil alih takhta perusahaan milik ayahnya, Revan terus-menerus mengusik ketenangan hidup Tasya tanpa henti. Setiap hari, Tasya harus menghadapi gangguan dari sang atasan yang membuat hari-harinya tidak pernah damai. Kisah ini mengikuti dinamika antara karyawan yang kewalahan dan bos miliarder yang dominan.
Sampul Novel Hari-Hariku Jadi Ibu Susu untuk Konglomerat
9.7
Kejadian tak terduga di pesta kantor mengubah nasibku ketika bos suamiku mengetahui kondisiku dan memaksaku menjadi ibu susu di rumahnya. Di bawah tekanan kekuasaan sang konglomerat, aku tidak mampu melawan. Hubungan rahasia ini kian tak terkendali saat dia menyelinap ke kamarku di tengah malam. Terjebak dalam keintiman yang rumit, aku segera menyadari bahwa permainan sang miliarder menyimpan kenyataan yang jauh lebih gelap dari yang kuduga.
Sampul Novel Hati Beku yang Tak Dapat Dicairkan Lagi
7.9
Malam hari di kediaman Keluarga Andara, Natasha bersiap mengakhiri pernikahan kontraknya bersama Varo yang telah berjalan sepuluh tahun. Melalui pesan singkat, ia mengabarkan rencana kematian palsunya kepada sang ibu mertua demi bisa pergi selamanya. Meski ibu mertuanya sangat berterima kasih atas pengabdian Natasha dan memohon agar ia membatalkan kesepakatan tersebut untuk tetap menjadi menantu mereka, keputusan Natasha sudah bulat. Ia dengan tegas menolak dan memilih pergi sesuai kontrak.
Sampul Novel MAWAR EMAS SANG PEWARIS
9.2
Lily adalah pewaris tunggal kerajaan bisnis keluarganya yang terjebak dalam perjodohan strategis demi dominasi pasar global. Di balik intrik kekuasaan tersebut, ia menyadari bahwa pernikahan itu hanyalah alat bisnis semata. Namun, situasi menjadi rumit saat hatinya justru jatuh cinta pada asisten pribadinya sendiri. Meski cerdas, pria itu hidup dalam kemiskinan, menciptakan konflik batin antara tanggung jawab warisan dan perasaan tulus yang ia miliki.
Sampul Novel Mr. Quick
8.4
Bunga Humaira melarikan diri ke luar negeri demi menyembuhkan luka hati setelah kegagalan pernikahannya. Namun, harapan untuk memulai hidup baru yang tenang justru terusik oleh kehadiran Afrain Derson. Pria kaya dan mapan itu muncul dengan kepribadian serba cepat yang sangat memaksa. Meski Bunga merasa tertekan oleh sikap impulsif Afrain, sang miliarder tetap berkeras bahwa dirinya adalah pasangan sempurna yang tidak pantas untuk ditolak oleh Bunga.