Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Budak Nafsu Tuan Jhon!

Budak Nafsu Tuan Jhon!

Kecantikan luar biasa dan bentuk tubuh ideal ternyata menjadi kutukan bagi tiga bersaudara, Sherly, Livy, dan Hanny. Meski masing-masing telah membangun rumah tangga, kehidupan pernikahan mereka justru penuh cobaan berat. Pesona fisik yang mereka miliki malah memicu berbagai konflik rumit yang mengancam keharmonisan keluarga. Mampukah kakak beradik ini bertahan menghadapi badai masalah yang terus datang menghampiri kehidupan asmara mereka?
Bab
Bagikan

Bab 1

Dasar tua keladi mata keranjang!” maki Hanny saat Mr. Ramsom melangkah keluar dari gerbang rumah.

Sherly terkejut dan melotot ke arah adiknya dengan pandangan marah, sesekali ia melirik ke arah depan dan berharap orang tua itu tidak mendengar makian yang baru saja dilontarkan sang adik. Untung saja Mr. Ramsom sudah melangkah jauh sehingga ia bisa menghela nafas lega.

“Heh! Sembarangan! Jangan keras-keras! Ngatain orang kok seenaknya sendiri! Pas ada orangnya lagi! Kalau dia dengar bagaimana coba?” hardik Sherly.

Di mata Sherly, Mr. Ransom dan Bertha-istrinya adalah tetangga yang baik, mereka gemar membantu orang lain dan sangat ramah walaupun hidup mereka bisa dibilang agak kekurangan. Ia dan istrinya, Bertha atau biasa dipanggil Mrs. Ransom, adalah tetangga dekat keluarga Sherly, barangkali bahkan yang paling dekat. Sejak Sherly, suami, dan anaknya pindah ke kawasan pemukiman ini Mr. Ransom dan istrinya yang merupakan penduduk asli tidak pernah jera memberikan bantuan. Bahkan ketika Sherly atau suaminya sedang disibukkan dengan pekerjaan, Mr. Ransom dan istrinya membantu menjaga Nathan, putra kecil mereka dengan lapang hati.

Hanny adalah adik Sherly yang kebetulan semalam menginap di rumah Sherly. Berbeda dengan Sherly yang menaruh simpati pada Mr. Ransom, Hanny sudah tidak suka dengan pria tua itu sejak pertama kali bertemu dengannya. Kali ini pun ia menyuarakan ketidaksukaannya dengan jujur.

“Aduh, orang seperti itu, Kak. Biarkan saja kalau dia dengar. Habis dia tidak tau diri sih,” tukas Hanny memberikan alasan. Bibirnya mencibir, walaupun maksud hati ingin meledek tapi gestur itu justru membuat wajahnya terlihat sangat manis.

“Tahu tidak, sewaktu Kak Sherly tadi membungkuk mau mengambil mainannya Nathan yang jatuh? Matanya jelalatan, Kak! Berani-beraninya dia memperhatikan ke belahan dada Kak Sherly. Tidak sopan sekali! Dia sadar aku liatin, jadi aku pelototin saja! Eh, udah gitu bukannya malu atau memalingkan wajah, dia malah menjilat bibirnya sendiri, pura-pura tidak melihat aku! Mesum sekali! Itu kan tidak sopan namanya!”

Hanny berhenti sebentar, menatap kakaknya yang memiliki tubuh ideal dengan pandangan serius. “Serius, aku jadi takut, Kak. Jangan-jangan Mr. Ransom menaruh hati ke Kak Sherly? Ingin berbuat hal yang aneh?”

Sherly hampir tersedak mendengar kalimat yang keluar dari bibir mungil sang adik. Si cantik itu diam sebentar, menatap Hanny tak percaya karena adiknya itu baru saja meracau seperti senapan mesin. ia menatap adiknya dengan pandangan serius, lalu tertawa terpingkal-pingkal.

hanny yang awalnya memasang wajah serius akhirnya juga ikut tertawa ketika sadar tuduhannya mungkin sudah terlalu berlebihan.

Sherly bukannya ingin membela Mr. Ransom atau berpihak kepada adiknya sendiri, tapi si cantik berjanji dalam hati di lain kesempatan akan lebih hati-hati berpakaian saat tetangganya itu datang berkunjung. Kalau sedang mengurus Nathan, dia memang sering teledor memperhatikan pakaiannya sendiri, seringkali lupa kalau ada lawan jenis di ruangan.

“Hush! Kamu itu … jangan ngawur ya. Kalau yang seperti tadi kan jelas-jelas kesalahan Kakak, bukan Mr. Ransom. Kakak tadi lupa bagian atas baju yang dipakai agak longgar, jadi kalau membungkuk bisa kelihatan …,” kata Sherly mencoba meredamkan emosi Hanny sambil membenahi baju yang ia kenakan.

“Iya juga sih, Kak. Tapi kalau orangnya sopan kan sudah memalingkan wajah, bukannya malah menikmati! Dasar dia otaknya kotor! Tapi, ya sudahlah….” Hanny mengangkat bahu tanda ia tidak akan mempermasalahkan lagi perkara tadi, tapi sejenak kemudian si manis itu memukul pundak kakaknya pelan.

“Makanya lain kali kalau pakai baju yang benar. Sudah tahu itu bukit kembar sexy sekali, pake dipamerkan.”

Sherly tertawa.

Dalam hati Hanny sadar dia juga tidak bisa menyalahkan Mr. Ransom begitu saja. Jangankan pria tua itu, semua laki-laki normal pasti tidak akan menolak disodorkan tubuh sempurna yang juga sangat menggoda milik Kak Sherly! Kakak Hanny itu memiliki tubuh yang seksi layaknya gitar spanyol dan memiliki kecantikan luar dalam bagaikan bidadari. Ditambah perilaku yang sangat lembut dan ramah, makin lengkaplah kesempurnaan Sherly yang bagaikan dewi khayangan turun ke bumi.

Rambut panjang indah, tubuh ramping yang jauh lebih indah lekukannya dibandingkan terusan Swiss, kulit putih mulus, mata indah, bibir mengundang, pantat membulat kencang dan buah dada yang luar biasa ranum menggiurkan meskipun sudah memiliki satu orang anak.

Ya, dengan kemolekannya itu, semua orang berpikiran kotor pasti punya pandangan mesum pada sang kakak. Mr. Ransom hanyalah satu dari segelintir orang yang beruntung bisa menikmati keindahan Sherly dari jarak dekat, yang hanya bisa memandang dari jarak jauh lebih banyak.

Hanny sendiri sebenarnya juga sangat cantik. Tubuhnya tidak kalah indah, walaupun kalau dibanding Sherly yang memiliki ukuran dada besar, Hanny berukuran lebih kecil meski tetap sexy dan menggoda. Kecantikan keluarga mereka memang sudah terkenal. Kadang banyak laki-laki di kampung sekitar berkumpul hanya untuk mengobrol tanpa arah di depan rumah keluarga Sherly kalau ketiga kakak beradik Sherly, Livy dan Hanny tengah berkumpul. Alasannya? Demi bisa menikmati keindahan dan kecantikan mereka bertiga.

Livy sendiri merupakan adik Sherly yang pertama. Tidak berbeda jauh dengan sang Kakak. Livy juga merupakan gadis yang sangat cantik dan memiliki tubuh yang sangat sempurna. Wajahnya sangat manis. Banyak yang mengatakan walau mereka betiga sudah di akui akan kecantikannya tetapi diantara mereka livy lah yang paling menawan.

Sejak mereka di bangku sekolah, mereka sudah biasa dengan memiliki banyak penggemar. Jujur saja memiliki wajah yang cantik sedikit banyak telah mempermudah hidup mereka. Baik dari lingkungan sekitar yang lebih perhatian. Teman-teman yang banyak, karena banyak yang ingin dekat dengan meraka yang sangat populer waktu itu. Tidak lupa perhatian dari pria-pria yang berupaya untuk merebut hati mereka dengan berbagai cara.

Kebahagiaan itu terus mereka nikmati sampai pada akhirnya masing-masing dari mereka kini telah menetapkan hati pada seseorang pria. Mereka telah membina rumah tangga yang harmonis dan bahagia. Memiliki karir dan anak dan suami yang setia. Keluarga yang menjadi dambaan setiap orang-orang.

Tapi kisah ini bukanlah kisah yang akan berlangsung dengan indah.

Walau memiliki wajah yang cantik dan tubuh sempurna adalah merupakan anugerah yang tidak di miliki oleh semua orang. Akan tetapi hal tersebut dapat menjadi bumerang bagi yang memilikinya.

Kisah ini adalah awal cerita tentang kejatuhan ketiga kakak beradik itu ke dalam lembah yang kelam. Yang akan mengubah kehidupan mereka selama-lamanya. Inilah awal kejatuhan mereka ke dalam lingkaran nafsu liar yang membutakan akal logika.

Semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, selamat menikmati dan selamat membaca.

Like and coment ya guys.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta  Sang Dokter Untuk Gadis Nakal
8.5
Hidup Ayyara hancur setelah menjadi korban pelecehan oleh kekasihnya sendiri. Ia hamil tanpa tahu siapa ayah bayinya karena telah dijadikan bahan taruhan. Di tengah keputusasaan untuk mengakhiri hidup, seorang dokter tampan dan istrinya datang menyelamatkan nyawanya. Secara mengejutkan, sang istri justru memintanya untuk menikah dengan suaminya karena alasan tertentu. Kini Ayyara terjebak dalam dilema besar atas tawaran pernikahan yang tak terduga tersebut.
Sampul Novel Jatah Malam Untuk Mertua
9.0
Leo terjebak dalam dilema besar saat calon ibu mertuanya yang menjanda mengajukan syarat hubungan intim sebelum pernikahan. Di sisi lain, Dinda terkejut mendapati ayah kandungnya, Pak Bram, menaruh hasrat padanya dan memberikan tuntutan serupa. Terjebak dalam nafsu dan tuntutan orang tua, akankah Leo dan Dinda saling mengkhianati komitmen mereka demi memenuhi syarat gila tersebut? Ikuti kisah penuh intrik dan pengkhianatan yang menguji kesetiaan cinta mereka.
Sampul Novel Kalung Pengkhianatan, Selma Pemenangnya
9.0
Dua belas kali rencana pernikahanku dengan Zaki hancur karena dia selalu memprioritaskan Selma, adik angkatnya. Saat Zaki kembali meninggalkanku di altar untuk kesekian kalinya, aku menyadari pengabdianku selama delapan tahun sia-sia, terutama setelah melihat Selma memakai kalung simbol cinta kami. Aku pun pergi ke Bali untuk bangkit menjadi arsitek sukses. Kini, Zaki muncul kembali bukan sebagai kekasih, melainkan pelamar kerja di bawah pimpinanku.
Sampul Novel Maaf, Kami Pernah Berzina
8.5
Demi tanggung jawab sebagai kakak angkat, aku terpaksa menikahi Niken yang hamil oleh adikku, Nara. Hal ini terjadi karena Nara telah terikat pernikahan paksa dengan Nada. Konflik memuncak saat aku diminta melakukan perbuatan nista dengan Nada agar dia mengandung, sebab Nara bersumpah tak akan menyentuh istrinya demi kesetiaan pada Niken. Di tengah dilema moral ini, sanggupkah aku merusak kehormatan Nada yang merupakan wanita baik-baik?
Sampul Novel Orderan Kue Untuk Hari Pertunangan Suamiku
8.3
Selama tiga tahun membina rumah tangga, sosok suami yang kukira setia ternyata menyimpan rahasia gelap di balik punggungku. Perselingkuhan itu menghancurkan kepercayaan yang telah lama kujaga. Meski hati tersayat, aku memilih untuk tidak gegabah dalam melabraknya secara emosional. Bagiku, membalas pengkhianatannya dengan cara yang elegan dan terencana jauh lebih memuaskan daripada sekadar amukan yang sia-sia di depan matanya.
Sampul Novel Pelit Bin Medit
8.5
Hesti terjebak dalam pernikahan menyiksa bersama Pramono, suami yang luar biasa kikir. Jangankan nafkah layak, urusan belanja dapur pun dikendalikan penuh oleh sang suami. Hesti bahkan tidak memiliki uang pegangan karena seluruh gajinya dikuasai Pramono secara sepihak. Tanpa biaya perawatan diri atau kebebasan finansial, ia hidup dalam tekanan. Akankah Hesti bertahan menghadapi sifat pelit Pramono yang keterlaluan? Simak perjuangan hidupnya dalam kisah ini.