Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bucinnya Cowok Temprament

Bucinnya Cowok Temprament

Bastian Theo Raymond dan Liliana Mahendra terpisah selama lima tahun akibat kecelakaan yang memicu amnesia. Takdir mempertemukan mereka kembali saat Theo jatuh hati pada Lili yang kini menjadi dokter. Demi meminang Lili, Theo rela menyerahkan sepuluh miliar kepada ayah Lili. Meski temperamen, Theo berubah menjadi sangat bucin. Di sisi lain, Lili mulai merangkai kepingan ingatan masa lalunya melalui sentuhan Theo guna mempertahankan pernikahan rumit mereka.
Bab
Bagikan

Bab 1

Bruukkk!!!

Sebuah kecelakaan  terjadi di persimpangan lampu merah. Seorang pengendara motor terlempar jauh bersama motornya hingga sepuluh meter ke depan. Beberapa pengendara motor dan mobil ikut membantu membawanya ke pinggir jalan.

"Masih hidup gak?"

"Pria atau wanita?"

"Ya ampun darahnya sampe bercucuran"

Begitulah kasak- kusuk para pejalan kaki yang ikut serta melihat korban kecelakaan yang tergeletak di trotoar.

"Masih hidup, dia seorang pria" ucap salah  seorang yang membuka helm full face korban tabrak lari tersebut setelah mengecek denyut nadinya terlebih dulu.

Ya! Pria itu bernama Bastian Theo Raymond. Pria berusia dua puluh empat tahun yang bekerja sebagai pengacara di firma hukum Raymond Nusantara dan Partner (RNP).

Pria berparas tampan yang mempunyai tubuh tinggi tegap yang populer di kalangan masyarakat karena seringnya muncul di televisi bak selebriti papan atas.

Namun naas, saat itu tak ada satupun yang mengenalinya karena salah satu luka di pelipisnya akibat pecahnya kaca helm menyebabkan wajahnya penuh dengan darah. "Saya akan menghubungi polisi dan ambulance" ucap salah seorang yang menolong pria tersebut.

Sementara pengendara mobil yang menabraknya tak lantas menghampiri dan malah melarikan diri.

Selang beberapa menit, polisipun datang beriringan dengan mobil ambulance.

Rumah Sakit MMC 

Plapp

Theo mulai membuka matanya perlahan. Maniknya mengarah ke langit-langit ruangan yang berwarna putih. Lalu mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya, dilihatnya sebuah infusan yang menggantung dan menyambung ke tangannya. Dia pun melihat pakaian yang dikenakannya saat ini yang tak lain adalah seragam untuk pasien rumah sakit. "Bapak sudah sadar?" Tanya seorang dokter perempuan dengan ramah, yang masuk ke ruangan tersebut bersama seorang perawat yang mengikutinya di belakang.

Dokter itu tak lain adalah dr. Liliana Mahendra, anak dari pemilik rumah sakit Mahendra Medical Center (MMC), dr. Mahendra.

"Cantik" reflek Theo mengucap kata itu  pelan. Namun masih terdengar oleh dokter perempuan itu walau samar.

Tentu saja cantik, semua orang mengakuinya, bahkan banyak diantaranya yang menyebutnya mirip artis korea Kim Ji-Won.

Selain itu, walaupun tidak pernah perawatan khusus, tapi wajah dan tubuhnya putih mulus bak porselen. Juga rambut  panjang sepunggung dengan poni tipis panjang setengah wajah yang tak menutupi dahi terlihat meliuk ke arah telinga. Hal tersebut mampu menghipnotis para pria.

"Kenapa pak?" Dokter itu pun ingin memastikan apa yang didengarnya barusan. Dia takut salah mendengar, juga tak ingin merasa kepedean. Selain itu diapun ingin memastikan jika pasiennya tidak mengalami keluhan pasca operasi.

Namun Theo hanya menggelengkan kepalanya malu.

"Baiklah, perkenalkan nama saya dr. Liliana. Saya yang sudah mengoperasi kaki bapak beberapa jam yang lalu. Setelah ini bapak akan dipindahkan ke ruang perawatan ya pak. Bapak harus istirahat total saja. Saya akan pantau 2x sehari selama satu minggu ke depan. Boleh saya tahu nama bapak siapa?" Tanya dr. Liliana. Pasalnya pihak rumah sakit belum mengetahui identitas pasien, karena menurut petugas ambulance yang membawanya, mereka tidak menemukan kartu identitas ataupun dompet di sekitar TKP.

"Theo" jawabnya singkat.

"Baiklah, bapak Theo. Apakah bapak tahu kenapa bapak sampai berada di rumah sakit ini?" Tanya dr. Liliana pelan dan lembut.

Lagi-lagi Theo hanya menggelengkan kepalanya. Tak lantas menjawab, dia hanya mengagumi sosok cantik tersebut. Bahkan dalam hatinya merasa seperti menemukan sesuatu yang pernah hilang. Sungguh aneh bukan?

dr. Liliana pun tersenyum menanggapinya. Tidak heran untuk seorang pasien kecelakaan untuk tidak mengingat apa yang mereka alami.

"Sebenarnya bapak tadi mengalami sebuah kecelakaan di lampu merah yang tidak jauh dari rumah sakit ini. Sehingga bapak mengalami cedera yang cukup parah pada tulang kaki, tapi sekarang sudah tidak apa-apa, tinggal pemulihan saja. Maaf, kami melakukan operasi darurat dikarenakan keadaan bapak yang kami golongkan menjadi pasien trauma". dr. Liliana dengan penjelasan yang panjang lebarnya. Sementara Theo hanya mengangguk tanda paham. Tersenyum, dengan senyuman yang tak biasa.

"Sekarang bapak boleh memberitahukan kontak wali yang dapat kami hubungi kepada suster" dr. Liliana menunjuk ke arah suster yang berada disampingnya. Namanya suster Indri.

"Saya pamit dulu, karena masih banyak pasien yang harus saya periksa. Jika ada keluhan ataupun pertanyaan, boleh disampaikan saja pada  suster. Permisi." ucap dr. Liliana pamit dan berlalu meninggalkan ruangan itu. Sementara Theo hanya bengong menatap kepergian dr. Liliana yang menghilang setelah pintu tertutup.

"Apa dr. Liliana sudah menikah?" Pertanyaan frontal itu dilontarkan Theo kepada suster. Sementara suster Indri menyunggingkan bibirnya membentuk sebuah senyuman.

"Maaf pak, itu privasi. " jawab suster Indri ramah.

"Ayolah suster..." Theo memasang wajah yang memelas.

"Baiklah. dr. Liliana belum menikah." Jawab suster Indri yang sedang mengganti infusan Theo.

"Oh... Emm, apa aku terlihat seperti bapak-bapak??" Theo heran dari tadi dr. Liliana dan suster itu terus memanggilnya dengan sebutan bapak.

"Enggak. Bukan seperti itu. Itu sudah menjadi prosedur kami pak, agar selalu sopan dan ramah kepada pasien". Jawab suster Indri yang menyiapkan obat dan vitamin untuk Theo. "Boleh saya tahu latar belakangnya, sedikiiiit saja" Theo dengan wajah memelasnya.

Suster Indri menghela nafas panjang.

"Tapi janji yaa, ini rahasia." Suster indri sedikit berbisik.

Theo mengangguk penuh semangat. Dia sangat penasaran dengan sosok dr. Liliana yang dia kagumi itu.

"dr. Liliana itu anak dari dr. Mahendra, pemilik rumah sakit ini. Beliau merupakan anak tunggal dr. Mahendra yang selalu menjadi kebanggaannya karena selalu bisa diandalkan. Ini adalah tahun pertamanya mengabdi setelah menempuh pendidikan S2 nya spesialis ortopedi di luar negeri". Jawab suster Indri panjang lebar.

Theo mengangguk dan tersenyum. Dia semakin mengagumi sosok perempuan cantik yang ditemuinya beberapa menit yang lalu.

Tak berselang lama suster Indri pun keluar dari ruangan itu dan memindahkan Theo ke ruang perawatan dibantu oleh petugas rumah sakit yang lain.

Sementara diruangan lain sedang diadakan rapat yang dihadiri oleh pemilik rumah sakit yang tak lain adalah dr. Mahendra dan para dokter sekaligus staff rumah sakit.

Brakkk!!!

Sebuah map dilempar diatas meja dengan keras.

"Carikan seorang pengacara handal untuk kasus ini!" Titah pria paruh baya yang memakai setelan jas rapi. Dialah dr. Mahendra.

"Maaf dokter, saya sudah mencarikannya. Tapi mereka semua menolak. Adapun setelah sidang pertama tadi pagi, seorang pengacara yang kita sudah bayar mahal itu mundur tiba-tiba. Dia juga sudah mengembalikan uang yang sudah kita transfer." Jawab seorang dokter yang bernama dr. Syarif, kepala rumah sakit MMC.

dr. Mahendra menautkan kedua alisnya, heran. "Ada apa dengan mereka? Bayar mereka lebih mahal!" Tegasnya.

"Maaf dokter, bukan uang masalahnya"

"Jadi apa masalahnya?"

"Begini dokter...." Jelas dr. Syarif panjang lebar. dr. Mahendrapun mendengarkan setiap kata yang terucap tanpa ada yang terlewat.

Kasus yang sedang menimpa dr. Mahendra adalah kasus pelecehan seksual. Entah itu pemaksaan atau murni suka sama suka. Hanya mereka berdua yang tahu.

dr. Mahendra tidak tahu siapa yang memasang kamera cctv di kamar hotel yang dipesannya pada malam itu. Yang jelas, dari penggalan video yang diambil sebagai bukti, dr. Mahendra terlihat sedang asyik memompa seorang wanita cantik. Wanita tersebut diyakini adalah Ayudia William, istri dari William Hartanto seorang pemimpin perusahaan besar, William's Group.

"Setelah sidang tadi, kita beserta pak William mengadakan sebuah mediasi kembali.  Pak William menawarkan sebuah kesepakan untuk dr. Mahendra". Ucap dr. Arif yang juga menghadiri sidang.

"Apa itu?" dr. Mahendra antusias.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam yang Terpendam: Cinta Sang CEO Terhalang Takdir
7.9
Pasca koma panjang, Zeesya Aleena Lawrence tersadar bahwa kekasihnya hanyalah seorang pengkhianat. Di tengah keterpurukan, ia menemukan cinta baru pada sosok pria misterius yang sangat memujanya. Namun, kebahagiaan itu hancur saat rahasia kelam terungkap. Pria tersebut ternyata dalang di balik tragedi berdarah keluarganya di masa lalu. Kini, Zeesya terjebak dalam dilema besar antara mempertahankan perasaan atau membalas dendam atas takdir yang tertukar.
Sampul Novel Duri Pernikahan
9.4
Nada mendirikan studio yoga dan menaruh perhatian pada seorang murid baru yang sangat lentur. Namun, murid tersebut justru menggoda Nathan, suami Nada, serta menyebarkan fitnah keji hingga memicu keretakan rumah tangga mereka. Saat Nada mencoba mengeluarkannya, Nathan justru membela sang murid dan mengusir Nada. Konflik memuncak ketika murid itu datang dalam kondisi hamil dan meminta Nada mundur demi ahli waris. Nada pun memilih menyerah, tanpa menyadari rahasia besar bahwa Nathan sebenarnya mandul dan terlilit utang puluhan juta.
Sampul Novel Gairah Ceo Arogan
7.8
Adam Longthen diselimuti amarah besar setelah dikhianati Asley, istrinya sendiri. Walau Asley dikabarkan tewas dalam kecelakaan bersama selingkuhannya, Adam tetap memerintahkan pencarian hingga titik darah penghabisan. Keajaiban muncul saat anak buahnya membawa pulang seorang wanita berwajah serupa, namun ia mengaku sebagai Alin dan menolak identitas lamanya. Apakah wanita itu benar-benar Asley yang hilang ingatan, ataukah ada rahasia gelap di balik kemiripan mereka?
Sampul Novel Malam Pertama dengan CEO
9.7
Kehidupan Kara hancur saat suaminya menjualnya kepada Angkasa, seorang CEO kaya, di malam pernikahan mereka. Wajib melayani Angkasa selama sebulan, Kara justru hamil. Namun, Angkasa menolak mengakui janin itu karena salah paham dan mengusirnya. Di tengah tekanan mantan suami dan mertua, Kara berjuang sendiri hingga sukses jadi desainer. Saat Angkasa kembali untuk memohon maaf, akankah Kara bersedia membuka pintu hatinya yang telah terluka?
Sampul Novel Pengantin Pengganti Tuan Muda Gila
9.5
Demi menyelamatkan keluarga angkatnya dari jurang kebangkrutan, Yura terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi Ataya Wijaya setelah Mina melarikan diri. Sosok suami yang harus ia hadapi adalah Tuan Muda yang selama ini ia rawat secara rahasia. Saat penyakit mental Ataya kambuh, hanya pelukan dan ASI Yura yang mampu menenangkannya. Kini, Yura harus terjebak dalam pernikahan penuh teka-teki bersama pria yang sangat bergantung pada kehadirannya tersebut.
Sampul Novel Perjuangan Cinta Terlarang Majikan
8.8
Keira Aveline terpaksa merantau ke kota demi biaya pengobatan jantung ibunya. Ia bekerja sebagai pembantu bagi Reinhard Valegro, CEO sukses yang tampak sempurna dengan pernikahannya. Meski awalnya Reinhard bersikap dingin, pesona Keira perlahan meruntuhkan benteng moral pria itu. Terjebak dalam rahasia kelam dan permainan kekuasaan, Keira sulit menghindar dari ketertarikan sang majikan. Akankah cinta terlarang ini memicu bencana bagi hidup mereka berdua?